Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pendidikan Islam Masa Penajahan Kemerdekaan dan Dinamika Kebijaksanaan Agustang; Bahaking Rama; Muhammad Yahdi
PIJAR: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 1 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/pijar.v1i3.357

Abstract

Researchers are interested in researching this in order to find out: Islamic education during the colonial era of independence and the dynamics of wisdom. aims to find out about: how Islamic education was during the Dutch colonial period and the Japanese colonial period, the development of Islamic education during the Dutch colonial and Japanese colonial periods, the development of Islamic education during the independence period and the development of Islamic education during the dynamics of policy. The results of this study indicate that, in the mid-19th century M. the development of educational institutions reached a high level. This is due to the increasing number of pilgrims to Mecca which has resulted in many people who are experts in the field of religion opening educational institutions. After the Dutch left Indonesia, the Japanese movement emerged. Japan gave a lot of tolerance towards Islamic education in Indonesia, equal education for indigenous people, the same as residents or children of rulers, even Japan taught a lot of self-defense skills to Indonesian youth. In the current curriculum (reform), Religious Education material has undergone significant changes from the previous curriculum (old order and new order). The study material includes: divinity, human beings, law, human rights, democracy, culture, politics, science, technology and art, inter-religious harmony, etc., these topics are studied from an Islamic perspective (for adherents of other religions, using the perspective each religion with the same topic)
Lembaga Pendidikan Pesantren di Indonesia: Islamic Boarding School Education Institutions in Indonesia Rizki Ayu Amaliah Junaidi; Bahaking Rama; Muhammad Yahdi
IQRA JURNAL ILMU KEPENDIDIKAN & KEISLAMAN Vol 18 No 2: Juli 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/iqra.v18i2.3771

Abstract

Lembaga Pendidikan Pesantren di Indonesia memiliki peran penting dalam pendidikan agama dan tradisi Islam. Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang menggunakan sistem asrama atau pondok, dengan sosok kiai sebagai tokoh sentral dan masjid sebagai pusat kegiatan. Pesantren memiliki beberapa sistem pendidikan, yaitu tradisional, modern, dan komprehensif, yang masing-masing memiliki karakteristik dan metode pembelajaran yang berbeda. Pesantren tradisional (Salâf) mempertahankan bentuk asli dengan mengajar kitab-kitab klasik dalam bahasa Arab, sedangkan pesantren modern (Khalaf) lebih mengadopsi sistem klasikal dan menggunakan kurikulum nasional. Pesantren komprehensif merupakan kombinasi antara pendidikan tradisional dan modern. Sistem pengelolaan pesantren tradisional lebih berada di tangan kiai, sedangkan pesantren modern cenderung memiliki gaya kepemimpinan yang kooperatif. Pesantren juga memiliki peran penting dalam menghasilkan santri yang memiliki pengetahuan agama yang luas. Metode pembelajaran di pesantren mencakup sorogan, bandongan, musyawarah, hafalan, lalaran, metode demonstrasi, dan metode riyâdah. Kurikulum di pesantren terdiri dari studi keagamaan dan studi umum, yang dapat dipisahkan atau digabungkan tergantung pada jenis pesantren yang ada. Secara keseluruhan, lembaga pendidikan pesantren di Indonesia memiliki peran yang signifikan dalam mengembangkan pendidikan agama Islam dan mempertahankan tradisi Islam. Pesantren memiliki beragam sistem pendidikan, metode pembelajaran, dan kurikulum yang mencerminkan perpaduan antara nilai-nilai tradisional dan kemajuan modern.
Islamisasi Ilmu Firman Firman; Bahaking Rama; Muhammad Yahdi
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v6i2.1638

Abstract

Islamic civilization has progressed because knowledge has received high appreciation from Muslims and the teachings of Islam itself. This is what encouraged the Umayyad and Abbasid caliphates to be very concerned and gave rise to many Islamic educational institutions which became places to study and deepen knowledge and within a certain period of time became the cause of the emergence of many scientists which ultimately gave birth to many works that could be read and became references for scientists. . However, after the glory days of the classical era and Muslim nations lagging behind in the scientific field, both social sciences and science, as well as the shift of the direction of knowledge to the Western world, people who want to explore various branches of science and knowledge will get what they want. look in Western European countries or in Japan. In fact, Islamic religious studies are no longer dominated by Middle Eastern countries but are almost entirely pioneered by Western scientists and scholars. As a result, the science that developed was formed from Western philosophical thought which was influenced by secularism, utilitarianism and materialism. As a result of this, the sacredness of knowledge is lost due to efforts to separate revelation from human reason. Based on this, an idea emerged to bring together the advantages born of human thought with a touch of revelation so that new science is modern but still religious and has the breath of monotheism. This idea became known as the Islamization of science.
Madrasah Dan Dinamikanya Dari Masa Ke Masa Marni Basir; Bahaking Rama; Muhammad Yahdi
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v6i2.1640

Abstract

Konsep islamisasi ilmu membawa pemahaman agama Islam ke dalam ilmu pengetahuan dan ilmu pengetahuan umum, menciptakan pemikiran yang mendalam dan menggabungkan tradisi agama dengan pemikiran ilmiah. Pendidikan multikultur menjadi penting dalam dunia yang semakin terhubung, mengakui keragaman budaya dan keyakinan agama dalam masyarakat. Pendidikan ini membantu menciptakan inklusi, toleransi, dan pemahaman antar kelompok budaya yang berbeda. Madrasah, sebagai institusi pendidikan Islam tradisional, menghadapi tantangan dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan sekuler dengan ajaran agama Islam, memanfaatkan teknologi informasi, meningkatkan kualitas tenaga pendidik, menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif, dan mengatasi tantangan sosial dan politik yang terkadang berkaitan dengan peran mereka dalam masyarakat. Dengan pemahaman mendalam tentang sejarah pendidikan Islam, kita dapat memahami kompleksitas dan relevansi isu-isu ini dalam masyarakat modern dan di masa depan. Sejarah pendidikan Islam memungkinkan kita untuk memahami peran Islam dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan budaya serta tantangan dan peluang yang dihadapi dalam menghadapi dunia yang semakin terhubung dan berubah dengan cepat.
Pendidikan Islam Di Indonesia Masa Penjajahan Kemerdekaan Dan Dinamika Kebijakannya Muhamad Nuril Huda; Bahaking Rama; Muhammad Yahdi
Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi Vol 6 No 2 (2023): Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Edu Sociata : Jurnal Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/es.v6i2.1641

Abstract

Sejarah pendidikan di Indonesia mengalami progress yang cukup panjang dan cukup rumit, utamanya berkaitan dengan perkembangan kebijakan pendidikan Islam. Pada masa pra kemerdekaan, pendidikan Islam dirundung duka yang mendalam akibat program pemerintahan Belanda yang berupaya mengembangkan sekolah missionaris dan kristenisasi. Sistem dan kebijakan pendidikan ditujukan untuk menjadikan generasi nusantara sebagai pengabdi penjajah Belanda. Setelah terusirnya Penjajah Belanda dari Indonesia pada Maret 1942, kekuasaan atas bangsa Indonesia beralih ke negara Jepang. Kebijakan yang diterapkan pemerintah Jepang berbeda jauh dengan kebijakan kolonial Belanda. Misi utama Jepang adalah menipponkan bangsa dan umat Islam di Indonesia. Namun kebijakan-kebijakan yang diberlakukan oleh Jepang, cukup menguntungkan juga bagi Bangsa Indonesia. Selain bertambah pesatnya perkembangan pendidikan Islam di Indonesia, para pemuda bangsa juga telah terlatih dalam berbagai hal, sehingga semangat nasionalisme untuk mencapai kemerdekaan juga terlihat semakin kuat. Di Masa Orde lama, berbagai upaya pembaharuan dilakukan dalam bidang pendidikan dan pengajaran bagi penduduk Indonesia. Kebijakan era orde lama ini mengupayakan pengakuan pendidikan Islam sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional yang berhak mendapatkan fasilitas dari pemerintah. Di masa Orde Baru pendidikan Islam mengalami kemajuan yang cukup signifikan. Dibuktikan dengan dikeluarkannya kebijakan terkait konvergensi dan integrasi pendidikan Islam dan pendidikan umum.