Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

EFEKTIVITAS PEMBERIAN PILATES EXERCISE TERHADAP FLEXIBILITY MAHASISWI UNIVERSITAS MURNI TEGUH Purba, Jhon Roby; Anggriani, Theresia; Sinaga, Tuty Swarni; Ayu, Nuri Putri
PHYSIO MOVE JOURNAL Vol 4, No 1 (2025): Physio Move Journal
Publisher : Prodi Fisioterapi UFDK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/pmj.v4i1.3478

Abstract

AbstrakFleksibilitas merupakan salah satu komponen penting kebugaran jasmani yang menunjang aktivitas fungsional dan mencegah terjadinya cedera muskuloskeletal. Mahasiswa sebagai kelompok usia produktif sering mengalami penurunan fleksibilitas akibat rutinitas akademik yang mengharuskan mereka duduk dalam waktu lama, kurangnya aktivitas fisik yang terstruktur, serta meningkatnya penggunaan gawai dalam kegiatan belajar dan hiburan. Kondisi tersebut mengakibatkan ketegangan otot dan keterbatasan rentang gerak yang berdampak pada kualitas hidup dan kinerja fisik sehari-hari. Latihan pilates dikenal sebagai metode latihan yang efektif untuk meningkatkan fleksibilitas melalui gerakan yang terkontrol dan berfokus pada stabilitas inti tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas latihan pilates dalam meningkatkan fleksibilitas pada mahasiswa murni. Metode penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pre-test dan post-test dalam satu kelompok. Sebanyak 10 orang mahasiswi yang memenuhi kriteria inklusi mengikuti program pilates selama 6 minggu dengan frekuensi latihan 3 kali seminggu. Pengukuran fleksibilitas dilakukan dengan menggunakan sit and reach test sebelum dan sesudah intervensi. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya peningkatan nilai fleksibilitas yang signifikan setelah intervensi Pilates p=0,000 (p<0,05). Nilai rata-rata sit and reach meningkat dari 9,64 ± 6,54 cm menjadi 15,36 ± 6,16 cm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah senam Pilates efektif dalam meningkatkan fleksibilitas pada mahasiswi Universitas Murni Teguh. Intervensi ini dapat direkomendasikan sebagai bagian dari program peningkatan kebugaran jasmani di lingkungan kampus, khususnya pada mahasiswi.Kata kunci: Latihan Pilates, fleksibilitas, mahasiswi, tes duduk dan meraih.
Development of Non-Medical Rehabilitation Program to Overcome Weaknesses in Hemodialized Patients in Medan City Hospital Silaen, Harsudianto; Roby Purba, Jhon; Taufik Daniel Hasibuan, Muhammad
Jurnal KESANS : Kesehatan dan Sains Vol 2 No 1 (2022): KESANS: International Journal of Health and Science
Publisher : Rifa'Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54543/kesans.v2i1.101

Abstract

Introduction: The problems that occur show that 71.0% to 92.2% of patients experience weakness and that weakness is the most important condition to be observed in patients with chronic kidney failure and it is necessary to have a program to prevent weakness before and after hemodialysis. Objective: The aim of research in research is to develop a non-medical rehabilitation program to overcome weaknesses in hemodialysis patients at Medan City Hospital and facilitate health facilities in the establishment of New Service Programs. Method: The data analysis method used is Action Research. Quantitative data analysis by testing the validity of the instrument was carried out using the Content Validity Index (CVI) with a value of 0.88, while qualitative data analysis used content analysis, namely colaizzi.  Result and Discussion: The results of this study were obtained, namely standard operating procedures for the Non-Medical Rehabilitation Program to Overcome Weaknesses in Hemodialysis Patients at Medan City Hospital. After the non-medical rehabilitation program was carried out according to the stages of this study, the 16 hemodialysis patient participants said that the weakness had decreased. Conclusion: Knowledge of human resources (nurses and therapists/physiotherapy) increases 100% with recommendations for standard operating procedures to be carried out in hospitals. This research is intended to be carried out in several hospitals that have hemodialysis and medical rehabilitation services at the level of applied research
EFEKTIVITAS PEMBERIAN BACK EXERCISE TERHADAP PENGURANGAN SKALA NYERI PADA PENDERITA NYERI PUNGGUNG BAWAH PENSIUNAN PEKERJA DI RUMAH SAKIT DIAN HARAPAN JAYAPURA Purba, Indra Gustab; Purba, Jhon Roby
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 1 No 3 (2023): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/itnj.v1i3.172

Abstract

Work position, obesity and family history of musculoskeletal disorder sufferers. Other factors that influence the incidence of low back pain include individual characteristics, namely body mass index (BMI), height, exercise habits, length of work, work position and weight of workload. Excessive weight and obesity are associated with an increase in the prevalence of low back pain. The purpose of this researcher aims to determine the Effect of the Effectiveness of Back Exercise Administration on reducing the scale of pain in retired Lower Back Pain sufferers in the hospital in Jayapura. This research method is a type of Experimental research. The research design that will be used is a one-group pre-test and post-test design to see the effectiveness of giving back pain back exercise for retirees at Dian Harapan Hospital, Jayapura. Results Of the 12 subjects of the study, 5 people (41.7%) were women and 7 people (58.3%) were men, Of the total participants had a vulnerable age of 55 - 75 years, age range of 55 -65 years as many as 6 people (50%), and 66 - 75 there were 6 people (50%) with an average and standard deviation of 65.92±4.92 retired civil servant teachers as many as 5 people (41.7%), private pensioners and retired offices of 2 people each (16.7) and retired TNI, PLN and BUMN each as many as 1 person (8.3%). Conclusion The provision of Back Exercise has an effect on reducing the scale of pain in retired Lower Back Pain sufferers at Dian Harapan Jayapura Hospital. And Back Exercise can reduce pain in Retired Lower Back Pain patients at Dian Harapan Hospital Jayapura. Abstrak Posisi kerja,kegemukan dan riwayat penyakit keluarga penderita musculoskeletal disorder. Faktor lain yang mempengaruhi kejadian nyeri punggung bawah meliputi karakteristik individu yaitu indeks masa tubuh (IMT), tinggi badan, kebiasaan olahraga, masa kerja, posisi kerja dan berat beban kerja. Berat badan berlebihan dan obesitas berhubungan dengan kenaikan prevalensi nyeri punggung bawah. Tujuan peneliti ini bertujuan Untuk mengetahui Pengaruh Efektivitas Pemberian Back Exercise terhadap pengurangan skala nyeri pada penderita Nyeri Punggung Bawah Pensiunan Di rumah sakit dian harapan Jayapura. Metode penelitian ini merupakan jenis penelitian Eksperimental. Rancangan penelitian yang akan digunakan adalah one group pre-test and post-test design untuk melihat efektivitas pemberian back exercise nyeri punggung bawah pensiunan di Rumah sakit Dian Harapan Jayapura. Hasil Dari 12 subjek penelitian, 5 orang (41,7%) adalah perempuan dan 7 orang (58,3%) adalah laki-laki, Dari keseluruhan peserta memiliki rentan usia 55 – 75 tahun, Rentang usia 55 -65 tahun sebanyak 6 orang (50%), dan 66 – 75 terdapat 6 orang (50%) dengan rata-rata dan standart deviasi 65,92±4,92.pensiunan PNS Guru sebanyak 5 orang (41,7%), Pensiunan Swasta dan pensiunan Kantor masing-masing sebanyak 2 orang (16,7) dan Pensiunan TNI, PLN dan BUMN masing – masing sebanyak 1 orang (8,3%). Kesimpulan Pemberian Back Exercise efektik terhadap pengurangan skala nyeri pada penderita Nyeri Punggung Bawah Pensiunan Pekerja Di Rumah Sakit Dian Harapan Jayapura. Dan Latihan Back Exercise dapat mengurangi nyeri pada pasien Nyeri Punggung Bawah Pensiunan pekerja Di Rumah Sakit Dian Harapan Jayapura.
PENGARUH PEMBERIAN TRANSCUTANEUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION DENGAN TERAPI LATIHAN TERHADAP PENGURANGAN NYERI SERTA PENINGKATAN LINGKUP GERAK SENDI PADA PENDERITA CAPSULITIS ADHESIVE DI RUMAH SAKIT UMUM MITRA MEDIKA TANJUNG MULIA MEDAN Sari, Dewi; Purba, Jhon Roby
Indonesian Trust Nursing Journal Vol 1 No 3 (2023): Indonesian Trust Nursing Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/itnj.v1i3.183

Abstract

Frozen shoulder (shoulder pain) e.c. Adhesive capsulitis is a condition in which there is inflammation, pain, adhesions and shortening of the joint capsule resulting in limited motion of the shoulder joint. Adhesive capsulitis causes the capsule covering the shoulder joint to shorten and contract and scar tissue forms. This condition is known as adhesive capsulitis which causes pain and stiffness and limits movement. The modalities given to this condition are Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation and Exercise Therapy. This research method is an experimental type of research. The research method that will be used is a one group pre-test and post-test design to see the administration of Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation with Exercise Therapy on reducing pain and increasing the range of motion of joints in patients with Adhesive Capsular. The sampling technique used in this study was a purposive sample technique with inclusion and exclusion criteria. The number of respondents in this study were 10 respondents. The instrument used in this study was the Musculoskeletal Instrumental Assessment. The results of the hypothesis test were carried out to determine the decrease in pain and increase in the range of motion of the joints in the treatment group using the Wilcoxon signed rank test before treatment. obtained p = 0.004 (p <0.05), while for increasing the scope of joint motion using the Paired Sample Test before treatment obtained an average pain score of 85.00 ± 9.428 after treatment the mean score of pain was 109.50 ± 12.122 in the treatment group analyzed by obtained p=0.000 (p<0.05). In conclusion, there is an effect of giving Transcutaneous electrical nerve stimulation with Exercise Therapy on reducing pain and increasing the range of motion of joints in patients with Capsular Adhesive at Mitra Medika Hospital, Tanjung Mulia, Medan. Abstrak Frozen shoulder (nyeri bahu) e.c. capsulitis adhesiva adalah keaadaan dimana terjadi peradangan, nyeri, perlengketan dan pemendekan kapsul sendi sehingga terjadi keterbatasan gerak sendi bahu. Capsulitis adhesiva menyebabkan kapsul yang membungkus sendi bahu menjadi memendek dan mengerut dan terbentuk jaringan parut. Kondisi ini dikenal sebagai adhesive capsulitis yang menyebabkan nyeri dan kekakuan dan keterbatasan gerak modalitas yang diberikan pada kondisi ini adalah Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation dan Terapi Latihan.Untuk mengetahui pengaruh pemberian TENS dengan Terapi Latihan terhadap pengurangan nyeri serta meningkatkan lingkup gerak sendi (LGS) pada penderita Capsulitis Adhesiva. Metode Penelitian ini berjenis peneitian Eksperimental. Metode penelitian yang akan digunakan adalah one group pre test and post test design untuk melihat pemberian Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation dengan Terapi Latihan terhadap pengurangan nyeri serta peningkatan lingkup gerak sendi pada penderita Capsulitis Adhesive. Teknik pengambilan sample yang digunakan pada penelitian ini ada Teknik Purposive Sample dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Jumlah responden pada penelitian ini adalah 10 responden. Instrument yang digunakan pada penelitian ini adalah Instrumental Assesment Musculoskeletal. Hasil Uji hipotesis dilakukan untuk mengetahui penurunan nyeri serta peningkatan Lingkup Gerak Sendi pada Kelompok Perlakuan menggunakan Wilcoxon signed rank test sebelum perlakuan didapat nilai skor rerata nyeri 5,90±0,738 setelah perlakuan nilai skor rerata nyeri 2,30±0,483, kelompok perlakuan yang dianalisis dengan didapat p=0,004 (p<0,05), sedangakan untuk pengingkatan Lingkup Gerak Sendi menggunakan Paired Sample Test sebelum perlakuan didapat nilai skor rerata nyeri 85,00±9,428 setelah perlakuan nilai skor rerata nyeri 109,50±12,122 kelompok perlakuan yang dianalisis dengan didapat p=0,000 (p<0,05). Kesimpulannya Adanya pengaruh Pemberian Transcutaneous electrical nerve stimulation dengan Terapi Latihan terhadap pengurangan nyeri serta peningkatan lingkup gerak sendi pada penderita Capsulitis Adhesive di Rumah Sakit Mitra Medika Tanjung Mulia Medan.
Pemberdayaan Ayah dalam Upaya Pencegahan Stunting di Desa Pematang Lalang Wahyu, Afnijar; Purba, Jhon Roby; Rudianto, Rudianto; Sinaga, Tuty Swarni; Sihombing, Erni Trirenna; Manik, Helen Kristin Manuella; Pasaribu, Lady Novelin; Tarigan, Teguh Karya Darma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2024): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v5i1.5991

Abstract

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang ditandai dengan tubuh pendek. Stunting biasa dialami oleh anak usia 6-59 bulan yang bedampak pada tingkat kecerdasan pada anak yang rendah, imunitas rendah dan produktifitas yang rendah. Penderita Stunting  biasanya rentan dengan penyakit serta kecerdasan dibawah normal. Data SSGI 2022 prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2021 sebanyak 21,6 %, target Pemerintah Indonesia pada Tahun 2024 angka Stunting dibawah dari 14 %. Penyebab terjadinya stunting multifaktor salah satunya adalah faktor social determinan of health yang meliputi lingkungan sosial (kemiskinan, pendidikan, pekerjaan, struktur keluarga dan jumlah anak), lingkungan fisik dan biologi (asupan nutrisi selama hamil, ASI, asap rokok, sanitasi dan air bersih). Desa Pematang Lalang merupakan salah satu Desa yang berada di Kabupaten Deli Serdang Kecamatan Percut Sei Tuan. Pekerjaan Ayah di Desa Pematang lalang mayoritas Petani, tingkat pendidikan ayah mayoritas lulusan sekolah menegah pertama (SMP) dan mayoritas suku Batak Toba. Suku Batak Toba menganut sistem patrilineal dimana peran ayah adalah sebagai kepala keluarga yang bekerja mencari nafkah dan kebutuhan ekonomi rumah tangga, sementara kebutuhan untuk nutrisi dan makanan yang dikonsumsi sehari-hari itu dipercayakan kepada ibu. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah memberdayakan ayah dalam pencegahan stunting dengan meningkatkan pengetahuan ayah tentang pencegahan stunting pada anak. Metode yang digunakan adalah observasi, pemberian edukasi serta evaluasi dan monitoring. Hasil dari program ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan ayah sebanyak  60 % baik dalam memberikan pola asuh dan pendampingan pada ibu untuk mencegah stunting
Pengaruh Pemberian Senam Diabetik Terhadap Peningkatan Sirkulasi Peredaran Darah Perifer Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II Di Desa Suka Mulia Hulu Kecamatan Namorambe Sembiring, Hizkianta; Purba, Jhon Roby
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8065

Abstract

Untuk mengetahui pengaruh pemberian senam diabetik terhadap peningkatan sirkulasi peredaran darah perifer pada penderita diabetes mellitus tipe II di desa suka mulia hulu kecamatan namorambe. Metode: Desain penelitian ini termasuk kuantitatif dengan pendekatan penelitian quasi eksprimen design pretest dan post test. Responden penelitian diambil dari populasi penderita Diabetes Mellitus yang berada di Desa Suka Mulia Hulu Kecamatan namorambe berjumlah 65 orang. Uji yang digunakan uji statis paired t-test dengan siginifikan p value    0.05 yang menyatakan hipotesis alternatif di terima dan dengan pembuktian dilakukan untuk membuktikan hipotesis ada Pengaruh pemberian senam diabetik pada penderita Diabetes Mellitus tipe II terhadap peningkatan sirkulasi peredaran darah perifer. Hasil: Rata-rata nilai ABI sebelum dilakukan senam kaki Diabetik adalah 0.74, dengan nilai standar deviasi 0.091, dimana nilai min 0.60 dan nilai max 0.90 dan setelah  dilakukan senam  Diabetik nilai ABI adalah 0.95 dengan standar deviasi 0.083, dimana nilai min 0.80 dan nilai max 1.20 ,hasil analisis statistic dengan menggunakan paired t-test dengan nilai p value 0.000    0.05 maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh pemberian senam diabetik pada penderita Diabetes Mellitus tipe II terhadap peningkatan sirkulasi peredaran darah perifer. Kesimpulan: pelaksanaan senam  Diabetik dapat meningkatkan sirkulasi peredaran darah perifer pada penderita Diabetes Mellitus Tipe II.Penelitian ini merekomendasikan bahwa penderita pasien Diabetes Mellitus Tipe II diharapkan untuk dapat memanfaatkan senam  Diabetik yang praktis dalam meningkatkan perfusi peredaran darah perifer atau pembuluh darah kaki sebagai pencegah terjadinya komplikasi pada penderita Diabetes Mellitus Tipe II khsusnya ke daerah kaki.
Pengembangan Model Latihan-Back Strengthening Exercise Sebagai Terapi Dasar Non Farmakologi Pada Penderita Low Back Pain Di Rumah Sakit Kota Medan Purba, Jhon Roby; Berampu, Surya Syahputra; Sembiring, Hizkianta
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8064

Abstract

Tujuan: pengembangkan model latihan back strengthening exercise sebagai terapi dasar non farmakologi pada penderita low back pain di rumah sakit kota medan. Uji yang digunakan uji statis paired t-test dengan siginifikan p value    0.05 yang menyatakan hipotesis alternatif di terima dan dengan pembuktian dilakukan untuk membuktikan hipotesis pengembangan model latihan back strengthening exercise sebagai terapi dasar non farmakologi pada penderita low back pain di rumah sakit murni teguh medan . Hasil: Rata-rata nilai nyeri sebelum dilakukan Latihan Back Strengthening Exercise adalah 5.40, dengan nilai standar deviasi 0.821, dimana nilai min 4 dan nilai max 7 dan setelah  dilakukan Latihan Back Strengthening Exercise nilai Nyeri adalah 2.80 dengan standar deviasi 0.696, dimana nilai min 2 dan nilai max 4, selain melihat nilai nyeri peneliti juga melihat nilai aktivitas fungsionalnya dengan hasil rata-rata nilai aktivitas fungsional sebelum dilakukan Latihan Back Strengthening Exercise adalah 17.50, dengan nilai standar deviasi 3.663, dimana nilai min 13 dan nilai max 26 dan setelah  dilakukan Latihan Back Strengthening Exercise nilai Aktivitas Fungsional adalah 8.25 dengan standar deviasi 4.290, dimana nilai min 2 dan nilai max 19, dengan masing – masing hasil analisis statistic dengan menggunakan paired t-test dengan nilai p value 0.000    0.05 maka dapat disimpulkan terdapat hasil yang baik dengan pemberian Latihan Latihan Back Strengthening Exercise sebagai Terapi Dasar Non Farmakologi Pada Penderita Low Back Pain di Rumah Sakit Kota Medan. Kesimpulan: Pengembangan Model Latihan Back Strengthening Exercise sebagai Terapi Dasar Non Farmakologi Pada Penderita Low Back Pain di Rumah Sakit Kota Medan sangat mempengaruhi nilai  pengurangan nyeri serta meningkatkan aktivitas fungsional pada penderita Low Back Pain di Rumah Sakit Kota Medan
The Effect of Myo Fascial Release With Red Betel Ginger Oil on Muscle Spasms in The Practice of Indepedent Physiotherapy Marendal Tuty Swarni Sinaga; Jhon Roby Purba
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 4 No. 2 (2025): IJHET JULY 2025
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Muscle spasm is a frequent musculoskeletal problem that can disrupt daily activities, reduce productivity, and decrease quality of life. Ginger (Zingiber officinale) contains bioactive compounds with thermogenic properties that can enhance blood circulation and muscle relaxation, while red betel leaf (Piper crocatum) possesses analgesic and anti-inflammatory effects that may help alleviate musculoskeletal pain. In physiotherapy practice, alternative therapies such as herbal oil rubs and manual techniques like Myofascial Release (MFR) are gaining popularity due to their non-invasive and holistic approach. Objective: This study aimed to determine the effect of combining red ginger and red betel leaf oil rub with MFR in reducing muscle spasm. Methods: This was a pre-experimental study with a one-group pre-test–post-test design. A total of 10 participants (aged 35–55 years; both male and female) with muscle spasm were recruited. Intervention consisted of topical application of red ginger and red betel leaf oil followed by MFR therapy for five consecutive days. Pain intensity was measured using the Visual Analogue Scale (VAS). Data were analyzed using paired sample t-test. Results: There was a significant decrease in VAS scores from a mean of 4.4 pre-treatment to 4.0 post-treatment. Statistical analysis revealed a highly significant difference (p < 0.000000001), indicating that the combined intervention effectively reduced muscle spasm.
The Effect Of Static By Cycle Exercise On Genu Stiffness In Osteoatritis At Pure Muurni Teguh Hospital Medan Tuty Swarni Sinaga; Jhon Roby Purba; Theresia Anggraeni; AfnizarWahyu
International Journal of Community Service Implementation Vol. 3 No. 2 (2025): IJCSI SEPTEMBER 2025
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55227/ijcsi.v3i1.332

Abstract

This community service will seek to establish the effectiveness of career preparation programs for students within the ranks of ABIM to better equip them for both higher education and the workforce. This research used a qualitative approach, incorporating workshops, interviews, and interactive sessions in the course of conducting an evaluation of the students' preparedness for careers. The findings indicated that structured career planning programs enhanced the students' confidence, knowledge about career opportunities, and preparedness to face academic and professional challenges. The study concludes that targeted interventions in career guidance are very necessary for empowering students with the necessary competencies for their future academic and career paths.