Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

A Qualitative Analysis of the Experiences of Drug Rehabilitation Clients in Facing Social Stigma Dery Zelviro Ronanda; Miftahuddin Miftahuddin; M. Fahli Zatrahadi; Silawati Silawati
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 11 No. 1 (2026): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/086818011

Abstract

This study aims to explore and understand the experiences of drug rehabilitation clients in confronting social stigma in the city of Pekanbaru, Indonesia. Using a qualitative approach with a phenomenological design, the research involved 10 participants selected through purposive sampling. Data were collected via semi-structured in-depth interviews and analyzed thematically. Results identified five major themes: (1) external stigma manifested as labeling, discrimination, and social rejection; (2) self-stigma as the internalization of negative societal views; (3) active coping strategies including self-proving, spirituality, and cognitive reframing; (4) the dual impact of stigma on the recovery process; and (5) the protective role of social support. These findings affirm that the success of drug rehabilitation is not solely determined by clinical intervention, but also by the conditions of social acceptance and environmental support surrounding the individual.
Peran konselor dalam pendampingan psikologis terhadap korban kekerasan seksual Ade Tiara Novita; Silawati Silawati
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 11 No. 2 (2026): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/027063jpgi0005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran konselor dalam pendampingan psikologis terhadap korban kekerasan seksual di Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Provinsi Riau. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Tiga informan kunci dipilih secara purposif, terdiri dari konselor umum, konselor psikolog, dan konselor hukum yang bertugas di UPT PPA. Validitas data dijamin melalui triangulasi sumber dan ketekunan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran konselor terwujud dalam dua fungsi utama sesuai teori Rogers, yakni fasilitator dan reflektor. Sebagai fasilitator, konselor menyediakan layanan terintegrasi dan gratis mulai dari asesmen awal trauma, konseling individu berkala, pendampingan hukum-medis, hingga monitoring pemulihan. Sebagai reflektor, konselor memantulkan emosi korban, mengklarifikasi perasaan, dan menegaskan penerimaan tanpa penghakiman. Proses membangun rasa aman dilakukan melalui pendekatan bertahap, empati mendalam, bahasa sederhana sesuai usia korban, dan jaminan kerahasiaan. Secara keseluruhan, pendampingan psikologis di UPT PPA Provinsi Riau telah berlangsung secara holistik, humanis, dan berpusat pada kebutuhan korban, sehingga mendukung pemulihan mental yang efektif.