Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Penyuluhan Kesehatan dan Pendampingan Perawatan Payudara Pada Ibu Nifas Di Kelurahan Oluhuta Kecamatan Kabila Kabupaten Bonebolango Hamna Vonny Lasanuddin; Rosmin Ilham; jusni jusni; Arfiani Arfiani
JCS Vol. 4 No. 2 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jcs.v4i2.40

Abstract

Pemberian ASI eksklusif sangat bermanfaat bagi bayi dan ibu, demi kelancaran proses menyusui, sangat penting bagi ibu melakukan perawatan payudara setelah proses persalinan. Kegiatan edukasi kesehatan dan pendampingan perawatan payudara pada ibu nifas di Kelurahan Oluhuta Kecamatan Kabila Kabupaten Bonebolango bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu nifas tentang perawatan payudara pada ibu nifas. Perawatan payudara selama persalinan adalah salah satu bagian penting yang harus diperhatikan dalam pemberian air susu ibu (ASI). Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan cara memberikan informasi tentang perawatan payudara dan pendampingan cara melakukan perawatan payudara dengan jumlah peserta sebanyak 5 orang. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode teknik komunikatif dengan tiga pendekatan yaitu ceramah, demonstrasi, tanya jawab dan diskusi. Hasil dari penyuluhan perawatan payudara sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu nifas. Hasil evaluasi selama proses kegiatan berlangsung didapatkan ibu nifas telah paham dan tahu bagaimana cara melakukan perawatan payudara yang baik dan benar. Dengan adanya edukasi kesehatan ini, diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu menyusui tentang perawatan payudara dan cara melakukan perawatan payudara agar dapat menyusui dan tidak mengalami gangguan dalam proses menyusui sehingga program ASI eksklusif dapat tercapai
PERILAKU SEXTING PADA REMAJA DI MA “X” BULUKUMBA DI MASA PANDEMI COVID-19 Arfiani; Jusni; Husnul Khatima; Nadiatul Khaera
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v4i2.98

Abstract

Indonesia sebagai salah satu negara yang berkembang, mempunyai penduduk berusia remaja yang cukup besar. World Health Organization (WHO) tahun 2014 mengemukakan bahwa remaja adalah penduduk dalam rentang usia 10-19 tahun. Sedangkan menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 25 Tahun 2014. Namun Salah satu perkembangan revolusi industri 4.0 merupakan sebuah lompatan besar di sektor teknologi informasi dan komunikasi. Perkembangan teknologi di kalangan remaja selama pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) penggunaan Smartphone yang cukup meningkat sehingga dapat berpengaruh terhadap perilaku remaja, dimana remaja juga berpartisipasi dalam perilaku Sexting sehingga menyebabkan kekhawatiran diberbagai kalangan. Sexting juga digunakan untuk memberikan kepuasan hasrat seseorang dalam berhubungan Long Distance Relationship (LDR) misalnya ketika jarang bertemu orang yang LDR biasanya tetap bisa memberi kepuasan seksual kepada pasangannya dengan cara sexting. Istilah sexting mengacu pada pengiriman dan penerimaan gambar secara seksual melalui beberapa bentuk pesan virtual yang dimana seseorang mengirimkan pesan atau materi berupa gambar dan video secara elektronik terutama melalui smartphone, internet dan media elektronik lainnya (Andrea 2017). Dengan semakin meningkatnya jumlah remaja dan diikuti permasalahan remaja yang sangat kompleks, terutama yang paling menonjol adalah masalah perilaku seks remaja, yang merupakan awal terjadinya permasalahan kesehatan reproduksi remaja, maka peneliti tertarik melakukan penelitian perilaku sexting pada remaja di MA “X” Bulukumba di masa pandemi COVID-19. Pemilihan lokasi ini karena berdasarkan informasi yang diperoleh saat studi pendahuluan, bahwa perilaku seks remaja di MA “X” ini cukup mengkhawatirkan. Hasil Berdasarkan hasil penelitian bahwa didapatkan dari 35 responden yang berperilaku sexting lebih tinggi yaitu 26 (74,3%) responden dibandingkan yang tidak berperilaku sexting sebanyak 9 (25,7%). Hasil uji ini sejalan dengan beberapa teori dimana perilaku sexting dapat disebabkan karena berbagai faktor antara lain adalah perkembangan teknologi dimana masalah sexting muncul seiring dengan perkembangan teknologi dan komunikasi digital yang bercampur dengan hormon remaja yang bergejolak. Hasil penelitan ini menunjukkan bahwa ada 74,3% perilaku sexting.
PENDAMPINGAN SUAMI DALAM KEIKUTSERTAAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA MELALUI PERBAIKAN PEMAHAMAN TENTANG METODE KONTRASEPSI KELURAHAN BINTARORE KECAMATAN UJUNG BULU KABUPATEN BULUKUMBA Jusni Jusni; Erniawati Erniawati; Nurul Hidayah Bohari; Darliana Darwis
JCS Vol. 3 No. 3 (2021): Edisi October 2021
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jcs.v3i3.19

Abstract

Male participation is one of the problems that are still faced in family planning programs in several countries, including Indonesia. Family planning programs that focus on women in a society that adheres to a patriarchal system give the impression that women are the ones who are responsible for managing pregnancy. This community service program aims to encourage husbands' participation in family planning programs through improving their understanding of contraceptive methods. After participating in this activity, it is hoped that husbands will have broad knowledge about contraceptive methods. This community service is carried out in an integrated manner through the PKK activity for the Tahirah Al Baeti Bulukumba Midwifery Community in 2021 in the Menara Environment, Bintarore Village, Kec. Ujung Bulu, Bulukumba Regency. The approach taken is through mentoring as a form of community engagement and education about myths and facts about contraceptive methods and family planning. This community service program has been proven to be able to significantly increase men's knowledge on family planning issues. Community involvement, starting from the process of determining problem priorities, makes the interventions that are carried out truly become community needs. This indirectly causes the target to participate actively during the activity, so that his knowledge of family planning increases.
Edukasi Tentang Pentingnya Remaja Melek Tentang Kesehatan Reproduksi Di Pondok Pesantren As’adiyah Dapoko Kabupaten Bantaeng Arfiani Arfiani; Jusni Jusni; Bau Kanang Kanang
JCS Vol. 4 No. 1 (2022): Edisi Februari 2022
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jcs.v4i1.29

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak ke masa dewasa. Kehidupan remaja merupakan kehidupan yang sangat menentukan bagi kehidupan masa depan mereka selanjutnya.Masaremaja seperti ini disebut sebagai masa transisi kehidupan, pada tahap ini remaja berada pada periodemencari identitas diri, yang menyebabkan remaja masih heran akan perubahan-perubahan yang terjadidalam dirinya atau disebut juga dengan pubertas, perubahan yang terjadi baik itu dalam dirinya ataudisebut juga dengan pubertas, perubahan yang terjadi baik itu perubahan biologis, kognitif, sosial danemosional, kondisi ini menyebabkan remaja lebih rentan terhadap masalah perilaku beresiko yangdapat berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi (BKKBN, 2017). Tujuan untuk membangun danmengembangkan karakter pada remaja Remaja diajarkan bagaimana agar menjadi remaja yangproduktif, memiliki jiwa yang mandiri dan berakhlatul kharimah. di pondok pesantren As’AdiyahDapoko Kabupaten Bantaeng. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat iniantara lain mengidentifikasi masalah, potensi mitra serta melibatkan langsung divisi Pondok pesantrenAs’Adiyah Dapoko Kabupaten Bantaeng peningkatan pengetahuan remaja dengan menggunakanpemaparan materi dengan power point tentang persiapan menghadapi kesehatan reproduksi remaja.Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat antara lain adanya peningkatan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi untuk perencanakan masa depan yang sehat di Pondok pesantrenAs’Adiyah Dapoko kabupaten Bantaeng Diharapkan remaja dapat mengaplikasikan ilmu yangditerima dalam kehidupan sehari-hari dan dapat memberikan penyuluhan dan konseling kepada temansebayanya sebagai sumber informasi edukasi tentang kesehatan reproduksi remaja dalam prenecanaanmasa depan yang sehat.
Pendampingan Remaja Putri Dalam Upaya Pencegahan Dismenore Melalui Kulwap (Kuliah Whatsapp) Di Kabupaten Bulukumba Jusni Jusni; Suci Badasari
JCS Vol. 3 No. 1 (2021): Edisi Februari 2021
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jcs.v3i1.49

Abstract

Dismenore atau nyeri menstruasi merupakan masalah kesehatan yang memperngaruhi sebagian besar remaja. Dismenore adalah kondisi medis yang ditandai dengan nyeri rahim yang ditandai dengan rasa nyeri pada perut bagian bawah yang berdampak buruk terhadap kualitas hidup dan pembatasan aktivitas remaja sehingga pendampingan remaja melalui kulwap (kuliah whatsApp) menjadi salah satu alternatif media untuk meningkatkan kualitas hidup dan perilaku kesehatan yang positif dalam upaya pencegahan dismenore. Tujuan kegiatan ini meningkatkan pengetahuan dan self care pada remaja yang mengalami dismenore serta meminimalisir tingkat intensitas dismenore dalam upaya pencegahan dismenore. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bersifat persuasif edukatif dengan melakukan pendampingan remaja yang mengalami dismenore melalui kulwap (kuliah whatsApp) dengan tahapan sesi materi, diskusi dan pendalaman materi. Rata-rata nilai pengetahuan remaja sebelum diberikan kulwap (kuliah whatsApp) sebesar 59,00 dan setelah kulwap (kuliah whatsApp) sebesar 80,30. Rata-rata skor self care remaja sebelum diberikan kulwap (kuliah whatsApp) sebesar 72,65 setelah diberikan kulwap (kuliah whatsApp) sebesar 101,10. Rata-rata intensitas nyeri sebelum diberikan kulwap (kuliah whatsApp) skala nyeri 3,65 dan setelah diberikan kulwap (kuliah whatsApp) skala nyeri 2,85. Terdapat peningkatan nilai pengetahuan, skor self care dan penurunan skala intensitas nyeri dismenore setelah diberikan kulwap (kuliah whatsApp) pada remaja putri yang mengalami dismenore.
Pemantauan Status Gizi Pada Remaja Yang Mengalami Dismenorea Di Kabupaten Bulukumba Jusni Jusni; Kurniati Akhfar; Arfiani arfi
JCS Vol. 4 No. 3 (2022): Edisi Oktober 2022
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jcs.v4i3.54

Abstract

Adolescence is a period of transition from childhood to adulthood which is characterized by accelerated physical, mental, emotional and social development. One of the changes that occur is menstruation. There are several factors that affect menstrual disorders, one of which is nutritional status. Many incidents of being overweight or underweight in young women have an impact on irregular menstrual cycles or can experience menstrual disorders, monitoring of the nutritional status of adolescents is necessary to prevent further nutritional problems in adulthood. This activity aims to monitor the nutritional status of adolescents with dysmenorrhea. This community service is carried out by monitoring nutritional status by measuring body weight, height, and the incidence of dysmenorrhea. The subjects of the service were all young women at the Tahirah Al Baeti Bulukumba Midwifery Academy as many as 46 respondents. The results of this activity were that 35% had an abnormal body mass index and 54% had dysmenorrhea. With this monitoring, it is hoped that the nutritional status of adolescents will become a concern and the incidence of dysmenorrhea can be controlled or decreased so that productive youth programs can be realized.
Pendekatan Edukatif Dan Pelatihan Breast Care Pada Ibu Nifas Dimasa Pandemi Covid-19 Di Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba Jusni Jusni; Arfiani Arfiani; Nurhana Ramadan hana
JCS Vol. 3 No. 2 (2021): Edisi Juni 2021
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jcs.v3i2.61

Abstract

Postpartum atau masa nifas dimulai sejak 1 jam setelah lahirnya plasenta sampai dengan 6 minggu (42 hari) setelah itu. Orang tua terutama ibu perlu memiliki pengetahuan dan kesiapan untuk hamil, melahirkan dan menyusui anak. Breast care merupakan salah satu bagian penting yang harus diperhatikan sebagai persiapan untuk menyusui nantinya. Laporan dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI, 2007) diusia lebih dari 25 tahun sepertiga wanita di Dunia (38%) didapati tidak menyusui bayinya karena terjadi pembengkakan payudara. Bahan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu materi penyuluhan, leaflet, dan alat demostrasi untuk melakukan Breast Care Pada Ibu Nifas. Dari 20 ibu yang telah diberikan penyuluhan dan demontrasi sudah mengerti tentang cara melakukan Breast Care Pada Ibu Nifas dan mampu menjawab pertanyaan dengan baik dan benar dan seluruh ibu nifas yang dari awal belum mengerti dan memahami tentang bagaimana cara melakukan Breast Care Pada Ibu nifas serta kegunaannya. Penyuluhan oleh tenaga kesehatan serta membentuk kelas ibu nifas sangat dibutuhkan oleh masyarakat, sehingga diharapkan pengetahuan tentang cara melakukan Breast Crare Pada Ibu Nifas dapat meningkat sehingga dapat melakukannya dirumah bersama suami untuk mengurangi keluhan pada payudara ibu nifas dan mengurangi komplikasi
Pendampingan Pemanfaatan Pekarangan Rumah Dengan Penanaman Sayuran Sebagai Pemenuhan Gizi Keluarga Di Kabupaten Bulukumba Mudyawati Kamaruddin Mudyawati; Jusni Jusni; Erniawati erni
JCS Vol. 3 No. 1 (2021): Edisi Februari 2021
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jcs.v3i1.64

Abstract

Indonesia merupakan negara yang dikenal kaya dengan keanekaragaman hayati (biodiversity), menempati urutan terbesar No. 2 di dunia, namun masih sangat minim dalam memanfaatkan lahan yang tersedia untuk ditanami. Pemanfaatan lahan pekarangan oleh suatu keluarga memiliki manfaat antara lain Kemandirian pangan rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Kebun gizi yang dikembangkan di pekarangan memiliki manfaat yang luar biasa bagi keluarga dan masyarakat, terlebih bagi sebuah bangsa. Tujuan dari kegiatan ini adalah melakukan pemanfaatan pekarangan kosong warga lebih berdaya guna dalam mewujudkan lingkungan sehatdan hijau dan meningkatkan pemenuhan gizi keluarga. Metode dalam kegiatan ini adanya persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Kegiatan pendampingan pemanfaatan pekarangan rumah dengan penanaman sayuran sebagai pemenuhan gizi keluarga Dusun Galung Beru Desa Gattareng Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan yakni pada bulan April – Juni 2019 dengan sasaran adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) di Dusun Galung Beru. Kegiatan ini berjalan dengan baik. Hal ini dibuktikan Kelompok wanita tani di Dusun Galung Beru Desa Gattareng sangat antusias dengan kegiatan ini, sehingga menyadari betapa bermanfaatnya tumbuhan sayuran di pekarangan rumah dan terciptanya lingkungan yang sehat
KORELASI PEMANFAATAN APLIKASI WHATSAPP SEBAGAI MEDIA KIE TENTANG KB TERHADAP MINAT KB PADA PUS DI BULUKUMBA Arfiani; Fitriani; Siti Komariyah; Yunika Mutmainna; Jusni
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 5 No 1 (2023): April
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v5i1.115

Abstract

Survei pendahuluan Puskesmas Caile tahun 2020, terdapat 10.000 Pasangaan Usia Subur (PUS) di wilayah kerja Puskesmas Caile, 6.368 (63,7%) akseptor KB. Berdasarkan jumlah penerima aktif, data terendah dari 9 desa yaitu Desa Kalumeme dengan persentase (46,1%), sedangkan tertinggi adalah Desa Terang-Terang (90,1%). Tujuan penelitian yakni untuk mengetahui frekuensi pemanfaatan aplikasi WhatsApp sebagai media KIE tentang KB, minat KB dan korelasi pemanfaatan aplikasi WhatsApp sebagai media KIE tentang KB terhadap minat KB. Jenis penelitian kuantitatif dengan purposive sampling dan pengumpulan data menggunakan koesioner (google form). Berdasarkan penelitian, dari 38 responden, 30 (78,94%) responden memanfaatkan aplikasi WhatsApp, sedangkan 8 (21%) responden tidak memanfaatkan aplikasi WhatsApp. 11 (28,94%) responden berminat, sedangkan 27 (71%) responden tidak berminat setelah mendapatkan KIE melalui WhatsApp. Setelah dilakukan uji korelasi antara pemanfaatan aplikasi WhatsApp dengan minat KB dilihat dari nilai (r=0,579), Angka tersebut menggambarkan bahwa 57,9% korelasi cukup, Sedangkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pemanfaatan aplikasi WhatsApp sebagai media KIE terhadap minat KB dengan nilai (p=0,001). Dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin meningkat peminat KB pada PUS, jika semakin banyak PUS yang memanfaatkan aplikasi WhatsApp sebagai media KIE tentang KB.
Comprehensive Midwifery Care for Mrs "M" with Anemia at the Caile Community Health Center, BuIukumba Regency: Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny ‘‘M’’ dengan Anemia di Puskesmas Caile Kabupaten BuIukumba Rosmina Anisa; Erniawati; Jusni; Ariani
Jurnal Midwifery Vol 5 No 2 (2023): AUGUST
Publisher : Prodi Kebidanan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jmw.v5i2.35585

Abstract

Introduction Anemia or lack of iron which is needednfor thenformation of red bloodncells is one of the complicated nutritional problems faced by Indonesia today. Malnutrition in pregnant women is still a problem that must be addressed (hemoglobin). For this reason, research was carried out with the aim of this research being to carry out comprehensive midwifery care management for Mrs ''M'' with Anemia at the CaiIe Health Center, BuIukumba Regency. Method The subject used in this study was one of the third trimester pregnant women who had anemia, then comprehensive care would be carried out such as care for pregnant women, care for postpartum women, care for postpartum women, care for infants and care for family planning (KB). . This research data collection technique consists of interviews, observation, and documentation. result The results of this study are objective data from pregnant women in good overall health, calm consciousness, and HB 8 gram%. The diagnosis from the results of the data is that Ny. M experienced mild anemia during pregnancy was reached in BuIkumba in 2022. During the puerperium given to Mrs.M during the visit thenresults of thenexamination showednthat the mother's condition was normal, involution was good, there was no infection in the incision suture, TFU 2 fingers below the middle . As well as the family planning care given to Mrs. M, went smoothly. Conclusion this study is that Mrs M's healthy living standards in midwifery management can be said to have improved even though at first Mrs. M is anemic but in a light period.