Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search
Journal : Jurnal Matematika UNAND

DIMENSI METRIK PADA GRAF Rn(q; r)m Rendy Aditya Pratama; Narwen Narwen; Des Welyyanti
Jurnal Matematika UNAND Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.8.1.260-267.2019

Abstract

The metric dimension of a connected graph G is the cardinality of minimum resolving set in graph G. In this research, how to find the metric dimension of Rn(q; r)m graph. Rn(q; r)m graph is constructing by subdivision operation on Lobster graph Ln(q; r). We obtain the metric dimension of Rn(1; 1)m graph for n > 2 is 2, the metric dimension of Rn(q; 1)m for n ≥ 2, q ≥ 2 is n(q − 1) and the metric dimension Rn(q; r)m graph for n ≥ 2, q ≥ 1 and r ≥ 2 is nq(r − 1).Kata Kunci: graf Rn(q; r)m , dimensi metrik, himpunan pemisah
BILANGAN KROMATIK LOKASI GRAF TAK TERHUBUNG DENGAN GRAF LINGKARAN SEBAGAI KOMPONEN-KOMPONENNYA Fadhila Radiah Anas; Des Welyyanti; Effendi Effendi
Jurnal Matematika UNAND Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.8.2.33-36.2019

Abstract

Misalkan G = (V, E) suatu graf terhubung dan c suatu k-pewarnaan dari G. Kelas warna pada G adalah himpunan titik-titik yang berwarna i, dinotasikan dengan Si untuk 1 ≤ i ≤ k. Misalkan Π = {S1, S2, · · · , Sk} adalah partisi terurut dari V (G) berdasarkan pewarnaan titik, maka representasi v terhadap Π disebut kode warna dari v, dinotasikan dengan cΠ(v). Kode warna cΠ(v) dari suatu titik v ∈ V (G) didefinisikan sebagai vektor-k:cΠ(v) = (d(v, S1), d(v, S2), · · · , d(v, Sk))dimana d(v, Si) = min{d(v, x) | x ∈ Si)}, untuk 1 ≤ i ≤ k. Jika setiap titik yang berbeda di G memiliki kode warna yang berbeda untuk suatu Π, maka c disebut pewarnaan lokasi untuk G. Jumlah warna minimum yang digunakan pada pewarnaan lokasi dari graf G disebut bilangan kromatik lokasi untuk G, dinotasikan dengan χL(G). Pada penelitian ini akan dibahas tentang penentuan bilangan kromatik lokasi pada graf prisma berekor.Kata Kunci: Bilangan Kromatik Lokasi, Graf Tak Terhubung, Graf Lingkaran, Komponen
BILANGAN kROMATIK LOKASI GRAF KUBIK Cn,2n,2n,2n,n UNTUK n = 3 Sugesti Sugesti; Des Welyyanti; Budi Rudianto
Jurnal Matematika UNAND Vol 8, No 4 (2019)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.8.4.47-53.2019

Abstract

Misalkan G = (V (G), E(G)) adalah suatu graf terhubung dan c adalah suatu pewarnaan dari Graf G.Misalkan Π = {S1, S2, ..., Sk}, dimana Si adalah kelas warna di G yang berwarna i dengan 1 ≤ i ≤ k. Representasi v terhadap Π disebut kode warna, dinotasikan cΠ(v) merupakan pasangan terurut dengan k-unsur yaitu, cΠ(v) = (d(v, S1), d(v, S2), ..., d(v, Sk)), dengan d(v, Si) = min{d(v, x)|x ∈ Si} untuk 1 ≤ i ≤ k. Jika setiap titik di G mempunyai kode warna yang berbeda maka c disebut pewarnaan lokasi. Minimum dari banyaknya warna yang digunakan pada pewarnaan lokasi pada graf G disebut bilangan kromatik lokasi, dinotasikan dengan χL(G). Pada penelitian ini akan dibahas tentang penentuan bilangan kromatik lokasi dari graf kubik Cn,2n,2n,2n,n untuk 3 ≤ n ≤ 8.Kata Kunci: Bilangan Kromatik Lokasi, kode warna, pewarnaan lokasi, Graf kubik Cn,2n,2n,2n,n
PENENTUAN BILANGAN KROMATIK LOKASI UNTUK GRAF BERLIAN Brn UNTUK n = 3 DAN n = 4 Mutiara Ramadhani Syafnur; Lyra Yulianti; Des Welyyanti
Jurnal Matematika UNAND Vol 7, No 2 (2018)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.7.2.105-111.2018

Abstract

Abstrak. Misalkan graf G = (V;E) adalah graf terhubung. Kelas warna pada G dino-tasikan dengan Si, merupakan himpunan titik-titik yang berwarna i dengan 1 i k.Misalkan = fS1; S2; ; Skg merupakan partisi terurut dari V (G). Berdasarkan suatupewarnaan titik, maka representasi v terhadap disebut kode warna dari v, dinotasikandengan c(v). Kode warna c(v) dari suatu titik v 2 V (G) didenisikan sebagai k-vektor,c(v) = (d(v; S1); d(v; S2); ; d(v; Sk));dimana d(v; Si) = minfd(v; x)jx 2 Sig untuk 1 i k. Jika setiap titik yang berbeda diG memiliki kode warna yang berbeda untuk suatu , maka c disebut pewarnaan lokasidari G. Minimum dari banyaknya warna yang digunakan pada pewarnaan lokasi dari grafG disebut bilangan kromatik lokasi, dinotasikan L(G). Pada tulisan ini akan dibahasbilangan kromatik lokasi dari graf berlian Brn untuk n = 3 dan n = 4.Kata Kunci: Kelas Warna, Kode Warna, Bilangan Kromatik Lokasi, Graf Berlian
DIMENSI METRIK DARI GRAF BUCKMINSTERFULLERENE ADEK HAYATI PUTRI; LYRA YULIANTI; DES WELYYANTI
Jurnal Matematika UNAND Vol 8, No 4 (2019)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.8.4.91-100.2019

Abstract

Penelitan ini bertujuan menentukan dimensi metrik dari salah satu graf Fullerne yaitu graf Buckminsterfullerene yang memiliki 60 titik. Satu-satunya graf dengan dimensi metrik satu adalah graf lintasan Pn dengan n ≥ 2 sehingga tidak mungkin graf Buckminsterfullerene memiliki dimensi metrik satu. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa dimensi metrik dari graf Buckminsterfullerene adalah tiga.Kata Kunci: Dimensi metrik, himpunan pemisah, graf Fullerene, graf Buckminsterfullerene
BILANGAN KROMATIK LOKASI DARI GRAF BUCKMISTERFULLERENE B60 KIKI KHAIRA MARDIMAR; LYRA YULIANTI; DES WELYYANTI
Jurnal Matematika UNAND Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.10.1.159-163.2021

Abstract

Misalkan G adalah suatu graf terhubung dan c adalah pewarnaan titik pada G yang menginduksi partisi Π = {S1, S2, · · · , Sk} dari V (G). Kode warna dari titik v ∈ V (G) adalah (d(v, S1), d(v, S2), · · · , d(v, Sk)) dengan d(v, Si) = min {d(v, x)|x ∈ Si} dan d(v, Si) < ∞ untuk 1 ≤ i ≤ k. Jika setiap titik pada G mempunyai kode warna yang berbeda maka c disebut pewarnaan lokasi. Banyaknya warna minimum yang digunakan untuk pewarnaan lokasi disebut bilangan kromatik lokasi dari G dan dinotasikan dengan χL(G). Pada tulisan ini akan dibahas bilangan kromatik lokasi dari gabungan lima Graf Buckminsterfullerene B60.Kata Kunci: Bilangan Kromatik Lokasi, Kode Warna, Graf Buckminsterfullerene B60
Bilangan Kromatik Lokasi pada Graf Prisma Berekor Eka Rahayu Nengsih A; Des Welyyanti; Effendi Effendi
Jurnal Matematika UNAND Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.8.1.56-61.2019

Abstract

Misalkan G = (V, E) suatu graf terhubung dan c suatu k-pewarnaan dari G. Kelas warna pada G adalah himpunan titik-titik yang berwarna i, dinotasikan dengan Si untuk 1 ≤ i ≤ k. Misalkan Π = {S1, S2, ..., Sk} adalah partisi terurut dari V (G) berdasarkan pewarnaan titik. Kode warna cΠ(v) dari suatu titik v ∈ V (G) didefinisikan sebagai vektor-k: cΠ(v) = (d(v, S1), d(v, S2), ..., d(v, Sk)) dimana d(v, Si) = min{d(v, x) | x ∈ Si)}, untuk 1 ≤ i ≤ k. Jika setiap titik yang berbeda di G memiliki kode warna yang berbeda untuk suatu Π, maka c disebut pewarnaan lokasi untuk G. Jumlah warna minimum yang digunakan pada pewarnaan lokasi dari graf G disebut bilangan kromatik lokasi untuk G, dinotasikan dengan χL(G). Pada penelitian ini akan dibahas tentang penentuan bilangan kromatik lokasi pada graf prisma berekor.Kata Kunci: Bilangan Kromatik Lokasi, Graf Prisma Berekor, Kode warna
BILANGAN KROMATIK LOKASI UNTUK GALAKSI DAN HUTAN LINIER Zahara Zahara; Des Welyyanti; Efendi Efendi
Jurnal Matematika UNAND Vol 7, No 4 (2018)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.7.4.87-92.2018

Abstract

Misalkan G = (V, E) graf terhubung dan c suatu k-pewarnaan dari G. Kelas warna pada G adalah himpunan titik-titik yang berwarna i, dinotasikan dengan Ci untuk 1 ≤ i ≤ k. Misalkan Π = {C1, C2, · · · , Ck} adalah partisi terurut dari V (G) berdasarkan pewarnaan titik, maka representasi v terhadap Π disebut kode warna dari v, dinotasikan dengan cΠ(v). Kode warna cΠ(v) dari suatu titik v ∈ V (G) didefinisikan sebagai vektork: cΠ(v) = (d(v, C1), d(v, C2), · · · , d(v, Ck)) dimana d(v, Ci) = min{d(v, x : x ∈ Ci)} untuk 1 ≤ i ≤ k. Jika setiap titik yang berbeda di G memiliki kode warna yang berbeda untuk suatu Π, maka c disebut pewarnaan lokasi untuk G. Jumlah warna minimum yang digunakan pada pewarnaan lokasi dari graf G disebut bilangan kromatik lokasi untuk G, dinotasikan dengan χL(G). Galaksi adalah gabungan dari graf bintang. Hutan Linier adalah gabugan dari graf lintasan. Pada tulisan ini akan dibahas bilangan kromatik lokasi untuk Galaksi dan Hutan Linier.Kata Kunci: Kelas warna, Kode warna, Bilangan kromatik lokasi, Galaksi, Hutan Linier, Graf Bintang, Graf Lintasan Diterima : 29 November 20
PENENTUAN BILANGAN KROMATIK LOKASI GRAF THORN DARI GRAF RODA W 3 Elva Rahimah; Lyra Yulianti; Des Welyyanti
Jurnal Matematika UNAND Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.7.1.1-8.2018

Abstract

Abstrak. Misalkan G = (V; E) graf terhubung. Bilangan kromatik dari graf G adalahbilangan asli terkecil k sedemikian sehingga G mempunyai suatu pewarnaan-k titik sejati.Bilangan kromatik dari G dinotasikan dengan (G). Misalkan (G) = k, ini berarti titiktitikdi G paling kurang diwarnai dengan k warna dan tidak dapat diwarnai dengan k1warna, sementara jika titik-titik di G diwarnai dengan k warna maka tidak ada titik yangbertetangga mempunyai warna yang sama.Kelas warna pada G dinotasikan dengan S, merupakan himpunan titik-titik yangberwarna i dengan 1 i k. Misalkan = fSi1; S2; ; Sg merupakan partisi terurutdari V (G). Berdasarkan suatu pewarnaan titik, maka representasi v terhadap disebutkode warna dari v, dinotasikan dengan c(v). Kode warna ck(v) dari suatu titik v 2V (G) didenisikan sebagai k-vektorc(v) = (d(v; S1); d(v; S2); ; d(v; S));dimana d(v; Si) = minfd(v; x)jx 2 Sikg untuk 1 i k. Jika setiap titik yang berbedadi G memiliki kode warna yang berbeda untuk suatu , maka c disebut pewarnaanlokasi dari G. Minimum dari banyaknya warna yang digunakan pada pewarnaan lokasidari graf G disebut bilangan kromatik lokasi. Pada tulisan ini akan dibahas bilangankromatik lokasi graf thorn dari graf roda W3.Kata Kunci: Kelas warna, kode warna, bilangan kromatik lokasi, graf thorn, graf roda
PENENTUAN BILANGAN KROMATIK LOKASI GRAF THORN DARI GRAF JAHANGIR Th(J9(l1, l2,..., l9)) Abdi Musra; Lyra Yulianti; Des Welyyanti
Jurnal Matematika UNAND Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jmu.8.1.341-344.2019

Abstract

Bilangan kromatik lokasi pada graf pertama kali dikaji oleh Chartrand dkk (2002). Konsep ini merupakan pengembangan dari konsep dimensi partisi dan pewarnaan graf. Misalkan c adalah suatu pewarnaan titik pada graf G dengan c(u) 6= c(v) untuk u dan v yang bertetangga di G. Misalkan Ci adalah himpunan titik-titik yang diberi warna i, yang selanjutnya disebut kelas warna ke-i, maka Π = {C1, C2,..., Ck} adalah himpunan yang terdiri dari kelas-kelas warna ke-i dari V(G). Kode warna cΠ(v) dari v adalah k-pasang terurut (d(v,C1), d(v,C2),..., d(v,Ck)) dengan d(v,Ci) = min {(d(v,x) | x ∈ Ci} untuk 1 ≤ i ≤ k. Jika setiap titik pada G mempunyai kode warna yang berbeda, maka c disebut pewarnaan lokasi G. Banyaknya warna minimum yang digunakan untuk pewarnaan lokasi disebut bilangan kromatik lokasi dari G, dan dinotasikan dengan χL(G).Kata kunci : graf Th(J9(l1, l2,..., l9)), bilangan kromatik lokasi.