Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Budaya Organisasi Dan Pengaruhnya Terhadap Perilaku Karyawan Dan Kinerja Organisasi Di PT Sasmito Valensia Marsha Agustin; Maf’ula Nurhidayah; Sentot Imam Wahjono
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.683

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi terhadap perilaku karyawan dan dampaknya terhadap kinerja organisasi di PT Sasmito. Budaya organisasi merupakan sistem nilai, norma, dan keyakinan yang menjadi pedoman dalam bertindak bagi seluruh anggota perusahaan. Data di kumpulkan melaui wawancara mendalam dengan beberapa karyawan dan manjemen dari (hrd staf). Hasil temuan menunnjukan budaya organisasi di PT SASMITO tercemin dalam nilai-nilai kedisiplinan dan komitmen terhadap kualitas kerja. Budaya organisasi itu terterapkan dalam moh 5,yakni tidak berjudi, tidak minuman keras, tidak narkoba, tidak mencuri, tidak zina. Wawancara mengungkap bahwa budaya dapat mempengaruhi perilaku karyawan dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Pemanfaatan Fintech Berbasis Qris Untuk Meningkatkan Efisiensi Transaksi Pada UMKM Di Surabaya Talitha Marcella Salsabila; Fani Tsania Putri; Sentot Imam Wahjono
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.689

Abstract

Transformasi digital di sektor keuangan telah menghasilkan berbagai inovasi teknologi pembayaran, salah satunya adalah Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). QRIS hadir sebagai solusi pembayaran non-tunai berbasis fintech yang memudahkan transaksi antara konsumen dan pelaku usaha, khususnya di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) (Bank Indonesia, 2020). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana inovasi QRIS mampu meningkatkan efisiensi transaksi pada UMKM di Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner kepada 100 pelaku UMKM pengguna. Selain itu, mayoritas responden menunjukkan tingkat penggunaan QRIS yang cukup tinggi dengan rata-rata frekuensi 18,2 kali per bulan, yang mencerminkan tingkat adopsi teknologi keuangan yang baik. Adopsi teknologi oleh UMKM ini selaras dengan model Technology Acceptance Model (TAM) yang menyatakan bahwa persepsi kemudahan dan manfaat menjadi faktor penting dalam penggunaan teknologi baru (Davis, 1989). Faktor-faktor seperti lama usaha dan tingkat pendidikan pemilik usaha juga turut mempengaruhi kemudahan adaptasi terhadap penggunaan QRIS. Penelitian ini menyimpulkan bahwa inovasi QRIS berbasis fintech memiliki peran strategis dalam meningkatkan efisiensi operasional UMKM, memperluas akses pasar, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di era digital.
Pengaruh Fintech Peer-to-Peer Lending terhadap Akses Pembiayaan UMKM di Era Digital Bulan Ajeng Rayhana; Misbahul Millah; Sentot Imam Wahjono
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.690

Abstract

Perkembangan teknologi finansial (fintech) telah membawa perubahan signifikan dalam sistem pembiayaan di Indonesia, khususnya melalui model peer-to-peer (P2P) lending yang menawarkan solusi pendanaan alternatif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan fintech P2P lending terhadap akses pembiayaan UMKM di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 pelaku UMKM yang pernah menggunakan layanan P2P lending, dan dianalisis menggunakan regresi linier sederhana melalui aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fintech P2P lending berpengaruh positif dan signifikan terhadap akses pembiayaan UMKM, dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,389, yang berarti fintech menjelaskan 38,9% variasi dalam akses pembiayaan. Temuan ini menunjukkan bahwa fintech memiliki peran penting dalam mendorong inklusi keuangan dan mendukung pertumbuhan UMKM, meskipun tantangan seperti literasi keuangan dan pengawasan regulatif tetap menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan untuk menciptakan ekosistem pembiayaan digital yang sehat dan berkelanjutan.
Pengaruh Kepercayaan Dan Persepsi Risiko Terhadap Penggunaan Aplikasi E-Wallet Di Kalangan Gen Z Marsa Duo Cikita; Nadia Charissa; Sentot Imam Wahjono
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepercayaan dan persepsi risiko terhadap penggunaan aplikasi e-wallet di kalangan Generasi Z. Dalam era digital yang terus berkembang, e-wallet menjadi salah satu sarana pembayaran yang semakin populer, terutama di kalangan anak muda. Namun, tingkat kepercayaan dan persepsi terhadap risiko yang dirasakan pengguna dapat memengaruhi keputusan mereka dalam menggunakan aplikasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 150 responden Gen Z yang aktif menggunakan e-wallet. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap penggunaan e-wallet, sementara persepsi risiko memiliki pengaruh negatif namun signifikan. Temuan ini memberikan implikasi bagi pengembang aplikasi e-wallet untuk meningkatkan keamanan dan membangun kepercayaan agar dapat mendorong adopsi yang lebih luas di kalangan Gen Z.
Fintech dan Investasi Berkelanjutan: Menghubungkan Keuangan dengan Tanggung Jawab Sosial Bilal Baswedan; Yanuar Azka Amali; Sentot Imam Wahjono
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.692

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, industri keuangan telah mengalami transformasi signifikan berkat kemajuan teknologi, yang dikenal sebagai fintech. Salah satu area yang paling menarik dalam perkembangan ini adalah peran fintech dalam memfasilitasi investasi berkelanjutan, yang mengintegrasikan pertimbangan lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) ke dalam keputusan investasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana platform fintech dapat mendukung investasi berkelanjutan dan dampaknya terhadap tanggung jawab sosial. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis studi kasus, penelitian ini mengidentifikasi berbagai model bisnis fintech yang berfokus pada investasi berkelanjutan, termasuk crowdfunding untuk proyek energi terbarukan, aplikasi investasi yang memprioritaskan perusahaan dengan praktik bisnis yang bertanggung jawab, dan robo-advisors yang menawarkan portofolio berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fintech tidak hanya meningkatkan aksesibilitas investasi berkelanjutan bagi individu dan institusi, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesadaran akan isu-isu sosial dan lingkungan. Namun, tantangan seperti kurangnya regulasi yang jelas dan kesadaran konsumen yang rendah masih menjadi hambatan dalam memaksimalkan potensi fintech dalam mendukung investasi berkelanjutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk mencapai tujuan keberlanjutan yang lebih besar, kolaborasi antara pemangku kepentingan, termasuk perusahaan fintech, investor, dan pembuat kebijakan, sangat penting. Rekomendasi untuk meningkatkan peran fintech dalam investasi berkelanjutan juga disajikan, dengan harapan dapat mendorong pertumbuhan yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan di sektor keuangan.
Analisis Peran Regulasi Dalam Mengatasi Tantangan Hukum Fintech di Era Digital Hemy Maulana; Akhmad Chaerul Alvi; Sentot Imam Wahjono
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.693

Abstract

Fenomena financial technology (fintech) telah merevolusi lanskap jasa keuangan global, termasuk di Indonesia, dengan menawarkan layanan keuangan yang lebih efisien, inklusif, dan berbasis teknologi digital. Namun, inovasi ini juga menghadirkan tantangan signifikan terhadap sistem hukum dan regulasi yang ada. Secara teoretis, perkembangan fintech dapat dianalisis melalui perspektif teori regulasi responsif (responsive regulation theory) yang menekankan perlunya fleksibilitas kebijakan dalam merespons dinamika pasar tanpa mengabaikan aspek perlindungan konsumen dan stabilitas sistem keuangan. Tujuan makalah ini adalah untuk mengkaji kerangka regulasi fintech di Indonesia dengan fokus pada peran dan sinergi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI), serta menganalisis tantangan hukum yang muncul akibat perkembangan teknologi finansial yang pesat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif dengan teknik studi pustaka, ditambah analisis komparatif terhadap regulasi fintech di beberapa negara maju seperti Singapura dan Inggris sebagai tolok ukur efektivitas kebijakan. Hasil kajian menunjukkan bahwa regulasi fintech di Indonesia masih dalam tahap adaptif, dengan sejumlah regulasi yang bersifat parsial dan sektoral. Terjadi tumpang tindih kewenangan antara OJK dan BI, serta belum adanya payung hukum yang terpadu untuk mengatur berbagai model bisnis fintech. Tantangan hukum yang diidentifikasi meliputi isu perlindungan data pribadi, perlindungan konsumen, pengawasan lintas yurisdiksi, dan integrasi kebijakan antar lembaga. Kesimpulan dari makalah ini menegaskan bahwa diperlukan kerangka regulasi yang holistik dan adaptif, berbasis prinsip kehati-hatian serta koordinasi yang lebih kuat antar lembaga pengawas. Pendekatan regulasi berbasis risiko dan teknologi (regtech) juga direkomendasikan untuk mendukung efisiensi pengawasan dan responsivitas hukum terhadap dinamika fintech yang terus berkembang.
Analisis Fintech Qris Terhadap Payment Dan Perilaku Konsumsi Genenasi Z Yaziid Akmal Gymnastiar Wijaya; Virza Setya Almindanu; Sentot Imam Wahjono
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.694

Abstract

ujuan terhadap penelitian ini merupakan hasil mengetahui bagaimana transaksi berlangsung dan problem apa saja yang dialami mahasiswa Gen Z dalam menghadapi Gateway Pembayaran Teknologi Berbasis QRIS. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang akan diproses untuk memberikan petunjuk dari rumusan masalah. Hasil penelitian membuktikan bahwa (1) jumlah mahasiswa yang menerapkan transaksi payment gateway berbasis QRIS terus meningkat dari oktober 2021 sampai januari 2022, (2) masih ada banyak kendala dalam menerapkan aplikasi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), dan (3) ada usaha yang telah dilakukan dalam mengatasi kendala tersebut dengan menginput artikel perihal aplikasi QRIS secara online. Nilai berkembang dari bulan berikutnya, berdasarkan daftar perkembangan QRIS. Artinya, siswa Gen Z pada zaman sekarang menggemari penggunaan QRIS. Mahasiswa dapat melakukan pembelian hanya dengan scan QRIS karena dianggap lebih mudah dalam pembayaran. Selain itu, pembeli tidak perlu mempersiapkan kembalian uang untuk transaksi pembelian tersebut. Transaksi pembelian juga dianggap lebih aman. karena tidak memiliki hubungan dengan uang kertas yang dikirim dari satu masyarakat ke masyarakat yang lain. Namun, meskipun aplikasi QRIS mungkin lebih praktis bagi mahasiswa generasi Z masa kini, orang-orang dari generasi sebelumnya lebih suka menggunakan kartu kredit karena tidak perlu membuka aplikasi dan hanya perlu membeli paket data.
Hubungan antara Motivasi Kerja dan Kepuasan Kerja dalam Lingkungan Organisasi Modern Rizky Mubarok; Mohammad Wahyu Dwi Hidayat; Sentot Imam Wahjono
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.845

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja dan kepuasan kerja karyawan dalam suatu perusahaan. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode deskriptif dan verifikatif, data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja dan kepuasan kerja. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,64 menunjukkan bahwa 64% variasi dalam kinerja dan kepuasan kerja dapat dijelaskan oleh motivasi kerja, sementara 36% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain. Temuan ini sejalan dengan teori Robbins & Judge dan teori dua faktor Herzberg, yang menekankan pentingnya faktor intrinsik dan ekstrinsik dalam meningkatkan motivasi. Selain itu, hasil wawancara dengan manajemen menunjukkan bahwa perusahaan telah menjalankan berbagai program untuk meningkatkan motivasi, meskipun masih ada kekurangan dalam aspek kejelasan jenjang karier. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran motivasi kerja dalam membentuk budaya kerja yang produktif, harmonis, dan berkelanjutan.
Komunikasi Pimpinan yang Efektif: Kunci Meningkatkan Motivasi Kerja Karyawan Johan Tri Arifin; Fadia Azahra; Sentot Imam Wahjono
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.852

Abstract

Penelitian ini menganalisis pola komunikasi pimpinan dan dampaknya terhadap motivasi kerja karyawan dalam konteks organisasi. Masalah motivasi kerja yang bervariasi seringkali disinyalir memiliki keterkaitan erat dengan pola komunikasi pimpinan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi kasus, penelitian ini memanfaatkan data sekunder yang berasal dari dua artikel jurnal utama: penelitian Yunus dan Karundeng (2021) yang mengkaji pola komunikasi di PT Wapoga Mutiara Industri, serta studi Pratama, Setyadji, dan Ashfahani (2020) yang meneliti pola komunikasi pimpinan dan motivasi kerja di Divisi Legal Corporate PT. Perintis Pelayanan Paripurna. Teknik analisis data yang diterapkan adalah reduksi data sebagaimana dikembangkan oleh Miles dan Huberman, meliputi tahap identifikasi, kategorisasi, penyisihan, dan interpretasi informasi relevan dari kedua sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi vertikal dan horizontal yang dominan, bahkan cenderung membentuk pola komunikasi "semua saluran" (all channel), memiliki korelasi positif yang signifikan dengan peningkatan motivasi kerja karyawan. Keterbukaan komunikasi pimpinan dan fasilitas untuk kolaborasi diidentifikasi sebagai faktor kunci dalam menciptakan lingkungan kerja yang adaptif, menumbuhkan rasa kepemilikan karyawan, dan pada akhirnya mendorong produktivitas organisasi secara keseluruhan. Implikasi praktis dari temuan ini menekankan pentingnya bagi setiap organisasi untuk secara proaktif mengembangkan dan memelihara pola komunikasi yang transparan, partisipatif, dan suportif di seluruh tingkatan guna mencapai kepuasan kerja dan kinerja yang optimal.
Peran Strategi Komunikasi dan Pemasaran Digital dalam Keputusan Pembelian di E-Commerce Shopee Muhammad Ilham Prayogo; Ilham Hilwa Zulfikar; Sentot Imam Wahjono
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1118

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas strategi komunikasi pemasaran yang diterapkan oleh e-commerce Shopee dalam menarik minat beli konsumen, dengan menekankan pada kombinasi pendekatan rasional dan emosional. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana elemen-elemen komunikasi pemasaran seperti periklanan digital, promosi penjualan, endorsement oleh influencer, interaksi media sosial, serta daya tarik emosional (seperti pesan yang menyentuh, humor, dan kedekatan personal) memengaruhi keputusan pembelian pengguna Shopee. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang merupakan pengguna aktif Shopee di Indonesia. Instrumen penelitian disusun dalam bentuk skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran secara simultan berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Secara parsial, pendekatan emosional melalui konten yang menyentuh sisi psikologis konsumen—seperti promo bertema hari besar, narasi inspiratif, dan citra keakraban—terbukti memiliki pengaruh kuat, terutama dalam meningkatkan loyalitas dan minat beli ulang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan pemasaran digital di e-commerce tidak hanya ditentukan oleh kekuatan logika promosi, tetapi juga oleh kemampuan menciptakan ikatan emosional dengan konsumen. Temuan ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pelaku bisnis digital untuk merancang strategi komunikasi pemasaran yang lebih humanis dan relevan dengan kebutuhan psikologis konsumen.
Co-Authors Ageng Samudera Agustinu Tri Atmojo Ahmad Abbas Akhmad Chaerul Alvi Alfian Rizki Badarudin Andi Wardhana Anis Rahmawati Ningrum Anna Marina Anna Marina Aufi Nur Masita Bagus Dwi Priyanto Bilal Baswedan Bima Sholihul Umam Brillian Yogi Al Ghifari Bulan Ajeng Rayhana Darwis Dahlan Desipradani, Gita Dita Alifyah Asmara Fadia Azahra Faisal Arief Akhmad Prasojo Fam Soo Fen Fani Tsania Putri Farrel Ariefandy Radhiya Haqqi Firmansyah Firmansyah Gambong Dwi Prakoso Hemy Maulana Idrawahyuni Idrawahyuni Ilham Hilwa Zulfikar Ilham Leosta Attoillah Iqbal Bagaswara Irgi Achmad Farezi Ismail Rasulong Jalaludin Rabbani Johan Tri Arifin Maf’ula Nurhidayah Mahendra Satria Zulkarnain Maretasari, Rina Marsa Duo Cikita Maziah kholidia Misbahul Millah Moch Berlian Ananda Kharisma Moch Dwi Toby Mohammad Ayaz Mohammad Wahyu Dwi Hidayat Muhammad Alfin Putra Mulya Muhammad Fadil Prakoso Muhammad Fauzan Adhima Subianto Muhammad Furqon Muhammad Hafizan Muhammad Ilham Prayogo Muhammad Rayhan Yasser Nento Nadia Charissa Nashihatus Saidah Nauval Buya Dwi andhika Nonita Rahmatiyah Arfianty Norman Diaz Brahmantio Nur Choidah Rafli Aldo Adriano Regal Galih Sabala Renata Aulia Zahra Hapsari Rini Falensia Rizky Mubarok Sabri Balafif Satrio Habibullah Sekar Galuh Septyawati Septy Ayu Ladhuri Setio Dharma Negara Siti Salbiyah Soo Fen Fam Syamsul Hidayat Talitha Marcella Salsabila Teguh Santoso Thahir Lenamah Titis Rahayu Tri Danarti Tri Kurniawati Umi Fatimatus zahro Valensia Marsha Agustin Virza Setya Almindanu Wa Ode Rayyani Walidul Muharrom warsidi warsidi WIDAYAT - Wildan Alamudi Yanuar Azka Amali Yazid Jamaludin Al Azhar Yaziid Akmal Gymnastiar Wijaya