Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI SAWI PAKCOY (Brassica rapa subsp. chinensis) PADA LAHAN URBAN FARMING DI KECAMATAN AMPENAN KOTA MATARAM Marzuki, Ahmad; Muhsin, Muhsin; Rosadi, Narita Amni; Mariana, Mariana
JURNAL AGRIMANSION Vol 24 No 3 (2023): Jurnal Agrimansion Desember 2023
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agrimansion.v24i3.1585

Abstract

Abstrak Penelitian ini telah dilaksanakan di Kecamatan Ampenan Kota Mataram Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuai (1) Pendapatan usaha tani sawi pakcoy pada lahan Urban Farming Di Kecamatan Ampenan Kota Mataram, (2) Kelayakan usahatani Sawi Pakcoy Pada lahan Urban Farming di Kecamatan Ampenan Kota Mataram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptip. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara Purposive Sampling dan dari 10 Kelurahan di ambil 3 Kelurahan, yaitu : Kelurahan Ampenan Utara, Ampenan Selatan dan Kelurahan Pejarakan Karya dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Variabel-variabel dalam penelitian ini meliputi (1) Biaya Produksi, (2) Produksi, (3) Nilai Produksi, (4) Pendapatan, (5) Kelayakan (B/C Ratio). Pengumpulan data dilakukan dengan tekhnik wawancara langsung dengan responden menggunakan quisioner yang telah disiapkan dan dilaksanakan pada bulan April 2023. Sampel penelitian ini adalah petani yang melakukan usahatani Sawi Pakcoy Kecamatan Ampenan Kota Mataram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata total biaya tetap yang dikeluarkan responden usahatani Sawi Pakcoy adalah sebesar Rp. 292.723., dan rata-rata biaya tidak tetap sebesar Rp. 1.063.904.,. Sedangkan rata-rata total biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp. 1.356.627,. Rata-rata total penerimaan yang diperoleh responden usahatani Sawi Pakcoy sebesar Rp.3.110.400.,- rata-rata total biaya produksi sebesar Rp. 1.356.627,- dan rata-rata pendapatan sebesar Rp. 1.753.773,,. Selanjutnya rata-rata B/C Ratio usahatani Sawi Pakcoy di Kecamatan Ampenan Kota Mataram adalah sebesar 2,29. Artinya usahatani Sawi Pakcoy di Kecamatan Ampenan Kota Mataram layak untuk diusahakan. Kata Kunci : Biaya, Pendapatan dan Kelayakan
Contribution of Trigona Honey Bee Business (Trigona sp) to Farmers' Income in Bengkaung Village, West Lombok Regency Ramdiawan, Ramdiawan; Herdiana, Herdiana; Rosadi, Narita Amni
Kompartemen: Kumpulan Orientasi Pasar Konsumen Vol 1 No 2 (2023): Kompartemen: Kumpulan Orientasi Pasar Konsumen
Publisher : Management Science Doctoral Program, Pasundan University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56457/kompartemen.v1i2.424

Abstract

The research was conducted in Bengkaung Village, Batu Layar District, West Lombok Regency with the aim of finding out farmers' income from Trigona Honey Bee (Trigona sp.) cultivation and plantation farming as well as analyzing the contribution of Trigona Honey Bee cultivation to the total of farmers' income. The research uses primary data and secondary data. Primary data was obtained from interviews with farmers, while secondary data was obtained from related agencies. The number of respondents was 36 farmers. The data analysis took the form of income analysis, cost analysis and analysis of the percentage of contribution of the Trigona Honey Bee cultivation business to the total of farmers' income. The results show that the average annual income of farmers from the Trigona Honey Bee cultivation business is IDR. 15,162,075 while the average total income of farmers per year is IDR. 35,914,739 which means the contribution of the Trigona Honey Bee Cultivation is 42%. Meanwhile, the obstacles faced in cultivating Trigona Honey Bee are the shortages of bee's food during the rainy season, predator interference, lack of post-harvest knowledge which causes the queen of the bee to die during the harvesting process and the farmers' ignorance of good honey harvest times.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SELADA (Lactuca Sativa L.) PADA BERBAGAI DOSIS PUPUK KASCING DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR DAUN GAMAL Narita Amni Rosadi; Nurlailah Mappanganro
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 01 (2022): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/ht.v2i01.1062

Abstract

Selada merupakan tanaman hortikultura yang mempunyai nilai gizi dan bermanfaat bagi kesehatan. Selada mempunyai prospek pemasaran yang cerah karena produksinya belum mencukupi kebutuhan masyarakat. Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil dan produktivitas tanaman selada adalah dengan melakukan pemupukan yang baik. Konsep pembangunan pertanian berkelanjutan sangat mengutamakan penggunaan pupuk organik dalam penerapannya terutama dalam konsep pertanian organik. Pupuk kascing merupakan salah satu jenis dari pupuk organik padat yang sangat baik untuk kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman. Sedangkan pupuk organik cair (POC) daun gamal merupakan POC yang bahan bakunya bersumber dari bahan alami yaitu daun gamal yang mengandung berbagai hara esensial yang cukup tinggi bagi pemenuhan hara bagi tanaman. POC pada penelitian ini adalah dibuat sendiri dan pengujiannya dikombinasikan dengan pupuk kascing yang diaplikasikan pada tanaman selada. Adapun tujuan khusus penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai dosis pupuk kascing dan konsentrasi POC daun gamal terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada (Lactuca sativa L.) serta untuk mengetahui dosis pupuk kascing dan konsetrasi POC daun gamal yang terbaik bagi pertumbuhan dan produksi tanaman selada (Lactuca sativa L). Metode penelitian bersifat validation atau menguji, yaitu menguji pengaruh satu atau lebih variabel terhadap variabel lainnya. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak lengkap (RAL) faktorial 2 faktor dengan menggunakan pupuk kascing sebagai faktor I dan POC daun gamal sebagai faktor II. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa pemberian poc daun gamal dengan doses 15 g (K0G3) mampu mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman selada. Dosis ini memberikan respon terbaik untuk pertumbuhan tanaman selada
Kelayakan Usahatani Vanili (Tanaman Sela) di Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah Mansyur, Mansyur; Anwar, Khairil; Rosadi, Narita Amni
Astina: Jurnal Ekonomi Utama Vol 2 No 3 (2023): Jurnal Ekonomi Utama (Juria)
Publisher : CV. Astina Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55903/juria.v2i3.130

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa Pemepek Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan dan kelayakan Usahatani Vanili sebagai tanaman sela pada tanaman perkebunan. Untuk mengetahui besarnya pendapatan usahatani vanili dapat dihitung menggunakan rumus I = TR – TC, sedangkan untuk mengetahui kelayakan usahatani dapat dihitung dengan alat analisis Revenue Cost Ratio (R/C Ratio). Desa Pemepek terpilih sebagai lokasi penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling, menggunakan 30 responden yang ditentukan secara quota sampling dan pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara langsung dengan responden menggunakan kuesioner yang disiapkan dan dilaksanakan pada bulan Mei 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan usahatani vanili (tanaman sela) di Desa Pemepek Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah sebesar Rp6.532.969,00 per ha per tahun, dengan nilai RC Ratio = 3,08. Hal ini berarti usahatani vanili (tanaman sela) dapat menguntungkan dan layak untuk dikembangkan. Permasalahan utama pada usahatani vanili di Desa Pemepek adalah kendala teknis pemeliharaan sebesar 50% dari jumlah responden, hal ini disebabkan minimnya pengetahuan terhadap teknik pengendalian hama dan penyakit pada tanaman vanili.
Analisis Rantai Pasok Usaha Tani Semangka Varietas Praya (Study Kasus Di Desa Pengantap) Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat Sianim, Sianim; Rosadi, Narita Amni; Rengganis, Baiq Santi
Spectrum: Multidisciplinary Journal Vol. 1 No. 3 (2024): Spectrum: Multidisciplinary Journal
Publisher : Sapta Arga Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,05% pada tahun 2023, dengan kontribusi yang signifikan dari sektor pertanian, termasuk buah semangka. Meskipun demikian, usahatani semangka di daerah penelitian belum dikembangkan secara optimal, dengan produktivitas yang masih rendah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik survei, melibatkan 25 responden yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan bersih rata-rata petani semangka adalah Rp. 53.750.000 per hektar, dengan efisiensi yang tinggi dalam rantai pasok. Dua saluran pemasaran utama diidentifikasi: saluran pertama melibatkan petani, pengepul, dan pengecer, sedangkan saluran kedua melibatkan petani dan pengepul langsung ke konsumen akhir. Analisis menunjukkan bahwa saluran pemasaran pertama menghasilkan nilai share petani sebesar 86,69%, sementara saluran kedua menghasilkan 92,00%. Kedua saluran pemasaran dianggap efisien dengan nilai farmer’s share di atas 50%. Untuk meningkatkan efisiensi dan keuntungan, disarankan agar petani mempertimbangkan strategi pemasaran langsung kepada pedagang besar atau pengecer. Penelitian ini menyoroti pentingnya pengembangan teknik budidaya dan pengelolaan lahan yang lebih baik untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani semangka di Kabupaten Lombok Barat.
Sosialisasi dan pelatihan Pembuatan Sabun Mandi menggunakan Hasil Bumi Desa Aik Bukaq Rosadi, Narita Amni; Amnesty, Lara; Hardi, M. Jaya; Delasintia, Nisa; Wahyudin, Pahmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (JPMN) Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus 2024 - Januari 2025
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jpmn.v4i2.3085

Abstract

Aik Bukaq Village is one of the villages rich in natural resources such as coconuts, herbal plants, and essential oils. However, this potential has not been fully utilized to improve the community's economy. To overcome this, socialization and training were carried out on making natural-based bath soap from village agricultural products. This activity aims to empower the community by providing knowledge and skills in making bath soap with high economic value. The methods used in this training include three main stages: socialization, demonstration, and direct practice. At the socialization stage, participants are given an understanding of the importance of utilizing local resources for value-added products. At the demonstration stage, the instructor shows how to make bath soap with coconut oil, essential oils, and other natural ingredients available in Aik Bukaq Village. Furthermore, at the direct practice stage, participants are invited to practice the soap-making process themselves, starting from mixing ingredients, printing, to product packaging. The results of this training show that participants are able to produce good quality bath soap, and understand the overall production process. Several bath soap products produced have a distinctive aroma from local essential oils, which is an additional selling point. In addition, this training also succeeded in increasing public awareness of the economic potential of utilizing local agricultural products. In the future, it is hoped that participants can produce soap independently and make it one of the village's superior products that can be marketed more widely. Thus, this activity not only improves community skills but also contributes to improving economic welfare in Aik Bukaq Village.
Trigona Honey Bee Cultivation Business Contribution (Trigona Sp) on The Income of Farm Households in Pemepek Village Pringgarata Sub-District Central Lombok Regency Sari, Dewi Sahmin Puspita; Rosadi, Narita Amni; Rengganis, Baiq Santi
Implikasi: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia Vol 1 No 2 (2023): Implikasi: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia
Publisher : Management Science Doctoral Program, Pasundan University, Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56457/implikasi.v1i2.455

Abstract

The objectives of this research are: (1) To determine the costs and income of honey bee cultivation businesses Trigona sp In Pemepek Village, Pringgarata Sub-District, Central Lombok Regency; (2) Knowing the magnitude of the contribution of the honey bee cultivation business Trigona sp on farmer household income; (3) Knowing what obstacles are faced by honey bee cultivation businesses Trigona sp. In this research the method used is the descriptive method. Determination of the sample area was carried out using purposive sampling, while the data collection technique was carried out using a census. The research results show that: (1) Average production costs for honey bee cultivation businesses Trigona sp amounting to IDR 134,663,- per one production or IDR 403,989,- per year (3 production times). The average honey production produced is 0.11 liters per stop or 2.15 liters per production or 6.45 liters per year with a price at the farmer level of IDR 300,000, so that the average revenue is IDR 646,000 per one. times production or IDR 1,938,000 per year. And the average income of honey bee farmers is IDR 511,337 per production or IDR 1,534,011 per year. (2) Contribution of honey bee business Trigona sp to farmer household income of IDR 1,501,789,- or 14.11% of the total income of IDR 10,874,204,- per year, which comes from farming IDR 5,085,193,- or 46.76% and non-agricultural business IDR 4,255,000,- or 39.13%; (3) The main obstacles faced by honey bee business actors Trigona sp are weak financial management of honey bee cultivation businesses, reduced raw materials for bees' main consumption which are produced from various trees or plants that produce resin, nectar and pollen, reduced honey stocks, the presence of pests and diseases, low consumer confidence in the quality of honey.
Sosialisasi dan pelatihan Pembuatan Sabun Mandi menggunakan Hasil Bumi Desa Aik Bukaq Rosadi, Narita Amni; Amnesty, Lara; Hardi, M. Jaya; Delasintia, Nisa; Wahyudin, Pahmi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara (JPMN) Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus 2024 - Januari 2025
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jpmn.v4i2.3085

Abstract

Aik Bukaq Village is one of the villages rich in natural resources such as coconuts, herbal plants, and essential oils. However, this potential has not been fully utilized to improve the community's economy. To overcome this, socialization and training were carried out on making natural-based bath soap from village agricultural products. This activity aims to empower the community by providing knowledge and skills in making bath soap with high economic value. The methods used in this training include three main stages: socialization, demonstration, and direct practice. At the socialization stage, participants are given an understanding of the importance of utilizing local resources for value-added products. At the demonstration stage, the instructor shows how to make bath soap with coconut oil, essential oils, and other natural ingredients available in Aik Bukaq Village. Furthermore, at the direct practice stage, participants are invited to practice the soap-making process themselves, starting from mixing ingredients, printing, to product packaging. The results of this training show that participants are able to produce good quality bath soap, and understand the overall production process. Several bath soap products produced have a distinctive aroma from local essential oils, which is an additional selling point. In addition, this training also succeeded in increasing public awareness of the economic potential of utilizing local agricultural products. In the future, it is hoped that participants can produce soap independently and make it one of the village's superior products that can be marketed more widely. Thus, this activity not only improves community skills but also contributes to improving economic welfare in Aik Bukaq Village.
Kontribusi Usaha Kerajinan Eceng Gondok Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Petani Di Desa Batujai Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Islami, Hujjatul; Herdiana, Herdiana; Rosadi, Narita Amni
JIMP: Jurnal Ilmiah Manajemen Profetik Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Manajemen Profetik
Publisher : Program Studi Manajemen, STIE Hidayatullah, Depok, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55182/jimp.v2i2.494

Abstract

Eceng gondok (Eichhornia crassipes) merupakan tumbuhan gulma yang pertumbuhannya mudah berkembang dengan cepat dalam satu perairan. Eceng gondok juga memiliki potensi ekonomi yang dapat di manfaatkan sebagai kerajinan untuk menambah pendapatan rumah tangga petani. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Batujai Kecamatan Praya Barat Kabupaten Lombok Tengah. Tujuan penelitianai ini adalah untuk mengetahuai (1) berapa pendapatan petani dalam usaha kerajinan eceng gondok (2) menganalisis kontribusi pendapatan rumah tangga petani dalam usaha kerajinan eceng gondok (3) kendala yang dihadapi rumah tangga petani dalam memanfaatkan tanaman eceng gondok. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode diskriptif kuantitatif, Pengumpulan data dilakukan dengan Teknik wawancara secara langsung dengan responden menggunakan kuesioner. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive sampling dari 19 dusun diambil 2 dusun yaitu dusun wage dan dusun mengelok dengan jumlah 30 orang responden. Variable-variabel dalam penelitian ini meliputi (1) biaya produksi (2) produksi (3) nilai produksi (4) pendapatan (5) kontribusi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) rata-rata pendapatan yang diterima petani dalam usaha tani padi per tahun sebesar Rp. 35.266.667 (2) pendapatan rata-rata usaha kerajinan eceng gondok Rp 10.011.132 dalam satu tahun produksi (3) kontribusi usaha kerajina eceng gondok terhadap pendapatan rumah tangga petani di desa batujai kecamatan praya barat kabupaten lombik Tengah sebesar 28,37% dari total pendapatan usaha kerajinan eceng gondok. Kendala kendala yang di hadapi pengarajin eceng gondok dalah pemasaran, tanaman eceng gondok kurang berkaulitas dan modal.
Perbandingan Pendapatan Usaha Pengerajin Sapu Ijuk Dengan Pengerajin Sapu Lidi Di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat Mudiana, Sula; Herdiana, Herdiana; Rosadi, Narita Amni
JIMP: Jurnal Ilmiah Manajemen Profetik Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Manajemen Profetik
Publisher : Program Studi Manajemen, STIE Hidayatullah, Depok, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55182/jimp.v3i2.586

Abstract

Sapu ijuk adalah alat pembersih yang terbuat dari serat ijuk, yaitu serat alami yang berasal dari pohon aren/enau, Tanaman ini menghasilkan serat yang bernilai tambah salah satu produk yang dapat dikembangkan adalah sapu. Sapu ijuk dan sapu lidi merupakan produk turunan yang berasal dari pohon aren/enau. Kedua produk ini adalah hasil dari hilirisasi produk dari tanaman pertanian yang dapat dimanfaatkan. Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat merupakan daerah penghasil kerajinan sapu ijuk dan sapu lidi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Gegerung Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbandingan pendapatan usaha pengerajin sapu ijuk dan sapu lidi di kecamatan lingsar, kabupaten lombok barat. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data primer melalui wawancara dan survei terhadap pengerajin kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan bulanan pengerajin sapu ijuk sebesar Rp. 4.091.591 lebih tinggi dibandingkan pengerajin sapu lidi yang meraih Rp. 3.390.378 per bulan. Perbandingan pendapatan tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti biaya produksi, harga jual, tingkat permintaan pasar, serta efisiensi proses produksi. Selain faktor internal usaha, ketersedian bahan baku dan akses pasar juga mempengaruhi tingkat keuntungan yang diperoleh. Berdasarkan hasil analisis, disarankan peningkatan akses pasar dan optomalisasi proses produksi sebagai strategi untuk meningkatkan pendapatan pengerajin. Penelitian ini diharpakan dapat menjadi referensi pengembangan usaha kerajinan tradisionel di wilayah tersebut.