Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

DESKRIPSI PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG FIBROADENOMA MAMMAE DI AKADEMI KEBIDANAN TAHIRAH AL BAETI KECAMATAN UJUNG BULU KABUPATEN BULUKUMBA Erniawati
Journal Of Midwifery And Nursing Studies Vol. 3 No. 1 (2021): Edisi May 2021
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fibroadenoma mammae adalah kelainan pada perkembangan payudara normal dimana ada pertumbuhan berlebihan dan tidak normal pada jaringan payudara. Penelitian ini adalah untuk mengetahui Gambaran Pengetahuan dan sikap remaja putri tentang fibroadenoma mammae di Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba.Pengambilan Sampel mulai tanggal 12-25 Juni 2020. Penelitian ini adalah Deskriptif Kuantitatif, dengan besar Sampel 44 orang dengan teknik pengambilan Sampel yaitu dengan cara Purposive Sampling, dengan populasi sebanyak 56 orang. Penelitian ini didapatkan Gambaran Pengetahuan dan sikap remaja putri tentang fibroadenoma mammae di Akademi kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba diketahui pengetahuan kategori baik sebanyak 31 orang (70,5%), kategori cukup 13 orang (29,5%).Dan didapatkan gambaran sikap remaja putri terhadap fibroadenoma mammae diketahui memiliki sikap baik (75,81%). Berdasarkan penelitian yang dilakukan tentang Fibroadenoma mammae di Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti didapatkan pengetahuan dalam kategori baik dan cukup sedangkan sikap dalam kategori baik disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor usia, pengalaman, informasi, sosial budaya dan ekonomi sehingga sangat diperlukan tenaga kesehatan untuk memberikan pemahaman dan informasi lebih baik tentang fibroadenoma mammae.
Pengaruh Budaya Terhadap Kurangnya Penggunaan Alat Kontrasepsi Bagi Masyarakat Konjo Di Kawasan Adat Ammatoa Di Desa Tanah Toa Sri Ningsih; Antonius Ali Wutun; Erniawati Erniawati; Dian Saptawati
Journal Of Midwifery And Nursing Studies Vol. 4 No. 2 (2022): Edisi November 2022
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jmns.v4i2.99

Abstract

Keluarga Berencana merupakan cara dalam memberikan ketahanan serta kesehatan dan keselamatan ibu, anak, dan keluarga perempuan. Saat menggunakan alat kontrasepsi, efek samping yang dapat mempengaruhi fungsi reproduksi harus diperhitungkan. Salah satu alasan untuk berhenti menggunakan alat kontrasepsi adalah karena efek sampingnya. Tujuannya untuk mengetahui pengaruh budaya terhadap penggunaan kontrasepsi bagi masyarakat konjo di kawasan adat Ammatoa di Desa Tanah Toa. Jenis penelitian deskriptif dan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat konjo di Kawasan Adat Ammatoa sebanyak 60 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil penelitian diperoleh bahwa ibu yang mendukung menggunakan alat kontrasepsi jenis suntik sebanyak 18 responden (30%), dan sebaliknya ibu yang mendukung menggunakan alat kontrasepsi implant sebanyak 7 responden (12%), tidak mendukung penggunaan alat kontrasepsi 35 responden (58%). Terdapat pengaruh antara antara variabel bebas dan variabel terikat sebagaimana dari hasil uji Regresi Linear Sederhana menunjukkan bahwa nilai signifikansi yaitu 0,001.
PENGARUH PIJAT ENDORPHINE TERHADAP PENURUNAN NYERI DISMENORHEA DI KABUPATEN BULUKUMBA: A QUASY-EXPERIMENT STUDY Jusni; Erniawati; Siti Nurul Aini; Arfiani; Rahmaniyah R; Siti Komariyah
Journal Of Midwifery And Nursing Studies Vol. 6 No. 2 (2024): Edisi November 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jmns.v6i2.136

Abstract

Remaja merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Masa remaja atau masa pubertas merupakan masa awal pematangan seksual, suatu periode dimana seorang anak mengalami perubahan fisik, hormonal dan seksual. Salah satu perubahan yang terjadi yaitu menstruasi. Maenstruasi atau haid adalah perubahan fisiologis yang terjadi sesuai dengan siklus tubuh wanita serta dipengaruhi oleh hormon reproduksi. Menstruasi dapat menyebabkan ketidaknyamanan salah satunya yaitu dismenorea. Dismenorea mengacu pada rasa sakit, nyeri dan keram yang dirasakan pada perut bagian bawah sampai ke punggung belakang yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Angka kejadian dismenorea di Indonesia mencapai 107.673 jiwa (64,25%). Nyeri dismenorea dapat diatasi salah satunya dengan tindakan non farmakologi yaitu dengan pijat endorphine. Pijatan ini berfungsi untuk merangsang tubuh untuk melepaskan senyawa endorphine yang merupakan pereda rasa sakit dan dapat menciptakan perasaan nyaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pijat endorphine terhadap penurunan nyeri dismenorea pada mahasiswa akademi kebidanan tahirah al baeti bulukumba. Metode penelitian Quasy eksperimen one grup pretest posttest design, populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa akademi kebidanan tahirah al baeti bulukumba tahun ajaran 2023-2024 dengan jumlah sampel sebanyak 10 orang mahasiswa yang mengalami dismenorea. Hasil : menunjukkan nilai p-value sebelum dan sesudah diberikan pijat endorphine sebesar 0.002<0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian pijat endorphine terhadap penurunan nyeri dismeborea pada mahasiswa Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba.
The Effect of Aromatherapy on Reducing Anxiety in Pregnant Women with Emesis Gravidarum Jumriani Jumriani; Erniawati Erniawati; Sumarni Sumarni; Nurbaety Nurbaety; Putri Yayu; Fitri Adriani
International Journal of Engineering, Science and Information Technology Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Malikussaleh University, Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52088/ijesty.v5i2.800

Abstract

Beginning with ovulation and continuing through conception, nidation, implantation, and embryonic growth in the uterus, pregnancy is an ongoing process. Adapting mentally and physically to the effects of pregnancy hormones and the increased mechanical pressure from the growing uterus and other tissues is essential during pregnancy. The symptoms of morning sickness and vomiting, known as emesis gravidarum, typically manifest in the first trimester of pregnancy. Symptoms usually begin around six weeks following the last day of menstruation and continue for around ten weeks. However, they can sometimes extend into the second and third trimesters of pregnancy. This study, therefore, seeks to establish whether aromatherapy helps pregnant women who suffer from nausea and vomiting all through their nine months of gestation. The novelty of the method used in this study is that it tests a group of pregnant women both before and after the application of lemon aromatherapy. Researchers found that first-trimester pregnant women who used lemon aromatherapy had less anxiety and fewer symptoms of emesis gravidarum. Most people who tried the lemon acupressure said it helped them relax, even if the results of the statistical tests did not reveal a substantial reduction in anxiety. The limbic system, which controls our reactions to stress and other emotions, is activated by lemon aromatherapy via the olfactory pathway. Lemon essential oil contains bioactive components like citral and limonene, which have anxiolytic effects and can alleviate vomiting and nausea. This study aimed to find out whether aromatherapy helped pregnant women with emesis gravidarum feel less anxious. A quasi-experimental approach was employed with pre- and post-tests administered to one group. Findings from the study The Wilcoxon Signed Rank Test yielded a p-value of less than 0.025. It can be concluded that aromatherapy with lemon did not alleviate morning sickness anxiety in first-trimester pregnant ladies.