Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Tinjauan teknik pengeringan dalam proses pemanasan untuk produksi pakan ternak Gumilar, Najwa Hegyra; Nyimas Popi Indriani; Abun
Agrivet : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner) Vol. 13 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/agrivet.v13i1.13794

Abstract

Drying is a crucial heat processing technique in animal feed production, used to reduce moisture content, extend shelf life, and maintain nutritional stability. Various methods have been applied, ranging from conventional convective drying (using ovens and solar energy) to advanced technologies such as microwave, infrared, freeze drying, vacuum, and hybrid drying. Each method has specific advantages and limitations in terms of energy efficiency, preservation of bioactive compounds, and effects on digestibility and feed palatability. This review examines the working principles of each method and their impact on nutrient quality, with a focus on process efficiency and the final feed value. Based on current literature, freeze and vacuum drying are superior in preserving heat-sensitive vitamins and compounds, while spray and fluidized bed drying enhance uniformity and feed intake. On the other hand, conventional techniques remain relevant due to their cost-effectiveness and simplicity. Therefore, when selecting a drying method, it is essential to consider the characteristics of the feed material and the formulation objective to ensure high-quality and sustainable feed production.
PENGARUH PENAMBAHAN TEBON JAGUNG DAN AMPAS TAHU TERHADAP KUALITAS FISIK DAN PH SILASE Centrocema pubescens : The Effect of Adding Corn Stover and Tofu Waste on the Physical Quality and pH of Centrosema pubescens Silage Egifta Noela Sitepu; Nyimas Popi Indriani; Yulianri Rizki Yanza; Muhammad Ariana Setiawan
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 2 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i2.1897

Abstract

Ketersediaan hijauan sangat bergantung pada musim sehingga peternak mengalami kesulitan dalam menjaga kuantitas dan kualitas hijauan terutama pada musim kemarau. Centrocema pubescens bersifat perennial yaitu dapat hidup lebih dari satu tahun sehingga membuat legum ini berpotensi menjadi alternatif. Pemanfaatan tanaman sentro dapat dimaksimalkan secara optimal dengan upaya mempertahankan nutrien melalui teknologi silase.  Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan dan 5 ulangan yaitu P1 = Centrocema pubescens, P2 = Centrocema pubescens 50% + tebon jagung 50%, P3 = Centrocema pubescens 50% + ampas tahu 50%. Data jamur, warna, aroma dan tekstur dianalisis menggunakan analisis kruskall walis dengan uji lanjut Dunn, sementara pH menggunakan analisis ANOVA dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap perlakuan memberikan pengaruh berbeda nyata terhadap semua parameter yang diamati (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan P2 menghasilkan kualitas fisik silase yang optimal ditunjukkan dengan tidak tumbuh jamur, warna silase hijau terang, aroma agak busuk, tekstur silase tidak berlendir dan padat serta kadar pH silase yang cenderung rendah. Hal ini menunjukkan bahwa silase dengan campuran tebon jagung lebih efektif untuk mempertahankan kualitas fisik silase. Silase dengan campuran ampas tahu lebih baik dalam mempertahankan kadar pH silase agar tetap dalam kondisi asam.   Kata kunci: Legum, Centrocema pubescens, Silase, Kualitas Fisik, Kadar pH