Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Analysis Relationship of Early Breastfeeding Initiation and Exclusive Breastfeeding Towards Nutrition Status of Toddler at Puskesmas Wonokromo Surabaya Faridah Faridah; Ari Susanti
Jurnal MIDPRO Vol 13, No 1 (2021): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/md.v13i1.270

Abstract

Inisiasi Menyusui Dini (IMD) adalah langkah penting untuk memudahkan bayi dalam memulai proses menyusui serta pemberian ASI eksklusif dapat meningkatkan kelangsungan hidup bayi dan menurunkan risiko penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan pemberian ASI Eksklusif terhadap status gizi Balita. Metode penelitian adalah survey Analitik dengan pendekatan crosssectional. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Wonokromo Surabaya menggunakan data primer dengan jumlah sampel 290 balita. Variabel Independen dalam penelitian ini status gizi bayi dan variabel dependen pelaksanaan IMD dan Pemberian ASI Eksklusif. Analisis data univariate dilakukan dengan mendistribusikan frekuensi variabel independen dan dependen. Analisis bivariat menggunakan uji statistik Chi-square dengan menggunakan program SPSS dengan tingkat kemaknaan α < 0,05.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara pelaksanaan IMD terhadap status gizi stunting balitai dengan nilai ρ = 0,0001 dan terdapat pula pengaruh Pemberian Asi eksklusif terhadap status gizi balita dengan nilai  ρ = 0,0001. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan IMD dan Pemberian ASI eksklusif memiliki hubungan yang erat terhadap status gizi pada balita.
Indeks Kepuasan Pasien terhadap Pelaksanaan Discharge Planning oleh Perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Asmuji Asmuji; Faridah Faridah
The Indonesian Journal of Health Science Vol 12, No 1 (2020): The Indonesian Journal of Health Science
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/ijhs.v12i1.4853

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan: Kepuasan pasien merupakan cermin kualitas pelayanan kesehatan yang mereka terima. Pelayanan penting yang dapat menjadi faktor penentu kepuasan pasien adalah pelayanan persiapan pemulangan (discharge planning). Discharge planning merupakan kegiatan yang  dilakukan oleh tenaga kesehatan guna menyiapkan pasien agar mampu melakukan tindakan mandiri pada waktu sudah keluar rumah sakit. Tujuan penelitian ini mengidentifikasi indeks kepuasan pasien terhadap pelaksanaan discharge planning oleh perawat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional yang dilakukan di ruang rawat inap kelas I, II, dan III dua rumah sakit di Kabupaten Jember dengan sampel sebanyak 60 responden diambil secara purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil: Rata-rata nilai harapan pada rumah sakit I adalah 3,6690 dengan rata-rata nilai kenyataan 3,0130. Rata-rata nilai harapan pada rumah sakit II adalah 3,5510 dengan rata-rata nilai kenyataan 2,9730. Indeks kepuasan pasien di rumah sakit I antara harapan dan kenyataan terdapat selisih 0,656 dan di rumah sakit II selisihnya 0,578. Hasil uji statistik (t-test) menunjukkan adanya perbedaan rata-rata nilai harapan dan kenyataan, baik di rumah sakit I (p value = 0,004; α.= 0,05) maupun di rumah sakit II (p value = 0,016; α.= 0,05). Simpulan dan Implikasi: Pelaksanaan discharge planning masih belum menjadi budaya yang mengakar pada diri tenaga kesehatan termasuk perawat, sehingga pelaksanaannya belum maksimal dan belum dapat memberikan rasa puas kepada pasien sebagai penerima layanan. Dengan demikian rumah sakit wajib menetapkan kebijakan yang mengatur tentang discharge planning. 
Hubungan Lingkungan Teman Sebaya dan Game Online dengan Perilaku Agresif Anak Cindy Aprilia Puspita Sari; Faridah Faridah; Yoga Kertapati; Nur Chabibah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 6 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i6.1946

Abstract

Perilaku agresif menjadi salah satu permasalahan yang dialami oleh anak usia sekolah dan kian meningkat, baik secara nonverbal maupun verbal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan lingkungan teman sebaya dan bermain game online yang mengandung unsur kekerasan dengan perilaku agresif. Analisis penelitian mengguanakan cross-sectional dan observasi. Populasi penelitian sebanyak 224. Pengambilan sampel dengan cara teknik probability sampling dengan menggunakan proportional stratified random sampling dan diperoleh sebanyak 144 respondent. Analisis data menggunakan uji Spearmen’s Rho. Hasil penelitian didapatkan terdapat hubungan lingkungan teman sebaya dengan perilaku agresif. Tidak adan hubungan bermain game online yang mengandung unsur kekerasan dengan perilaku agresif. Siswa yang mempunyai karakteristik lingkungan teman sebaya yang baik dan intensitas bermain game online rendah akan memiliki sikap dan perilaku yang baik. Lingkungan yang buruk dan intensitas bermain game online yang tinggi dapat mempengaruhi perilaku. Penelitian ini sebagai bahan refferensi dan edukasi bagi orang tua tentang bahaya game online terhadap pembentukan sikap dan kepribadian anak di lingkungan keluarga di era kurangnya komunikasi sosial antar keluarga.
Pendidikan Kesehatan dalam Meningkatkan Pengetahuan Siswa Kelas 10 Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja di SMA Hang Tuah 1 Surabaya Dwi Ernawati; Diyah Arini; Puji Hastuti; Qoriila Saidah; Astrida Budiarti; Iis Fatimawati; Faridah Faridah
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.798 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.827

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja adalah keadaan sejahtera fisik, mental, dan sosial secara utuh dan bebas dari penyakit atau kecacatan yang berkaitan dengan sistem, fungsi dan proses reproduksi remaja. WHO (2019) menyatakan bahwa masalah kesehatan reproduksi wanita yang buruk mencapai 33% dari jumlah total penyakit yang menyerang wanita di dunia. Salah satu masalah kesehatan reproduksi yang lama menjadi persoalan bagi remaja, utamanya di Indonesia. adalah hubungan sex bebas yang meningkatkan angkakehamilan di luar nikah, aborsi dan penyakit menular seksual pada remaja. Salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan penguatan informasi melalui program pendidikan kesehatan reproduksi remaja. Pelaksanaan pendidikan kesehatan telah dilaksanakan secara daring dengan peserta kelas 10 Jurusan IPA dan IPS SMA Hang Tuah 1 pada hari Rabu, 20 Januari 2021 sebanyak 156 siswa. Data menunjukkan bahwa pengetahuan baik meningkat dari 54 % menjadi 64 % dan dan tingkat pengetahuan yang kurang menurun menjadi 10 % dari angka 25 %. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi tentang kesehatan reproduksi remaja efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa Hang Tuah 1 Surabaya. Pendidikan kesehatan remaja berikutnya perlu dilaksanakan secara berkesinambungan dengan metode edukasi yang interaktif dan menarik melibatkan seluruh siswa di SMA Hang Tuah 1 Surabaya.
Mewujudkan Generasi Berencana melalui Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja Astrida Budiarti, Budiarti; Diyah Arini; Puji Hastuti; Dwi Ernawati; Qori’ Ila Saidah; Iis Fatimawati; Faridah Zein
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i1.1486

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan keadaan fisik, mental, dan sosial yang sejahtera serta terhindar dari penyakit yang berkaitan dengan sistem reproduksi, proses serta fungsinya. Periode remaja dimana terjadi pubertas yang disebabkan fungsi hormonal. Selain menyebabkan perkembangan fungsi reproduksi, hormon juga mempengaruhi dorongan seks remaja, misalnya muncul ketertarikan dengan orang lain. Remaja perlu paham terkait kesehatan reproduksi agar memiliki pengetahuan yang tepat terkait reproduksinya. Remaja diharapkan bertanggung jawab dengan reproduksinya setelah memiliki pengetahuan yang tepat. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan pengabdian kepada masayarakat dengan tema upaya mewujudkan generasi berencana melalui Pendidikan Kesehatan roproduksi remaja di SMAN 1 Taman Sidoarjo. Kegiatan meliputi pretest, pemberian Pendidikan Kesehatan, diskusi dan tanya jawab, serta posttest untuk mengevalusai tingkat pemahaman siswa. Hasil kegiatan menunjukkan 72,4% siswa dengan pengetahuan baik. Tingkat pengetahuan kurang dari 20,0% menurun menjadi 10,1%. Pendidikan kesehatan reproduksi remaja efektif meningkatkan tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksinya.
THE EFFECT OF BASIC LIFE SUPPORT HEALTH EDUCATION WITH VIDEO LEARNING METHOD ON MOTIVATION TO HELP VICTIMS Sri Anik Rustini; Ninik Ambar Sari; Merina Widyastuti; Ceria Nurhayati; Faridah Faridah
Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Vol 9 No 3 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/jkry.v9i3.672

Abstract

Cardiac arrest is a condition in which there is a sudden cessation of the normal circulation of blood due to failure of the heart to contract effectively during the systolic phase. Basic Life Support is an advanced life support for cardiac arrest patients which aims to stop the process leading to death. The high mortality rate due to cardiac arrest is influenced by the lack of knowledge of how to handle cardiac arrest victims so that the motivation to help victims is minimal in the community. This study aims to see the effect of Basic Life Support health education on the motivation to help victims. Pre Experimental Research Design with One-group pre-post test design. Population of level 3 students of STIKES Hang Tuah Surabaya. Sampling using simple random sampling. The number of samples is 88 people. The independent research variable is health education with the Basic Life Support learning video method, the dependent variable is motivation to help victims. The measuring instrument was given 2 times for health promotion. This study used a questionnaire and the data were analyzed using the Wilcoxon test. The results showed that the factors that influenced the level of knowledge with motivation to help p < 0.000 where, p value < 0.05, then there was an influence before being given health education and after being given Basic Life Support health education on the motivation to help victims. The implication of the research is that it is necessary to provide basic life support health education to students for first aid for cardiac arrest victims.
Health Belief Model Analysis of Behavior Prevention of Covid-19 Transmission to Junior High School Lovelyaningsih, Suci; Faridah, Faridah; Dharmayanti Rinarto, Nisha; Sustrami, Dya; Ambar Sari, Ninik
Jurnal MIDPRO Vol 16 No 1 (2024): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/md.v16i1.758

Abstract

The Indonesian government has made several efforts to prevent the spread of Covid-19; however, it has not been entirely successful. The reason is different perceptions among the people regarding susceptibility or their belief about the Covid-19 virus. The research aims to identify the relationship between susceptibility, severity, and benefit perceptions and the Covid-19 infection prevention behaviour. The research design was analytical observational with cross-sectional and probability sampling using stratified random sampling. The research population was 530 students and 238 students as the samples. It used the questionnaire as the instrument using Google Form, whereas the Data was tested using Spearman rho. The research results showed that most of the students were categorized as poor in their susceptibility perception (56.1%) and severity perception (45.6%). In comparison, the benefit perception was (79,4%) in the good category, and Covid- 19 prevention behaviour was (80,3%). 
Factors Associated With The Incidence Of Anaemia In Grade X Students At Sman 1 Sukahaji, Majalengka District In 2023 Kumalasary, Diyanah; Triwahyuningsih, Ria Yulianti; Muliawaty, Lia; Hidayah , Fika Nurul; Rahmatika , Siti Difta; Faridah
International Journal of Midwifery and Health Sciences Vol. 2 No. 2 (2024): IJMHS Vol 2 No 2 (2024)
Publisher : Rajaki of Tulip Medika Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61777/ijmhs.v2i2.82

Abstract

Anemia is a condition in which the number and size of red blood cells or hemoglobin levels fall below the set normal limit, resulting in disruption of the capacity of the blood to transport oxygen throughout the body. The incidence of anemia in Indonesia is 48.9% with the proportion of anemia in the age group 15-24 years namely 32%. The purpose of this study was to determine the factors associated with the incidence of anemia in class X students at SMAN 1 Sukahaji, Majalengka Regency in 2023. This type of research uses an observational analytic study with a cross sectional approach. The number of samples is 129 female students taken by probability random sampling from 187 female students. The data were analyzed using the Chi-Square statistical test. From the results of statistical tests, it was found that there was a relationship between nutritional status (p=0.017), menstrual cycle (p=0.014), menarche (p=0.000), knowledge about anemia (p=0.000) and adherence to taking iron supplement tablets (p=0.000 ) with the incidence of anemia in class X students at SMAN 1 Sukahaji, Majalengka Regency in 2023. It was concluded that nutritional status, menstrual cycle, menarche, knowledge about anemia and adherence to taking blood supplement tablets are factors associated with anemia in class X students at SMAN 1 Sukahaji, Majalengka Regency in 2023. It is recommended for female students to increase consumption of iron and protein and it is hoped that the role of parents or teachers to monitor female students in consuming iron tablets.
Hubungan Maternal Role Attainment dengan Kenaikan Berat Badan pada bayi BBLR Nanik, Siti Noviyanti; Arini, Diyah; Saidah, Qori’Ila; Ernawati, Dwi; Faridah
Jurnal Ilmiah Keperawatan STIKES Hang Tuah Surabaya Vol 20 No 1 (2025): March Edition
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30643/jiksht.v20i1.419

Abstract

Introduction: Weight gain in LBW (Low Birth Weight) babies felt more incompatible with the target that should be achieved to pursue their growth and development to be the same as babies that born normally. This related to the achievement of the mother's role (Maternal Role Attainment) which is a developmental and interactional process where every time a mother touches her baby will create an ability to parenting and take care of her baby including forming roles. Objectives:  The purpose of this research is to analyze the relationship between Maternal Role Attainment with the weight gain in LBW babies at Neonate Poly in RSU Haji Surabaya Methods:  The design of this research is analytic obesity with cross sectional approach. The sampling technique uses simple random sampling. The population of this research was 35 mothers with LBW babies that controlled at Neonate Poly in RSU Haji Surabaya. The instrument that used was a questionnaire for the achievement of the mother's role and observation using a weight scale. Then the data were tested using the Rho Correlation Spearmen. Results: The result showed that 14 respondents (40.0%) had good mother’s role achievement and 21 LBW babies (60.0%) had compatible weight gain. The result obtain <0.001 (ρ <0.05), means that maternal role attainment is related to weight gain in LBW babies at Neonate Poly in RSU Haji Surabaya. Conclusions: The implication of this research is to give an idea to the mother and family with LBW babies that the achievement mother’s role to parenting her baby can be achieved if every factor of Maternal Role Attainment are fulfilled.
Innovative Barcode Scan Media for Cancer Education: Empowering Parents of Children Undergoing Chemotherapy Faridah, Faridah; Mahyudin, Aulina; Setiadi, Setiadi; Kurniawan A, Zulkifli
Indonesian Journal of Cancer Vol 19, No 3 (2025): September
Publisher : http://dharmais.co.id/

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33371/ijoc.v19i3.1384

Abstract

Background: Chemotherapy is a standard treatment for children with cancer, often accompanied by side effects such as nausea, vomiting, and hair loss. Parents require sufficient health education to manage their child’s treatment effectively. Previous methods lacked accessibility and engagement, which this study aims to address using digital technology. This study evaluates the impact of cancer treatment education using barcode scan media on the knowledge of parents with children undergoing chemotherapy at Dr. Soetomo Hospital. Method: This pre-experimental study used a one-group pretest-posttest design. A sample of 40 parents was selected via simple random sampling based on the following inclusion criteria: parents of children with cancer who were receiving chemotherapy, in good health, had provided informed consent, and owned an Android phone to access the barcode scan media. The exclusion criteria included parents who were ill or had children with complications. The intervention involved cancer treatment education through a barcode scan method, with knowledge measured using a questionnaire. Data were analysed using the Wilcoxon signed rank test, and SPSS software was used for statistical analysis.Results: Before the intervention, the mean knowledge score of parents was 7.65 (poor), which increased to 12.63 (good) after the intervention. The Wilcoxon signed-rank test showed a p-value of 0.000, indicating a statistically significant increase in parental knowledge. Conclusion: The study concluded that cancer treatment education through barcode scan media significantly improves parental knowledge regarding chemotherapy, offering a modern, accessible, and effective tool for health education. This method enhances understanding and management of chemotherapy side effects, leading to better child care outcomes.