Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Energi Pada Proses Pengolahan Teh Hitam Ortodoks (Studi Kasus PT. Perkebunan Nusantara Viii Kebun Gedeh, Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat) Totok Herwanto; Sarifah Nurjanah; Muhammad Saukat; Salman Hafidz
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 12, No 1 (2018): TEKNOTAN, April 2018
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3057.313 KB) | DOI: 10.24198/jt.vol12n1.7

Abstract

Pada proses pengolahan teh membutuhkan energi yang cukup besar sehingga diperlukan suatu analisis sebagai upaya dalam menentukan strategi yang tepat terkait dengan penghematan energi pada rangkaian proses produksi teh hitam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif menggunakan kuesioner, dimana analisis energi dihitung berdasarkan penggunaan energi pada setiap kegiatan dan menghitung konsumsi energi tenaga manusia dan energi sarana produksi lalu dideskripsikan melalui analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi teh hitam khususnya pada proses pengolahan dengan sistem ortodoks menggunakan masukan energi (tanpa energi tak langsung) 26.223,772 MJ/ton dan 73.034,359 MJ/ton (dengan energi tak langsung). Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa perusahaan masuk dalam kuadran I yaitu kondisi dimana perlunya strategi memanfaatkan peluang untuk meningkatkan kekuatan. Strategi dan peluang penghematan energi yang dapat dilakukan dalam proses pengolahan teh hitam ini adalah dengan cara memelihara dan memperbaiki sarana-prasarana pendukung proses pengolahan teh hitam ortodoks terutama pada mesin Heat Exchanger dan penggunaan listrik yang lebih bijak untuk dapat menekan jumlah penggunaan bahan bakar dan waktu proses pengolahan.Kata kunci: Analisis energi, pengolahan teh, ortodoks
IDENTIFIKASI KAWASAN RESAPAN AIR TANAH DI KABUPATEN SUMEDANG Edy Suryadi; Zaida -; Muhammad Saukat
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 1, No 2 (2007)
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Identifikasi dan penentuan wilayah resapan air tanah perlu ditetapkan untuk mengantisipasi terganggunya tata air tanah akibat terjadinya kerusakan hutan, alih fungsi lahan dan pengambilan air tanah di kawasan resapan air tanah di Kecamatan Jatinangor, Tanjungsari, Rancakalong dan Pamulihan. Dalam penetapan ini digunakan analisis matching berdasarkan penggunaan Sistem Informasi Geografis (SIG).Penelitian dilakukan dari bulan Maret sampai dengan Oktober  2006, dengan menggunakan metode penelitian deskriptif analitik. Hasil dari penelitian ini berupa peta kawasan resapan air tanah di Kecamatan Jatinangor, Tanjungsari, Rancakalong dan Pamulihan yang menunjukkan tingkat dan luas resapan air tanah sebagai berikut : Daerah Resapan Utama  2.583,36 hektar, Daerah Resapan Tambahan  8.988,42 hektar dan Daerah Resapan Kurang Berarti  4.836,84 hektar. Kata kunci: Resapan air tanah
RANCANG BANGUN MESIN PENGGULUNG BENANG GELASAN OTOMATIS UNTUK PENGRAJIN BENANG GELASAN DI DESA KUTAMANDIRI KECAMATAN TANJUNGSARI KABUPATEN SUMEDANG Dedy Prijatna; Muhammad Saukat
Dharmakarya Vol 6, No 2 (2017): Juni
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (873.636 KB) | DOI: 10.24198/dharmakarya.v6i2.12990

Abstract

Saat ini proses penggulungan benang gelasan masih dilakukan secara manual dengan menggunakan putaran tangan, sehingga membutuhkan tenaga kerja yang banyak dan beban kerja yang cukup memberatkan. Penelitian ini bertujuan rancang bangun mesin penggulungan benang gelasan disertai dengan otomatisasi agar mendapatkan effisiensi dalam melakukan produksi benang gelasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode rekayasa yaitu melakukan suatu kegiatan perancangan (design) yang tidak rutin, sehingga didalamnya terdapat suatu kontribusi baru, baik dalam bentuk proses maupun produk. Gulungan benang yang digunakan terdiri atas 4 (empat) ukuran berdasarkan nama gulungan. Berdasarkan hasil pengujian awal waktu yang dibutuhkan untuk menggulung benang berdasarkan nama gulungan adalah unyil 2,76 detik, snap 3,99 detik, gajah 20,56 detik dan 1000 yard 5,02 detik. Mesin penggulung benang hasil rancangan terdiri atas motor servo, besi penghubung pedal, pedal motor servo, head pengarah benang, meja kerja, poros penggulungan benang, bearing, belt dan pulley. Sistem elektronik yang digunakan pada mesin penggulung benang otomatis,dirancang berbasis mikrokontroler. Bagian utama rangkaian ini terdiri atas sensor keberadaan benang, sensor putaran motor, penampil nilai parameter penggulungan benang, pengendali kecepatan dan putaran motor, pengendali penggulungan benang.
Rancang Bangun Dan Uji Kinerja Mesin Pencacah Rumput Gajah Untuk Pakan Ternak Dengan Menggunakan Pisau Tipe Reel (Construction Design and Test Performance of Elephant Grass for Cattle Feed using Reel Type Knife): Construction Design and Test Performance of Elephant Grass Cutting Machine for Cattle Feed using Reel Type Knife Wahyu K. Sugandi; Asep Yusuf; Muhammad Saukat
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 4 No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.88 KB)

Abstract

Elephant grasses demand for cattle feed in Lembang area is increasing in quantities, however qualities of the cutting grasses have not achieved the demand of cattle feed, i.e. length of some of cutting grasses found above 5cm. Therefore, research about elephant grasses cutting technology in order to achieve the standard of forages (cattle feed) production, i.e. 1-5 cm cutting grasses length, need to be conducted. Aimed of this research was to develop machine that could cut elephant grasses by using precision cutting mechanism on the required dimension (1-5 cm). Method used in this research was engineering method using step as follow: (1) Measurement of elephant grasses characteristic; (2) Design analysis of cutting machine, which covered design of the cutter knife, hopper design, frame and transmission system; (3) Construction of elephant grasses cutting machine; (4) Functional test of elephant grasses cutting machine; (5) Test performance of elephant grasses cutting machine; and (6) Measurement of the cutting grasses. Result showed that physical characteristic of elephant grasses were as follow: average length of grass leaves 99.4 cm, leaves wide 2.65 cm, leaves thickness 0.23 cm, and leaves weight 7.8 g. Machine dimension was 800 mm length, 750mm wide, and 104mm height. Power need to cut elephant grasses was 1.6 kW and machine capacity 1988 kg/hour. Length of the produced cutting grasses was 1-3 cm.
Uji Kinerja Pengoperasian Sistem Pendinginan Pengabutan pada Greenhouse di Kebun Hidroponik, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran Hafidzul Furqon; Handarto Handarto; Muhamad Saukat
National Multidisciplinary Sciences Vol. 1 No. 2 (2022): Proceeding SEMARTANI 1
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.607 KB) | DOI: 10.32528/nms.v1i2.61

Abstract

Greenhouse merupakan suatu bangunan pertanian untuk budidaya tanaman dan mempermudah dalam mengendalikan iklim mikro agar pertumbuhan tanaman menjadi lebih optimal. Salah satu upaya dalam mengendalikan iklim mikro yaitu sistem pendinginan pengabutan yang digunakan untuk menurunkan suhu udara sekaligus meningkatkan kelembaban relatif (RH). Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis uji kinerja sistem pendinginan pengabutan untuk mendapatkan profil data debit setiap nozzle, tekanan kerja pompa air dan massa air buangan dari solenoid valve semua sektor menggunakan metode analisis deskriptif. Debit yang dihasilkan setiap nozzle memiliki rentang yaitu 0,14 g/s sampai 0,28 g/s. Nilai tekanan kerja pompa air yang terkecil yaitu pada sektor 1 sebesar 143,3 psi dan terbesar yaitu pada sektor 6 sebesar 170,3 psi. Nilai massa air buangan dari solenoid valve yang terkecil yaitu pada sektor 3 sebesar 193,2 g dan terbesar yaitu pada sektor 4 sebesar 249,5 g.
Design and Fabrication of a Microcontroller-Based Automatic LED Grow Light Array System for Leafy Vegetables in Indoor Vertical Hydroponic Nanda, Muhammad Achirul; Saukat, Muhammad; Amaru, Kharistya; Dwiratna, Sophia; Cahyono, Muchamad Ricky Wibo
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 13 No. 4 (2025): Jurnal Keteknikan Pertanian
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19028/jtep.013.3.559-575

Abstract

Indoor vertical hydroponic systems require precise and energy-efficient lighting to support optimal growth of leafy vegetables. This study presents the design and fabrication of a microcontroller-based automatic LED grow light system tailored for indoor hydroponics. A tailored LED grow light is necessary because each crop responds uniquely to light quality and intensity, and a customized spectrum ensures optimal growth while minimizing energy use. The system integrates a red–green–blue LED configuration (70:10:20%) with an ESP32 microcontroller, real-time clock (RTC), BH1750 light sensor, keypad interface, and LCD. The lighting cycle was programmed for 12 hours per day and tested continuously over two days. The system demonstrated accurate scheduling, with LED activation at 06:00 and deactivation at 18:00 and a timing deviation of only 1–2 seconds. During operation, the system maintained a stable photosynthetic photon flux density (PPFD) of 260–275 µmol/m²/s, producing an estimated daily light integral (DLI) of about 12 mol/m²/day, which is suitable for leafy vegetable production. Light distribution analysis using cubic interpolation showed that increasing the lamp height from 20 cm to 30 cm improved spatial uniformity, with the most uniform distribution achieved at 30 cm despite a slight reduction in intensity. The system consumed 2.65 kWh per day, covering four LED arrays and the control module. Overall, the proposed system offers a reliable, programmable, and energy-efficient lighting solution for indoor hydroponic environments, supporting sustainable crop production through precise scheduling and an optimized spectral configuration.
Peningkatan Efektivitas Pemberian Nutrisi untuk Produksi Benih Kentang Sistem Aeroponik pada Gabungan Kelompok Tani Cikandang Agro, Desa Cikandang, Cikajang, Garut Handarto, Handarto; Saukat, Muhammad; Muhaemin, Mimin
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2025): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.11.3.425-431

Abstract

The three priority issues faced by the Cikandang Agro Farmers Group are 1) the flow of nutrient solution is not smooth due to clogged nozzle holes and the insoluble nutrient solids; 2) the misting flow of the nutrient solution is uneven due to leaks at several points in the nutrient solution distribution pipes; and 3) not all root zones of the plants are reached by the nutrient spray due to the nutrient solution spray not being in the form of fog. The objectives of the activity are 1) to design and to construct a system device for preparing and atomizing nutrient solutions for the production of potato seeds in an aeroponics system; and 2) improve the performance of nutrient solution preparation and atomization system devices for potato seed production aeroponics system. The implementation of activities consists of program socialization, training/technical guidance, application of technology, as well as monitoring and evaluation. The substance of the activity consists of problem and need analysis, design and assembly, as well as operation and performance tests. Success indicators were observed through pre-test and post-test which included domains of the cognitive and psychomotor of participants in mastering the technology of preparation and atomization of nutrient solutions for the production of potato seeds in the aeroponics system. Based on the evaluation through pre-test and post-test, there was an increase in the cognitive domain by 80% and psychomotor domain by 70% of participants in mastering the technological aspects of preparation and atomization of nutrient solutions for the production of potato seeds of the aeroponics system. Technical improvements to the equipment of the nutrient solution preparation and fog system produce a smooth flow of nutrient solution, and the nutrient solution spray is no longer in the form of mist but in the form of a uniform fog and is able to reach the plant root zone.