Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK SEBAGAI ALTERNATIF MEDIA TANAM DAN PEMBUATAN ECOBRICK DI KAMPUNG RISO, POLEWALI MANDAR Mufti Hatur Rahmah; Rahmah; Markia; Muhammad Arhim; Syamsinar
MALAQBIQ Vol. 1 No. 1 (2022): Malaqbiq : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jam.v1i1.236

Abstract

Kampung Riso merupakan kampung pelosok yang memiliki kisaran penduduk 2.700, namun pemanfaatan limbah rumah tangga berupa plastik belum banyak diketahui. Padahal plastik merupakan salah satu limbah yang memiliki intensitas buangan yang termasuk tinggi di kawasan kampung ini. Edukasi metode pemanfaatan limbah plastik yang telah diberikan adalah pembuatan media tanam tanaman holtikultura dan pembuatan Ecobrick. Tujuan dari kegiatan ini adalah membangun kepedulian masyarakat terhadap pemanfaatan plastik bekas melalui upaya pelatihan untuk memberikan wawasan keterampilan penggunaan kembali limbah plastik menjadi media tanam sayur sehat dan memberikan praktek pembuatan Ecobrick. Metode pelaksanaan kegiatan adalah sosialisasi kegiatan, pelatihan, monitoring dan evaluasi untuk keberlanjutan kegiatan ini pada masyarakat kampung Riso. Dari hasil evaluasi kegiatan diperoleh angka efektifitas kegiatan sebesar sebesar 92,8% sehingga dapat disimpulkan bahwa metode tersebut sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat dan menjadi keterampilan baru masyarakat dalam upaya daur ulang limbah plastik menjadi media tanam sayuran pada lahan pekarangan rumah untuk meningkatkan stabilitas pangan rumah tangga.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN TEKNIK BUDIDAYA KAKAO DI DESA MIRRING, KABUPATEN POLEWALI MANDAR, SULAWESI BARAT Muhammad Arhim; Widyanti Utami A.; Ade Mulawarman; Mufti Hatur Rahmah
MALAQBIQ Vol. 1 No. 1 (2022): Malaqbiq : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jam.v1i1.238

Abstract

ABSTRAK Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat ini dilaksanakan di Desa Mirring, Kecamatan Binuang, Kabupaen Polewali Mandar, Suawesi Barat. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan produktivitas tanaman kakao. Adapun mitra pada kegiatan ini adalah kelompok tani di daerah setempat yaitu Kelompok Tani Hutan Buttu Puang, yang di Ketuai oleh Bapak Muhiddin, yang beranggotakan sebanyak 70 orang. Berdasarkan hasil wawancara dengan para mitra, terjadi penurunan produktivitas tanaman kakao yang disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya; 1) terbatasnya pengetahuan petani tentang cara perawatan dan pengelolaan perkebunan kakao, 2) banyak tanaman kakao yang terserang penyakit khususnya pada buah, dan 3) ketergantungan petani terhadap penggunaan pupuk dan pestisida kimia yang berdampak pada membengkaknya pengeluaran dan menurunnya kualitas tanah serta menimbulkan resistensi hama. Mempertimbangkan kemampuan tim pelaksana kegiatan PKM maka solusi untuk mengatasi masalah mitra yaitu: 1) Penyuluhan, pelatihan dan pendampingan pengelolaan dan perawatan perkebunan kakao. 2) Pelatihan konversi limbah kakao sebagai pupuk kompos sehingga dapat mengurangi pengeluaran untuk biaya pembelian pupuk dan petani dapat memproduksi pupuk kompos secara mandiri. 3). Pelatihan pembuatan pestisida nabati dari limbah kakao dapat mengurangi pengeluaran untuk biaya pembelian pestisida dan petani dapat memproduksi pestisida nabati secara mandiri. Pencapaian tujuan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat ini dilakukan dengan melalui beberapa kegiatan, yaitu; 1) kegiatan penyuluhan dan pendampingan perawatan dan pengelolaan perkebunan kakao, 2) pelatihan pembuatan pupuk kompos dan pestisida nabati. Kata kunci: Kakao, Pendampingan, Kompos, Pestisida Nabati.
PELATIHAN MEDIA AUGMENTED REALITY BAGI GURU RAUDHATUL ATHFAL SAMASUNDU Syamsinar; Uswatunnisa; Nihla Afdaliah; Harclinda; Nursia; Mufti Hatur Rahmah
MALAQBIQ Vol. 1 No. 1 (2022): Malaqbiq : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jam.v1i1.247

Abstract

Augmented Reality atau AR merupakan teknologi yang menggabungkan digital konten yang dibuat oleh komputer dengan dunia nyata secara realtime. Teknologi ini menggunakan webcam komputer, kamera, bahkan kacamata khusus yang mampu menyisipkan informasi kedalam dunia maya dan memproyeksikan ke dunia nyata.Dalam kegiatan ini, Tim Pengabdi menggunakan Media Augmented Reality sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan guru Raudatul Athfal Samasundu sebagai mitra dalam mengembangkan kompetensi guru. Peningkatan pengetahuan mengenai penggunaan teknologi Augmented reality merupakan target khusus dari kegiatan ini. Sedangkan, tujuan jangka panjang dari kegiatan ini adalah diharapkan bagi peserta dapat menggunakan teknologi augmented reality sebagai media pembelajaran.Kegiatan ini dibagi menjadi 4 tahap yaitu observasi, persiapan, pelaksanaan dan pendampingan.  Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah seluruh peserta dapat menggunakan Augmented Reality sebagai media dalam mengajar khususnya dalam mengajar bahasa Inggris.
Konversi Limbah Styrofoam menjadi Liquid-Fuel Anorganik Melalui Teknologi Pirolisis di Kampung Nelayan Mufti Hatur Rahmah; M. Irfan; Musafira Musafira
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 1 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i1.1249

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di pesisir Cilallang dengan tujuan mengelola limbah anorganik, khususnya styrofoam bekas wadah hasil tangkapan nelayan, menggunakan teknologi pirolisis multi-feedstock untuk menghasilkan Liquid-Fuel Anorganik. Kegiatan ini berlangsung dari Juni hingga Desember 2024 dan terdiri dari enam tahapan utama. (1) Observasi awal dilakukan untuk mengidentifikasi permasalahan lingkungan serta potensi implementasi teknologi pirolisis. (2) Penyusunan program kerja dan rencana teknis melibatkan masyarakat dan pemerintah desa untuk memastikan strategi yang sesuai. (3) Kick-off meeting diadakan guna menyosialisasikan tujuan serta membangun komitmen bersama. (4) Pelatihan dan pendampingan teknis diberikan kepada 25 peserta, termasuk nelayan dan pemuda desa, dalam pembuatan serta pengoperasian alat pirolisis berbahan dasar drum bekas. (5) Pelatihan konversi sampah anorganik menjadi Liquid-Fuel Anorganik dilakukan, memastikan peserta memahami pemanfaatan hasil pirolisis sebagai alternatif bahan bakar bagi nelayan. (6) Monitoring dan evaluasi dilakukan menggunakan angket pre-test dan post-test, menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari 32% sebelum pelatihan menjadi 100% setelah pelatihan. Program ini terbukti efektif dalam mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat secara ekonomi. Produk Liquid-Fuel Anorganik yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk operasional perahu nelayan, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Dengan pendekatan partisipatif dan dukungan berkelanjutan, teknologi ini berpotensi direplikasi di wilayah pesisir lainnya.
Organoleptic Characteristics and Nutritional Content of Instant Baby Porridge Made from the West Sulawesi Local Cultivar of Foxtail Millet (Setaria italica L.) Mufti Hatur Rahmah; Dian Aulia; Hermin Pondo Pasoso’; Winarty Winarty
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 5 (2025): May
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i5.9533

Abstract

Instant baby porridge is a popular complementary food due to its convenience. Typically made from rice flour, alternatives like Foxtail Millet (Setaria italica) offer higher levels of protein, calcium, and phosphorus. This study analyzes the organoleptic characteristics and nutritional content of instant baby porridge made from Foxtail Millet, aiming to offer a nutritious alternative to rice-based products for breastfed infants. Two formulations were tested: F1 (60% Foxtail Millet, 20% chicken, 20% corn) and F2 (60% Foxtail Millet, 20% anchovy, 20% mung bean). Organoleptic tests showed F1 to be the most preferred formulation. Nutritional analysis of F1 revealed 8.50% moisture, 3.37% ash, 14.63% protein, 2.84% fat, 71.51% carbohydrate, 62.2% digestible carbohydrates, and 9.31% crude fiber. The study found Foxtail Millet-based porridge to be a promising alternative to rice, providing better nutritional value. Furthermore, the utilization of local Foxtail Millet contributes to food diversification and strengthens local food security in Indonesia by harnessing an underutilized, nutrient-rich resource. This research highlights the potential of Foxtail Millet to support both infant nutrition and local food resilience.
Optimalisasi Produk Bioindustri Minyak Kelapa Mandar Sebagai Inisiatif Transformasi Menjadi Produk Ikonik Unggulan Tanah Mandar Mufti Hatur Rahmah; Nurhidayah Nurhidayah; Nuralamsah Zulkarnaim; Eni Novitasari; Sugiarti Sugiarti
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v3i2.4939

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat di Kampung Tulu, Majene, bertujuan mengembangkan nilai tambah produk kelapa lokal Lomo’ Mandar melalui penerapan konsep bioindustri pertanian. Kurangnya optimalisasi potensi kelapa lokal dan terbatasnya jangkauan pasar menjadi dasar perlunya edukasi dan pelatihan bagi petani serta pengrajin setempat. Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan edukasi dan pelatihan kepada petani dan pengrajin lokal mengenai teknik bioindustri yang efisien dan ramah lingkungan, serta strategi pengembangan nilai dan pemasaran produk. Kolaborasi dilakukan bersama kelompok tani setempat yang terlibat secara aktif dalam proses produksi hingga distribusi. Pendekatan yang diterapkan meliputi pelaksanaan workshop, pendampingan intensif, dan simulasi pemasaran berbasis digital. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan penerapan metode bioindustri, efisiensi proses produksi, serta mutu produk kelapa olahan. Selain itu, terdapat peningkatan kapasitas petani dalam memahami strategi pemasaran produk Lomo’ Mandar. Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan potensi integrasi bioindustri sebagai langkah strategis dalam upaya optimalisasi nilai produk ikonik unggulan lokal yaitu minyak kelapa mandar secara berkelanjutan.
Produksi Eco-Packaging dari Serat Limbah Pelepah Pisang Loka Pere Melalui Pemberdayaan KWT Bura Asso Desa Adolang untuk Mendukung Ekonomi Sirkular dan Pengurangan Sampah Plastik Mufti Hatur Rahmah; M. Irfan; Wulan Ayuandiani
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v4i1.5598

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Adolang bertujuan untuk memberdayakan Kelompok Wanita Tani (KWT) Bura Asso melalui pelatihan produksi eco-packaging berbasis serat limbah pelepah pisang Loka Pere. Pelatihan ini bertujuan mengatasi masalah peningkatan konsumsi plastik sekali pakai yang berdampak negatif pada lingkungan, dengan mengubah limbah pelepah pisang yang selama ini tidak dimanfaatkan menjadi produk ramah lingkungan sebagai alternatif kemasan plastik. Kegiatan ini mengajarkan teknik pengolahan pelepah pisang menjadi serat dan produk eco-packaging seperti eco-box, eco-paperbag, dan eco-book, serta memberikan pengetahuan tentang pemasaran digital untuk memperkenalkan produk ke pasar. Pelatihan dilaksanakan dalam bentuk teori dan praktik, berlangsung selama 3 bulan, dan melibatkan 25 peserta dari anggota KWT Bura Asso. Hasil pelaksanaan pelatihan menunjukkan bahwa 96% peserta merasa lebih siap untuk memproduksi eco-packaging secara mandiri, dan 80% peserta mengaku dapat mengoperasikan media sosial untuk memasarkan produk mereka. Pelatihan ini berhasil meningkatkan keterampilan teknis dalam pengolahan pelepah pisang serta pemahaman tentang keberlanjutan dan pengurangan konsumsi plastik. Namun, beberapa peserta mengungkapkan bahwa mereka membutuhkan pelatihan lanjutan untuk memperdalam keterampilan dalam pembuatan produk eco-packaging lainnya. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif dalam mendukung ekonomi sirkular dan pengurangan sampah plastik di komunitas, meskipun peningkatan durasi pelatihan dan sesi lanjutan diharapkan untuk mengoptimalkan hasilnya.