Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : fluida

Modifikasi Homopolimer Poli (Vinil Asetat) dengan Variabel Hidrofobisitas Emulsifier untuk Aplikasi Perkayuan Rony Pasonang Sihombing; Agustinus Ngatin
Fluida Vol 12 No 2 (2019): FLUIDA
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/fluida.v12i2.1620

Abstract

Perekat (lem) merupakan salah satu media yang sangat penting untuk menyatukan kayu yang satu dengan lainnya dan berbasis pada pelarut. Umumnya, pelarut yang digunakan adalah pelarut organik golongan BTX (Benzena, Toluene, dan Xylene) yang merupakan pelarut berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan. Untuk itu perekat berbasis air yang berbahan baku vinil asetat akan diperkenalkan pada penelitian ini. Pengaruh hidrofobisitas surfaktan yang digunakan terhadap viskositasnya dijadikan tujuan dari penelitian ini. Vinil asetat dan polivinil alkohol digunakan sebagai bahan baku. Asam tartrat dan amonium persulfat digunakan sebagai bahan pendukung proses. Proses polimerisasi dilakukan di dalam reaktor dilengkapi kondensor, termometer, dan motor pengaduk dengan laju 50 – 500 rpm (opsional, hingga terbentuk vorteks). Water bath dipanaskan pada tekanan 1 atm dan suhu sekitar 750C. Perekat yang dihasilkan dilakukan uji viskositas dan total NVC . Hasil penelitian adalah sintesis perekat melalui proses polimerisasi vinil asetat dengan polivinil alkohol berhasil dibuat, dengan hasil perekat tanpa menggunakan surfaktan memiliki viskositas (13.400 cps) di antara NP-10 (14.500 cps) dan NP-06 (5.500 cps), sehingga perekat dengan surfaktan NP-10 memiliki viskositas paling tinggi dengan nilai 14.500 cps dari ketiga perekat yang dihasilkan.
Fermentasi Jerami sebagai Pakan Tambahan Ternak Ruminansia Yunus Tonapa Sarungu; Agustinus Ngatin; Rony Pasonang Sihombing
Fluida Vol 13 No 1 (2020): FLUIDA
Publisher : Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/fluida.v13i1.1852

Abstract

ABSTRAK Jerami adalah limbah tanaman padi yang dapat digunakan sebagai bahan pakan ternak. Agar jerami tidak mengalami pembusukan, maka dilakukan proses fermentasi. Fermentasi merupakan proses pengubahan suatu zat dengan bantuan mikroorganisme dengan menghasilkan karbohidrat. Fermentasi divariasikan dengan waktu 7, 15 dan 21 hari menggunakan probiotik EM4 dan starbio. Rasio perbandingan bahan jerami dan probiotik yaitu 10:1. Dilakukan pengamatan pada hasil fermentasi untuk kandungan protein, karbohidrat sederhana, dan kadar air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jerami hasil fementasi berwarna cokelat, kadar protein dan glukosa meningkat. Kadar protein dengan penambahan probiotik EM4 naik dari 5,775% menjadi 18,06% dan penambahan starbio menaikkan kadar protein menjadi 14,07%. Fermentasi jerami dengan penambahan EM4 lebih efektif daripada starbio. Waktu fermentasi yang paling efektif adalah 15 hari. Kata kunci: Jerami, fermentasi, probiotik, EM4, starbio ABSTRACT Straw is rice crop waste which can be used as animal feed materials. To avoid straw to decay, the fermentation process is carried out. Fermentation is the process of changing a substance with the help of microorganisms to produce carbohydrates. Fermentation was varied for 7, 15 and 21 days using EM4 and starbio probiotics. The ratio of straw and probiotic is 10: 1. The results of fermentation were observed for protein, simple carbohydrates, and water content. The results showed that fermentation resulted in brown colour and icreases of protein and glucose levels. Protein levels with the addition of EM4 probiotics increase from 5.775% to 18.06% and addition of starbio increases the protein levels to 14.07%. Straw fermentation with the addition of EM4 is more effective than starbio. The most effective fermentation time is 15 days. Keywords: Straw, fermentation, probiotics, EM4, starbio,
Pengaruh Laju Alir Terhadap Penurunan Pengotor Limbah Laundry Metode Elektrokoagulasi Kontinyu Berpengaduk Agustinus Ngatin; Adi Rizki Nugraha; Mukhtar Gozali; Ageng Priyambudi; Tri Hariyadi; Rony Pasonang Sihombing; Yusmardhany Yusuf; Retno Dwi Jayanti; Retno Indarti
Fluida Vol 15 No 2 (2022): FLUIDA
Publisher : Department of Chemical Engineering, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/fluida.v15i2.4040

Abstract

Limbah laundry dapat menjadi masalah serius bagi lingkungan jika dibuang tanpa pengolahan. Masalah yang timbul diantaranya nilai Chemical Oxygen Demand (COD), fosfat, dan kekeruhan yang tinggi. Tujuan penelitian yaitu mempelajari pengaruh laju alir terhadap efisiensi penurunan kadar kekeruhan, COD, dan TSS, serta menentukan kondisi optimalnya dengan alat elektrokoagulasi kontinyu berpengaduk. Reaktornya adalah reaktor berkapasitas 10 L dilengkapi pengaduk 180 rpm, pompa peristaltik, rectifier dan 3 pasang elektroda Alumunium dengan ketebalan 0,3x15x15cm yang disusun secara monopolar. Percobaan variasi laju alir (115mL/menit, 170 mL/menit, 340mL/menit) dilakukan dengan rapat arus tetap (70 A/m2), dengan waktu operasi 60 menit untuk setiap variasi. Hasilnya menunjukkan bahwa pada laju tinggi (340 mL/menit) dan laju rendah (115 mL/menit) menghasilkan efisiensi penurunan pengotor yang rendah dan laju alir terbaik ditunjukkan pada 170 mL/menit. Kondisi optimal terjadi pada laju alir 170 mL/menit pada rapat 70 A/m2 menghasilkan efisiensi penurunan kekeruhan, COD, dan TSS berturut-turut 89,35%, 73,33%, dan 99,26%. Laundry waste can be a serious problem for the environment if it is disposed of without treatment. Problems that arise include the value of Chemical Oxygen Demand (COD), phosphate, and high turbidity. The aims of the research were to study the effect of flow rate and current density on the efficiency of reducing turbidity, COD, and TSS levels, and to determine the optimal conditions using a continuous stirred electrocoagulation device. The reaktor used is a reaktor with a capacity of 10 L equipped with a 180 rpm stirrer, a peristaltic pump, a rectifier and 3 pairs of aluminum electrodes with a thickness of 0.3x15x15cm arranged in a monopolar manner. The flow rate variation experiment was carried out with a constant current density (70 A/m2), and the current density variation experiment was carried out with a fixed flow rate (170 ml/minute) with an operating time of 60 minutes for each variation. The results of the flow rate variation showed that at a high rate (340 ml/min) and a low rate (115 ml/min) resulted in a low impurity reduction efficiency, the best flow rate was shown at 170 ml/min. The results of the current density variation show that the increase in impurity reduction efficiency occurs as the current density increases, the best results occur at a current density of 70 A/m2. Optimal conditions occurred at a flow rate of 170 ml/min at a rate of 70 A/m2 resulting in the efficiency of reducing turbidity, COD, and TSS respectively 89.35%, 73.33%, and 99.26%.
Effect of Phosphate Concentration on Anodizing Process Efficiency and Aluminium Surface Hardness in 16% Sulfuric Acid Solution Robby Sudarman; Retno Indarti; Nurcahyo Nurcahyo; Ahmad Fauzan; Agustinus Ngatin; Rony Pasonang Sihombing
Fluida Vol. 17 No. 1 (2024): FLUIDA
Publisher : Department of Chemical Engineering, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/fluida.v16i2.4461

Abstract

One of the problems the aircraft industry faces is equipment that has decreased performance in the period before planning. The solution to this condition is that a material that has hard properties and is corrosion-resistant is needed. Aluminium is a metal that is applied as equipment in the industry because it has the characteristics of being light, strong, corrosion resistant and easy to shape, but has properties that are easy to deform, have low hardness and wear resistance. Anodizing process has the characteristics to improve the surface properties of aluminium metal in physical and mechanical properties. The anodizing process of aluminium metal using sulfuric acid solution produces a thicker oxide layer than in other solutions, such as phosphoric acid solution. This research studied the effect of phosphoric acid concentration on process efficiency, oxide layer thickness, and the hardness of the anodized oxide layer in 16% sulfuric acid solution. Phosphoric acid solution concentration varied from 0; 0.5; 1;2;4; and 8% in 16% sulfuric acid solution at 5 Volts voltage or 1.12 A/dm2 current density with 25 minutes processing time. The results showed that the anodizing process in 16% sulfuric acid solution had the lowest efficiency of 19.3% after adding variations in the concentration of phosphoric acid. These conditions reached the optimum in 16% sulfuric acid solution with the addition of 1% phosphoric acid; 26.6 mg oxide mass; 50.33% efficiency; 90.48 mg/dm2 oxide layer thickness and 86.57 HV metal surface hardness
Co-Authors -, Alfiana Adhitasari Adi Rizki Nugraha Ageng Priyambudi Ahmad Fauzan Alamsari, Jasinta Putri Alatif, Ikhsan Akmal Alfiana Adhitasari Alisya Nurbaits Althafa Muntaqin Amellia, Yashinta Anindita, Faradila Anisa, Vira Rizki Annisa Nurlatifah Asyari, Restu Adji Alif Azzahra, Rafila Chika Bambang Soeswanto Bambang Soeswanto binti Jamaluddin, Jamarosliza C. Yudha Hidayatulloh Cecep Yudha Hidayatullah Christianti Christianti Dian Suminar Dianty Rosirda Dewi Kurnia Dianty Rosirda Dewi Kurnia Dieni Nurul Fathiyyah Eli Nuryanti Fajriati, Ramadhana Suci Fatah, Khalaida Fania Fatimah Fauzan, Rizky Ferawati, Yohana Fransiska Fitriani, Desti Ghozali, Mukhtar Gunawan, Sinna Chaerunnabila Hariyadi, Tri Ibrahim, Idham Kholid Jayanti, Retno Dwi Keryanti, Keryanti Khalisha, Keira Krista, Gustin Mustika Lidya Risang Ayu Lingga Permana, Rezza Lutfiah Rahmasari Luviana, Angely Malik, Dava Maulana Marlina, Ari Maryani, Anisya Sri Muhammad Fadly Wiryawan Kautsar, Muhari, Emma Hermawati Muhari, Emma Hermawati Muhari Mukhtar Ghozali Mukhtar Gozali Nabila Dwi Nur Ramadhani Nadya Zafirra Martadinata Nanda Liant Kumara Nasya Azzahra Ngatin, Agustinus Nidaa’ Rihhadatul ‘Aisya Komara Nidaulhusna, Anisa Ninik Lintang Edi Wahyuni Nisa Rahmah Mujahidah Nurbaits, Alisya Nurcahyo Nurcahyo Nurcahyo Nurhasanah, Santy Nurulgina, Rahma Paramitha, Tifa Permanasari, Ayu Ratna Permatasari, Rahma Puspa Puspita, Nina Putri Utami Dita Cahya Putri, Angelina Rahmawati, Sri Puji Ramadan, Naufal Alip Cahya Ramadhan, Muhammad Zikri Ramadhani, Isma Afifah Renata, Calvin Aditya Restu Adji Alif Asyari Retno Indarti Retno Indarti Reynaldi, Randi Rezza Lingga Permana Rijal Muyasar Fahmi Risnandar, Tiara Devita Rispiandi Rispiandi Rispiandi Rizky Fauzan Robby Sudarman Rusmana, Muchamad Raihan Surya Sajida, Gita Nur Salsabila Nisrina Junaedi Salsabila, Intan Salsabila, Iva Najwa Salsabila, Shafira Salsabilla, Iva Najwa Sari, Hermin Kartika Silalahi, Rafael Leonardo Solehuddin Al-Ayubi Solehudin Al-Ayubi Sudrajat Harris Abdulloh Suminar, Dian Ratna Suryadi, Joko Tamba, Alfonsius Perdija Teguh Aditya Nugraha Teguh Taufiqurohim Tri Hariyadi Unung Leoanggraini Wahyu Wibisono Widya Fitria Nur Fauziah Wina Maulida Yashinta Amellia Yulistiani, Fitria Yunus Tonapa Sarungu Yusmardhany Yusuf Yusmardhany Yusuf Yusuf, Yusmardhany Zafarina, Alizza Asry