Articles
Edukasi Kesehatan Untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu Tentang Pemberian MP ASI pada Bayi dan Balita di Kelurahan Sukolilo Surabaya
Iis Fatimawati;
Diyah Arini;
Puji Hastuti;
Dwi Ernawati;
Qori’ Ila Saidah;
Astrida Budiarti;
Faridah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (850.634 KB)
|
DOI: 10.33086/snpm.v1i1.918
Kecukupan gizi dalam makanan menentukan status gizi anak. Setiap bayi harus mendapatkan ASI untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Kebutuhan bayi akan nutrisi semakin meningkat seiring bertambahnya usia bayi, sedangkan terkadang ASI yang dihasilkan ibunya kurang memenuhi kebutuhan gizi bayi, Sehingga pada usia 6 bulan bayi mulai diperkenalkan dan diberikan gizi tambahan berupa Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) yang bertujuan agar gizi bayi bisa terpenuhi. MPASI adalah makanan atau minuman yang mengandung zat gizi yang diberikan pada bayi atau anak usia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain ASI. Pemberian MP-ASI yang benar akan sangat berpengaruh pada proses tumbuh kembang anak dan kecerdasannya. Pemberian MP-ASI yang tidak sesuai akan menimbulkan masalah dalam status gizi anak, salah satunya masalah gizi kurang dan gizi buruk. Tujuan dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk Meningkatkan pengetahuan ibu usia subur tentang MPASI di lingkungan kampung nelayan Kelurahan Sukolilo Surabaya sehingga dapat menurunkan kejadian stunting. Metode : Salah satu upaya untuk mengatasi Kurang Gizi sejak dini pada anak adalah dengan penguatan informasi melalui program edukasi kesehatan pada ibu usia subur terkait pencegahan stunting dan kurang gizi pada bayi dan balita. Pelaksanaan edukasi kesehatan ini dilakukan secara langsung saat kegiatan posyandu Balita masyarakat di Kelurahan Sukolilo Surabaya. Hasil dan Pembahasan : Sebelum dilaksanakan penyuluhan dilakukan pengukuran dan pencatatan antropometri balita yang datang ke posyandu, di dapatkan hasil dari 128 peserta hanya 21,1 % saja yang mempunyai berat badan sesuai standar, sedangkan 78,9% balita memiliki berat badan yang kurang dari standar. Hal ini menunjukkan bahwa Sebagian besar balita di Kelurahan Sukolilo Surabaya dalam kategori kurang dari standar. Dan setelah dilakukan penyuluhan Kesehatan didapatkan data pengetahuan responden sudah baik 82%. Kesimpulan : pengaruh lingkungan, budaya, dan pengetahuan menjadi salah satu sebab terjadinya pemberian MP-ASI yang tidak tepat. Diperlukan peran aktif orang-orang yang berpengaruh dalam lingkungan tersebut untuk mengajak dan memberikan motivasi serta health education untuk menambah pengetahuan ibu terlebih dalam pemberian MP-ASI yang tepat dan benar sehingga ibu dapat berperilaku lebih tepat.
Mewujudkan Generasi Berencana melalui Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja
Astrida Budiarti, Budiarti;
Diyah Arini;
Puji Hastuti;
Dwi Ernawati;
Qori’ Ila Saidah;
Iis Fatimawati;
Faridah Zein
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2023
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jpm.v5i1.1486
Kesehatan reproduksi merupakan keadaan fisik, mental, dan sosial yang sejahtera serta terhindar dari penyakit yang berkaitan dengan sistem reproduksi, proses serta fungsinya. Periode remaja dimana terjadi pubertas yang disebabkan fungsi hormonal. Selain menyebabkan perkembangan fungsi reproduksi, hormon juga mempengaruhi dorongan seks remaja, misalnya muncul ketertarikan dengan orang lain. Remaja perlu paham terkait kesehatan reproduksi agar memiliki pengetahuan yang tepat terkait reproduksinya. Remaja diharapkan bertanggung jawab dengan reproduksinya setelah memiliki pengetahuan yang tepat. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan pengabdian kepada masayarakat dengan tema upaya mewujudkan generasi berencana melalui Pendidikan Kesehatan roproduksi remaja di SMAN 1 Taman Sidoarjo. Kegiatan meliputi pretest, pemberian Pendidikan Kesehatan, diskusi dan tanya jawab, serta posttest untuk mengevalusai tingkat pemahaman siswa. Hasil kegiatan menunjukkan 72,4% siswa dengan pengetahuan baik. Tingkat pengetahuan kurang dari 20,0% menurun menjadi 10,1%. Pendidikan kesehatan reproduksi remaja efektif meningkatkan tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksinya.
APLIKASI TEHNIK EQUALISASI UNTUK MENCEGAH BAROTRAUMA PADA PENYELAM TRADISIONAL
Imroatul Farida;
Diyah Arini;
Nur Muji Astuti
GEMASSIKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2020): NOPEMBER
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30787/gemassika.v4i2.545
The traditional fisherman dive to get a lot of fish, they called traditional divers. The majority of traditional divers do not use equalization techniques while diving, because they have an assume that equalization techniques is not important. The traditional divers also have some signs of barotrauma symptoms such as headaches, ear pain, feeling full in the ears, chest pain, dizziness after diving. The incidence of barotrauma can be reduced if traditional divers can do equalization technique while diving. The target and output are they have better knowledge, skills and awareness to use equalization techniques while diving to prevent barotrauma independently. The method of activities was a seminar and workshop on day 1, demonstration and role play on day 2. The activity was held on 27-28 July 2019, the subject was 70 traditional divers at Kedung Cowek District Surabaya, and was delivered by lecturers and students of STIKES Hang Tuah Surabaya. They have beenbetter improvement in knowledge, skills and awareness of they standard diving procedures, especially in equalization technique to prevent barotrauma.
EDUKASI KESEHATAN PENCEGAHAN COVID-19 DALAM PERUBAHAN PENGETAHUAN MASYARAKAT KALIPECABEAN SIDOARJO
Astrida Budiarti;
Diyah Arini;
Puji Hastuti;
Dwi Ernawati;
Qori’ Ila Saidah;
Iis Fatimawati;
Faridah Faridah;
Dewinta Dewinta
E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2: Mei 2021
Publisher : LP2M STP Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47492/eamal.v1i2.589
Virus Corona (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyebar secara droplet dan menyerang sistem pernapasan secara cepat. Laju penularan di Indonesia juga masih diatas 5% melebihi stardart WHO yaitu kurang dari 5%. Hal ini bisa disebabkan oleh pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam pencegahan Covid 19 yang belum sepenuhnya tepat. Salah satu upaya untuk mengatasi hal ini adalah dengan penguatan informasi melalui program edukasi kesehatan pencegahan covid 19. Pelaksanaan edukasi kesehatan ini dilakukan secara langsung saat kegiatan posyandu balita masyarakat di Kalipecabean Sidoarjo dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat. Setelah dilaksanakan kegiatan edukasi kesehatan didapatkan sebagian besar masyarakat (71,4%) memiliki pengetahuan yang baik. Hasil lain juga menunjukkan tingkat pengetahuan yang kurang menurun menjadi 17,5% dari angka 24,5%. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan tentang Covid 19 efektif dalam meningkatkan tingkat pengetahuan masyarakat dalam pencegahan Covid 19. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah perlu dimasifkan pemberian edukasi kesehatan dalam upaya pencegahan covid 19 sehingga perilaku masyarakat akan positif sehingga laju penularan Covid 19 bisa dibawah standart yang telah ditetapkan oleh WHO
Efektifitas Perawatan Luka Modern Kombinasi Mendengarkan Musik Klasik Terhadap Penyembuhan Ulkus Diabetik Di Rumah Luka Surabaya
Farida, Imroatul;
Arini, Diyah;
Mardayati, Risca Putri
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 13 No 1 (2018): March Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30643/jiksht.v13i1.22
Diabetic ulcer need a long time for its healing process, failure during healing process of chronic wounds caused by necrotic tissue which becomes something foreign object for body and infected wounds. Proper wound care is needed to prevent wound complications. In this modern day, dressings combination of classical music becomes one of the diabetic ulcer therapy, this study aims to analyze the affectivity dressing combination of classical music to the acceleration of healing of diabetic ulcers at Rumah Luka Surabaya. Design of this study uses Quasi Experimental that is done by pre-test post-test in treatment group and control group. Total population in this study is 35 patients with diabetic ulcers in the Rumah Luka Surabaya, using random sampling from Probability sampling technique and obtained 32 people as sample which divided into 2 groups: 16 people in control group and 16 groups in treatment group. Furthermore tested by using Two sample T test that results are modern influences dressing combination of classical music to healing diabetic ulcers are indicated by p 0.001 <α 0:05 means there is an influence of classical music therapy in the treatment group. The implications of this study can serve as a reference for future studies related to wound healing. In addition, further studies should be done to reinforce the concept centers on a diabetic ulcer care in managing diabetic ulcers in patients with diabetes mellitus.Keywords: Classic Music, Diabetic Ulcer, Modern Dressing
Hubungan Tingkat Pengetahuan Perawat tentang Identifikasi dalam Patient Safety dengan Pelaksanaannya di Ruang Rawat Inap RSUD SK. Lerik Kupang
Arini, Diyah;
Yuliastuti, Christina;
Jawa Ito, Rofina Lusia
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 14 No 2 (2019): October Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30643/jiksht.v14i2.62
Patient identification is a process for give a sign or identifier that includes the medical record number and patient identification with the purpose to make differences between another patients in order to accuracy of the provision services, the treatment and the implementation procedure to the patient. The purpose of this research was to determine The Relationship Level of Nurses Knowledge About Identification in Patient Safety with the Implementation at S. K Lerik Kupang inpatient hospital. Design an observational analytic study with cross sectional approach. The number of samples in this research from 64 nurses who were taken through simple random sampling technique. The results from of the study showed that 78.1% had good enough knowledge and 21.9% had good knowledge. In its implementation 79,7% were good enough and 20,3% were good at carrying out patient safety identification. The Spearman rho test indicate that presence of relationship between the level of nurses knowledge about identification in patient safety with implementation, p = 0.001(p< a = 0.05). The conclusion from this research is the nurses knowledge in the implementation of patient identification in pretty good category. The results of this study can be input in order to more improve their knowledge through seminars and training about patient identification as well as apply the nurses knowledge in the implementation of patient identification.  Keywords : Knowledge, Identification in patient safety
Status Kelengkapan Imunisasi Difteri Pada Kejadian Difteri Di Wilayah Surabaya
Arini, Diyah;
Kulsum, Shofia;
Mayasari, Ayu Citra
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 15 No 2 (2020): October Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30643/jiksht.v15i2.117
One of the diseases of Extraordinary Events in East Java Province is diphtheria disease. Diphtheria is an acute infectious disease of the upper respiratory tract in the system caused by the bacterium Corynebacterium Diphtheria. One of the factors that may affect the incidence of diphtheria is an incomplete immunization status. The purpose of this research is to analyze the relationship status of the completeness of immunization with diphtheria incidence in the region of Surabaya. Design research Analytic approach with Cross-Sectional Correlation. The independent variable complete immunization status of diphtheria and dependent variable is diphtheria occurrence.  The population of the research was as many as 29 people who suffered from diphtheria in 2017 and sample as many as 27 people who suffered from diphtheria in 2017in the city of Surabaya. Using a technique Simple Random sampling. The instruments of research using questionnaires, observation secondary data: laboratory results and sheet book KMSfor incomplete immunization status data and diphtheria incidence, tested use the spearman rho correlation. Statistical results with Spearman Rho Correlations test obtained Ï = 0.03 with Ï â‰¤ 0.05. It states that H0 is rejected H1 accepted as well as the result of correlation coefficient – 0.411. This shows the existence of the relationship between complete immunization status of diphtheria with diphtheria occurrence in the region of Surabaya. The implications of this research show that the diphtheria immunization incompleteness affects the incidence of diphtheria. Expected health workers can better do health promotion about the importance of immunization and prevention of diphtheria transmission, registration, and grant of immunization in the community.Keywords: Diphtheria, Immunization, Surabaya
Pemeriksaan Payudara Sendiri sebagai Deteksi Awal Kanker Payudara Wanita Usia Subur di Kelurahan Gisik Cemandi Kabupaten Sidoarjo
Hastuti, Puji;
Arini, Diyah;
Ernawati, Dwi;
Budiarti, Astrida;
Saidah, Qori’ Ila;
Fatimawati, Iis;
Faridah, Faridah
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: Juni 2023
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jpm.v5i2.1567
Kasus kanker payudara meningkat signifikan setuap tahun. Risiko Kanker payudara dari tahun ke tahun semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Wanita Usia Subur (WUS) adalah usia beresiko terpapar kanker payudara sehingga penting bagi perawat untuk meningkatkan pengetahuan Wanita Usia Subur (WUS) tentang penyakit ini dan bagaimana deteksi awal untuk mengetahuinya. Kegiatan ini bertujuan melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui Pendidikan Kesehatan pemeriksaan payudara sendiri sebagai deteksi awal kanker payudara pada Wanita Usia Subur di kelurahan Gisik Cemandi Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan dimulai dengan pengisian kuisioner tentang kanker payudara dan Sadari di awal sesi, selanjutnya WUS diberikan pendidikan Kesehatan dan mengisi kuisioner di akhir sesi. Data menggambarkan bahwa sebagian besar Wanita Usia Subur sekitar 75,8 % mempunyai pengetahuan dan ketrampilan yang baik saat melakukan Sadari. Data lain menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan WUS yang kurang mengalami penurunan menjadi 12,1% dari angka 26,0%. Data tersebut menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan deteksi awal pencegahan Kanker payudara efektif dalam meningkatkan tingkat pengetahuan Wanita Usia Subur tentang kesehatan reproduksinya. Rekomendasi pengabdian masyarakat ini adalah membuat penjadwalan Pendidikan Kesehatan yeng berkelanjutan dan terukur. Pendidikan kesehatan dijadwalkan dalam waktu yang berkelanjutan dengan metode bervariatif di lingkungan kelurahan Gisik Cemandi kabupaten Sidoarjo.
HEALTH EDUCATION TO INCREASE ADOLESCENTS' KNOWLEDGE ABOUT PREVENTING PREGNANCY
Arini, Diyah;
Fatimawati, Iis;
Hastuti, Puji;
Ernawati, Dwi;
Budiarti, Astrida;
Saidah, Qori’ Ila;
Faridah
Community Service Journal of Indonesia Vol 5 No 2 (2023): Community Service Journal of Indonesia
Publisher : Institute for Research and Community Service, Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36720/csji.v5i2.607
Adolescence is a period of rapid growth and development both physically, psychologically and intellectually. The typical nature of teenagers is that they have a great sense of curiosity, like adventure and challenges and tend to be brave enough to take risks in their actions without prior careful consideration. If the decisions taken in dealing with conflict are inappropriate, they will fall into risky behaviour and may have to suffer short-term and long-term consequences in various physical and psychosocial health problems. The nature and risky behaviour of adolescents requires the availability of caring adolescent health services that can meet the health needs of adolescents, including services for reproductive health. The aim of this community service activity is to increase teenagers' knowledge about preventing teenage pregnancy so that it can reduce the incidence of teenage pregnancy. This health education was carried out via online zoom meeting. This activity is education about preventing pregnancy in teenagers targeting high school and vocational school students in the Surabaya, Sidoarjo and Gresik regions Education attended by 122 teenagers. Before the counselling was carried out, questionnaires were distributed online via Google form. Results were obtained from 122 participants consisting of 54 (44%) high school students, while 68 (56%) were students, of which 13 (10%) % had not received Sex education. And after conducting health education, it was found that 105 (86%) of respondents' knowledge data was good. The influence of the environment, social media, cultural acculturation, and adolescent knowledge is one of the causes of promiscuous sexual behavior. The active role of parents, teachers and the community is needed to invite and provide motivation as well as health education to increase teenagers' knowledge in preventing the occurrence of promiscuous sex so that teenagers can behave more appropriately.
Pendidikan Kesehatan Menejemen Nyeri Persalinan Kala I dengan Metode Massage Counter Pressure
Arini, Diyah;
Budiarti, Astrida;
Hastuti, Puji;
Ernawati, Dwi;
Saidah, Qori’ Ila;
Fatimawati, Iis;
Faridah, Faridah
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 4 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: Desember 2024
Publisher : Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jpm.v6i4.3692
Persalinan merupakan suatu proses pengeluaran hasil konsepsi. Pada kondisi persalinan akan terjadi kontraksi uterus sehingga ditemukannya masalah keperawatan nyeri melahirkan. Terdapat beberapa metode menejemen nyeri melahirkan. Salah satunya adalah metode massage counter pressure. Ibu hamil di Desa Banjar Kemuning, Sedati, Sidoarjo juga belum banyak mengetahui metode untuk menurunkan nyeri persalinan dengan metode massage counterpressure. Perawat sebagai tenaga kesehatan diharapkan bisa menerapkan metode pengurang nyeri secara nonfarmakologis salah satunya dengan metode massage counterpressure. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan pengabdian kepada masayarakat dengan tema menejemen nyeri persalinan kala 1 dengan metode massage counter pressure pada sejumlah 17 ibu hamil di Desa Banjar Kemuning. Kegiatan meliputi pretest, pemberian pendidikan kesehatan, diskusi dan tanya jawab, serta posttest untuk mengevalusai tingkat pemahaman ibu hamil. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan didapatkan 80,4 % ibu hamil memiliki pengetahuan baik.