Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Sosiohumaniora

DAMPAK POLA KEMITRAAN PERUNGGASAN TERHADAP POSISI TAWAR PETERNAK DI KABUPATEN BANDUNG Marina Sulistyati; Munandar Sulaeman; Siti Homzah
Sosiohumaniora Vol 6, No 2 (2004): SOSIOHUMANIORA, JULI 2004
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v6i2.5309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: a) menganalisis pola kemitraan perunggasan peternak ayam ras yang sedang berjalan di Kabupaten Bandung. b) menganalisis dampak pola kemitraan perunggasan terhadap posisi tawar peternak ayam ras di Kabupaten Bandung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif untuk mengidentifikasi pola kemitraan yang ada dan mengkaji kategori-kategori dari data kualitatif. Tujuannya untuk mengungkap secara obyektif tindakan dan makna tindakan. Pendekatan ini berorientasi pada proses dan pencarian tentang makna kasusnya dengan harapan akan memperoleh suatu generalisasi tentang apa yang menjadi dasar terjadinya kasus (Munandar, 2004). Penelitian dilakukan di Kabupaten Bandung yang ditentukan secara purposive dengan alasan Kabupaten Bandung merupakan basis kegiatan PIR perunggasan. Analisis dilakukan dengan cara interpretatif, yaitu memahami secara mendalam (verstehen) tentang simbol makna yang menjadi latar dari kegiatan usahanya. Dari hasil analisis diambil simpulan sebagai berikut: 1. Empat pola kemitraan perunggasan yang berlangsung di Kabupaten Bandung tidak secara langsung antara peternak sebagai plasma dengan industri pabrikan, tetapi dimediasi oleh suatu badan atau perusahaan yang menjembatani antara peternak dengan perusahaan sebagai inti, bahkan badan atau perusahaan tersebut juga merupakan anak perusahaan atau kepanjangan tangan dari perusahaan pabrikan. Akibatnya nilai ekonomi kontrak kerjasama kemitraan menjadi tidak efisien bagi peternak. 2. Pada umumnya pola kemitraan yang dikembangkan oleh para pengusaha pabrik menimbulkan dampak posisi tawar peternak semakin lemah apabila berhadapan dengan para pengusaha pabrik, hal ini disebabkan sistem perjanjian yang dibangunnya adalah berdasarkan kepentingan dan kemampuan daya kontrol pengusaha besar. Kata Kunci: Pola kemitraan, perunggasan, posisi tawar
RESOLUSI KONFLIK PENDEKATAN ILMIAH MODERN DAN MODEL TRADISIONAL BERBASIS PENGETAHUAN LOKAL (Kasus di Desa Gadingan Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu) M. Munandar Sulaeman
Sosiohumaniora Vol 17, No 1 (2015): SOSIOHUMANIORA, MARET 2015
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.858 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v17i1.5671

Abstract

Resolusi konflik yang konvensional sering dilakukan dengan resolusi model pemikiran ilmiahmodern yang berasal dari teori Barat. Hal yang unik kalau dalam resolusi konflik pedesaan selain pendekatanilmiah modern, juga dilakukan dengan model tradisional berbasis pengetahuan lokal pendekatan magis, dimanaperempuan mendapat tugas dan berinisiatif untuk berkiprah dalam resolusi konflik tersebut. Tujuan Penelitian iniadalah untuk mengetahui proses konflik dan mekanisme menyelesaikan konflik, baik melalui pendekatan ilmiahmodern maupun model tradisional yang berbasis pengetahuan lokal; serta bagaimana tanggapan masyarakatterhadap model mekanisme resolusi konflik tersebut. Metode penelitian dilakukan dengan disain studi kasus,melalui pendekatan kualitatif. Informan diambil dari warga masyarakat aktor konflik serta perempuan yang terlibatresolusi konflik (15 orang). Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara, yang digunakan untuk mengambildata melalui observasi dan diskusi kelompok terarah (20 orang). Analisis data dilakukan dengan pemahamanmendalam (verstehen) dengan tahapan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Validitas datadengan konsep triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaikan konflik telah dilakukan denganpendekatan ilmiah modern dan mekanisme pola tradisional, berbasis pengetahuan lokal pendekatan magis, dimanaperempuan telah dilibatkan dan bertindak sebagai tameng dengan cara nudis, berani berkorban dengan resikoberupa beban moral dan psikologis demi keselamatan dan kedamaian. Tanggapan masyarakat terhadap peranperempuan positif, baik secara kognitif, afektif maupun tindakan.Kata kunci : Resolusi konflik, tradisional, pengetahuan lokal.
DASAR-DASAR KONFLIK DAN MODEL RESOLUSI KONFLIK PADA MASYARAKAT DESA PANTURA JABAR M. Munandar Sulaeman
Sosiohumaniora Vol 12, No 2 (2010): SOSIOHUMANIORA, JULI 2010
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.723 KB) | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v12i2.5449

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui apa prasyarat kondisi konflik dan dasar-dasar konflik; Bagaimana keterkaitan nilai sosial budaya atau tradisi dengan terjadinya konflik antar warga dan resolusi konflik. Metode penelitian adalah studi kasus pendekatan kualitatif; Informan diambil secara purposive. Hasil penelitian : Prasyarat kondisi yang mencukupi (sufficiency condition) konflik yaitu: Pertama tradisi minuman keras sebagai simbol hiburan hajatan, yang terlembagakan melalui kesenian tradisional. Kedua, akibat tingginya sensitivitas pribadi, krisis identitas dan harga diri yang menuntut perhatian. Dasar-dasar terjadinya konflik adalah adanya perbedaan atau kontradiksi orientasi nilai sosial dan degradasi pemaknaan nilai sosial budaya dan upacara tradisi. Nilai sosial budaya (tradisi ritual dan seni) memiliki potensi sebagai modal sosial perdamaian karena sifatnya dapat memotivasi dan menumbuhkan perdamaian serta kondusif menggalang dan menumbuhkan kerjasama, tanggungjawab, penyelesaikan masalah bersama, meluaskan jaringan hubungan sosial, rasa solidaritas sosial dan kejujuran. Pemerintah dan masyarakat harus menumbuhkan nilai sosial budaya damai dan harmoni dengan sistem kondusif yang mengaktualisaskan dan merevitalisasi seni dan upacara tradisional melalui pencerahan rasional, logis dan agamis serta professional. Kata kunci: Dasar Dasar Konflik , Resolusi Konflik.