Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Pengaruh Atraumatic Care dengan Medical Play terhadap Kecemasan Hospitalisasi pada Anak Usia Prasekolah Liana, Yunita; Ersita, Ersita; Sari Putri, Kurnia
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 4 No 3 (2024): JUPIN Agustus 2024
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.642

Abstract

Kondisi sakit dan menjalani perawatan di rumah sakit merupakan hal yang menakutkan bagi anak usia prasekolah. Hal ini dapat menimbulkan kecemasan hospitalisasi pada anak. Dampak dari kecemasan akibat hospitalisasi akan mengakibatkan terjadinya perubahan sikap, anak menjadi apatis, menolak tindakan perawatan hal ini menyebabkan proses pengobatan berlangsung lama dan anak mengalami trauma pasca dirawat. Atraumatic care merupakan tindakan perawatan terapeutik dengan menggunakan intervensi untuk meminimalisir stress psikologis anak dan keluarga dalam sistem pelayanan kesehatan. Salah satu intervensi keperawatan yang dapat meminimalisir kecemasan hospitalisasi anak usia prasekolah adalah medical play. Medical play merupakan terapi bermain dengan memberikan kesempatan bermain dan mengeksplorasi peralatan medis.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh atraumatic care dengan medical play terhadap kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia prasekolah. Desain penelitian pra-eperimental; one group pretest-post test design. Penelitian dilaksanakan di Rumah Sakit Tk.III 02.06.02 Dr.Noesmir Baturaja pada bulan 22 Januari sampai dengan 15 Februari tahun 2024. Populasi penelitian anak usia prasekolah yang sedang dirawat dan mengalami kecemasan akibat hospitalisasi. Sampel penelitian sebanyak 30 orang, teknik sampling menggunakan purposive sampling. Instrumen untuk mengukur kecemasan menggunakan Zung-Self Rating Anxiety Scale. Uji statistik yang digunakan adalah uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan bahwa kecemasan anak usia prasekolah setelah dilakukan atraumatic care dan medical play didapatkan p-value = 0,000 (p<0,05). Hal ini dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh atraumatic care dan medical play terhadap kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia prasekolah, sehingga atraumatic care dan medical play dapat direkomendasikan untuk membantu menurunkan tingkat kecemasan anak usia prasekolah yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
HUBUNGAN MOTIVASI INTERNAL DAN EKSTERNAL TERHADAP KINERJA PERAWAT Ersita, Ersita; Supriyanto, Supriyanto
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 8, No 2: Agustus 2023 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v8i2.1086

Abstract

Latar belakang: Kemampuan menyelesaikan tugas merupakan unsur utama dalam memberi penilaian kinerja seseorang, namun tanpa didukung oleh kemauan dan motivasi, maka suatu tugas tidak akan terselesaikan. Itulah pentingnya motivasi agar seseorang mampu menyelesaikan tugasnya dan mendapatkan kepuasan kerja.Tujuan: Untuk mengetahui motivasi internal dan eksternal terhadap kinerja perawat di Puskesmas Nusa Bakti Kecamatan Belitang 3 Kabupaten OKU Timur. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perawat yang bekerja di Puskesmas Nusa Bakti Kecamatan Belitang 3 Kabupaten III OKU Timur yang berjumlah 47 orang perawat. Sampel penelitian ini diambil dengan tehnik Total Sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2022. Analisis data menggunakan statistic univarat dan bivariate dengan menggunakan Uji Chi Square. Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa Ada hubungan yang bermakna antara motivasi internal terhadap kinerja perawat dengan p Value 0,006 (< 0,05) dan Ada hubungan yang bermakna antara motivasi eksternal terhadap kinerja perawat dengan p Value 0,025 (< 0,05) . Saran: Saran bagi  Puskesmas Nusa Bakti dapat memanfaatkan hasil penelitiaan tersebut sebagai salah satu bahan kajian untuk untuk meningkatkan kinerja yang baik dengan cara meningkatkan motivasi kerja.Kata Kunci: Motivasi, Kinerja Perawat
PENGARUH EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN SISWA TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA PADA KORBAN KECELAKAAN LALU LINTAS Aulianah, Hili; Kardewi, Kardewi; Ersita, Ersita; Arifin, Arifin
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 17, No 2 (2025): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v17i2.1503

Abstract

Latar Belakang: Dalam keadaan darurat seperti kecelakaan lalu lintas diperlukan pertolongan pertama untuk menyelamatkan hidup korban dari keadaan yang mengancam jiwa. Pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) merupakan upaya pemberian pertolongan sementara atau Pre hosipital terhadap korban sebelum mendapat pertolongan medis.Tujuan: Diketahuinya pengaruh edukasi terhadap pengetahuan siswa tentang pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas. Metode: Penelitian dilakukan pada siswa anggota Palang Merah Remaja (PMR) di SMAN 11 OKU. Jumlah populasi 25 orang, sampel adalah total seluruh populasi berjumlah 25 orang. Penelitian dilakukan 21 - 23 Mei 2025 menggunakan metode kuantitatif dengan jenis pre eksperimental menggunakan design one group pretest posttest group design.. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji T berpasangan atau Paired Sample T-test pada program SPSS. Hasil: Terdapat pengaruh edukasi terhadap pengetahuan siswa tentang pertolongan pertama pada korban kecelakaan lalu lintas dimana didapatkan hasil skor Z sebesar -4130 dan skor Asymp.sig 2 tailed yaitu 0.000 < 0.05. Saran: Penelitian ini diharapkan menjadi acuan sekolah meningkatkan edukasi siswa mengenai pertolongan pertama pada kecelakaan melalui PMR program PMR class to class, membantu mengedukasi siswa lainnya mengenai P3K serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pemahaman mengenai P3K.Kata Kunci: Kecelakaan lalu lintas, Edukasi, P3K, Pengetahuan
The Impact Of Lullaby Music Therapy On Physiological Stability In Low Birth Weight Infants Yunita Liana; Ersita Ersita; Meta Nurbaiti; Romliyadi Romliyadi; Kardewi Kardewi; Oktia Putri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47703

Abstract

Physiological instability, which encompasses fluctuations in body temperature, heart rate, respiration rate, and oxygen saturation, is a substantial concern for low birth weight infants (LBWI). Lullaby music therapy is a non-pharmacological treatment that assists in the stabilization of the physiological condition of neonates with extremely low birth weight. This study aimed to investigate the physiological status of low-birth-weight neonates in response to lullaby music therapy. This study was designed as a quasi-experimental pretest-posttest study that involved 20 low-birth-weight infants. A lullaby music treatment was administered for 45 minutes on each of the three consecutive days, with a frequency of 60-70 dB. The intervention was implemented through a speaker that was situated in close proximity to the infant's feet within the incubator. Before and during the treatment, the physiological parameters assessed were body temperature, heart rate, respiration rate, and oxygen saturation. The Wilcoxon signed-rank test was employed to analyze the data. Significant discrepancies were observed between pre- and post-therapy measurements for all parameters, including body temperature (Z = -2.591; p = 0.010), heart rate (Z = -2.765; p = 0.006), respiratory rate (Z = -3.930; p < 0.001), and oxygen saturation (Z = -3.934; p < 0.001). In hospital environments, lullaby music treatment has the potential to serve as an effective supportive intervention in stabilizing the physiological state of neonates with Low Birth Weight (LBWI) and significantly enhances their physiological condition.
Efektifitas Terapi Bermain Puzzle Dalam Menurunkan Kecemasan Akibat Hospitalisasi Pada Anak Di RSUD Lubai Ulu Tahun 2026 Elisa Nirmalasari; Dian Emiliasari; Hili Aulianah; Ersita Ersita
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12929

Abstract

Latar Belakang: Hospitalisasi merupakan kondisi ketika anak harus menjalani perawatan di rumahsakit akibat suatu penyakit sehingga memerlukan tindakan medis maupun keperawatan. Kondisitersebut sering menimbulkan kecemasan pada anak karena adanya perubahan lingkungan, prosedurmedis, serta keterpisahan sementara dari keluarga. Kecemasan yang tidak ditangani dapatmenyebabkan anak menjadi tidak kooperatif, meningkatkan stres, serta menghambat prosespenyembuhan. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk mengurangikecemasan adalah terapi bermain puzzle.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas terapi bermain puzzle terhadaptingkat kecemasan anak yang mengalami hospitalisasi di RSUD Lubai Ulu Tahun 2026.Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimental melaluipendekatan one group pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 23 responden yangdipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakaninstrumen Facial Image Scale (FIS) sebelum dan sesudah pemberian terapi bermain puzzle. Analisisdata dilakukan menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi 95%.Hasil: Penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan setelah pemberian terapibermain puzzle. Median skor kecemasan sebelum intervensi sebesar 4,04, sedangkan setelahintervensi menurun menjadi 2,96. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000 (p<0,05) yangmenunjukkan adanya pengaruh signifikan terapi bermain puzzle terhadap penurunan kecemasananak selama menjalani hospitalisasi.Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa terapi bermain puzzle merupakan intervensinonfarmakologis yang efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan anak selama hospitalisasi.Intervensi ini dapat diterapkan sebagai bagian dari pelayanan keperawatan anak untuk meningkatkankenyamanan psikologis dan mendukung keberhasilan proses perawatan.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Aktivitas Fisik Dengan Tekanan Darah Pada Penderita Hipertensi Di Wilayah Puskesmas Sukarami Palembang Mu’amah Siti Nurhanifah; Romliyadi Romliyadi; Rinda Suciarti; Ersita Ersita
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.14080

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatanmasyarakat karena prevalensinya yang terus meningkat serta berpotensi menimbulkan berbagaikomplikasi. Pengetahuan dan aktivitas fisik merupakan faktor yang dapat berkontribusi terhadappengendalian tekanan darah pada penderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuihubungan tingkat pengetahuan dan aktivitas fisik dengan tekanan darah pada pasien hipertensi diwilayah kerja Puskesmas Sukarami Palembang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengandesain deskriptif korelasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah1.078 pasien hipertensi, dengan 38 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling.Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan tentang hipertensi, GlobalPhysical Activity Questionnaire (GPAQ), dan lembar observasi tekanan darah. Analisis data meliputianalisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 46–55 tahun sebanyak 31,6%,berjenis kelamin perempuan sebanyak 65,8%, berpendidikan SMA sebanyak 39,5%, dan bekerjasebagai ibu rumah tangga sebanyak 36,8%. Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuansedang, yaitu sebanyak 16 responden (42,1%), aktivitas fisik rendah sebanyak 18 responden (47,4%),serta tekanan darah tidak terkontrol sebanyak 23 responden (60,5%). Hasil uji Chi-Squaremenunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan tekanan darah (p= 0,003), serta antara aktivitas fisik dengan tekanan darah (p = 0,001). Dapat disimpulkan bahwatingkat pengetahuan dan aktivitas fisik memiliki hubungan yang signifikan dengan tekanan darah padapasien hipertensi. Edukasi kesehatan secara berkelanjutan dan peningkatan aktivitas fisik secara rutindirekomendasikan sebagai upaya untuk mendukung pengendalian tekanan darah pada penderitahipertensi.
Pengaruh Senam Hamil Terhadap Intensitas Nyeri Punggung Bawah Pada Ibu Hamil Trimester III di Klinik Marisa Tahun 2026 Nabila Agustina N; Sutrisari Sabrina N; Ersita Ersita; Meta Nurbaiti
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan trimester III merupakan periode yang ditandai dengan berbagai perubahan fisiologis yangdapat menimbulkan ketidaknyamanan, salah satunya nyeri punggung bawah. Nyeri punggung bawahpada ibu hamil dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, kenyamanan, kualitas tidur, serta kesiapan ibudalam menghadapi persalinan. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat digunakan untukmembantu mengurangi keluhan tersebut adalah senam hamil. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh senam hamil terhadap intensitas nyeri punggung bawah pada ibu hamiltrimester III di Klinik Marisa tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengandesain quasi experiment one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 21 ibu hamiltrimester III yang dipilih berdasarkan kriteria penelitian. Intensitas nyeri diukur menggunakanNumeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah diberikan intervensi senam hamil. Analisis datadilakukan secara univariat dan bivariat. Uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk menunjukkanbahwa data sebelum dan sesudah intervensi tidak berdistribusi normal, sehingga analisis dilanjutkanmenggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikansenam hamil, sebagian besar responden mengalami nyeri berat sebanyak 11 orang (52,4%), sedangkansetelah intervensi tidak terdapat responden dengan nyeri berat. Median intensitas nyeri sebelumintervensi sebesar 7 dan setelah intervensi menurun menjadi 2. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilaip=0,000 (p<0,05). Dengan demikian, terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian senamhamil terhadap penurunan intensitas nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III di KlinikMarisa tahun 2026.