Nurul Kusuma Dewi
Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Sebelas Maret

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

IMPLEMENTASI METODE MENDONGENG UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK ANAK USIA 5-6 TAHUN Hafizah Alfinda Rahma; Nurul Kusuma Dewi
Kumara Cendekia Vol 13, No 3 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i3.100917

Abstract

Kemampuan menyimak penting dikembangan sejak dini. Namun kenyataannya, menyimak masih menjadi salah satu kemampuan yang sering terabaikan sehingga kemampuan menyimaknya belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menyimak anak usia 5-6 tahun melalui penerapan metode mendongeng menggunakan media big book. Penelitian ini ialah penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Jenis penelitian menggunakan model spiral Kemmis & Mc Taggart dan subjek penelitian ini sebanyak 15 anak usia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Uji validitas data kualitatif menggunakan teknik triangulasi, sedangkan uji validitas data kualitatif menggunakan uji validitas konstruk dan uji validitas isi yang dilakukan melalui expert judgment. Teknik analisis data kualitatif menggunakan analisis interaktif, sedangkan data kuantitatif menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil akhir penelitian ini menunjukkan bahwa melalui penerapan metode mendongeng menggunakan media big book, kemampuan menyimak anak mengalami peningkatan pada setiap indikatornya, yaitu pada indikator menjawab pertanyaan secara tepat sesuai dengan judul dan nilai yang terkandung dalam cerita sebesar 82,2%, pada indikator menyebutkan tokoh-tokoh dalam cerita sebesar 82,2%, pada indikator menceritakan kembali alur cerita sebesar 75,7%, dan pada indikator mengutarakan pendapatnya setelah mendengarkan cerita sebesar 84,4%. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode mendongeng menggunakan media big book dapat meningkatkan kemampuan menyimak anak usia 5-6 tahun.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI PEMBELAJARAN STEAM ANAK USIA DINI Inka Wulan Maharani; Nurul Kusuma Dewi
Kumara Cendekia Vol 13, No 4 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i4.106611

Abstract

Keterampilan berpikir kreatif merupakan kecakapan anak dalam mempertimbangkan, memutuskan, menganalisis, mengkritik, untuk melakukan sesuatu dengan baik dan cermat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas dengan model Dave Ebbutt. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi.  Uji validitas data menggunakan uji validitas data kualitatif dengan triangulasi sumber dan triangulasi Teknik pengumpulan data serta uji validitas data kuantitatif dengan uji validitas konstruk dan uji validitas isi. Analisis data dilakukan dengan model analisis data interaktif dan teknik analisis statistic deskriptif.  Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada keterampilan berpikir kreatif anak melalui pembelajaran STEAM terlihat dari penigkatan rata-rata dari 6,6% menjadi 80%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran STEAM dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif anak usia 5-6 tahun.
MENINGKATKAN MEMBACA PERMULAAN ANAK 5-6 TAHUN MELALUI BERMAIN KARTU HARTA KARUN Karin Anshella Putri Kristanto; Nurul Kusuma Dewi
Early Childhood Education and Development Journal Vol 7, No 2 (2025): Early Childhood Education and Development Journal
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ecedj.v7i2.108969

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak usia 5-6 tahun melalui bermain kartu harta karun. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model penelitian Kemmis dan Mc Taggart, yang mencakup perencanaan, tindakan dan pengamatan, serta refleksi. Subjek penelitian yakni anak usia 5-6 tahun TK Putra VI Surakarta dengan jumlah 15 anak. Teknik pengumpulan data melalui tes, wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik uji validitas data yang digunakan yaitu triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Penelitian ini menggunakan teknik analisis interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Secara klasikal ketuntasan kemampuan membaca permulaan anak usia 5-6 tahun sebersar 51% pada pra siklus, meningkat menjadi 73% pada siklus I, dan menjadi 82% pada siklus II. Indikator mengidentifikasi huruf vokal dari 36% menjadi 60% pada siklus I, pada siklus II meningkat menjadi 81%. Indikator mengidentifikasi huruf konsonan dari 63% meningkat menjadi 77% pada siklus I, dan meningkat menjadi 86% pada siklus II. Indikator membaca kata dari 42% menjadi 69% pada siklus I, kemudian meningkat 82% pada siklus II. Indikator membaca buku cerita bergambar dari 37% menjadi 73% pada siklus I, dan meningkat pada siklus II menjadi 87%. Kesimpulan dari penelitian permainan kartu harta karun dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak usia 5-6 tahun.
Dukungan Orang Tua Berbasis Lingkungan Bermain di Rumah dan Kesiapan Anak Masuk Sekolah Dasar Adriani Rahma Pudyaningtyas; Anayanti Rahmawati; Nurul Kusuma Dewi; Vera Sholeha; Warananingtyas Palupi; Panggung Sutapa
PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 15 No 1 Periode Desember - Februari 2026
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v15i1.3013

Abstract

Studi ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara dukungan orang tua berbasis lingkungan bermain di rumah dengan kesiapan anak memasuki sekolah dasar (SD). Latar belakang penelitian ini berangkat dari pentingnya masa transisi anak dari pendidikan anak usia dini ke pendidikan dasar yang menuntut kesiapan sosial-emosional, kognitif, dan regulasi diri yang baik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Subjek penelitian berjumlah 102 orang tua yang memiliki anak usia 5–6 tahun. Instrumen penelitian terdiri dari dua kuesioner, yaitu dukungan yang diberikan oleh orang tua dalam penyediaan lingkungan bermain di rumah dan kesiapan anak masuk SD. Analisis data dilakukan dengan menggunakan korelasi pearson. Hasil korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara dukungan orang tua dengan kesiapan anak masuk sekolah dasar (r = 0,791; p < 0,01). Hasil tersebut menunjukkan bahwa dukungan orang tua yang tinggi dalam menciptakan lingkungan bermain yang edukatif, aman, dan interaktif berhubungan dengan tingginya tingkat kesiapan anak untuk memasuki jenjang SD. Temuan ini menegaskan pentingnya peran orang tua dalam memberikan stimulasi bermain yang bermakna sebagai fondasi bagi kesiapan belajar anak di tahap pendidikan selanjutnya.