Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Expert System Analysis of Divorce Case Handling in Islamic Law Using Breadth First Search Algorithm Apdilah, Dicky; Harmayani, Harmayani; Salim Siregar, Emiel; Siregar, Aris; Andriani, Dian Ayu; Ikhwan, Ali; H Aly, Moustafa
ZERO: Jurnal Sains, Matematika dan Terapan Vol 9, No 1 (2025): Zero: Jurnal Sains Matematika dan Terapan
Publisher : UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/zero.v9i1.24342

Abstract

Divorce is a separation between spouses often triggered by domestic violence, adultery, mental illness, gambling, or polygamy. Many first-time divorce plaintiffs are unaware of the proper legal procedures and tend to rush through the process. To address this, an expert system was developed using the Breadth First Search (BFS) algorithm to provide a more structured and measurable approach to divorce filing. The system aims to simplify and clarify the divorce procedure. The development process followed Rapid Application Development (RAD), with data collected through observations, interviews, and literature review. Experimental results with a sample of 100 users showed that 85% reported increased confidence in making decisions, the time to obtain accurate information decreased by 40%, and understanding of the divorce procedure improved by 90%. The system achieved a 92% user satisfaction rate, demonstrating its effectiveness. The BFS algorithm proved to be efficient and reliable, with statistically significant improvements in user experience.
Utilization of Google Classroom as an Effective Communication Medium to Increase Student Learning Motivation (Business Communication Lecture Study) Dailami; Aris Siregar; Hadi Suriono; Sri Rahmayanti
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 2 (2025): February
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i2.10173

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of Google Classroom (GCR) as a communication medium in enhancing student learning motivation within the Management Study Program at the Faculty of Economics, Asahan University. The integration of technology and information (IT) into the education sector, particularly in higher education, has become fundamental to the academic community's lifestyle. In this research, the authors employed descriptive qualitative research methods, utilizing data collection techniques that included text messages related to lecture assignments delivered via Google Classroom. The informants for this study comprised students enrolled in the Management Study Program at the Faculty of Economics, Asahan University, specifically those in their third semester of the 2023/2024 academic year, who participated in business communication courses facilitated by lecturers utilizing Google Classroom as part of the instructional process. The selected informants were drawn from parallel classes A and B through purposive sampling techniques, including ten individuals each from classes III-F, III-G, III-E, III-J, and III-L, resulting in a total sample size of 50 participants. The findings of this study indicate that the use of GCR as a communication medium is significantly beneficial for both lecturers and students, serving as an effective tool for enhancing student academic achievement in technological competencies.
UMKM DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI DI KELURAHAN BUNUT BARAT KECAMATAN KISARAN BARAT KABUPATEN ASAHAN Normansyah Normansyah; Hadi Suriono; Aris Siregar; Rosnaida Rosnaida; Anshari Putra
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37900

Abstract

Belum kokohnya fundamental perekonomian Indonesia saat ini, mendorong pemerintah untuk terus memberdayakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), yang selanjutnya penulis akan mennggunakan singkatan ini. Sektor ini mampu menyerap tenaga kerja cukup besar dan memberi peluang bagi UMKM untuk berkembang dan bersaing dengan perusahaan yang lebih cenderung menggunakan modal besar (capital intensive). Eksistensi UMKM memang tidak dapat diragukan lagi karena terbukti mampu bertahan dan menjadi roda penggerak ekonomi, terutama pasca krisis ekonomi. Disisi lain, UMKM juga menghadapi banyak sekali permasalahan, yaitu terbatasnya modal kerja, Sumber Daya Manusia yang rendah, dan minimnya penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi (Sudaryanto dan Hanim, 2002). Kendala lain yang dihadapi UMKM adalah keterkaitan dengan prospek usaha yang kurang jelas serta perencanaan, visi dan misi yang belum mantap. Hal ini terjadi karena umumnya UMKM bersifat income gathering yaitu menaikkan pendapatan, dengan ciri-ciri sebagai berikut: merupakan usaha milik keluarga, menggunakan teknologi yang masih relatif sederhana, kurang memiliki akses permodalan (bankable), dan tidak ada pemisahan modal usaha dengan kebutuhan pribadi. Pemberdayaan UMKM di tengah arus globalisasi dan tingginya persaingan membuat UMKM harus mampu mengadapai tantangan global, seperti meningkatkan inovasi produk dan jasa, pengembangan sumber daya manusia dan teknologi, serta perluasan area pemasaran. Hal ini perlu dilakukan untuk menambah nilai jual UMKM itu sendiri, utamanya agar dapat bersaing dengan produk-produk asing yang kian membanjiri sentra industri dan manufaktur di Indonesia, mengingat UMKM adalah sektor ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia. Pada tahun 2011 UMKM mampu berandil besar terhadap penerimaan negara dengan menyumbang 61,9 persen pemasukan produk domestik bruto (PDB) melalui pembayaran pajak, yang diuraikan sebagai berikut : sektor usaha mikro menyumbang 36,28 persen PDB, sektor usaha kecil 10,9 persen, dan sektor usaha menengah 14,7 persen melalui pembayaran pajak. Sementara itu, sektor usaha besar hanya menyumbang 38,1 persen PDB melalui pembayaran pajak (BPS, 2011). Sebagian besar (hampir 99 persen), UMKM di Indonesia adalah usaha mikro di sektor informal dan pada umumnya menggunakan bahan baku lokal dengan pasar lokal. Itulah sebabnya tidak terpengaruh secara langsung oleh krisis global. Laporan World Economic Forum (WEF) 2010 menempatkan pasar Indonesia pada ranking ke-15. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia sebagai pasar yang potensial bagi negara lain. Potensi ini yang belum dimanfaatkan oleh UMKM secara maksimal. Perkembangan UMKM di Indonesia masih dihadapkan pada berbagai persoalan sehingga menyebabkan lemahnya daya saing terhadap produk impor.
UMKM DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI DI KELURAHAN SIDOMUKTI KECAMATAN KISARAN BARAT KABUPATEN ASAHAN Normansyah Normansyah; Hadi Suriono; Aris Siregar; Rosnaida Rosnaida; Anshari Putra
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.50328

Abstract

Belum kokohnya fundamental perekonomian Indonesia saat ini, mendorong pemerintah untuk terus memberdayakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), yang selanjutnya penulis akan mennggunakan singkatan ini. Sektor ini mampu menyerap tenaga kerja cukup besar dan memberi peluang bagi UMKM untuk berkembang dan bersaing dengan perusahaan yang lebih cenderung menggunakan modal besar (capital intensive). Eksistensi UMKM memang tidak dapat diragukan lagi karena terbukti mampu bertahan dan menjadi roda penggerak ekonomi, terutama pasca krisis ekonomi. Disisi lain, UMKM juga menghadapi banyak sekali permasalahan, yaitu terbatasnya modal kerja, Sumber Daya Manusia yang rendah, dan minimnya penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi (Sudaryanto dan Hanim, 2002). Kendala lain yang dihadapi UMKM adalah keterkaitan dengan prospek usaha yang kurang jelas serta perencanaan, visi dan misi yang belum mantap. Hal ini terjadi karena umumnya UMKM bersifat income gathering yaitu menaikkan pendapatan, dengan ciri- ciri sebagai berikut: merupakan usaha milik keluarga, menggunakan teknologi yang masih relatif sederhana, kurang memiliki akses permodalan (bankable), dan tidak ada pemisahan modal usaha dengan kebutuhan pribadi. Pemberdayaan UMKM di tengah arus globalisasi dan tingginya persaingan membuat UMKM harus mampu mengadapai tantangan global, seperti meningkatkan inovasi produk dan jasa, pengembangan sumber daya manusia dan teknologi, serta perluasan area pemasaran. Hal ini perlu dilakukan untuk menambah nilai jual UMKM itu sendiri, utamanya agar dapat bersaing dengan produk-produk asing yang kian membanjiri sentra industri dan manufaktur di Indonesia, mengingat UMKM adalah sektor ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja terbesar di Indonesia. Pada tahun 2011 UMKM mampu berandil besar terhadap penerimaan negara dengan menyumbang 61,9 persen pemasukan produk domestik bruto (PDB) melalui pembayaran pajak, yang diuraikan sebagai berikut : sektor usaha mikro menyumbang 36,28 persen PDB, sektor usaha kecil 10,9 persen, dan sektor usaha menengah 14,7 persen melalui pembayaran pajak. Sementara itu, sektor usaha besar hanya menyumbang 38,1 persen PDB melalui pembayaran pajak (BPS, 2011). Sebagian besar (hampir 99 persen), UMKM di Indonesia adalah usaha mikro di sektor informal dan pada umumnya menggunakan bahan baku lokal dengan pasar lokal. Itulah sebabnya tidak terpengaruh secara langsung oleh krisis global. Laporan World Economic Forum (WEF) 2010 menempatkan pasar Indonesia pada ranking ke- Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia sebagai pasar yang potensial bagi negara lain. Potensi ini yang belum dimanfaatkan oleh UMKM secara maksimal. Perkembangan UMKM di Indonesia masih dihadapkan pada berbagai persoalan sehingga menyebabkan lemahnya daya saing terhadap produk impor.
Pengaruh Stres Kerja, Komunikasi Internal dan Dukungan Organisasi terhadap Kinerja Pegawai pada Dinas Sosial Kabupaten Asahan Nanda Sri Wahyuni; Aris Siregar
SCIENTIFIC JOURNAL OF REFLECTION : Economic, Accounting, Management and Business Vol. 9 No. 3 (2026): SCIENTIFIC JOURNAL OF REFLECTION: Economic, Accounting, Management, & Business
Publisher : Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pustek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37481/sjr.v9i3.1562

Abstract

Employee performance is an important factor in achieving organizational goals, particularly in public service institutions that require effective coordination and optimal work quality. However, employee performance may be affected by several organizational factors, including excessive work stress, ineffective internal communication, and limited organizational support. Therefore, this study aims to analyze the partial and simultaneous effects of work stress, internal communication, and organizational support on employee performance. This research employed a quantitative approach with an associative research method. The respondents consisted of 63 employees selected using a saturated sampling technique. The research data were collected through the distribution of Likert-scale questionnaires. Furthermore, the data were processed using SPSS version 25 and analyzed through multiple linear regression analysis. The results of the study indicate that work stress, internal communication, and organizational support significantly affect employee performance, both partially and simultaneously. Effective communication and strong organizational support were found to improve employee performance, while excessive work stress tended to reduce work effectiveness.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional, Komunikasi Internal dan Budaya Kerja Digital terhadap Kinerja Pegawai pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Asahan Muhammad Rinaldi Prawira; Aris Siregar
SCIENTIFIC JOURNAL OF REFLECTION : Economic, Accounting, Management and Business Vol. 9 No. 3 (2026): SCIENTIFIC JOURNAL OF REFLECTION: Economic, Accounting, Management, & Business
Publisher : Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pustek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37481/sjr.v9i3.1563

Abstract

Employee performance is an important factor in supporting the effectiveness of public service delivery, especially in government institutions facing digital transformation challenges. However, employee performance can be influenced by several organizational factors, including transformational leadership, internal communication, and digital work culture. This study aims to analyze the partial and simultaneous effects of transformational leadership style, internal communication, and digital work culture on employee performance at the Communication and Informatics Office of Asahan Regency. The research applied a quantitative descriptive approach using a saturated sampling technique involving 41 employees as respondents. Data were collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression with the assistance of IBM SPSS 20. The results indicate that transformational leadership style has a positive and significant effect on employee performance with a t-value of 2.648. Internal communication also shows a significant positive effect with a t-value of 2.300, while digital work culture has the strongest influence with a t-value of 4.201. Simultaneously, the three independent variables significantly affect employee performance, as indicated by an F-value of 18.392. The coefficient of determination shows that 56.6% of employee performance is explained by transformational leadership, internal communication, and digital work culture.
PELATIHAN PENGOLAHAN BUNGA TELANG MENJADI MINUMAN KHAS MEKAR MULIO MELALUI BRANDING PRODUK DAN DIGITAL MARKETING Aris Siregar; Herman Herman; Jihan Aprilia; Novita Sari; Hilmiatus Sahla
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5342

Abstract

Abstract: Training and mentoring in processing butterfly pea flowers into a specialty drink in Mekar Mulio Village, Asahan Regency, was conducted as a form of community empowerment based on local potential. This activity aimed to improve the community's skills in processing butterfly pea flowers into a beverage with economic value and to introduce branding and digital marketing strategies as promotional tools. The implementation method consisted of socialization, hands-on training, product development mentoring, and training in the use of digital media for marketing. The results showed that the community was able to produce high-quality butterfly pea flower drinks, with attractive packaging, and a strong brand identity, namely "Telangi." Furthermore, training participants were able to utilize social media platforms such as Facebook dan Shopee to expand their market reach. This activity had a positive impact on increasing community knowledge, skills, and income. The program also opened up opportunities for the establishment of sustainable village micro-enterprises based on local potential. Keywords: Butterfly pea flowers, training, community empowerment, product branding, digital marketing. Abstrak: Pelatihan dan pendampingan pengolahan bunga telang menjadi minuman khas di Desa Mekar Mulio, Kabupaten Batubara, dilakukan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah bunga telang menjadi produk minuman bernilai ekonomi serta memperkenalkan strategi branding dan digital marketing sebagai sarana promosi. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan praktik langsung, pendampingan pembuatan produk, serta pelatihan penggunaan media digital untuk pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mampu menghasilkan produk minuman bunga telang dengan kualitas baik, kemasan menarik, serta identitas merek yang kuat, yaitu “Telangi”. Selain itu, peserta pelatihan mampu memanfaatkan media sosial seperti Facebook, dan Shopee untuk memperluas jangkauan pasar. Kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan pendapatan masyarakat. Program ini juga membuka peluang terbentuknya usaha mikro desa berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.Kata Kunci: Bunga telang, pelatihan, pemberdayaan masyarakat, branding produk, digital marketing.
PENGARUH NILAI TUKAR RUPIAH DAN INFLASI TERHADAP PRODUK DOMESTIK BRUTO DI INDONESIA Hilmiatus Sahla; Aris Siregar; Dian Ayu Andriani
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 8 No. 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4105

Abstract

Abstract: This study aims to determine the effect of the rupiah exchange rate and inflation on Indonesia's gross domestic product. The data observed for 10 years with quarter one to four data in each year, namely 2013-2022, which comes from reports and compilation publications from Bank Indonesia. The model used is multiple linear regression with ordinary least square (OLS) analysis method. The results showed that simultaneously and partially, the Rupiah Exchange Rate and inflation variables had a significant effect on Indonesia's GDP, the coefficient of determination (Adj. R2 = 0.763785) shows that this means that the variation in the Rupiah Exchange Rate and Inflation can explain the Gross Domestic Product variable in Indonesia by 76.37%, while the remaining 23.63% is explained by other variables not included in this research model. Keywords: Rupiah Exchange Rate, Inflation, Gross Domestic Product, Indonesia Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Nilai tukar rupiah  dan Inflasi terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia Data yang diamati selama 10 tahun dengan data triwulan satu sampai dengan empat pada setiap tahunnya, yaitu tahun 2013-2022, yang berasal dari laporan dan kompilasi publikasi dari Bank Indonesia. Model yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan metode analisis ordinary least square (OLS).Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan dan parsial,  variabel Nilai Tukar Rupiah  dan inflasi berpengaruh signifikan terhadap PDB Indonesia,Nilai koefisien determinasi (Adj. R2 = 0,763785) menunjukkan Hal ini berarti variasi Nilai Tukar Rupiah dan Inflasi dapat menjelaskan variabel Produk Domestik Bruto di Indonesia sebesar 76,37%, sedangkan sisanya 23,63% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam model penelitian ini. Kata kunci: Nilai Tukar Rupiah, Inflasi, Produk Domestik Bruto, Indonesia
PENGARUH RETURN ON EQUITY (ROE), DEBT TO EQUITY RATIO (DER) DAN PRICE EARNING RATIO (PER) TERHADAP PRICE BOOK VALUE (PBV) PADA PERUSAHAAN TEKNOLOGI YANG TERDAFTAR DI BEI Dian Ayu Andriani; Aris Siregar; Hilmiatus Sahla; Zulfa Khairina Batubara; Azizah Siregar
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i1.5782

Abstract

Abstract: This study aims to determine whether ROE, DER and PER simultaneously and partially affect PBV in technology companies listed on the IDX. This type of research is quantitative research that is descriptive in nature. Data analysis in this study uses a multiple regression analysis model using SPSS 20 for Windows software. Based on the results of the F test, it shows that together the ROE, DER and PER variables have an effect on PBV with a sig F value of 0.000 < significant level of 0.05 and a calculated F value (130.776)> Ftable (2.98). The results of the t test show that the ROE results show a calculated t value> ttable (2.224> 2.05183) and a significant value (0.035 ttable (4.002 > 2.05183) and a significant value (0.000 < 0.05), meaning that PER has an effect and is significant on PBV. The results of the determination coefficient test (R2), the customized R Square value is 0.511 or 51.1%. This means that 51.1% of the PBV variable can be explained by variations in the three independent variables (ROE, DER, and PER), while the remaining 48,9% are explained by other variables outside the model. Keywords: Return On Equity (ROE), Debt to Equity Ratio (DER), Price Earning Ratio (PER), and Price Book Value (PBV) Abstrak :Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ROE, DER dan PER secara simultan dan parsial berpengaruh terhadap PBV pada perusahaan teknologi yang terdaftar di BEI. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat deskriftif. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis regresi berganda dengan menggunakan software SPSS 20 for windows. Berdasarkan hasil uji F menunjukkan bahwa secara bersama-sama variabel ROE, DER dan PER mempunyai pengaruh terhadap PBV dengan hasil nilai sig F sebesar 0,000 < tingkat signifikan 0,05 dan nilai Fhitung (130,776) > Ftabel (2,98). Hasil uji t diketahui bahwa hasil ROE menunjukkan nilai thitung > ttabel (2,224 > 2,05183) dan nilai signifikan (0,035 < 0,05) artinya ROE berpengaruh dan signifikan terhadap PBV. DER menunjukkan nilai -thitung < ttabel (-2,882 < 2,05183) dan nilai signifikan (0,008 < 0,05), artinya berpengaruh DER negatif dan signifikan terhadap Price Book Value (PBV). PER menunjukkan nilai thitung > ttabel (4,002 > 2,05183) dan nilai signifikan (0,000 < 0,05), artinya PER berpengaruh dan signifikan terhadap PBV. Hasil uji koefisien determinasi (R2), nilai adjusted R Square sebesar 0,511 atau 51,1%. Hal ini berarti bahwa 51,1% variabel PBV yang bisa dijelaskan oleh variasi dari ketiga variabel independen (ROE, DER, dan PER), sedangkan sisanya 48,9 % dijelaskan oleh variabel lain di luar model. Kata kunci : Return On Equity (ROE), Debt to Equity Ratio (DER), Price Earning Ratio (PER), dan Price Book Value (PBV)
PENGARUH MOTIVASI KERJA, KEPEMIMPINAN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI DI DINAS PERDAGANGAN DAN PERINDUSTRIAN KOTA TANJUNGBALAI Nurleli Juanda; Aris Siregar
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i2.6265

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the effect of Work Motivation, Leadership, and Work Environment on Employee Work Productivity at the Department of Trade and Industry of Tanjungbalai City. The data used are primary data. This research employed a quantitative approach using multiple linear regression analysis. The results of the multiple linear regression analysis obtained the equation: Y = 0.619 + 0.379X1 + 0.366X2 + 0.328X3. The results of the simultaneous test (F test) showed that Work Motivation, Leadership, and Work Environment simultaneously have a positive and significant effect on Employee Work Productivity with an Fcount value of 16.915 > Ftable 2.75 and a significance value of 0.000 < 0.05. Partially, Work Motivation has a positive and significant effect on Employee Work Productivity with a tcount value of 2.495 > ttable 1.997 and a significance value of 0.015 < 0.05. Leadership also has a positive and significant effect with a tcount value of 4.323 > ttable 1.997 and a significance value of 0.000 < 0.05. Furthermore, Work Environment has a positive and significant effect on Employee Work Productivity with a tcount value of 2.705 > ttable 1.990 and a significance value of 0.009 < 0.05. The coefficient of determination test showed that the R Square value was 0.412, which means that 41.2% of the variation in Employee Work Productivity can be explained by Work Motivation, Leadership, and Work Environment, while the remaining 58.8% is influenced by other variables outside the research model. Keywords: Work Motivation, Leadership, Work Environment, Employee Work Productivity   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Motivasi Kerja, Kepemimpinan, dan Lingkungan Kerja terhadap Produktivitas Kerja Pegawai pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Tanjungbalai. Data yang digunakan adalah data primer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linier berganda. Hasil analisis regresi linier berganda diperoleh persamaan yaitu: Y = 0,619 + 0,379X1 + 0,366X2 + 0,328X3. Hasil uji simultan (uji F) menunjukkan bahwa Motivasi Kerja, Kepemimpinan, dan Lingkungan Kerja secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Produktivitas Kerja Pegawai dengan nilai Fhitung 16,915 > Ftabel 2,75 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Secara parsial, Motivasi Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Produktivitas Kerja Pegawai dengan nilai thitung 2,495 > ttabel 1,997 dan nilai signifikansi 0,015 < 0,05. Kepemimpinan juga berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai thitung 4,323 > ttabel 1,997 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Selanjutnya, Lingkungan Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap Produktivitas Kerja Pegawai dengan nilai thitung 2,705 > ttabel 1,990 dan nilai signifikansi 0,009 < 0,05. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa nilai R Square sebesar 0,412 yang berarti bahwa 41,2% variasi Produktivitas Kerja Pegawai dapat dijelaskan oleh Motivasi Kerja, Kepemimpinan, dan Lingkungan Kerja, sedangkan 58,8% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model penelitian. Kata Kunci: Motivasi Kerja, Kepemimpinan, Lingkungan Kerja, Produktivitas Kerja Pegawai