Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KONSERVASI HARIMAU SUMATERA (Panthera tigris sumatrae) DI TAMAN NASIONAL KERINCI SEBLAT (Studi Kasus Desa Pungut Mudik Dan Desa Pungut Hilir) Adu, Steven Jonathan; Salampessy, Messalina L; Iskandar, Sofian
Jurnal Nusa Sylva Vol. 19 No. 1 (2019): JURNAL NUSA SYLVA
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.108 KB) | DOI: 10.31938/jns.v19i1.233

Abstract

Perceptions and community participation in Sumatran tigers (Panthera tigris sumatrae) also influence the success of conservation efforts. For this reason, this study aims to describe the level of public perception of Sumatran tiger conservation efforts. This research uses the case study method. Data was collected using a questionnaire, in-depth interviews and focus group discussions (FGD). Data collection was carried out by means of purposive sampling involving 30 respondents, namely farmers who live and move around the national park. The data collected was analyzed descriptively qualitatively. The results of this study indicate that public knowledge about tigers as animals protected by law has perceptions in the high category (4.03), public knowledge about tiger behavior has a high category (3.93) and public knowledge that tigers currently lack food so often seen in villages that have a very high categorization (4.4). In addition, community knowledge about the ecological benefits of the presenceof Sumatran tigers in the environment has a high category (3.90), public knowledge about the economic benefits of the existence of Sumatran tigers has a high category (3,53). Likewise with public knowledge about the social benefits of the existence of Sumatran tigers have a high category (3.67). The  government and various parties are urgently needed to increase the understanding and active role of the community for Sumatran tiger conservationefforts. 
Sosialisasi Peluang Promosi Digital Produk Olahan Mangrove di Desa Pantai Bahagia Bekasi Salampessy, Messalina L; I.G.A.M Widhyastini; Nia Sonani; Ina Lidiawati
PROFICIO Vol. 5 No. 1 (2024): PROFICIO: Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : FKIP UNIVERSITAS TUNAS PEMBANGUNAN SURAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v5i1.2932

Abstract

Produk makanan olahan mangrove telah banyak dikelola oleh masyarakat pesisir. Namun demikian, ibu-ibu di desa Pantai Bahagia masih memiliki pengetahuan yang terbatas tentang promosi produk olahanya dan bisnis ini menjanjikan peluang usaha alternatif bagi masyarakat. Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan ibu-ibu untuk secara cerdas dapat memilih media promosi digital yang tepat. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan tanyajawab. Peningkatan pengetahuan ibu -ibu desa Pantai Bahagia tentang media promosi digital yang dapat dapat digunakan diketahui dari hasil angket yang dibagikan sebelum dan sesudah sosialisasi. Sebelum sosialisasi, pengetahuan masyarakat untuk konsep promosi 47%, pentingnya promosi 33%% dan media promosi 71% serta setelah akhir sosialisasi, telah terjadi peningkatan pengetahuan tentang konsep promosi 88 %, pentingnya promosi 100 % dan media promosi 94%.
PENDAMPINGAN PETANI HUTAN KELOMPOK TANI RIMBA LESTARI DALAM AGROFORESTRI TANAMAN KOPI PADA LAHAN MIRING DI DESA MALASARI, KECAMATAN NANGGUNG Abdul Rahman Rusli; Kustin Bintani Meiganati; Ina Lidiawati; Messalina L Salampessy; Sunardi; Imelda Indah Sari; Fathia Nazma; Rizki Ramdani; Risa Noviandi
Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Abdi Inovatif : Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Nusa Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31938/jai.v2i1.473

Abstract

AbstractNyungcung Village is at the foot of Mount Halimun Salak and is directly adjacent to the Mount Halimun Salak National Park (TNGHS) area. It has the responsibility to participate in conserving forest areas. The steep topography with an average slope of 50% (45ᵒ) is prone to flooding and landslides. Therefore, land management must consider soil and water conservation to meet people's food needs. The condition of the land and the people in Nyungcung village require assistance from the parties so that the community can obtain solutions to existing problems. UNB, together with partners in the village, namely the Rimba Lestari Farmers Group (KT Rimba Lestari), organized activities aimed at increasing community knowledge about terracing planting techniques and coffee cultivation, assisting in the provision of seeds and coffee seeds to build Village Forests in Malasari Village; assisting in the process of planting coffee plant seeds and providing infrastructure for coffee plant agroforestry activities for KT Rimba Lestari. This PKM activity includes three stages, namely the planning stage, the implementation stage, and the evaluation and monitoring stage. The results obtained by the partners have: (1) Increased public insight and knowledge about planting techniques on sloping land and coffee cultivation by an average of 28%, (2) Increased facilities and infrastructure in cultivating land with an agroforestry system which can later improve people's welfare, (3) Contribute to soil and water conservation and can be developed into a tourist destination.Keywords: Agroforestry, Coffee Plants, Fruits Plants, Nyungcung Village AbstrakKampung Nyungcung berada di kaki Gunung Halimun Salak dan berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) memiliki tanggung jawab untuk ikut melestarikan kawasan hutan. Topografi yang terjal dengan kelerengan rata-rata 50% (45ᵒ) merupakan lahan yang rawan banjir dan longsor. Oleh karena itu, pengelolaan lahan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sangat penting memperhatikan konservasi tanah dan air. Kondisi lahan dan masyarakat yang ada di kampung Nyungcung membutuhkan pendampingan dari para pihak agar masyarakat dapat memperoleh solusi dari masalah yang ada. Pihak UNB bersama dengan mitra di kampung tersebut, yaitu Kelompok Tani Rimba Lestari (KT Rimba Lestari) menyusun kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang teknik penanaman secara terasering dan tentang budidaya tanaman kopi; membantu penyediaan bibit dan benih kopi untuk membangun Hutan Desa di Desa Malasari; mendampingi dalam proses penanaman bibit tanaman kopi dan penyediaan sarana prasarana kegiatan agroforestry tanaman kopi untuk KT Rimba Lestari. Kegiatan PKM ini meliputi 3 tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi dan monitoring. Hasil yang diperoleh mitra diantaranya: (1) Meningkatnya wawasan dan pengetahuan masyarakat tentang teknik penanaman di lahan miring dan budidaya kopi rata-rata sebesar 28%, (2) Meningkatnya sarana dan prasarana dalam menggarap lahan dengan system agroforestry yang nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, (3) Memberikan kontribusi pada konservasi tanah dan air serta dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata.Kata Kunci: Agroforestri, Kampung Nyungcung, Tanaman Buah, Tanaman Kopi