Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Tantangan dan Strategi Penguatan Rantai Nilai Agroindustri Kopi Rakyat Kalibaru Kamalia Fikri; Wachju Subchan; Imam Mudakir; Iis Nur Asyiah; Jekti Prihatin
Journal of Food System & Agribusiness Volume 10 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jofsa.v10i1.4641

Abstract

Agroindustri kopi rakyat di Kalibaru, Banyuwangi, memiliki potensi besar sebagai pusat kopi spesialitas berbasis ekonomi hijau, namun pengembangannya belum optimal akibat lemahnya keterpaduan antar pelaku dalam rantai nilai serta keterbatasan kapasitas teknis dan kelembagaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan strategi pengembangan agroindustri kopi skala kecil di Kalibaru, Banyuwangi. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan model studi kasus, melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan sembilan informan kunci yang mewakili tiga tingkatan rantai nilai: petani (hulu), roaster (tengah), dan pengusaha UMKM (hilir). Analisis data dilakukan secara interaktif dan diperkuat dengan analisis SWOT kuantitatif menggunakan matriks IFE dan EFE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat hulu, tantangan utama meliputi penggunaan bibit lokal tanpa peremajaan, teknik budidaya dan pascapanen yang masih tradisional, serta ketergantungan pada cuaca dalam proses pengeringan. Pada tingkat tengah, roaster menghadapi keterbatasan peralatan grading dan lemahnya koordinasi kelembagaan sehingga mutu bahan baku tidak seragam. Sementara itu, pada tingkat hilir, hambatan utama berupa pemasaran yang masih konvensional, rendahnya literasi digital, keterbatasan legalitas usaha, dan lemahnya branding produk. Hasil analisis SWOT menunjukkan skor IFE sebesar 2,9 dan EFE sebesar 2,88 dengan koordinat X = –0,135 dan Y = 0,32 yang menempatkan agroindustri kopi Kalibaru pada kuadran strategi WO (turnaround). Kondisi ini mengindikasikan bahwa peluang eksternal seperti tren specialty coffee, dukungan kebijakan ekonomi hijau, dan transformasi digital cukup besar, namun masih perlu diimbangi dengan penguatan kapasitas internal. Strategi pengembangan difokuskan pada penguatan kelembagaan berbasis kolaborasi multi-pihak (triple helix), modernisasi teknologi pascapanen, standardisasi mutu dan sertifikasi produk, serta digitalisasi pemasaran.
Validity of MABESTA: A 3D Visualization-Based Interactive Learning Media for Junior High School Students Mochammad Ricky Rifa'i; Wachju Subchan; Trapsilo Prihandono
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol. 17 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v17i1.3210

Abstract

The development of information and communication technology encourages educational innovation, especially science learning in junior high schools which is still dominated by lecture methods and conventional media, which causes low student activity and learning outcomes in the material of the earth and the solar system. Interactive learning media "MABESTA" based on 3D visualization is proposed as a solution to this problem. The purpose of this study is to analyze the level of validity of interactive learning media "MABESTA" based on 3D visualization. The research method used is the development research method with the ASSURE model which includes 6 stages, namely analyzing students, setting goals, selecting methods, media, and materials, utilizing media and materials, asking for student participation, and evaluating and revising. The subjects of this research and development are validators and audiences. The objects of this study are grade VII students of SMP Islam Kunir and SMP Islam Tempeh. Data analysis techniques used are quantitative descriptive analysis and qualitative descriptive analysis. The results of the study indicate that interactive learning media "MABESTA" based on 3D visualization is suitable for use in learning solar system material based on the final results of expert validators of 92%, practitioners of 91%, and student response tests of 97%. This means that in terms of the suitability of the content, appearance, presentation, and language used, this media is very valid and very interesting, so that it can be used as a supporting media in understanding material about the earth and the solar system.