Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PEMANTAUAN DAN EDUKASI KESEHATAN IBU HAMIL PASCA GEMPA DI DESA TAMPALANG KECAMATAN TAPPALANG KABUPATEN MAMUJU Andi Hariati; Erniawati Erniawati; Rosmina Anisa; Annisa Fitri Mutmainna
JCS Vol. 3 No. 3 (2021): Edisi October 2021
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jcs.v3i3.15

Abstract

In 2021 Mamuju Regency, West Sulawesi Province was rocked by a large earthquake. Tampalang Village, Tappalang District, Mamuju Regency, is one village that was affected by the earthquake. This earthquake caused a lot of losses both physically and non-physically. Non-physical losses include trauma, especially to children and pregnant women. After the earthquake, some of the survivors were injured and needed health monitoring. The limited number of health personnel and the damage to health facilities have resulted in many earthquake victims who have not been handled evenly, including pregnant women. Residents live in refugee camps with limited sanitation and rainy season weather worsens the health conditions of the population, especially pregnant women, postpartum mothers, infants, and toddlers. The purpose of this service activity is to provide health services to pregnant women by conducting examinations. The method used in this service activity is through education and health checks for pregnant women. The result of this activity is that while carrying out health services for pregnant women who experience health problems or anxiety because of the earthquake that hit Mamuju Regency.
PENDAMPINGAN SUAMI DALAM KEIKUTSERTAAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA MELALUI PERBAIKAN PEMAHAMAN TENTANG METODE KONTRASEPSI KELURAHAN BINTARORE KECAMATAN UJUNG BULU KABUPATEN BULUKUMBA Jusni Jusni; Erniawati Erniawati; Nurul Hidayah Bohari; Darliana Darwis
JCS Vol. 3 No. 3 (2021): Edisi October 2021
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jcs.v3i3.19

Abstract

Male participation is one of the problems that are still faced in family planning programs in several countries, including Indonesia. Family planning programs that focus on women in a society that adheres to a patriarchal system give the impression that women are the ones who are responsible for managing pregnancy. This community service program aims to encourage husbands' participation in family planning programs through improving their understanding of contraceptive methods. After participating in this activity, it is hoped that husbands will have broad knowledge about contraceptive methods. This community service is carried out in an integrated manner through the PKK activity for the Tahirah Al Baeti Bulukumba Midwifery Community in 2021 in the Menara Environment, Bintarore Village, Kec. Ujung Bulu, Bulukumba Regency. The approach taken is through mentoring as a form of community engagement and education about myths and facts about contraceptive methods and family planning. This community service program has been proven to be able to significantly increase men's knowledge on family planning issues. Community involvement, starting from the process of determining problem priorities, makes the interventions that are carried out truly become community needs. This indirectly causes the target to participate actively during the activity, so that his knowledge of family planning increases.
Penyuluhan Tentang Pentingnya Gizi Pada Ibu Hamil Di Desa Sopa, Kec. Kindang Kab. Bulukumba Erniawati Erniawati; Sulastri Sulastri
JCS Vol. 4 No. 1 (2022): Edisi Februari 2022
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jcs.v4i1.25

Abstract

Wanita hamil memerlukan gizi yang cukup untuk kesehatan ibu dan janinnya. Jika kebutuhangizi ibu tidak tercukupimaka dapatberpotensi menyebabkan masalah gizi. Namun demikian, ibuhamil seringkali tidak mengetahui adanya peningkatan kebutuhan gizi selama kehamilan. Kebutuhangizi nutrisi ibu hamil wajib dicukupi karena kebutuhan ibu hamil harus bisa menutrisi janin yangada di dalam kandungannya. Jangan sampai ibu hamil kekurangan nutrisi sebab jika sampaikekurangan nutrisi janin yang dikandungnya tidak sehat dan juga terkena komplikasi. Sesuai denganhasil wawancara bidan di Pustu Sopa di Wilayah Kerja Puskesmas Balibo. Fakta yang ditemukandilapangkan bahwa Rendah nya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya gizi pada Ibu Hamil.Metode pemecahan masalah yang dilakukan adalah Memberikan penyuluhan tentang Pentingnyagizi pada ibu hamil Pada saat melakukan kegiatan pengabdian masyarakat peserta yang hadirsebanyak 40 orang ibu hamil, 2 orang bidan koordinator dan 3 orang petugas KIA dan 3 orang kaderPustu Sopa. Hasil kegiatan didapatkan Peserta antusias terhadap materi penyuluhan, tidak adapeserta yang meninggalkan tempat penyuluhan selama proses penyuluhan berlangsung dan Lebih dari75% dari peserta yang hadir mampu menjawab pertanyaan dari penyuluh tentang materi yangdisampaikan. Hal ini membuktikan bahwa peserta memperhatikan materi yang disampaikan.Kesimpulan didapatkan Pemberian pengetahuan tentang Pentingnya gizi pada ibu hamil berdampakpositif pada masyarakat, sehingga masyarakat paham tentang Pentingnya gizi pada ibu hamil.
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG TANDA BAHAYA PADA KEHAMILAN DI KELURAHAN BONTORAMBA KABUPATEN JENEPONTO Erniawati Erniawati; sumarni sumarni; Anitasari Anita; Nurafni Nurafni
JCS Vol. 4 No. 2 (2022): Edisi Juni 2022
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jcs.v4i2.45

Abstract

Deteksi dini pada penyulit kehamilan dapat dijadikan sebagai salah satu upaya untuk mencegah komplikasi pada kehamilan. Masih tingginya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu kurang maksimal saat pelayanan antenatal. Penyebab utama kematian ibu yang berupa preeclampsia, perdarahan dan infeksi dapat dicegah jika tanda-tandanya diketahui sejak dini. Tanda-tanda tersebut dikenal dengan tanda-tanda bahaya kehamilan. Maka dari itu,ibu yang hamil agar lebih mempelajari mengenai tanda bahaya kehamilan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang tanda bahaya kehamilan. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Bontoramba Kab.Jeneponto pada bulan Maret 2022. Sasaran kegiatan ini adalah ibu hamil yang berjumlah ibu hamil yang berada di Dusun Kec. Bontoramba, Kab. Jeneponto. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini antara lain penyuluhan, diskusi, tanya jawa. Setelah di lakukan penyuluhan ibu hamil mengerti dan tahu tentan tanda – tanda bahaya pada kehamilan.
Prevalensi dan Faktor Motivasi Pengambilan Keputusan Pemakaian Kontrasepsi Pada PUS di Kelurahan Bintarore Jusni Tajuddin; Sumarni Sumarni; Erniawati Erniawati; Arfiani Arfiani
Jurnal Promotif Preventif Vol 5 No 1 (2022): Agustus 2022: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v5i1.459

Abstract

Indonesia merupakan negara yang sedang berkembang dengan jumlah penduduk yang besar. Sehingga jumlah penduduk yang cukup besar menunjukkan bahwa Indonesia bukannya tanpa masalah kependudukan. Salah satu masalah kependudukan yang cukup besar di Indonesia adalah kepadatan penduduk yang sangat besar. Program keluarga berencana merupakan salah satu program pemerintah untuk mengurangi pertumbuhan penduduk. Pelaksanaan keluarga berencana di Indonesia menghadapi berbagai kendala. Termasuk ketidak adekuatan konseling, keterbatasan informasi yang diterima (calon) akseptor KB, masalah kesehatan, dana, akses kepelayanan kb, dan hambatan suami/keluarga dan masyarakat. Tujuan penelitian yakni untuk mengetahui prevalensi dan faktor motivasi pengambilan keputusan pemakaian kontrasepsi pada PUS Di Kelurahan Bintarore. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional dan pengumpulan data menggunakan koesioner dengan total sampling. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan akseptor KB di Kelurahan Bintarore yaitu dari 695 PUS terdapat 398 yang menjadi akseptor KB (57,27%) PUS dan terdapat 297 (42,3%) PUS yang tidak menjadi akseptor KB di Kelurahan Bintarore. Sedangkan dari faktor motivasi pengambilan keputusan menggunakan KB, menunjukkan bahwa dukungan suami atau keluarga masih kurang terlihat total motivasi dari suami atau keluarga adalah 68,35 dibandingkan dengan kemauan sendiri yaitu 318,66 dan peran tenaga kesehatan terlihat minim dimana hanya 13,99 dari total empat Lingkungan di Kelurahan Bintarore.
PEMANFAATAN GeoDa DALAM PEMETAAN STUNTING DI KABUPATEN BULUKUMBA Jusni Tajuddin; Arfiani; Erniawati; Sulfa Indra Wini
Medika Alkhairaat : Jurnal Penelitian Kedokteran dan Kesehatan Vol 4 No 3 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Alkhairaat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/ma.v4i3.105

Abstract

Salah satu permasalahan gizi yang dihadapi dunia saat ini adalah anak pendek (stunting). Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah lima tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Masalah anak pendek merupakan Kasus stunting di mana merupakan kasus multidimensi yang tidak hanya terjadi pada anak dari keluarga miskin, tetapi juga pada keluarga yang berada di atas 40% tingkat kesejahteraannya. Stunting dipengaruhi oleh faktor secara langsung dan secara tidak langsung. Berbagai program pemerintah terkait pencegahan stunting telah diselenggarakan, namun belum efektif dan belum terjadi penurunan dalam skala yang memadai. Sehigga perlu di lakukan pengendalian penyakit pemetaan penyakit dapat membantu dalam penanggulangan penyakit melalui deteksi dini lokasi-lokasi yang beresiko tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran penderita stunting di Kabupaten Bulukumba memalui GeoDa. Data merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan kasus stunting di Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba serta metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara (Interview). Analisa spasial empirical bayes (empirical bayesian smoothing rates) yang dikembangkan oleh Clayton dan Kaldor (1987) dalam software Geoda program version 1.6.7 dilakukan untuk mengidentifikasi sebaran kasus karena kasus stunting tidak sepenuhnya mewakili jika terjadi pada populasi lebih besar namun tidak padat penduduk karena wilayah yang lebih luas. Penelitian dilakukan di Kabupaten Bulukumba. Populasi adalah anak berusia 24-59 bulan di Kabupaten Bulukumba. Hasil Sebaran kasus stunting tertinggi di Kecamatan Gantarang dengan kasus 745 (40.69%). Sedangkan sebaran kasus terendah terdapat pada Kecamatan Ujung Bulu dengan 41 (2.24%) dengan wilayah kerja Puskesmas yaitu Puskesmas Caile dengan 41 kasus stunting. Hal ini masih menunjukkan bahwa ada keterkaitan sebaran stunting dengan wilayah tempat tinggal secara geografis.
PENYULUHAN DAN PELAKSANAAN PRENATAL YOGA PADA IBU HAMIL DI DESA BIJAWANG, KABUPATEN BULUKUMBA Erniawati Erniawati; Kurniati Akhfar Kurniati Akhfar; Sitiani Dalle Sitiani Dalle
JCS Vol. 5 No. 1 (2023): Edisi Februari 2023
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jcs.v5i1.79

Abstract

Selama kehamilan biasanya banyak keluhan atau ketidaknyamanan yang umum terjadi. Salah satunya adalah nyeri punggung yang terjadi pada ibu hamil trimester ketiga. Salah satu upaya untuk mengatasi keluhan nyeri punggung adalah prenatal yoga. Yoga prenatal dapat melenturkan otot-otot di sekitar tulang belakang dan kelenturan, sehingga untuk mengatasi rasa ketidaknyamanan tersebut dibutuhkan terapi non konvensional salah satunya prenatal yoga. Latihan yoga saat ini banyak digunakan untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil, karena kemungkinan efek samping obat pada janin dan ibu hamil sangat minim. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterlibatan ibu hamil dalam melakukan prenatal yoga untuk meningkatkan kesehatan. Kegiatan ini dilakukan dengan beberapa tahap yaitu menjalin hubungan, memberikan proposal dan menentukan jadwal kegiatan, kemudian, akan ada evaluasi proses dari kegiatan pengabdian masyarakat yaitu sesi Tanya jawab. Penyuluhan kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan praktik, serta dilengkapi dengan media audio visual yang digunakan saat melakukan prenatal yoga.
Comprehensive Midwifery Care for Mrs "M" with Anemia at the Caile Community Health Center, BuIukumba Regency: Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny ‘‘M’’ dengan Anemia di Puskesmas Caile Kabupaten BuIukumba Rosmina Anisa; Erniawati; Jusni; Ariani
Jurnal Midwifery Vol 5 No 2 (2023): AUGUST
Publisher : Prodi Kebidanan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jmw.v5i2.35585

Abstract

Introduction Anemia or lack of iron which is needednfor thenformation of red bloodncells is one of the complicated nutritional problems faced by Indonesia today. Malnutrition in pregnant women is still a problem that must be addressed (hemoglobin). For this reason, research was carried out with the aim of this research being to carry out comprehensive midwifery care management for Mrs ''M'' with Anemia at the CaiIe Health Center, BuIukumba Regency. Method The subject used in this study was one of the third trimester pregnant women who had anemia, then comprehensive care would be carried out such as care for pregnant women, care for postpartum women, care for postpartum women, care for infants and care for family planning (KB). . This research data collection technique consists of interviews, observation, and documentation. result The results of this study are objective data from pregnant women in good overall health, calm consciousness, and HB 8 gram%. The diagnosis from the results of the data is that Ny. M experienced mild anemia during pregnancy was reached in BuIkumba in 2022. During the puerperium given to Mrs.M during the visit thenresults of thenexamination showednthat the mother's condition was normal, involution was good, there was no infection in the incision suture, TFU 2 fingers below the middle . As well as the family planning care given to Mrs. M, went smoothly. Conclusion this study is that Mrs M's healthy living standards in midwifery management can be said to have improved even though at first Mrs. M is anemic but in a light period.
Penyuluhan Dan Pendampingan Terapi Massage Pada Ibu Hamil Untuk Mengatasi Kecemasan Dalam Kehamilan Trimester Iii Di Kabupaten Buukumba: Penyuluhan Dan Pendampingan Terapi Massage Pada Ibu Hamil Untuk Mengatasi Kecemasan Dalam Kehamilan Trimester Iii Di Kabupaten Buukumba Erniawati Erniawati; Jusni Jusni; Fitriana Ibrahim; Arfiani Arfiani; Ariani Ariani
JCS Vol. 5 No. 3 (2023): Edisi Oktober 2023
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57170/jcs.v5i3.85

Abstract

Pregnancy is an important period in a mother's life. When pregnant women experience high levels of anxiety, especially in the first and third trimesters, the body will produce the stress hormone cortisol. If excessive levels of this stress hormone can affect the baby's health because it can enter the amniotic fluid through the placenta. Post partum depression occurs within 3-6 months, 13%-22% is caused by depression that occurs in the third trimester of pregnancy. Overcoming anxiety problems can include pharmacological and non-pharmacological therapy. One non-pharmacological therapy that can overcome anxiety in pregnant women is massage. Massage is a type of therapy that involves touching or light massage which is very important for pregnant women. Massage therapy is a non-pharmacological therapy option that can be applied to pregnant women to increase comfort for pregnant women. This community service activity is applied to pregnant women who live in Bontobulaeng Hamlet, Padang Village, Kab. Bulukumba. This activity uses the practical method of giving massage to pregnant women using the homecare service method. Implementation time is September 2023. The target is 5 pregnant women with a gestational age of 20 – 35 weeks. This activity has an impact on the community, especially pregnant women who feel more comfortable after being given massage therapy for approximately 60 minutes. This is proven by the reduction in physical complaints currently felt and the increase in sleep quality of pregnant women Key words: Pregnancy, Anxiety, Massage Therapy
Tingkatkan Kesejahteraan Ibu Melalui Facial Massage Sebagai Upaya Perawatan Prenatal Dan Post Natal Di Kabupaten Bulukumba Erniawati Erniawati; Sumarni; Husnul Khatimah; Ariani; Sri Ningsih
JCS Vol. 6 No. 2 (2024): Edisi Juni 2024
Publisher : Akademi Kebidanan Tahirah Al Baeti Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Facial Massage has long been known to have significant benefits in improving the well-being of pregnant women. This community service program aims to introduce facial Massage as one of the beneficial prenatal and postnatal care practices for the health of pregnant and postpartum women. Through this program, safe and effective facial Massage techniques are taught to the participants. Additionally, information about the benefits of facial Massage in reducing stress, improving blood circulation, and enhancing sleep, all of which are crucial factors in the well-being of pregnant and postpartum women, is provided. Consequently, it is hoped that this program can positively contribute to improving the well-being of women in the community. The community service activities are implemented in pregnant women residing in Padang Village, Bulukumba Regency. The activities utilize the homecare method for conducting massages on pregnant women. The implementation period is in March 2024. The target participants include 5 pregnant women with gestational ages between 20 to 35 weeks and 5 postpartum women. This activity has an impact on the community, especially pregnant and postpartum women who feel more comfortable after receiving facial Massage therapy for approximately 60 minutes.