Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

IDENTIFIKASI DAN KAJIAN TEKNOLOGI SPINNING UNTUK PRODUK UKIR TEMBAGA Yuniarto Yuniarto; Yusuf Umardani; Adi Nugroho; Mohd Ridwan
Jurnal Pengabdian Vokasi Vol 3, No 4 (2024): November 2024
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpv.2024.30669

Abstract

Potensi, peluang dan keunggulan-keunggulan di desa Banaran Kecamatan Cepogo Boyolali seharusnya menjadi modal dan pendorong dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan berbasis kearifan lokal dan berorientasi nasional. Selain mendorong sektor industri logam ukir, potensi dan keunggulan lain desa Banaran Cepogo Boyolali meliputi pertanian dataran tinggi, peninggalan sejarah, seni dan budaya, pemandangan alam, waduk/embung dan potensi jasa. Solusi yang diterapkan dalam kegiatan ini pada prinsipnya mendasarkan pada potensi dan kendala yang dihadapi oleh mitra terutama Desa Tumang Banaran kecamatan Cepogo Boyolali. Potensi industri kecil dan menengah di Tumang yang relatif banyak dan padat karya akan didorong untuk membuka diri pada potensi-potensi ekonomi ikutan selain sektor utama yakni produk ukir tembaga dan sejenisnya dengan menerapkan mesin spinning berbasis mesin bubut  meliputi pendidikan (edukasi), seni dan budaya, wisata, pertanian dan produk ekonomi unggulan lain. Teknologi spinning efektif diterapkan untuk produk ukir tembaga dan kuningan dan sejenisnya. Proses pembuatan produk profil lengking pada prinsipnya terdiri dari persiapan bahan, pembentukkan dengan alat spinning, penghalusan, proses ukir dan finishing. Penggunaan mesin spinning berbasis modifikasi mesin bubut menjadikan teknologi ini lebih terjangkau bagi UMKM lokal.
MEKANISME PEMBUATAN BATIK TULIS DI KEBON INDAH BAYAT Yusuf Umardani; Seno Darmanto; Adi Nugroho; Yuniarto Yuniarto; Mohd Ridwan
Jurnal Pengabdian Vokasi Vol 3, No 4 (2024): November 2024
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpv.2024.30671

Abstract

Kegiatan pengabdian skema Iptek bagi Daerah Binaan Undip (IBDU) bagi Industri Batik Tulis di Bayat Klaten Jawa Tengah dilakukan untuk meningkatkan kualitas produksi dan menajemen berbasis ekspor. Pengembangan kelengkapan sarana anggota industri batik tulis pada saat ini diarahkan pada peningkatan kapasitas/produktitas dan kualitas produk batik tulis. Di bagian produksi, beberapa peralatan produksi yang perlu dimodifikasi atau disempurnakan meliputi peralatan perancangan (desain) dan gambar (drafting), teknik membatik, pewarnaan, perendaman, pelorotan, pengeringan dan finishing (pengepakan). Proses pembuatan batik pada kelompok Batik Tulis Kebon Indah meliputi pemotongan kain mori, membuat pola / motif, membatik (proses pencantingan), pewarnaan alami, pembilasan, pengeringan dan finishing. Pelorotan merupakan tahap penting dalam proses pembuatan batik tulis yang bertujuan untuk meluruhkan malam (lilin batik). Pembilasan merupakan tahapan lanjutan setelah proses pewarnaan dan pelorotan, yang berfungsi untuk membersihkan sisa malam, zat warna yang tidak terserap, serta residu bahan kimia atau bahan alami yang digunakan dalam proses
Strategi Komunikasi Digital Kampanye Filantropi Berbasis Pesan Religius Dan Kemanusiaan Rayhan Ahmad Zaki; Adi Nugroho; Naufal Rizqi Permana
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i2.2026.1212-1223

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi strategi komunikasi digital dalam kampanye sosial yang menggunakan pesan keagamaan dan kemanusiaan. Dalam perkembangan yang cepat terhadap media digital sebagai ruang publik baru. Organisasi filantropi mengatasi tantangan pengelolaan narasi yang dapat meningkatkan kepercayaan dan tindakan nyata masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini menganalisis model implementasi The Dragonfly Effect yang terdiri dari empat pilar, yaitu: Focus, Grab Attention, terlibat, dan Take Action pada kampanye filantropi digital Lazismu Jawa Tengah. Dalam penelitian ini, landasan teoritis yang digunakan adalah Teori Identitas Sosial untuk memahami bagaimana pesan diaktivasi melalui audiens sosial sebagai bagian dari komunitas keagamaan ataupun sebagai bagian dari masyarakat global. Dalam hasil analisis menunjukkan bahwasanya pesan keagamaan memiliki efek menarik dan juga meningkatkan perhatian melalui aktivasi kewajiban moral dan sebagai identitas spiritual. Sementara itu, pesan kesejahteraan unggul dalam membangun empati universal yang melampaui batas primordial. Dalam temuan studi kasus ini juga terlihat bahwasanya integrasi kedua narasi tersebut dalam kerangka The Dragonfly Effect mampu menciptakan siklus kampanye yang sistematis, sehingga dapat mengubah keterlibatan audiens di ruang digital menjadi tindakan nyata seperti donasi digital. Penelitian ini memberikan kesimpulan bahwasanya sinergi antara fokus tujuan dan resonansi identitas sosial menjadi kunci keberhasilan mobilisasi partisipasi publik dalam ekosistem kedermawanan digital, khususnya konteks organisasi filantropi berbasis agama di Indonesia.
Komunikasi Dalam Ritual Dan Budaya Pada Upacara Rambu Tuka’ Syukuran Tongkonan Oleh Masyarakat Toraja Inveren Three Bethris Yan Allolinggi; Adi Nugroho; Rayhan Ahmad Zaki
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i3.2026.2083-2089

Abstract

Rambu Tuka’ dalam acara syukuran rumah adat Tongkonan merupakan bentuk komunikasi budaya yang sangat penting bagi masyarakat Toraja untuk menegaskan jati diri dan memperkuat kebersamaan sosial. Namun, di tengah perkembangan zaman dan perubahan cara berpikir generasi muda, pemahaman terhadap symbol-simbol dalam ritual ini mulai mengalami penurunan makna. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pola komunikasi dalam upacara Rambu Tuka’ berlangsung serta bagaimana ritual tersebut membentuk dan mempertahankan identitas budaya masyarakat di era modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi komunikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi dalam ritual Rambu Tuka’ berfungsi sebagai sistem symbol yang menyampaikan nilai rasa syukur, asal-usul keluarga, dan pengakuan status sosial. Meskipun dikalangan generasi muda terjadi pergeseran makna dari pemahaman yang mendalam ke arah yang lebih melihat sisi penempilan atau estetika, akibat keterbatasan pemahaman bahasa dan pengaruh teknologi digital, ritual ini tetap berperan penting dalam menanamkan identitas budaya. Temuan penelitian ini juga memperlihatkan adanya usaha dari generasi tua untuk menyesuaikan cara penyampaian makna ritual, sementara generasi muda melakukan adaptasi melalui media digital sebagai bentuk upaya mempertahankan budaya. Kesimpulannya, bahwa Rambu Tuka’ bukan hanya sekadar tradisi perayaan, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat Toraja untuk merundingkan dan menjaga identitas mereka, dengan menghubungkan nilai-nilai masa lalu dengan kehidupan modern saat ini.
Komunikasi Duka dalam Ruang Digital: Strategi Ekspresi Duka Pasca Kehilangan Anggota Keluarga Riska Ulfaziah; Adi Nugroho
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 10, No 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v10i3.2026.2090-2099

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi duka individu yang mengalami kehilangan anggota keluarga dan mengekspresikan kesedihan melalui mediamengeksplorasi  sosial, khususnya Instagram. Dengan pendekatan kualitatif fenomenologis dan teknik Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), penelitian ini pengalaman hidup lima informan yang secara aktif menggunakan ruang digital sebagai sarana coping emosional. Temuan menunjukkan bahwa praktik berkabung digital tidak hanya berfungsi sebagai wadah ekspresi, tetapi juga sebagai mekanisme untuk mempertahankan ikatan berkelanjutan dengan almarhum, sesuai dengan Continuing Bonds Theory. Media sosial memfasilitasi pengelolaan memori, penataan ulang relasi simbolik, serta penciptaan ruang reflektif bagi individu yang berduka. Namun, penelitian ini juga mengungkap ambivalensi ruang digital, di mana dukungan empatik sering kali bersifat dangkal dan diatur oleh norma sosial mengenai bagaimana kesedihan seharusnya dikomunikasikan. Dalam konteks budaya kolektivis, duka dipahami sebagai proses relasional yang tidak linear, sarat negosiasi makna, dan dipengaruhi oleh nilai keluarga serta ekspektasi sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi duka digital merupakan praktik sosial-budaya yang kompleks, bukan sekadar fenomena teknologi.
Kapital Relasional dan Konversi Modal Bourdieu Studi Kasus Band Pyong Pyong Haris Yuliyanto; Adi Nugroho; Panji Mukadis
MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 5 No. 3 (2026): Agustus 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/mukasi.v5i3.7140

Abstract

In Indonesia, subculture tend to be associated negatively. However some of music band still exist and expanding even though with the kind of attribute that attached to them.  The view from Pierre Bourdieu about cultural have been used by us to study capital conversion by Pyong Pyong, a music band in Pop Punk genre.  This study offer novelty from the study orientation point of view, thus most of the previous study focus on visual commodification, as we offer the study of the dynamic of music agency in the music ecosystem. As for the data analysis, we conducted interview and documentation archive gathering. There are points that have been found that one of their advantages compare to other bands is their consistency. This consistency reflected by the high traffic earned by Pyong Pyong in the internet and social media. This achievement did not stand exclusively by built by inclusive pattern and with the sustainability principle. Future studies can explore comparative study with other Pop Punk bands from other cities such as Bandung, Surakarta, Yogyakarta, and many more to test generalization of the model, or inviting perspective from other Band in  Semarang.