Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

ANALISIS KEBUTUHAN TERMINAL AGROPOLITAN DI KABUPATEN GOWA Khairul Sani Usman
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v4i2.997

Abstract

Gowa is one area that has a high potential in the agricultural sector . As one support agricultural development of the area needed a tool that can serve as a place to accommodate and distribution of agricultural goods, especially in rural areas can then add value to agricultural products so as to increase local revenues in Gowa. But in fact in Gowa is not available a facility that can accommodate and distribution of agricultural goods . Marketing activities and unloading of agricultural products are generally often take place in locations traditional markets and partly carried out at several locations that are not on the allotment, as in Jalan Poros Pallangga - Limbung the course of an arterial road function. Who every day experience the congestion caused by these activities. Based on the above issues will be carried out through research that this study is " Needs Analysis Terminal Agro in Gowa ". The aim of this study is to determine the needs and development of Agro Terminal in Gowa. The method of approach used in this study is descriptive. From the analysis we found that As one of the region support the development of Agriculture then it should be in Gowa has Terminal Agro. The Agro terminal function and acts as a central collection and distribution of agricultural potential in each region Agropolitan more targeted and effective as a center for buying and selling agricultural commodities, which in turn will improve the quality and quantity of production are likely to be developed by the public or that can trigger proper allocation of new investments on activities based Agropolitan.
PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN REAL ESTATE DI KAWASAN PERI URBAN KOTA MAKASSAR Khairul Sani Usman
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 8 No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v8i2.11317

Abstract

Masalah kawasan pinggiran kota (peri urban) yang masih didominasi oleh kegiatan pertanian akan selalu menjadi lokasi perembetan pemanfaatan lahan akibat berkurangnya lahan di pusat kota. Hal ini akan berpengaruh pada inefisiensi lahan dan biaya yang dampaknya sangat besar sehingga sulit dilakukan penataan kembali. Penelitian mencoba menggambarkan fenomena perubahan fisik lingkungan akibat maraknya alih fungsi lahan untuk pengembangan real estate pada kawasan peri urban  Studi Penelitian dilakukan di kawasan koridor Jalan Tun Abdul Razak, Kec. Somba Opu (Kab. Gowa)-Kota Makassar. Dalam penelitian ini teknik analisis yang digunakan adalah analisis Historical Land Use dengan metode overlay peta menggunakan sistem informasi geografis (GIS), analisis deskriprif kuantitatif dan analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis penelitian dari segi perubahan kondisi fisik lingkungan ditemukan bahwa telah terjadi alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan terbangun (real estate dan retail property) dengan rata-rata laju pertumbuhan selama 10 tahun terakhir yaitu sekitar  17 % pada periode 2007-2010,  32 % pada periode 2010-2013, dan  9 % pada periode 2013-2017. Dengan melihat laju pertumbuhan yang cukup signifikan tersebut maka dibutuhkan penataan kawasan untuk mencegah munculnya kesemerawutan pembangunan di masa mendatang yang dikhawatirkan lahan persawahan produktif di Kab. Gowa akan semakin berkurang.
KARAKTERISTIK DAN POLA PERGERAKAN PENDUDUK KAWASAN PINGGIRAN KOTA MAKASSAR Khairul Sani Usman
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v9i2.17723

Abstract

The development proces of urban activities, especially the population activities to live in the suburbs caused the Makassar’s suburbs was experienced a rapid development. Along to the increasing of development activities, then certainly it will as revival new population movement increase too in suburbs area to go to the City of Makassar and surrounding areas. This study describes how the characteristics and patterns movement in working, schooling and shopping of the suburbs populatin to go to the Makassar city and around areas.The research has conducted in suburbs area of Makassar City that is in Subdistrict Somba Opu (Gowa regency).The analysis methode that using is descriptive analysis to know chracteristic and pattern of working, schooling, and shopping by suburbs population in Makassar with using Matriks Asal Tujuan (MAT). Based on the result of analysis research found the the pattern of suburban population movement which show that the movement tendency in the internal-external pattern that is 62.16% of the working population and 70.18% of the shopping who is the higest purpose in Pannakkukang Sub-district, while the population movement for school activities only 29.50%. This indicates that in the fulfillment of work and expenditure activities, the population in the study area is still very dependent on Makassar City, whereas in the case of fulfillment of school activities the population is not too dependent on the city of Makassar.
ANALISIS PENGEMBANGAN OBYEK WISATA BAHARI DI PULAU DUTUNGAN KABUPATEN BARRU BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFI Dharma Kuba; Wasilah Wasilah; Khairul Sani Usman
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 10 No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v10i2.25152

Abstract

Pulau Dutungan yang terletak di kawasan selat Makassar memiliki berbagai keunggulan baik dari kondisi geografis maupun dari daya tarik untuk pengembagan berbagai aktifitas wisata bahari. Untuk mencapai potensi terbaik dari pulau Dutungan diperlukan Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai bahan informasi untuk pengembangan wisata bahari di Pulau Dutungan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui eksisting objek wisata dan megidentifikasi pembagian Kawasan wisata Pulau Dutungan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah metode obeservasi lapangan dan pengumpulan data sekunder dari instansi terkait. Data dianalisis yang analisis deskriptif. Untuk mengetahui eksisting objek Kawasan menggunakan bantuan citra udara kemudian dianalisis SIG. sementara untuk menganalisis kesesuaian Kawasan (Spasial) digunakan metode overlay berbasis SIG dan tabular. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pulau Dutungan sangat sesuai dalam pengembangan wisata bahari (Swimming dan Cannoing) dengan nilai persentase 93,57%. Sedangkan untuk hasil penilaian Kesesuaian Lahan Untuk Wisata Pantai Kategori Rekreasi menunjukkan nilai persentase 96,58% berada pada kategori sangat sesuai. Dalam Pengembangannya sebagai Kawasan wisata bahari Pulau Dutungan dibagi atas 5 zona pengembangan berdasarkan kondisi eksistingnya, yaitu pada zona 1 adalah kegiatan wisata pantai, swimming dan cannoing, zona 2 adalah kegiatan wisata pantai kategori rekreasi, zona 3 adalah kegiatan wisata hutan bakau, zona 4 adalah kegiatan outbound, dan zona 5 adalah kegiatan penginapan dan camping.
PEMANFAATAN SIG PADA PEMETAAN TITIK DAN RUTE EVAKUASI KAWASAN RAWAN BANJIR DI KECAMATAN PATTALLASSANG Khairul Sani Usman
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v11i2.33529

Abstract

Kecamatan Pattallassang memiliki histori bencana banjir, yang merusak infrastruktur dan menelan korban jiwa, peristiwa di Kecamatan Pattallassang curah hujan yang tinggi mengakibatkan banyaknya wilayah yang tergenang, pada tahun 2021 sebanyak 19.76 % wilayah Kecamatan Pattalassang tergenang banjir. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder berupa data kemiringan lereng, topografi, geologi dan jenis tanah, curah hujan dan penggunaan lahan. Untuk mengolah data digunakan Tools SIG (sistem informasi geografis) yaitu alat analisis spasial tingkat kerawanan bencana banjir dengan model visual pemetaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menentukan arahan titik dan rute evakuasi. Hasil analisis diperoleh Arahan titik evakuasi di Kecamatan Pattallassang memiliki 17 titik tempat evakuasi serta memiliki 19 rute evakuasi dengan titik utama tempat evakuasi bagian Utara 5 titik dan Selatan 5 titik serta rute utama evakuasi bagian Utara memiliki 8 rute dan Selatan 11 rute. Hasil Penelitian ini diharapkan pemerintah dan swasta rutin melakukan sosialisasi berbasis mitigasi bencana khususnya masyarakat di kawasan rawan bencana banjir. Kata Kunci : Banjir, SIG, Evakuasi
IDENTIFIKASI DAERAH RAWAN TANAH LONGSOR KABUPATEN LUWU MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) Khairul Sani Usman
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v10i1.34780

Abstract

Karakteristik daerah Kabupaten Luwu yang umumnya didominasi oleh kelerengan yang curam, curah hujan yang lebat, serta kondisi tanah yang memicu terjadinya bencana tanah longsor. Melalui penelitian ini, dilakukan metode untuk mengidentifikasi daerah rawan longsor di Kabupaten Luwu menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Metode yang digunakan yaitu dengan mengolah data spasial berupa peta curah hujan, peta kemiringan lereng, peta jenis tanah, peta jenis batuan, peta kerentanan gerakan tanah, dan peta pentupan lahan sebagai faktor yang dapat memicu terjadinya longsor, kemudian dari ketujuh variabel tersebut dilakukan metode tumpangtindih (overlay) menggunakan software ArcGIS 10.8 untuk menghasilkan peta kawasan rawan longsor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 11 Kecamatan sebagian besar berada di kawasan tingkat kerawanan longsor rendah dengan luas 142139 Ha, 8 Kecamatan sebagian besar dengan kerawanan longsor sedang dengan laus 78614 Ha, dan 3 Kecamatan sebagian besar dengan kerawanan longsor tinggi dengan luas 72824 Ha..
BUFFERING ANALYSIS GIS PADA PENENTUAN KEBUTUHAN DAN RADIUS PELAYANAN SARANA DI KECAMATAN PARIGI Khairul Sani Usman
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v11i1.34785

Abstract

Tingkat pertumbuhan penduduk di Kecamatan Parigi terus bertambah setiap tahunnya. Guna menciptakan lingkungan permukiman yang berkembang, sarana permukiman yang menunjang aktivitas sosial, aktivitas ekonomi juga aktivitas pelayanan umum tentunya harus memadai. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan mengidentifikasi eksisting sebaran sarana di Kecamatan Parigi dan menganalisis kebutuhan sarana di Kecamatan Parigi dalam 20 tahun yang akan datang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu analisis proyeksi yakni menggunakan rumus geometrik serta Analisis spasial yakni buffer (radius) dengan menggunakan software sistem informasi geografis (SIG) Hasil dari penelitian ini yaitu dapat mengetahui sebaran eksisting sarana dan jumlah kebutuhan sarana di Kecamatan Parigi. Oleh karena itu, dibuat analisis proyeksi kebutuhan sarana dengan peta buffer (radius pelayanan) tiap jenis sarana untuk dapat mengetahui tingkat kebutuhan sarana di Kecamatan Parigi pada 20 tahun yang akan datang. Kata Kunci : Buffering, GIS, Sarana
TIPOLOGI DESA BERDASARKAN PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN BAJENG KABUPATEN GOWA Intan Nurlita; Khairul Sani Usman; Fadhil Surur; Muhammad Anshar
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v12i1.40882

Abstract

ABSTRAK Kecamatan Bajeng adalah salah satu wilayah peri urban yang secara tata guna lahan terbagi atas lahan perkotaan di sektor perdagangan dan jasa dan lahan pertanian. Wilayah peri urban memberikan dampak negatif karena semakin berkurangnya lahan pertanian yang telah dikonversi menjadi lahan untuk permukiman atau aspek lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengatahui bagaimana tipologi wilayah Kecamatan Bajeng berdasarkan penggunaan lahan dan kepadatan bangunan serta bagaimana arah perkembangan wilayah berdasarkan tipologinya di Kecamatan Bajeng. Penelitian ini menggunakan analisis transformasi wilayah peri urban dan analisis kepadatan bangunan yang kemudian dilakukan overlay untuk mengabungkan bobot nilai dari setiap variabel sehingga kita dapat mengetahui tipologi wilayah peri urban di Kecamatan Bajeng. Hasil penelitian ini adalah Kecamatan Bajeng terdapat 2 Desa/Kelurahan klasifikasi Zobikodes yakni: Kelurahan Kalebajeng dan Desa Panciro, 9 Desa/Kelurahan klasifikasi Zobideskot yakni: Desa Bontosunggu, Desa Lempangang, Desa Bone, Kelurahan Mata Allo, Kelurahan Limbung, Kelurahan Tubajeng, Desa Tangkebajeng, Desa Panyangkalang dan Desa Paraikatte dan 3 Desa/Kelurahan klasifikasi Zobides yakni: Desa Maradekaya, Desa Maccinibaji dan Desa Pabentengan. Kata Kunci : Arahan Pengembangan, Kebutuhan, Sarana dan Prasarana
Mapping the assets of the Balang Tonjong Lake user communities in Makassar City Fadhil Surur; Risma Handayani; Khairul Sani Usman; Risnawati
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 19 No. 2 (2023): Transformasi Desember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v19i2.7740

Abstract

[Bahasa]: Danau Balang Tonjong di Kelurahan Antang Kota Makassar memiliki potensi yang belum termanfaatkan dan terpetakan secara maksimal. Sementara itu aktivitas masyarakat sekitar telah berasosiasi dengan berbagai nilai manfaat dari keberadaan danau tersebut, salah satunya aktivitas perikanan dan pariwisata. Permasalahan yang akan diangkat dalam program pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemetaan aset komunitas kelompok pemanfaat Danau Balang Tonjong Kota Makassar. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memetakan potensi kegiatan masyarakat yang berorientasi pada kegiatan ekowisata, memetakan aset yang dimiliki oleh masyarakat di sekitarnya dan meningkatkan sinergi atau keterhubungan antara 3 kelompok pemanfaat (petani, nelayan dan kelompok wisata) dalam mengelola aset urban ecotourism di Danau Balang Tonjong. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendekatan pemetaan partisipatif yang meliputi tahap inkulturasi, tahap pemetaan kawasan, pemetaan stakeholder dan tahap evaluasi. Pendekatan ini yang melibatan kelompok dampingan di Kelurahan Antang Kecamatan Manggala Kota Makassar secara internal dan berbagai stakeholder sebagai komunitas eksternal.  Hasil pengabdian diperoleh bahwa potensi yang ada di kawasan tersebut didukung oleh kondisi lanskap kawasan yang berasosiasi dengan Danau Balang Tonjong, sedangkan aset yang ada di wilayah tersebut meliputi aset individu, fisik, sosial, alam, dan finansial.  Aset individu menjadi faktor pendukung sehingga transfer informasi dari fasilitator ke komunitas tidak mengalami kendala. Asosiasi yang terbentuk dari hasil pengabdian ini berupa pengelompokan 3 objek dampingan menjadi keterhubugan rendah, sedang dan tinggi. Kelompok tinggi menggambarkan kedekatan hubungan antara komunitas dengan stakeholder yang didampingi. Program pengabdian ini efektif dalam menggali potensi yang ada di wilayah mereka dalam mendorong implementasi pengembangan kawasan urban ecotourism di Kota Makassar. Kata Kunci: pemetaan aset, komunitas, kelompok pemanfaat, Danau Balang Tonjong [English]: The Antang Village, Makassar City's Balang Tonjong Lake, has untapped potential that has not been mapped or utilized to its fullest capacity. Conversely, the lake's presence has been linked to many advantageous aspects of the neighboring community, including fishing and tourism-related endeavors. The following issues will be addressed through this community service program: This community service initiative cartographically represents the assets of the Lake Balang Tonjong Lake user group in Makassar City. This community service program aims to assess the viability of ecotourism-focused community activities, delineate the assets owned by the neighboring community, and strengthen the collaboration or linkage among three user groups—farmers, fishermen, and tourism organizations—in managing municipal assets. A participatory mapping approach is utilized to conduct this activity, which consists of the following phases: inculturation, area mapping, stakeholder mapping, and evaluation. This strategy engages internal stakeholders from the assisted groups in Antang Village, Manggala District, Makassar City, and external communities from diverse stakeholders. The outcomes of the service indicate that the area's financial assets comprise individual, physical, social, and natural resources. In contrast, the landscape conditions of the area bolster its potential. Individual assets serve as a facilitating element to ensure no impediments to the transmission of information from the facilitator to the community. The association established by this service categorizes the three objects it assists into three distinct levels of connectivity: low, medium, and high. The high group serves as an embodiment of the intimate bond that exists between the aided stakeholders and the community. By promoting the establishment of urban eco-tourism areas in Makassar City and encouraging the implementation of regional development initiatives, this service program successfully exposes participants to their region's potential. Keywords: asset mapping, community, beneficiary group, Balang Tonjong Lake
Strategi pengembangan potensi desa berbasis indeks desa membangun Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang Akbar, Muhammad Yarham; Siradjuddin, Irsyadi; Usman, Khairul Sani
Teknosains Vol 18 No 1 (2024): Januari-April
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v18i1.41772

Abstract

Indeks Pembangunan Desa atau dikenal dengan IDM bertujuan untuk mengintensifkan upaya pencapaian tujuan pembangunan desa dan kawasan perdesaan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019 (RPJMN 2015-2019). Tujuan pembangunan tersebut memerlukan kejelasan lokasi (desa) dan status pembangunannya. Pemerintah telah menempuh berbagai bentuk dan program untuk mempercepat pembangunan desa, namun pengaruhnya dalam peningkatan kualitas hidup tidak signifikan dan kesejahteraan rakyat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis potensi desa yang ada di Kecamatan Baraka, mengetahui kemajuan dan kemandirian desa, serta mengetahui arah strategi pengembangan potensi desa yang ada di Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang berdasarkan Indeks Pembangunan Desa. Penelitian ini melakukan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan mengembangkan analisis indeks desa dan analisis SWOT. Berdasarkan hasil penelitian ini Kecamatan Baraka termasuk dalam kategori berkembang dengan skor rata-rata 0,631. Terdapat 12 desa di Kecamatan Baraka, salah satunya merupakan desa maju. Hasil analisis SWOT pada tahap kualitatif dan kuantitatif Kecamatan Baraka menunjukkan bahwa 11 dari 12 desa berada di kuadran I (positif, positif), dan 1 desa berada di kuadran II (positif, negatif). Strategi yang direkomendasikan adalah strategi diversifikasi.