Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Strategi pengembangan potensi desa berbasis indeks desa membangun Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang Akbar, Muhammad Yarham; Siradjuddin, Irsyadi; Usman, Khairul Sani
Teknosains Vol 18 No 1 (2024): Januari-April
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v18i1.41772

Abstract

Indeks Pembangunan Desa atau dikenal dengan IDM bertujuan untuk mengintensifkan upaya pencapaian tujuan pembangunan desa dan kawasan perdesaan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019 (RPJMN 2015-2019). Tujuan pembangunan tersebut memerlukan kejelasan lokasi (desa) dan status pembangunannya. Pemerintah telah menempuh berbagai bentuk dan program untuk mempercepat pembangunan desa, namun pengaruhnya dalam peningkatan kualitas hidup tidak signifikan dan kesejahteraan rakyat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis potensi desa yang ada di Kecamatan Baraka, mengetahui kemajuan dan kemandirian desa, serta mengetahui arah strategi pengembangan potensi desa yang ada di Kecamatan Baraka Kabupaten Enrekang berdasarkan Indeks Pembangunan Desa. Penelitian ini melakukan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan mengembangkan analisis indeks desa dan analisis SWOT. Berdasarkan hasil penelitian ini Kecamatan Baraka termasuk dalam kategori berkembang dengan skor rata-rata 0,631. Terdapat 12 desa di Kecamatan Baraka, salah satunya merupakan desa maju. Hasil analisis SWOT pada tahap kualitatif dan kuantitatif Kecamatan Baraka menunjukkan bahwa 11 dari 12 desa berada di kuadran I (positif, positif), dan 1 desa berada di kuadran II (positif, negatif). Strategi yang direkomendasikan adalah strategi diversifikasi.
Community-Based Management: Marine Tourism Development for Ecological and Economic Sustainability Dharma Kuba; Muhammad Zulikhroom D. Kuba; Usman, Khairul Sani; Wasilah
Journal of Economic Education and Entrepreneurship Studies Vol. 5 No. 3 (2024): VOL. 5, NO. 3 (2024): JE3S, SEPTEMBER 2024
Publisher : Department of Economics Education, Faculty of Economics, Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62794/je3s.v5i3.4372

Abstract

This study analyzes community-based management approaches in the Kapoposang Marine Nature Tourism Park (TWAL) as a model for sustainable tourism development. The research examines how local community involvement in managing marine tourism areas enhances economic, social, and ecological sustainability. Using a mixed-method approach, the study combines qualitative and quantitative data, including interviews with stakeholders, direct observations, and surveys of local residents and tourists. Findings reveal that participatory approaches significantly enhance the effectiveness of marine ecosystem management, particularly in coral reef conservation, while also contributing to increased local income. However, challenges remain, particularly in infrastructure development, which limits tourism growth and local benefits. The study suggests strategies for maximizing Kapoposang's tourism potential through inclusive community engagement, addressing infrastructure gaps, and promoting sustainable practices. These insights offer valuable guidance for policymakers aiming to foster sustainable marine tourism and community empowerment in protected marine areas, providing a replicable model for similar regions seeking balanced development.
Strategi Pengembangan Infrastruktur Perdesaan Dalam Mendukung Pengembangan Kawasan Pertanian Di Kecamatan Lappariaja Kabupaten Bone Indriani, Iin; Siradjuddin, Irsyadi; Usman, Khairul Sani; Anshar, Muhammad
TATALOKA Vol 27, No 2 (2025): Volume 27 No. 2 May 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/tataloka.27.2.138-160

Abstract

Kebijakan pengembangan infrastruktur kawasan perdesaan di Kecamatan Lappariaja belum mampu mengoptimalkan potensi sumber daya alamnya dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Hal tersebut terlihat dari beberapa sarana seperti gudang pangan yang belum tersedia, jaringan jalan yang rusak, pemanfaatan jaringan telekomunikasi belum merata, serta ketersediaan jalan tani yang masih sulit di akses oleh para petani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kondisi infrastruktur dan fasilitas wilayah perdesaan di Kecamatan Lappariaja, dan merumuskan strategi pengembangan infrastruktur perdesaan dalam mendukung pengembangan kawasan pertanian. Penelitian ini bersifat kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Analisis kuantitatif yang digunakan adalah analisis skoring, sedangkan analisis deskriptif kualitatif yang digunakan adalah analisis SWOT. Hasil analisis tingkat kondisi infrastruktur di Kecamatan Lappariaja dalam kategori terpenuhi yaitu jaringan listrik, jembatan, irigasi, air bersih dan telekomunikasi. Sedangkan infrastruktur kategori sedang yaitu infrastruktur jalan dan jalan tani. Infrastruktur yang tidak terpenuhi yaitu gudang pangan. Strategi pengembangan, yaitu (a) memanfaatkan dan meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan sebagai arus distribusi perekonomian dibidang pertanian maupun perdagangan dan jasa. (b) rutin melakukan pemasokan kebutuhan air pada tanaman agar meningkatkan jumlah produktivitas pertanian secara cepat. (c) memanfaatkan ketersediaan listrik untuk menjalankan aktivitas disektor pertanian seperti penggunaan mesin pompa air irigasi ke lahan pertanian. (d) membangun infrastruktur gudang pangan untuk menyimpan dan memproses hasil-hasil tani. (e) perbaikan infrastruktur jalan penghubung antar desa serta perbaikan jalan tani agar dapat memperlancar proses  pengangkutan hasil produksi maupun mobilisasi alat-alat dan mesin pertanian.
Pemetaan Partisipatif dalam Mengukur Tourism Area Life Cycle pada Komunitas Pemanfaat Danau Balang Tonjong Kota Makassar Handayani, Risma; Asmulyani, Andi; K, Risnawati; Awaluddin, Iyan; Surur, Fadhil; Ulil Albab, Nurul Istiqamah; Nurfatimah, Nurfatimah; Usman, Khairul Sani
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i3.11997

Abstract

Background: Urgensi dan permasalahan yang menjadi fokus kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah adalah pemetaan partisipatif dalam mengukur Tourism Area Life Cycle Pada Komunitas Pemanfaat Danau Balang Tonjong Kota Makassar. Program penelitian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan penetaan partisipatif untuk mengukur Tourism Area Life Cycle. Metode: Model atau pendekatan yang dapat dipakai adalah Asset Based Community Development (ABCD). Hasil: Berdasarkan hasil tahapan discovery, diperoleh informasi bahwa di Danau Balang Tonjong telah dikembangkan melalui program dari Pemerintah Kota Makassar untuk lokasi wisata perairan. Namun sejak 10 tahun terakhir objek wisata tersebut mengalami kemunduran. Hingga saat ini hanya tersisa bangunan semi permanen Baruga Wisata dibagian selatan danau yang kondisinya sudah tidak terawat. Tourism Area Life Cycle (TALC) yang dikembangkan oleh Butler (2006) yang diolah kemudian dianalisis memberikan hasil bahwa berdasarkan analisis tersebut maka kawasan Danau Balang Tonjong berada pada tahapan penurunan (decline) menurut kriteria dari Tourism Area Life Cycle (TALC. Kesimpulan: Danau Balang Tonjong membutuhkan arahan prioritas pada beberapa permasalahan yang segera diselesaikan yaitu tidak tertatanya kawasan dan fasilitas pariwisata yang belum sepenuhnya berfungsi optimal.
STRATEGI KETERSEDIAAN LAHAN TERHADAP PENGEMBANGAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN DI KECAMATAN KEERA Alvia, Melani; Siradjuddin, Irsyadi; Usman, Khairul Sani; A.P., Andi Idham
REKA RUANG Vol. 8 No. 1 (2025): Reka Ruang
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan dan kebutuhan lahan dalam pengembangan pertanian pangan berkelanjutan di Kecamatan Keera, Kabupaten Wajo. Dengan latar belakang penurunan luas lahan pertanian dan pertumbuhan populasi yang meningkat, penelitian ini mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam mempertahankan ketahanan pangan. Metode yang digunakan meliputi analisis kuantitatif dan kualitatif, termasuk analisis SWOT untuk merumuskan strategi pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan yang tersedia di Kecamatan Keera sebesar 11.643,35 ha, sedangkan kebutuhan lahan mencapai 13.758 ha, mengindikasikan defisit lahan di delapan desa. Namun, dua desa, yaitu Desa Ciromanie dan Desa Keera, mengalami surplus lahan. Analisis SWOT menunjukkan bahwa Kecamatan Keera berada di Kuadran I, mencerminkan kondisi yang menguntungkan untuk pengembangan pertanian berkelanjutan. Rekomendasi strategi mencakup pemanfaatan lahan tidak terpakai, penerapan praktik pertanian berkelanjutan, dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lahan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kebijakan tata guna lahan dan pengembangan pertanian di Kecamatan Keera, serta mendukung ketahanan pangan di wilayah tersebut.
RANTAI NILAI PENGEMBANGAN KOMODITI UNGGULAN BERBASIS KAWASAN DI PROVINSI SULAWESI SELATAN: Value Chain On Leading Commodity Development Based On Regions In South Sulawesi Province Anshar, Muhammad; Syam, Nur; Handayani, Risma; Risnawati, Risnawati; Usman, Khairul Sani; Hamid, Muslimin; Azuz, Fidaan Husain; Razak, Nur Rahmah
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 21 No. 2 (2025): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v21i2.481

Abstract

Pengembangan komoditas unggulan berbasis kawasan di Sulawesi Selatan masih menghadapi berbagai permasalahan struktural, antara lain lemahnya koordinasi antar pelaku usaha dalam rantai nilai, keterbatasan akses terhadap teknologi dan permodalan, serta belum optimalnya dukungan infrastruktur wilayah. Kondisi tersebut berimplikasi pada belum maksimalnya kinerja rantai nilai komoditas unggulan dari hulu hingga hilir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rantai nilai dalam pengembangan komoditas unggulan berbasis kawasan di Provinsi Sulawesi Selatan, dengan fokus pada komoditas hasil perkebunan dan bahan pangan. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif melalui analisis rantai nilai, di mana setiap aktivitas diberi bobot untuk memperoleh total nilai rantai, yang selanjutnya disajikan dalam bentuk matriks kombinasi aktivitas primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas utama dalam rantai nilai komoditas unggulan berbasis kawasan di Sulawesi Selatan berada pada kategori baik, dengan nilai aktivitas primer sebesar 4,4 dan aktivitas sekunder sebesar 4. Penilaian tertinggi dengan nilai 5 (sangat baik) terdapat pada aktivitas barang masuk serta pemasaran dan penjualan, yang berperan penting dalam menjaga keberlanjutan aliran produk dari produsen hingga konsumen. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan penguatan infrastruktur wilayah pendukung produksi, peningkatan akses permodalan dan kapasitas sumber daya manusia masyarakat produsen plasma, serta pengendalian distribusi lahan dan jaminan kualitas produk dalam kerangka pengembangan komoditas unggulan berbasis kawasan.
TRANSFORMASI RUANG DAN NILAI LAHAN: STUDI KASUS KORIDOR JALAN H. M. YASIN LIMPO, GOWA Handayani, Risma; Usman, Khairul Sani; Nurul, Andini
Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan Vol. 5 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITERA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/jppk.v5i3.2226

Abstract

The H. M. Yasin Limpo Street corridor in Gowa Regency is experiencing increasingly dense and uncontrolled development, indicating a mismatch with the Regional Spatial Plan (RTRW). This situation threatens to degrade urban spatial quality, reduce comfort and safety, and hinder the realization of sustainable urban environments. The rapid and extensive land use changes in this area highlight the need for an in-depth study of the relationship between rising land values and land use transformation. This study aims to analyze the influence of land value on land use change within the corridor. A descriptive quantitative approach was used, employing overlay analysis, time series analysis, and comparative techniques to identify and assess land use dynamics over the past five years. The results show a 76.3% (1.32 ha) increase in commercial and service land, a 20.4% (1.27 ha) decrease in open land, and a 37.9% (1.27 ha) increase in built-up areas. Land value rose by 14.1%, from IDR 3,900,000/m² to IDR 4,450,000/m², contributing to a 32.67% intensification in land use change, predominantly toward commercial and service functions.
ARAHAN PENGENDALIAN BENCANA BANJIR BERBASIS SPASIAL DI KECAMATAN CENRANA, KABUPATEN BONE Luthfi, Muhammad; K., Risnawati; Usman, Khairul Sani
Jurnal Spasial Vol 12, No 3 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Geografi Universitas PGRI Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22202/js.v12i3.11367

Abstract

Floods are natural events that occur in areas with high river discharge. This research focuses on seasonal flooding events in Cenrana Sub-district triggered by high rainfall and flooding in the upper reaches of the Walannae River in Wajo Regency. Factors such as slope, elevation, soil type and land use are thought to influence flooding. In addition to physical aspects, vulnerability factors including physical, social and economic vulnerability also play a role in the impact of post-flood disasters. The research methodology used Weighted Overlay analysis based on vulnerability parameters through scoring method to assess the level of flood risk and qualitative descriptive analysis method for control measures in Cenrana Sub-district. The results showed a low flood risk area of 41.55 km2, a medium risk area of 76.65 km2, and a high risk area of 25.25 km2. Disaster control strategies must consider the risk classification of the affected area, where high-risk areas require building regulation policies along rivers and seas, integrated disaster insurance, and medium-risk areas that require irrigation and drainage systems, as well as disaster education for residents. This research provides valuable insights for local governments in formulating flood disaster management policies and serves as a reference for studying risk mapping in the future.
Analisis Dampak Sosial dan Ekonomi Masyarakat Akibat Pembangunan Jalur Rel Kereta Api Kecamatan Barru Kabupaten Barru Nurdin, Tawir; Siradjuddin, Irsyadi; Usman, Khairul Sani; Handayani, Risma
Teknosains Vol 20 No 1 (2026): Januari-April
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v20i1.64135

Abstract

Pembangunan sarana transportasi merupakan indikator perubahan dan kemajuan suatu negara. Dalam hal ini, pemerintah memegang peranan strategis melalui kebijakan yang mendorong kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak sosial dan ekonomi pembangunan jalur rel kereta api di Kecamatan Barru, Kabupaten Barru. Pembangunan rel kereta api sebagai proyek strategis nasional perlu dikaji untuk mendukung pembangunan wilayah yang berkelanjutan dan berkeadilan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan skala Likert untuk mengukur persepsi masyarakat terhadap dampak sosial dan ekonomi pembangunan rel kereta api. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dampak sosial berada pada kategori sedang hingga tinggi dengan nilai rata-rata 69,5% (aspek sosial), yang mencakup adaptasi sosial sebesar 78,2%, perubahan struktur sosial 48,1% (kategori sedang-rendah), serta persepsi rasa aman dan kenyamanan 78,4% dan konflik sosial 73,4%. Sementara itu, dampak ekonomi berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 79%, yang meliputi peluang ekonomi baru 76%, perubahan harga tanah 75,6%, penambahan pekerjaan 81,6%, serta perubahan pendapatan masyarakat 81,7%. Secara keseluruhan, pembangunan rel kereta api di Kecamatan Barru memberikan dampak yang lebih dominan pada aspek ekonomi dibandingkan sosial, dengan kecenderungan positif terhadap peningkatan aktivitas ekonomi, peluang kerja, dan nilai lahan, meskipun tetap terdapat dinamika perubahan sosial yang perlu dikelola secara berkelanjutan.