Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PODCAST DAN PERSONAL BRANDING: POTENSI PODCAST SEBAGAI MEDIA UNTUK MEMBANGUN PERSONAL BRAND PELAKU UMKM DENGAN PENDEKATAN CONTENT MARKETING Peny Meliaty Hutabarat
Jurnal Sosial Humaniora Terapan Vol 4, No 1: JULI - DESEMBER 2021
Publisher : Program Pendidikan Vokasi UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jsht.v4i1.162

Abstract

Penelitian ini berupaya menggali potensi podcast sebagai media untuk pelak­u UMKM membangun personal brand melalui pendekatan content marketing. Jumlah pendengar podcast di Indonesia kian berkembang pesat dan jumlah podcast juga terus meningkat. Podcast sebagai salah satu bentuk dari content marketing memiliki diferensiasi dari bentuk pemasaran konten lainnya. Inilah yang menjadikannya alat pemasaran yang berpotensi efektif. Pelaku UMKM yang mengembangkan usahanya dengan memanfaatkan teknologi digital, perlu membangun personal branding dalam kegiatan kewirausahaannya. Pelaku usaha perlu membangun saluran (channel) bagi orang-orang untuk menemukan usahanya. Ketika pelaku usaha juga aktif, konsisten dan kontinu memberikan konten bermanfaat terkait bidang yang ditekuninya, ia telah membangun saluran tambahan untuk ditemukan oleh khalayak dan pada akhirnya juga akan mengarah kepada keberhasilan usaha dan bisnisnya.Penelitian mengenai personal branding melalui platform podcast masih terbatas. Sebagian besar studi yang pernah dilakukan adalah personal branding pada Facebook, Twitter dan Instagram. Sementara itu, dari sisi pelaku UMKM, masih banyak ditemukan para pelaku usaha yang cenderung langsung menjalani roda bisnis tanpa mengawali dengan membangun personal brand yang baik. Untuk itu, penelitian yang menggunakan metodologi deskriptif ini diharapkan dapat memberi masukan dan rekomendasi bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya melalui strategi personal branding, dengan pendekatan content marketing, salah satunya melalui media podcast.    Kata kunci: podcast, personal brand, content marketing, pelaku UMKM, personal branding
PEMANFAATAN SONIC BRANDING SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN STRATEGI PEMASARAN MEREK Studi Kasus: E-Commerce Tokopedia Peny Meliaty Hutabarat; Anastasya Andriarti; Erni Adelina
Jurnal Sosial Humaniora Terapan Vol 3, No 2: January - June 2021
Publisher : Program Pendidikan Vokasi UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jsht.v3i2.126

Abstract

Penelitian ini berupaya mengkaji pemasaran sensorik (sensory marketing) khususnya aspek pendengaran (audio, music, suara) yang pada perkembangannya dikenal dengan sonic branding. Di era digital, perusahaan terus mengembangkan strategi untuk menciptakan perbedaan dan relevansi demi meraih competitive advantage. Salah satu strategi yang menunjukkan potensi besar di masa depan, namun masih belum dikaji dan belum dimanfaatkan lebih jauh oleh pemasar adalah sonic branding. Penelitian mengenai sonic branding masih cukup terbatas dan membutuhkan eksplorasi yang dapat menjembatani gap pada area ini. Sonic branding merupakan powerful tool dalam pengembangan loyalitas konsumen terhadap merek. Sebagaimana perusahaan terus berupaya membangun cara baru dalam berkomunikasi dan menciptakan brand experiences bagi konsumennya. Untuk itu, penelitian yang menggunakan metodologi deksriptif ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai pemanfaatan sonic branding dan penerapannya bagi strategi pemasaran merek dalam konteks retail, dengan studi kasus E-Commerce Tokopedia. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat memberikan masukan dan rekomendasi untuk pengembangan strategi merek melalui pemanfaatan sonic branding, khususnya pada konteks retail E-Commerce. Kata kunci: brand experience, e-Commerce, retail, sonic branding, strategi pemasaran merek, sensory marketing
Pengembangan Podcast sebagai Media Suplemen Pembelajaran Berbasis Digital pada Perguruan Tinggi Peny Meliaty Hutabarat
Jurnal Sosial Humaniora Terapan Vol 2, No 2: June 2020
Publisher : Program Pendidikan Vokasi UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jsht.v2i2.85

Abstract

      Penelitian ini berupaya melihat manfaat dan pengembangan podcast sebagai media suplemen pembelajaran berbasis digital di bidang pendidikan. Podcast mampu menjadi sumber pengajaran inovatif bagi pengajar dan membantu proses pembelajaran siswa, baik di dalam maupun di luar kelas. Khususnya mendukung pembelajaran jarak jauh yang dilakukan oleh perguruan tinggi. Kehadiran podcast bukan untuk menggantikan buku teks dan materi lainnya. Namun sebagai suplemen pembelajaran yang memperkaya pengalaman belajar siswa. Penelitian mengenai podcasting di perguruan tinggi masih terbatas, khususnya di Indonesia. Untuk itu, penelitian ini berupaya memberikan kontribusi bagi pengembangan dan pemanfaatan medium podcast di bidang pendidikan.Kata Kunci: podcast, suplemen pembelajaran, perguruan tinggi AbstractPodcast Development as a Digital-Based Media for Supplementary Learning in Higher Education. This study discusses the benefits and developments of podcasts as a digital-based media for supplementary learning in the field of education. Podcasts are able to be innovative teaching resources for teachers and help students’ learning processes, both inside and outside the classroom. Especially in support of distance learning conducted by universities. The presence of a podcast is not a substitute for text books and other material. But as a learning supplement that enriches student learning experiences. Research about podcasting in higher education is still limited, especially in Indonesia. This research seeks to contribute to the development and use of the podcast in the field of higher education.Keywords: podcasts, supplementary learning, higher education
Tren dan Kebutuhan Talenta Penyiaran Pada Kehumasan Pemerintah di Era Digital Peny Meliaty Hutabarat
Jurnal Sosial Humaniora Terapan Vol 4, No 2: January - June 2022
Publisher : Program Pendidikan Vokasi UI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jsht.v4i2.237

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi tentang tren dan kebutuhan talenta penyiaran digital pada kehumasan pemerintah. Di era digital, praktisi humas semakin erat berhubungan dengan teknologi karena terekspos pada beragam saluran komunikasi baru, atau yang dikenal dengan multiplatform.  Praktisi humas juga dituntut memiliki kompetensi yang semakin berkembang, tidak hanya pada aspek komunikasi tetapi juga management, brand, broadcasting hingga social media. Dalam beberapa tahun terakhir, hampir seluruh produk kehumasan berkaitan dengan produksi audio visual dan multimedia. Untuk itu, penelitian ini berupaya menggali tren dan kebutuhan terhadap talenta digital bidang penyiaran, khususnya di kehumasan pemerintah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif melalui wawancara dengan beberapa praktisi humas di lembaga pemerintahan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi perguruan tinggi dan sektor pendidikan terkait kompetensi yang kian dibutuhkan di masa ini. Selain itu, melalui penelitian ini diharapkan dapat diperoleh pemetaan kompetensi yang semakin lengkap tentang keterampilan bidang penyiaran apa saja yang dibutuhkan oleh humas pemerintah.Kata kunci: humas pemerintah, talenta penyiaran, kompetensi humas, kompetensi penyiaran, penyiaran digital
Pengaruh Aspek Pedagogis dan Interaksi Sistem pada Penilaian Usabilitas Sistem E-Learning Indah Permatasari; Peny Meliaty Hutabarat
Generic Vol 14 No 2 (2022): Vol 14, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh faktor pedagogis maupun interaksi sistem pada penilaian usabilitas sistem e-learning. Pendekatan pada penilaian sistem e-learning, yang selama ini terbelah antara bertumpu pada satu faktor, atau berupaya menggabungkan keduanya tanpa membedakan kekhasan karakteristiknya. Upaya unifikasi tanpa membedakan karakter tersebut akan menyulitkan perumusan tindak lanjut hasil penilain yang dilakukan, sebab tindak lanjut pasca penilaian memiliki perbedaan pada kedua jenis faktor tersebut. Faktor-faktor pedagogis maupun usabilitas sistem mungkin berpengaruh, diperoleh dari hasil studi literatur pada penelitian-penelitian sebelumnya. Pengujian terhadap faktor-faktor tersebut dilakukan dengan melakukan survei kepada para pengguna sistem VCLASS di Universitas Indo Global Mandiri (UIGM). Selain diharapkan mendapatkan faktor-faktor yang diperlukan dalam penyusunan kerangka penilaian usabilitas sistem e-learning, penelitian ini juga dapat memberikan kontribusi terhadap penyempurnaan sistem VCLASS UIGM.
Faktor Evaluasi Usabilitas dalam Sistem e-learning dengan Panduan Tinjauan Sistematik PRISMA: Indonesia Indah Permatasari; Peny Meliaty Hutabarat; Evi Purnamasari
J-ENSITEC Vol. 9 No. 02 (2023): May 2023
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.867 KB) | DOI: 10.31949/jensitec.v9i02.3662

Abstract

The usability evaluation of e-learning system is an important stap to understanding the quality of the interaction between the user and the system in supporting the learning process. To understan the current approaches, a systematic review was condusted using the PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses) guidelines. A systematic review was carried out on 6 (six) scientific databases within a certain publication period. After applying various exclusion criteria, there were fifteen documents for further analysis. An analysis of the full text of the selected articles was conducted to see the approach used in evaluating the usability of the e-learning system. The author found as many as 51 factors that became criteria in assessing the usability of e-learning systems. In general, the various existing approaches refer to the two basic approaches that have been offered by previous researchers. The latest approaches in assessing the usability of e-learning systems are still modifications and adjustments from the approaches that have been proposed previously. Modifications were made to adapt to the evaluation context and use of the studied e-learning system.
MODEL PENGEMBANGAN PARIWISATA PULAU KOMODO SEBAGAI SOCIETY-BASED SUSTAINABLE MARINE TOURISM VILLAGE 5.0 Rahmi Setiawati; Peny Meliaty Hutabarat; Arius Krypton Onarelly; Melisa Bunga Altamira
Mediakom : Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/mkm.2023.v7i1.8863

Abstract

Desa wisata bahari (marine tourism village) membutuhkan paradigma pembangunan yang berkarakter sesuai dengan budaya wilayah maritim, yang berbasis kearifan lokal dan menggunakan pendekatan teknologi serta human capital. Pulau Komodo merupakan salah satu desa wisata bahari. Budaya kemaritiman seyogyanya adalah budaya asli Indonesia sebagai negara kepulauan dan penerapan digitalisasi teknologi serta human capital akan  menghasilkan model blue economic maritime yang inovatif, kreatif dan daya saing, yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi di wilayah kepulauan. Konsep yang digunakan adalah model society 5.0, kepariwisataan berkelanjutan, desa wisata bahari dan community development dengan tujuan membangun human capital agar tercipta kapasitas sumber daya  manusia, dalam hal ini masyarakat lokal,   yang  memahami  sikap  dan  nilai-nilai  kemaritiman. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dan observasi yang dilakukan di pulau Komodo, Labuan Bajo. Hasil penelitian riset ini diperlukan untuk pembangunan desa wisata bahari. Pendekatan digitalisasi dapat digunakan sebagai pusat informasi yang berisi tentang hasil internalisasi budaya maritim dengan kearifan lokal dan sarana infrastruktur untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Penggunaan platform digital oleh masyarakat, diantaranya para nelayan, pelaku usaha bidang pariwisata dan usaha kecil menengah, sehingga dapat menciptakan jaringan data informasi dalam bentuk big data sebagai sarana infrastruktur digitaliasi ekonomi, dan pembangunan human capital melalui pengembangan sumberdaya manusia dan literasi digital.
PEMANFAATAN STRATEGI OMNICHANNEL MARKETING DI PERGURUAN TINGGI Hutabarat, Peny Meliaty; Altamira, Melisa Bunga; Adelina, Erni
Jurnal Vokasi Indonesia Vol. 9, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Technological developments encourage changes in consumer behavior, including corporate interactions. This also affects many educational institutions, especially in higher education levels. The use of multiple channels has been increasing, and it is quite a complex challenge for higher education to provide seamless and optimal journey experiences as needed by their audiences. These developments in technology and consumer behavior drive all higher education institutions to increase their competitive advantages. The omnichannel strategy is an effective way for them to increase the competitive advantage and to reach prospective students through various platforms, with specific and personified messages. In its application, omnichannel marketing strategy is often connected to Integrated Marketing Communication Concept (IMC). Hence, the channel tools utilized in omnichannel marketing strategy are platforms intersecting with the IMC communication tools. Both study and application of omnichannel marketing in the business world have frequently appeared and developed. However, study and application of omnichannel marketing in the higher education sector, especially Indonesia, are still very limited. This descriptive study aims to describe the application of omnichannel marketing in higher education contexts, by using a descriptive methodology through literature review (range 2010 – 2020). According to the study results, the application of omnichannel marketing, as a marketing communication strategy, is able to build connections and engagement with target audiences, and also to become competitive advantages for higher education institutions in this current digital technology era. Through this study, it is desired to provide an overview and insight regarding the implementation of omnichannel marketing strategies particularly in higher education institutions.
ONLINE REAL-LIFE SITUATION QUESTIONNAIRES TO DEVELOP TOP-DOWN READING SKILL Adelina, Erni; Hutabarat, Peny Meliaty
Jurnal Vokasi Indonesia Vol. 11, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The top-down reading approach is generally applied in upper-intermediate to advanced ESL classes. The approach is thought to be too overwhelming for students who are at pre-intermediate, intermediate, or even beginner levels. Instructors may think that involving students’ background information or past knowledge in a passage topic will be burdensome for ESL students in a lower-level class. As a matter of fact, many students in any level of English class were experiencing or questioning the same issues in their routines. Separating students’ past knowledge from reading activity is impossible. This study was conducted to find out students’ past experience or prior knowledge on one issue and observe whether the reading passage might change or strengthen their ideas toward something they had in mind before the reading by filling out online pre- and post-questionnaires. The reading passage also contains follow-up questions as tools for students to measure their comprehension. The results of this study have shown that there are tendencies to alter ideas after the reading activity, based on post-activity questionnaires. In addition, performing the questions from the passage has provided information on students’ satisfying results in comprehension by calculating how many questions they answered correctly.
COMPARING THE EFFECTIVENESS OF STATIC AND DYNAMIC AUDIOVISUAL IN AN ADDITIONAL GEOGRAPHY LESSON IN ONE PATHWAY COLLEGE IN JAKARTA Adelina, Erni; Hutabarat, Peny Meliaty
Jurnal Vokasi Indonesia Vol. 11, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Students are now used to using audiovisual platforms to learn as they once were forced to adapt to this type of learning due to face-to-face lessons were impossible at that time because of the pandemic. Audiovisual learning resources came out sporadically to accommodate the needs of study at home or anywhere possible. The static audiovisual (enhanced podcast) and dynamic audiovisual (video) are two types of virtual platforms educators continuously harness to support their lesson teachings even though the face-to-face meetings have been allowed gradually. However, there are not many studies conducted to analyze whether one type is more effective in teaching comprehension to students than the other. This paper is looking to find the answer. It questions if enhanced podcast with less complexity in their content pictures can actually become more practical for students to achieve comprehensions on teaching procedural or process topics in geography even it is less attractive than its counterpart, video. The study was conducted to five ESL students in an additional or extra geography class in Jakarta International College. The findings are: students saw enhanced podcasts or static audiovisual media (less complex picture contents) are giving them better learning experience than watching full-motion videos.