Claim Missing Document
Check
Articles

Found 42 Documents
Search
Journal : Culture

Lauak Baniek: Kearifan Lokal Masyarakat Nagari Sungai Durian dalam Pemanfaatan Sumberdaya Lokal Berkontribusi dalam Pembangunan Nagari Rian Fauzi; Erianjoni Erianjoni; Erda Fitriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 1 No 3 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (March 2020)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v1i3.36

Abstract

Artikel ini membahas mengenai lauak baniek di Nagari Sungai Durian Kabupaten Padang Pariaman.Lauak baniek merupakan bentuk pelestarian ikan secara tradisional oleh masyarakat nagari, yang tujuannya digunakan untuk pembangunan nagari.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kearifan lokal lauak baniek sertakontribusinya dalam pembangunan nagari.Penelitian ini dianalisis denganteori modernisasi perspektif baru yang dikembangkan oleh Michael R. Dove.Penelitian ini merupakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian etnografi. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah informan 22 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipasi dan wawancara mendalam.Data yang diperoleh dianalisis dengan mengacu pada model analisis James P Spradley. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengelolaan lauak baniek memiliki nilai-nilai yang arif terhadap pelestarian ikan, sungai dan juga memiliki nilai kerja sama serta wujud persatuan masyarakat. Lauak baniek ternyata berkontribusi bagi pembangunan Nagari seperti pembangunan tempat ibadah, kegiatan kepemudaan, sarana serta perekonomian masyarakat.
Makna Upacara Kematian Malapeh-lapeh bagi Masyarakat Nagari Taluak Pesisir Selatan Besfi Apri Yolanda; Emizal Amri; Erda Fitriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 1 No 3 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (March 2020)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v1i3.37

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna upacara kematian malapeh-lapeh bagi masyarakat Nagari Taluak Pesisir Selatan. Upacara kematian merupakan bagian penting dalam lingkaran hidup manusia. Kematian tidak hanya merupakan proses peralihan manusia yang berpindah kehidupan ke alam roh, namun bagi suatu masyarakat terdapat makna yang dalam, sehingga upacara ini sangat penting dilaksanakan. Masyarakat nagari melaksanakan rangkaian upacara kematian yang biasa dilakukan oleh masyarakat Islam Minangkabau, akan tetapi sedikit berbeda dengan daerah lain yaitu adanya upacara malapeh lapeh. Penelitian ini merupakan penelitian etnografi dengan teknik pemilihan informan dilakukan melalui purposive sampling yang berjumlah 30 orang. Data dikumpulkan melalui observasi partisipasi, wawancara mendalam dan studi dokumen. Data yang diperoleh dianalisis mengacu pada model analisis interpretatif yang dikembangkan oleh Clifford Geertz. Hasil penelitian makna dari upacara malapeh-lapeh adalah, sebagai penghargaan terhadap ninik mamak, nilai solidaritas sosial dalam masyarakat dan identitas masyarakat Nagari.
Peran Ninik Mamak dalam Pilkada Geri Purnama; Eka Vidya Putra; Erda Fitriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 3 No 2 (2021): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (December 2021)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v3i2.38

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan peran ninik mamak dalam mempengaruhi pilihan politik warga di Desa Sebukar Kecamatan Sitinjau Laut Kabupaten Kerinci. Teori menganalisis permasalahan yaitu teori jaringan yang dikemukakan oleh Barry Wellman. Penelitian ini dilakukan dengan penelitian kualitatif dengan tipe penelitian etnografi. Untuk pemilihan informan dilakukan cara purposive sampling. informan pada penelitian ini berjumlah 33 orang. Data dikumpulkan dengan observasi non partisipasi, wawancara mendalam, untuk pengujian keabsahan data menggunakan triangulasi data berupa metode, sumber dan waktu penelitian. Kemudian dianalisis dengan model interaktif analisis yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman melalui langkah-langkah yaitu: mereduksi data, mendisplay data, dan penarikan kesimpulan. Temuan hasil penelitian ini, menunjukkan peran ninik mamak dalam memepengaruh pilihan politik warga di Desa Sebukar antara lain sebagai berikut: (1) Meberikan Izin Kampanye (2) Menyatukan Pemahaman, (3) Menfasilitasi Kandidat Kampanye, dan (4) Mengarahkan Masyarakat.
Modal Sosial Orang Rimba Bagi Pendidikan Formal Anak Murni Purwasih; Erda Fitriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 1 No 4 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2020)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v1i4.39

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan modal sosial Orang Rimba pada pendidikan formal tepatnya pada anak-anak Orang Rimba yang sekolah di SDN 89/VII Desa Pulau Lintang Kecamatan BathinVIII Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi. Teori yang digunakan untuk menganalisis penelitian ini ialah teori modal sosial yang dikemukakan oleh Putnam. Menurut Putnam modal sosial adalah jaringan-jaringan, nilai-nilai, dan kepercayaan. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus serta teknik pemilihan informan yaitu snowball sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam, dokumentasi dengan teknik analisis data dari Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan modal sosial yang dimiliki Orang Rimba untuk meyekolahkan anak-anak pada pendidikan formal yaitu (1). Jaringan, dimana dengan adanya hubungan sosial yang sudah dijalin masyarakat Orang Rimba dengan pemerintah dan guru nonformal maka membuka wawasan pengetahuan mereka untuk menyekolahkan anak mereka ke pendidikan formal; (2). Nilai dan Norma, nilai yang dianut Orang Rimba yaitu nilai kesopanan, nilai saling menghargai dan nilai saling tolong menolong; (3). Kepercayaan, kepercayaan Orang Rimba dengan hubungan sosial yang sudah terjalin antara Orang Rimba dengan pemerintah, guru pendidikan nonformal dan pendeta; Jenis modal sosial yang ada pada masyarakat Orang Rimba adalah jenis modal sosial bonding dan bridging.
Respon Orang Minangkabau Terhadap Kasus Kawin Sasuku Rizka Khairani; Erda Fitriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 1 No 4 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2020)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v1i4.40

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan respon orang Minangkabau terhadap kasus kawin sasuku di Nagari Sako Utara Pasia Talang. Kawin sasuku merupakan sesuatu yang dilarang secara adat Minangkabau, akan tetapi di nagari ini kawin sasuku terjadi. Teori yang digunakan dalam menganalisis penelitian ini ialah Teori Pertukaran oleh Peter M. Blau. Metodelogi yang dipakai dalam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif dengan menggunakan tipe studi kasus serta teknik pemilihan informan purposive sampling. Dalam pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik analisis data menggunakan Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa respon orang Minangkabau terhadap kasus kawin sasuku pada masyarakat Nagari Sako Utara Pasia Talang Kecamatan Sungai Pagu Kabupaten Solok Selatan yaitu : 1) Respon positif karena perilaku ini tidak dilarang dalam agama; 2) Respon positif karena perilaku ini dapat menghindari zina; 3) Respon negatif karena tidak sesuai dengan aturan adat; 4) pelaku mendapat sanksi adat berupa dikucilkan dalam masyarakat; 5) hubungan pelaku dengan warga masyarakat menjadi tidak harmonis.
Peran Urang Sumando dalam Baralek di Kalumbuk Kecamatan Kuranji Kota Padang Sumatera Barat Mutiara Mutiara; Desy Mardhiah; Erda Fitriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 1 No 4 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2020)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v1i4.41

Abstract

Artikel ini membahas tentang peran urang sumando dalam baralek di Kalumbuk. Urang sumando ikut berpartisipasi pada saat sebelum menikah, pada saat baralek sampai sesudah baralek. Penelitian ini dianalisis dengan teori fungsionalisme struktural oleh Radcliffe-Brown. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian etnografi. Hasil penelitian mengungkapkan adanya peran urang sumando dalam baralek di Kalumbuk Kecamatan Kuranji Kota Padang Sumatera Barat. Urang sumando yang memiliki peran saat acara baralek bukan hanya urang sumando dari pihak keluarga tetapi seluruh urang sumando yang ada di Kalumbuk akan ikut berpartisipasi pada saat acara baralek mulai dari sebelum menikah, pada waktu baralek dan sesudah baralek. Adapun peran urang sumando pada saat baralek di Kalumbuk yaitu mulai dari sebelum menikah yaitu, mancaliak minantu, mambuek hari, maagiah gala. Peran urang sumando pada waktu baralek yaitu, manjapuik marapulai, manunggu manjapuik marapulai, malakek kain dan manatiang dan peran urang sumando sesudah baralek yaitu, manjapuik marapulai malam dan manunggu manjapuik marapulai malam.
Nanjoak Umoah: Upacara Adat Penyembuhan Luka Bakar di Desa Pulau Tengah Kerinci Andrianus Andrianus; Delmira Syafrini; Erda Fitriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 1 No 4 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2020)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v1i4.42

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan makna dari upacara Nanjoak Umoh di Desa Pulau Tengah Kecamatan Keliling Danau Kabupaten Kerinci. Penelitian ini dianalisis dengan teori interpretativisme simbolik oleh Clifford Geertz. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Pemilihan informan secara purposive sampling sebanyak 29 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, dan observasi partisipasi, dianalisis dengan model interaktif. Hasil penelitian mengungkapkan makna Upacara Nanjoak umoh di desa Pulau Tengah Kecamatan Keliling Danau Kabupaten Kerinci secara emik yaitu (1) menghukum orang dan keluarga korban luka bakar atas kelalaiannya, (2) sebagai wujud maaf kapada seluruh para pengurus adat Desa Pulau Tengah dan kepada masyarakat sekitar tempat tinggalnya, (3) untuk meminta do’a kesembuhan kepada seluruh peserta upacara tradisi Nanjoak Umoh. Selain dari itu juga peneliti menemukan makna Nanjoak Umoh secara Etik yaitu adanya (1) Keyakinan bahwa Nanjoak Umoh obat yang ampuh menyembuhkan luka bakar;(2) Sebagai pembelajaran; (3) Memperkuat Solidaritas Sosial; (4) Menunjukkan Identitas.
Ritual Ngunggah Beras dalam Acara Ewoh Orang Jawa di Dharmasraya Lipah Walinda Sari; Emizal Amri; Erda Fitriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 1 No 4 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (June 2020)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v1i4.45

Abstract

Artikel ini ditulis berdasarkan penelitian mengenai ritual ngunggah beras dalam acara Ewoh orang Jawa di Jorong Aur Jaya Nagari Koto Padang. Dilihat dari segi pendekatannya, penelitian ini termasuk kualitatif dengan tipe etnografi. Pemilihan informan dilakukan dengan cara purposive sampling,dan data dianalisis dengan perspektif teori Interpretatif yang dikemukakan oleh Clifford Geertz. Hasil penelitian mengungkapkan, makna ritual ngunggah beras bagi masyarakat Jorong Aur Jaya mengadopsi makna; (1) penghormatan terhadap Dewi Sri dan roh nenek moyang; (2) wahana untuk menjauhkan dan melindungi masyarakat dari bahaya; (3) menunjukkan prestise bagi orang Jawa; dan (4) wujud kebersamaan, keempat temuan tersebut mengidentifikasi bahwa singkretisme di kalangan orang Jawa di Jorong Aur Jaya.
Dampak Boyband EXO Style Bagi komunitas EXO-L Sumbar Elwa Moneta; Erda Fitriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 2 No 1 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2020)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v2i1.49

Abstract

Penelitianaini bertujuan untuk menjelaskan dampak Boyband EXO Style bagi komunitas EXO-L Sumbar di Kota Padang. Temuan penelitian dianalisis denganamenggunakanateori Imitasi yang dikembangkan oleh Gabriel Tarde. Penelitian ini menggunakannpendekatannkualitatiffdengan tipe penelitian studiikasus. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa dampak Boyband EXO style bagi Komunitas EXO-L Sumbar diantaranya (1) anggota komunitas mengikuti style Idol K pop, mulai dari cara berpakaian hingga make-up (2) berbahasa (Korea, Jepang, China dan Inggris) menjadi lancar karena anggota Komunitas EXO-L Sumbar menyukai lagu-lagu Boyband EXO (3) mengembangkan Hobi bernyanyi dan dance dengan musik-musik Boyband EXO (4) perilaku Konsumtif, membeli barang-barang yang berkaitan dengan Boyband EXO, (5) anggota meniru cara hormat orang korea serta rasa sensitif terhadap berita Boyband EXO. (6) kurang disiplin, lupa dengan waktu dan lupa untuk melakukan yang harus dilakukan karena menaruh perhatian lebih kepada Boyband EXO.
Jaringan Sosial Tanah Ombak dalam Mengembangkan Budaya Literasi Anisaq Qastalani Sajidah; Erda Fitriani
Culture & Society: Journal Of Anthropological Research Vol 2 No 1 (2020): Culture & Society: Journal of Anthropological Research (September 2020)
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/csjar.v2i1.50

Abstract

Latarbelakang penelitian ini adalah munculnya jaringan sosial Tanah Ombak untuk mengembangkan budaya literasi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan apa bentuk jaringan sosial Tanah Ombak dalam mengembangkan budaya literasi di Kampung Purus III, Kelurahan Purus, Kecamatan Padang Barat. Metode penelitian yang digunakan pendekatan kualitatif dengan tipe penelitian studi kasus. Pemilihan informan secara purposive sampling dengan jumlah 13 informan. Pengumpulan data dilakukan secara observasi partisipasi pasif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa : A. Jaringan Sosial yang dilakukan Tanah Ombak diantaranya: 1) Jaringan Sosial Pertemanan, 2) Jaringan Sosial dengan Pihak Pemerintah Daerah, 3) Jaringan Sosial dengan Pihak LSM, 4)Jaringan Sosial dengan Pihak CSR Perusahaan, 5) Jaringan Melalui Media Sosial.