Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Barometer

ALAT PENGUKUR KECEPATAN LARI BERBASIS MIKROKONTROLER Rahmat Hidayat; Rizki Achmad Darajatun; Reza Setiawan; Vera Pangni Fakhriani
BAROMETER Vol 4 No 1 (2019): Barometer
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.081 KB) | DOI: 10.35261/barometer.v4i1.1522

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (a) menghasilkan desain hardware untuk alat pengukur kecepatan lari berbasis mikrokontroler, (b) menghasilkan software alat pengukur kecepatan lari berbasis mikrokontroler, dan (c) mengetahui unjuk kerja alat pengukur kecepatan lari berbasis mikrokontroler. Metode pelaksanaannya dibagi menjadi dua yaitu perancangan perangkat keras (hardware) dan perancangan perangkat lunak (software). Perancangan hardware dibuat dengan menggabungkan beberapa sistem rangkaian mikrokontroller dan elektronik yang tergabung dalam satu buah printed circuit board  (PCB), sehingga sistem dapat bekerja secara bersama. Software dalam alat ini dibuat menggunakan bahasa C dan dikodekan ke dalam bahasa ‘.hex’ dengan software CodeVision AVR (CVAVR). Sensor yang digunakan dalam penelitian ini adalah sensor ultrasonic.
Pembuatan Dan Pengujian Alat Praktikum Penukar Kalor Tipe Double Pipe Reza Setiawan; Surya Ma’rufi Fajar; Vera Pangni Fahriani
BAROMETER Vol 5 No 1 (2020): Barometer
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35261/barometer.v5i1.3815

Abstract

Perpindahan panas telah menjadi matakuliah dibeberapa program studi teknik di seluruh Indonesia. Selain itu, mata kuliah penukar kalor juga telah banyak dibuka sebagai matakuliah pilihan di beberapa universitas. Namun, konsep perpindahan panas khususnya pada konduksi dan konveksi pada aplikasi penukar kalor yang bersifat abstak masih sulit dimengerti sebagian mahaiswa. Perlu dibuatnya alat praktikum penukar kalor untuk meningkatkan pemahaman konsep fenomena perpindahan panas konduksi dan konveksi pada penukar kalor. Double tube dipilih karena merupakan jenis penukar kalor yang sederhana dan mudah untuk dibuat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan dengan alur kegiatan studi literatur, perancangan alat, desain alat, pembuatan alat, pengujian alat dan  penarikan kesimpulan. Hasil penelitian didapatkan bahwa alat penukar kalor tipe double tube yang dibuat telah bekerja baik dengan variabel-variabel percobaan yang dapat diatur adalah variasi aliran counter flow dan parallel flow, variasi material tembaga dan alumunium, variasi fluida yang digunakan air, oli, dan coolant, variasi laju aliran dan variasi temperatur masuk.
Simulasi Proses Bending Arm Rear Brake dengan Variasi Kecepatan Pembebanan Terhadap Stress Material Menggunakan Ansys Reza Setiawan; Rieval Ade Putra; Vera Pangni Fahriani
BAROMETER Vol 5 No 2 (2020): Barometer
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35261/barometer.v5i2.3819

Abstract

Proses pembuatan arm rear brake atau tuas rem belakang motor masih banyak ditemukan produk yang tidak sesuai dengan standar mutu. Kegagalan sering terjadi pada proses produksi bending 1. Faktor kegagalan proses Bending 1 disebabkan oleh kecepatan pembebanan material yang tidak sesuai atau pressure pembebanan yang terlalu besar. Simulasi analisis ini bertujuan untuk menentukan kecepatan pembebanan bending 1 pada arm rear brake jenis KWBA agar tidak mengalami tegangan lebih dan kerusakan material. Metode penelitian yang digunakan adalah simulasi dengan tahapan studi literatur, studi lapangan, pembuatan desain, simulasi dan kesimpulan. Hasil simulasi menunjukan dari variasi kecepatan pembebanan 15, 20, dan 25 m/s pada proses Bending 1 didapatkan kecepatan pembebanan yang terbaik adalah 20 m/s dengan perbandingan maximum tegangan (stress) material dan tampilan visual material setelah diproses.