Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Penyuluhan Dalam Pemeriksaan Kadar Asam Urat Pada Lansia Di Upt Puskesmas Rantang Medan Sembiring, Terang U; Denrison Purba; Erlan Aritonang; Malemta Tarigan; Erni Zebua; Winda I Zebua
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 5 No. 2 (2024): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia di atas usia enam puluh tahun, kesehatan fisik dan mental seringkali memburuk, setelah itu kemampuan tubuh dalam menahan berbagai serangan penyakit menurun. Asam urat merupakan produk akhir metabolisme purin dalam tubuh. Kelebihan asam urat tidak diserap oleh tubuh dan tidak dimetabolisme secara sempurna sehingga menyebabkan peningkatan asam urat dalam darah yang disebut hipererucemia. Asam urat didiagnosis bila hasil laboratorium menunjukkan kadar asam lemak lebih dari 7 mg/dl pada pria dan lebih dari 6 mg/dl pada wanita. Umumnya penyakit ini menyerang pada lansia, dimana kemampuan tubuh untuk memetabolisme purin menurun, baik yang terdapat pada bahan pangan maupun dari hasil pemecahan purin dari asam nukleat. Dalam serum, urat berbentuk natrium urat, sedangkan dalam saluran urine, urat berbentuk asam urat. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan secara deskriptif yaitu untuk mengetahui gambaran kadar asam urat pada lansia di UPT Puskesmas Rantang Medan. Pengambilan sampel penelitian dilakukan pada lansia yang berusia 60-74 tahun yang berjumlah 30 sampel dengan menggunakan metode Stick (Accu Check). Dalam penelitian yang telah dilakukan pada 30 sampel menunjukkan hasil kadar asam urat meningkat sebanyak 21 sampel (70%) dan kadar asam urat yang normal 19 sampel (30%). Kadar asam urat Normal berdasarkan jenis kelamin pada laki-laki sebanyak 5 sampel (16,66%) dan perempuan sebanyak 4 sampel (13,33%). Kadar asam urat meningkat berdasarkan jenis kelamin laki-laki 4 sampel (13,33%) dan perempuan 21 sampel (69,99%). Dapat disimpulkan bahwa berdasarkan penelitian Kadar asam urat akan mengalami peningkatan terhadap lansia,terutama pada wanita sebayak 21 sampel (69,99%).
Peningkatan Kesadaran Siswa Terhadap Kadar Gula Darah Melalui Program Edukasi Kesehatan Di Sekolah Aritonang, Erlan; Marti Silfia; Terang Uli. J Sembiring; Denrison Purba
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 1 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan merupakan hal penting dalam kaitannya dengan produktivitas seseorang. Gaya hidup yang tidak sehat seperti mengkonsumsi makanan dan minuman manis adalah salah satu faktor penyebab kadar glukosa darah yang tinggi pada usia produktif. Glukosa darah merupakan gula yang berada dalam darah yang terbentuk dari karbohidrat dalam makanan dan disimpan sebagai glikogen di hati dan otot rangka. Glukosa dapat diubah menjadi glukagon melalui proses glikogenesis dalam sintesis glukagon melalui proses posttranslasi, sehingga glukagon berperan penting dalam menjaga keseimbangan kadar gula darah dalam tubuh. Pemeriksaan glukosa darah sewaktu salah satu pemeriksaan screaning diabetes mellitus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Pemeriksaan Kadar Glukosa Darah Sewaktu Metode Point Of Care Testing (POCT) Pada siswa/i YPI AMIR HAMZAH. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan random sampling. Sampel yang digunakan adalah darah kapiler. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 21 November 2024 di sekolah YPI AMIR HAMZAH dengan sampel sebanyak 20 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kadar glukosa darah sewaktu mahasiswa memiliki hasil normal.
PENYULUHAN DAN SKRINING PROTEIN URIN UNTUK IBU HAMIL TRIMESTER II DAN III DI KLINIK PRATAMA WIPA MEDAN Aritonang, Erlan; Malemta Tarigan; Terang Uli. J Sembiring; Denrison Purba
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 6 No. 2 (2025): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v6i2.6187

Abstract

Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intra uteri mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai permulaan persalinan.Trimester II dan III yaitu periode 6 bulan terakhir dalam kehamilan, yang dimulai dari minggu ke-13 sampai minggu ke-40.Proteinuria merupakan suatu keadaan abnormal dimana protein urin meningkat akibat penyempitan pembuluh darah dan berkurangnya kapasitas tubulus ginjal mereabsorbsi protein yang telah difiltrasi. Protein urin pada Ibu hamil trimester II dan III sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan hipertensi dan edema yang merupakan gejala dari preeklamsia. Protein urin dikatakan patologis jika kadar protein dalam urin ≥300 mg/24 jam atau +2 pada dipstik. Ada 3 langkah proses pembentukan urin yaitu : filtrasi (penyaringan), reabsorbsi (penyerapan kembali), dan sekresi (pengeluaran zat berbentuk cairan). Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui gambaran protein urin pada ibu hamil trimester II dan III di Klinik Pratama WIPA Medan.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif.Pengambilan sampel penelitian dilakukan pada ibu hamil trimester II dan III sebanyak 20 sampel dengan menggunakan metode asam asetat 6%. Sampel yang digunakan adalah urin sewaktu pada ibu hamil trimester II dan III yang disimpan dalam wadah (pot) urin tertutup serta diberi label. Penelitian dilakukan dari April sampai dengan Mei 2025 di Laboratorium Terpadu Universitas Sari Mutiara Indonesia. Dari hasil penelitian yang dilakukan pada 20 sampel, menunjukkan hasil protein urin yang positif 1(+) sebanyak 3 orang (30%) dan hasil negatif (-) sebanyak 7 orang (70%) pada trimester II. Sedangkan pada trimester III diperoleh hasil protein urin positif 1 (+) sebanyak 3 orang (30%), positif 2(++) sebanyak 1 orang (1%), dan negatif(-) sebanyak 6 orang (60%). Frekuensi positif terbanyak terdapat pada usia kehamilan trimester III yaitu sebanyak 4 orang (40%). Hasil ini menunjukkan bahwa ibu hamil trimester III lebih banyak kemungkinan mengalami preeklamsia di banding ibu hamil trimester II.
Pemeriksaan Hitung Jenis Sel Monosit Pada Penderita Tuberkulosis Paru di Rumah Sakit Khusus Paru Medan Yuswardi W, Dicky; Denrison Purba; Hafifah Syahpadilla
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 5 No. 1 (2023): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberculosis is an infectious disease caused by the bacteria Mycobacterium tuberculosis with a percentage of 80% that most often occurs in the lungs. Transmission of TB itself can be through droplets of sputum when coughing or sneezing and can infect other healthy people. Diagnosis of TB is based on history and physical examination as well as other supporting examinations, namely radiological and bacteriological examinations. Monocytes are the largest leukocyte cell type. Its cell nucleus has fine chromatin granules that bend in the shape of a kidney/mung bean seed. Monocytes have two functions, namely as phagocytes of microorganisms (especially fungi and bacteria) and other foreign bodies, and play a role in immune reactions. This type of research is descriptive which aims to determine the percentage of monocyte cells in patients with pulmonary tuberculosis. This research was conducted in June-July 2023 at the Pulmonary Specialized Hospital with a sample of 10 people. Based on the results of the study, the number of monocytes increased by 6 people (60%) and normal by 4 people (40%). Increased monocyte counts can occur because they have not received or have not completed initial treatment for 2 months. Normal monocyte cells are due to having received treatment for 2 months. Suggestions for patients with pulmonary tuberculosis both who have and have not received 2 months of treatment should continue with 6 months of treatment and conduct periodic inspection.
Gambaran Kadar Hemoglobin Pada Penderita Tuberkulosis Paru Di Uptd Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Utara Sembiring, Terang U; Erlan Aritonang; Denrison Purba; Malemta Tarigan; Agnes Sawinda; Winda Irawati Zebua
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 6 No. 1 (2024): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. Tuberculosis is an infectious disease that can cause various complications, one of which is anemia. Anemia is charaterized by a decrease in hemoglobin levels, a protein in red blood cells thet gives blood its red color. This decrease in hemoglobin levels in tuberculosis patients can be caused by poor nutrional status. The aim of this study was to determine the hemoglobin levels in pulmonary tuberculosis patients at the UPTD Special Paru Hospital of North Sumatera Province. This descriptive study aimed to describe the hemoglobin levels in pulmonary tuberculosis patients who met the petermined sample criteria. A total of 20 pulmonary tuberculosis patients who underwent hemoglobin examination were random selected. Hemoglobin examination was performed using a hematology analyzer. The result showed that 9 patients (45%) had hemoglobin levels below normal values, while 11 patiens (55%) had normal hemoglobin levels. As for the conclusion of this study,most new TB sufferers are found with normal HB levels. The advice is that all those with lung Tuberculosis should do a complete examination so that the sufferer can know his body health and maintain a healthy pattern of life.
Gambaran Jumlah Sel Monosit dan Sel Limfosit Pada Penderita Tuberkulosis Paru di UPTD Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Utara Sembiring, Terang U; Silfia, Marti; Erlan Aritonan; Denrison Purba
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 6 No. 2 (2024): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulmonary TB is a chronic infection when associated with M.TB germs. Most mycobacterium tuberculosis germs infect the lungs, this triggers the cause of pulmonary tuberculosis, but these bacteria can infect other parts of the body. Transmission of tuberculosis can be caused by AFB Positive sufferers, AFB Negative sufferers and infections by inhaling air containing sputum microscopically. Tuberculosis is the main cause of monocytosis and lymphopenia. Monocytes are the body's immune response to detect tuberculosis in the form of cellular reactions and formation of the immune response is greatly influenced by the beginning. the body to tuberculosis in cellular reactions and as the main cells forming tubercles, monocytosis is an increase in the number above 900 / mm³. A decrease in the number of lymphocytes indicates an active tuberculosis process; Lymphocytes play an important role in the adaptive immune system against mycobacterium tuberculosis. A decrease in the number of lymphocytes is called lymphopenia below 2000/µL. The purpose of this study was to determine how many monocytes and lymphocytes were found in individuals suffering from pulmonary tuberculosis. Primary and secondary data were used to describe the study design. The laboratory examination method that uses this methodology is automatic, namely the Cell-dyn Emerald 22 hematology analyzer. From the results of the study at the UPTD Special Lung Hospital of North Sumatra Province, 20 samples examined contained 11 samples in a state of monocytosis (55%), 3 samples experienced monocytopenia (15%), and 6 samples with normal monocytes (30%). In lymphocytes there were 2 samples in a state of lymphocytosis (10%), 13 samples in a state of lymphopenia (65%) and 5 samples of normal lymphocytes (25%). An increase in monocytes indicates the activity of tubercle formation in the blood as a sign of active spread of tuberculosis and a decrease in lymphocytes indicates an increased risk of bacterial growth, and the body's ability to fight infection is hampered, resulting in permanent damage and causing lung complications.
GAMBARAN JUMLAH TROMBOSIT PADA PENDERITA DEMAM TIPOID DI RSU SARI MUTIARA LUBUK PAKAM TAHUN 2025 Aritonang, Erlan; Marti Silfia; Malemta Tarigan; Denrison Purba
JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS) Vol. 7 No. 1 (2025): JURNAL TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/tekesnos.v7i1.6110

Abstract

Demam tifoid adalah infeksi yang dikarenakan oleh bakteri Salmonela typhi, yang dapat menyerang bagian saluran pencernaan. Penyakit ini adalah penyakit menular kronis yang bisa menyerang baik anak kecil maupun orang yang sudah umur 18 tahun ke atas. Menurut yang sudah tercatat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2017, diperkirakan anatara 17 juta kematian terjadi setiap tahunnya akibat demam tifoid.Pencarian ini untuk bertujuan menggambarkan jumlah trombosit di pemderita demam tifoid di RSU Sari Mutiara Lubuk Pakam pada tahun 2024. Bersifat deskriptif, pencarian ini dilakukan di bulan Juni 2024. Untuk mendeskripsikan jumlah trombosit, digunakan alat hematology analyzer, dengan pengambilan 15 sampel secara acak (random sampling).Dari hasil penelitian, terlibat 3 pasien perempuan dan 12 pasien laki-laki. Dari 10 sampel darah (66,7%), jumlah trombosit ditemukan dalam batas normal, yaitu antara 150. 000 hingga 400. 000 mm³, sedangkan 5 sampel darah (33,33%) menunjukkan jumlah trombosit di bawah 150. 000 mm³. Dengan demikian, karakteristik yang paling umum dari penyakit demam tifoid di RSU Sari Mutiara Lubuk Pakam pada tahun 2025 adalah laki-laki dengan persentase 80%, sementara perempuan mencakup 20%.