Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Perbandingan Pendapatan Usaha Pengerajin Sapu Ijuk Dengan Pengerajin Sapu Lidi Di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat Mudiana, Sula; Herdiana, Herdiana; Rosadi, Narita Amni
JIMP: Jurnal Ilmiah Manajemen Profetik Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Manajemen Profetik
Publisher : Program Studi Manajemen, STIE Hidayatullah, Depok, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55182/jimp.v3i2.586

Abstract

Sapu ijuk adalah alat pembersih yang terbuat dari serat ijuk, yaitu serat alami yang berasal dari pohon aren/enau, Tanaman ini menghasilkan serat yang bernilai tambah salah satu produk yang dapat dikembangkan adalah sapu. Sapu ijuk dan sapu lidi merupakan produk turunan yang berasal dari pohon aren/enau. Kedua produk ini adalah hasil dari hilirisasi produk dari tanaman pertanian yang dapat dimanfaatkan. Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat merupakan daerah penghasil kerajinan sapu ijuk dan sapu lidi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Gegerung Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbandingan pendapatan usaha pengerajin sapu ijuk dan sapu lidi di kecamatan lingsar, kabupaten lombok barat. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data primer melalui wawancara dan survei terhadap pengerajin kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan bulanan pengerajin sapu ijuk sebesar Rp. 4.091.591 lebih tinggi dibandingkan pengerajin sapu lidi yang meraih Rp. 3.390.378 per bulan. Perbandingan pendapatan tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti biaya produksi, harga jual, tingkat permintaan pasar, serta efisiensi proses produksi. Selain faktor internal usaha, ketersedian bahan baku dan akses pasar juga mempengaruhi tingkat keuntungan yang diperoleh. Berdasarkan hasil analisis, disarankan peningkatan akses pasar dan optomalisasi proses produksi sebagai strategi untuk meningkatkan pendapatan pengerajin. Penelitian ini diharpakan dapat menjadi referensi pengembangan usaha kerajinan tradisionel di wilayah tersebut.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengolahan Air Nira Aren Menjadi Minuman Kemasan yang Bernilai Ekonomis di Desa Gelangsar Kabupaten Lombok Barat Juniawan, Alvin; Syuhriatin, Syuhriatin; Rosadi, Narita Amni
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 6 No. 2 (2025): May
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v6i2.14902

Abstract

This Community Service aims to improve the knowledge and skills of the members of the "Batu Beleq" farmer group in processing Palm Water into Packaged Drinks with Economical Value. The method of implementing this service used training through the stages of survey, socialization, and practice. The participants of this service were the Palm Farmer group in Gelangsar Village, West Lombok Regency with a total of 30 participants, involving students of the Faculty of Science and Agriculture. The results of this service showed the increased knowledge and skills of participants in processing palm water using packaging tools and UV light sterilization without additional chemicals. In addition, participants had the ability to package palm water products that are durable and long lasting.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DI DESA AIK DEWA KECAMATAN PERINGGASELA KABUPATEN LOMBOK TIMUR Narita Amni Rosadi; Baiq Inggar Weni
Ruang Cendekia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Ruang Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/ruangcendekia.v1i1.32

Abstract

Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari tanaman dan atau hewan terdiri atas bahan organik yang telah melalui proses rekayasa. Adapun kandungan bahan organik tanah yang rendah akan mengakibatkan kekurangan daya serap dan efisiensi pupuk, dan berkurangnya sebagian unsur hara dari lingkungan perakaran. Pemberian bahan organik merupakan salah satu cara untuk memperbaiki kualitas lahan, meskipun kandungan hara dari bahan organik umumnya lebih rendah dibanding pupuk kimia. Potensi sampah organik, terutama dari daerah perkotaan berpenduduk padat sangat tinggi. Sebagian besar sampah dari pemukiman (rumah tangga) berupa sampah organik, yang proporsinya dapat mencapai 78%. Sampah organik ini umumnya bersifat biodegradable, yaitu dapat terurai menjadi senyawa-senyawa. Metode pelatihan pupuk organic di lakukan di desa Aik dewa kecamatan peringgasela kabupaten Lombok timur NTB dengan cara sosilisasi dan praktek membuat pupuk cair organic. Pelatihan dihadiri oleh masyarakat dan pemuda karang taruna. Di kantor desa aik dewa. Kegiatan ini digagas oleh mahsiswa KKN Universitas Islam Al-Azhar Mataram. Adapun Kesimpulan dari kegiatan ini: Kegiatan pengabdian masyarakat di masyarakat dan pemuda karang taruna Lombok timur dengan menambah pengetahuan dan keterampilan mengolah sampah menjadi rupiah, Masyarakat dapat melestarikan lingkungan dengan menggunakan pupuk organik, dan mendapatkan penghasilan tambahan dari penjualan pupuk organic cair.
Organoleptic quality of vegetable floss made from papaya and sweet potato Dwiani, Afe; Rosadi, Narita Amni
Jurnal Agrotek Ummat Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Agrotek Ummat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jau.v10i2.14189

Abstract

Meat floss is a food that is usually consumed as a side dish for rice. Currently, floss products are not only made from animal materials but can also use vegetable ingredients such as papaya. Papaya is an ingredient that is widely found as well as sweet potatoes and also the addition of sweet potatoes can improve organoleptic properties. This study aims to determine the organoleptic quality properties of vegetable shredded made from papaya and sweet potato. In this study using a completely randomized design (CRD), namely the formula of papaya and sweet potato, the treatment consisted of B1, namely papaya 30% and sweet potato 70%; B2, papaya 40% and sweet potato 60%; B3, papaya 50% and sweet potato 50%; B4, papaya 60% and sweet potato 40% and B5, papaya 70% and sweet potato 30%. Data analysis using analysis of variance (ANOVA) using Microsoft Excel and SPSS version 16. The organoleptic test results showed that the formula of papaya and sweet potato did not significantly affect the color, texture and taste parameters of both hedonic and scoring tests. Hedonic organoleptic test results of vegetable shredded made from sweet potato and papaya specifications of color, taste and texture with each criterion is like. The results of the vegetable shredded scoring test with the criteria of yellow color, crispy texture and no papaya flavor. Based on the results of hedonic organoleptic tests and scoring, the best/selected treatment is B5 (papaya 70% and sweet potato 30%).