Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

LATIHAN ANKLE STRATEG MENINGKATKAN KEMAMPUAN KESEIMBANGAN STATIS PADA PASIEN OSTEOARTHRITIS GENU Imam Haryoko; Ika Guslanda Bustam
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 11, No 1 (2019): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : STIKES 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v11i1.961

Abstract

Latar belakang: Lutut mempunyai fungsi yang sangat penting, maka penanganan Osteoarthritis genu harus diusahakan  secara  optimal untuk dapat mengurangi dampak buruk seperti kehilangan keseimbangan statis atau kemampuan untuk berdiri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek dari latihan ankle strategi terhadap peningkatan keseimbangan statis pada pasien dengan diagnose osteoarthritis genu. Metode: Penelitian merupakan pra eksperiment (one group pre post test design), terdapat 28 sample berusia 30-60 tahun dengan diagnosis orteoratitis genu yang memiliki gangguan keseimbangan. Sample dipilih dengan metode purposive (consecutive) sampling. Data diperoleh melalui pengukuran dengan observasi keseimbangan statis dengan One Leg Standing (OLS), data di analisis dengan uji t paired. Hasil: Penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan statis pasien sebelum dan setelah rutin mendapatkan intervensi ankle strategy exercise p-value 0.000. Saran: Gangguan keseimbangan statis pada pasien osteoarthritis genu dapat diberikan intervensi fisioterapi berupa ankle strategy exercise.  Kata Kunci: Osteoarthritis, Keseimbangan statis, One Leg Standing Score, Ankle Strategy Exercise
KAJIAN NARASI; STRES ORANG TUA DALAM MENDAMPINGI ANAK DENGAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH SAAT PANDEMI COVID-19 suzanna suzanna; Ayu Dekawaty; Imam Haryoko
Masker Medika Vol 11 No 1 (2023): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v11i1.522

Abstract

Latar Belakang : Covid-19 berdampak pada dunia pendidikan karena terdapat kebijakan menutup sekolah sementara dan mengalihkan proses ke pembelajaran jarak jauh. Pembelajaran jarak jauh berdampak kepada orang tua karena orang tua mempunyai keterbatasan dalam mendampingi anak belajar di rumah dikarenakan rendahnya tingkat pendidikan orang tua, keterbatasan penggunaan alat teknologi informasi, dan kesulitan membagi waktu antara pekerjaan dan perawatan rumah tangga sehingga membuat orang tua stres. Tujuan : Literature Review ini bertujuan menelaah tingkat stres orang tua mendampingi anak dalam pembelajaran jarak jauh selama pandemi Covid-19. Metode : Literature Review ini menggunakan pendekaan studi literature dari database elektronik, yaitu Google Scholar, PubMed, ProQuest dan Science Direct. Terdapat 7 artikel penelitian yang membahas mengenai tingkat stres pada orang tua selama mendampingi anak dalam pembelajaran jarak jauh saat pandemi covid-19. Hasil : Berdasarkan hasil telaah dari 7 artikel penelitian tersebut didapatkan bahwa tingkat stres yang dirasakan pada orang tua yaitu rata-rata 75,34% pada katagori stres sedang, namun terdapat 10,31% responden yang memiliki tingkat stres yang tinggi dan 71,88% di antaranya adalah perempuan atau ibu-ibu. Kesimpulan : Literature Review ini menunjukan bahwa tingkat stres pada orang tua dalam mendampingi anak pembelajaran jarak jauh saat pandemi covid-19 termasuk kategori tingkat stres ringan hingga sedang.
Edukasi Aktivitas Fisik Terhadap Pencegahan Dementia Pada Lansia Dengan Metode Telephysio Ika Gulanda Bustam; Imam Haryoko; Juliastuti
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 7 No. 1 (2023): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.544 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v7i1.2511

Abstract

Lansia merupakan tahap akhir dalam daur kehidupan pada manusia. Seiring dengan bertambahnya usia terjadi banyak perubahan sebagai akibat dari proses menua yang berpotensi menimbulkan masalah fisik dan kesehatan serta gangguan kognitif. Salah satu gangguan kognitif yang banyak muncul pada lansia adalah dementia. Lansia dengan dementia akan mengalami penurunan daya ingat dan daya pikir. Masalah tersebut jika tidak ditangani akan berkembang menjadi masalah yang kompleks yaitu akan mengganggu kehidupan aktivitas sehari-hari lansia. Pada masa pandemi penyakit coronavirus-2019 (COVID-19) yang telah menyebar luas ke seluruh dunia termasuk Indonesia menyebabkan kita harus tetap mematuhi protokol kesehatan dengan membatasi kerumunan, serta menjaga jarak minimal 2 meter. Mengingat lansia merupakan individu yang rentan dan mudah terpapar virus ini sehingga banyak lansia yang mengalami dementia tidak di bawa ke Rumah Sakit dan hal ini di anggap wajar serta normal karena proses menua sehingga lansia tidak mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengedukasi para lansia untuk tetap aktif melakukan aktivitas fisik agar terhindar dari dementia. Metode yang digunakan adalah TelePhysio, dimana Fisioterapis menghubungi para lansia melalui media telepon atau video call hal ini dilakukan agar fisioterapis tetap dapat memberikan pelayanan yang baik, praktis, dan cepat meski dalam masa pandemik seperti sekarang ini. Peserta berjumlah 53 terdiri dari 10 laki-laki dan 43 peserta perempuan. Hasil pengumpulan data dilakukan dengan pemeriksaan Mini Mental Status Examination (MMSE) sebelum dan setelah program pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan. Diketahui nilai rata-rata skor MMSE peserta sebelum kegiatan PkM ini adalah (18.91) menjadi (22.83) setelah kegitan PkM dengan nilai signifikan sebesar 0.000 yang artinya terdapat perbedaan pengaruh sebelum dan setelah kegiatan PkM terhadap aktivitas fisik lansia terhadap hasil MMSE skor.
Therapeutic Analysis of Smoking Cessation Efforts: Literature Review Imam Haryoko; Chun Hoe Tan; Norhashima Abd Rashid
Jurnal Inspirasi Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Spesial Edisi Khusus (Proceeding)
Publisher : Fakultas Kesehatan IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/jika.v1i2.26

Abstract

Background: Smoking is one of the most major health problems leading to the emergence of cardiovascular disease, lung disease, and cancer in the world. Smoking cessation experiences from various backgrounds of therapy types can be input to develop successful smoking cessation strategies. Objective: This literature review is to provide comprehensive information regarding types of therapies and how support and needs are encountered to successfully quit smoking. Method: This study uses the Literature review method using PRISMA Checklist guidelines and takes electronic database data sources, namely Science direct, Google Schloar, PubMed and Perpusnas with articles published from 2013 to 2022 with the keyword smoking cessation therapy. After selection and identification according to the inclusion criteria, there were 15 articles reviewed. Results: Based on the results of an analysis of 15 research articles reviewed. There are 7 types of smoking cessation therapy including Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT), Cognitive Restructuring, N-Acetylcystein Mucolytic Therapy, Nicotine Replacement Therapy (NRT), Varenicline Therapy, Self-Control Therapy and Hypnoterapy. Conclusion: Smoking cessation therapy is divided into 2 parts, namely Pharmacotherapy (N- Acetylcystein Mucolytic Therapy, Nicotine Replacement Therapy (NRT), Varenicline Therapy) and Non Pharmacotherapy (Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT), Cognitive Restructuring, Self- Control Therapy and Hypnoterapy
Case Study : The Application of Extracorporeal Shockwave Therapy (ESWT), Transverse Friction Massage and Hold Relax Exercise On Movement and Function of Ankle Joint Due to Calcaneus Spur Dextra Friska Adelia; Juliastuti; Imam Haryoko; Yudiansyah
Jurnal Inspirasi Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Spesial Edisi Khusus (Proceeding)
Publisher : Fakultas Kesehatan IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/jika.v1i2.48

Abstract

Background : Calcaneal spurs are a common cause of heel pain. Calcaneus Spur is an abnormal bony protrusion condition. It can occur anywhere along the calcaneal tuberosity. It is caused by pressure in the region of the plantar aponeurosis attachment to the calcaneal bone. This causes heel pain, the pain will be more severe when waking up in the morning. Objective: This case study was aimed to determine the effect of Extracorporeal Shockwave Therapy (ESWT), transverse friction massage and hold relax exercise on movement and function ankle joint disorders caused by calcaneus spur dextra. Methods: This case studies were carried out 6 times for 2 weeks on one patient, female 44 years old with calcaneus spur dextra condition by evaluating the degree of pain by using the Visual Analogue Scale (VAS), Joint Range of Motion (RoM) by using a goniometer and functional activity ability of the foot by using Foot Function Index (FFI) questionnaire. Results: There was a decrease of unmotion pain degree from VAS 2 to VAS 0, motion pain degree from VAS 3 to VAS 2, while tenderness pain degree decreased from VAS 7 to VAS 4. There was an increase on movement of plantar flexi ankle joint dextra from (S) 300-00-200 to (S) 400-00-200, and the FFI value decreased from 95% to 61% at the end of therapy. Conclusion: The application of intervention Extracorporeal Shockwave Therapy (ESWT), transverse friction massage and hold relax exercise can significantly reduce the motion pain on movement of plantar flexi dextra, tenderness pain around calcaneus, increase the RoM plantar flexi ankle joint dextra, and functional activity ability of the foot as well on calcaneus spur dextra condition.
EFEKTIFITAS INTERVENSI FISIOTERAPI WALL STRETCH DAN CROSS FRICTION PADA KONDISI FASCIITIS PLANTARIS Haryoko, Imam; Bustam, Ika Guslanda
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 8, No 2: Agustus 2023 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v8i2.1111

Abstract

Latar Belakang: Plantar fasciitis sering terjadi pada usia 40-70 tahun, namun bisa kurang dari 40 tahun jika mengalami kelainan bentuk kaki yaitu telapak kaki rata dan sering dialami wanita. Sebanyak 43% terjadi pada pekerja yang berdiri lebih dari 6 jam. 70% terjadi pada orang yang kelebihan berat badan atau obesitas dan lebih dari 50% pada orang berusia di atas 50 tahun. Wall stretch dan cross friction diketahui mampu mengurangi gangguan gerak dan fungsi kaki akibat plantar fasciitis. Tujuan: Mengetahui perbedaan pengaruh Wall Stretch dan Cross Friction terhadap Gangguan Gerakan dan Fungsi Kaki Akibat Plantaris Fasciitis. Metode: Penelitian ini dilakukan pada 20 responden yang dibagi menjadi dua kelompok. Masing-masing kelompok diberikan tindakan Wall stretch dan cross friction.  Penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan rancangan pretest and posttest design. Hasil : Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan Paired Sample T-Test. Hasil Uji normalitas data berdistribusi normal, uji homogenitas data berdistribusi homogen. Sedangkan hasil Uji hipotesis didapatkan nilai p = 0,001 berarti baik intervensi Wall stretch maupun cross friction sama-sama dapat mengurangi gangguan gerak dan fungsi kaki akibat fasciitis plantaris. Namun, kedua intervensi tersebut tidak memiliki perbedaan skor FAAM yang signifikan. Saran: Penggunaan intervensi pada kondisi plantar fasciitis sebaiknya dikombinasikan dengan elektroterapi agar dapat memaksimalkan treatment.Kata Kunci: Plantar fasciitis, Skor FAAM, Wall stretch, dan cross friction
The Effects Of Health Promotion Through Animation Video In Reducing Anxiety Among Hypertension Patients: A Literature Review Haryoko, Imam; Rashid, Norhashima Abd; Tan, Chun Hoe
International Journal of Health Sciences Vol. 1 No. 4 (2023): IJHS : International Journal of Health Sciences
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/ijhs.v1i4.197

Abstract

Introduction: Anxiety is a state of unease or apprehension that arises from the expectation of potential harm, frequently without a clear or identifiable cause. An individual undergoing anxiety might induce a rise in blood pressure. Anxiety exacerbates hypertension by causing vasoconstriction, resulting in elevated blood pressure. Regarding the correlation between anxiety and hypertension, it is crucial to address anxiety in individuals with hypertension. There are multiple methods available to address this anxiety, including both pharmaceutical and non-pharmacological approaches. Material and Methods: This study is a review of existing literature. The researchers aimed to locate scholarly literature about the use of animated movies as a means of alleviating anxiety in individuals diagnosed with hypertension. Articles about the specified theme were chosen from 2018 to 2023 using electronic databases such as Science Direct, PubMed, and Google Scholar and open knowledge maps during the article search. The researchers employed the PRISMA methodology to analyze the literature review studies. Results: 174 articles were chosen using the keywords Health Promotion, Animation Video, Anxiety, and Hypertension. The research underwent a comprehensive review encompassing its aims, samples, methods, and results. Based on the literature review findings, there needs to be more participants or samples that align with the focus of this study. Researchers did not discover any instances of anxiousness in individuals with hypertension through the examination of samples. However, researchers conducted studies on various topics, including the impact of using animated videos to promote health in reducing anxiety among postpartum patients, preoperative anxiety in children, and hypertension. These findings are presented in Table 1. Nevertheless, scholars might engage in discussions regarding the impacts of animated videos. The researchers selected and evaluated only ten publications despite their lack of relevance to the research area of this literature review. Conclusion: Out of the 10 articles examined, many employed animated videos as interventions. However, researchers did not discover any studies specifically focused on investigating the impact of using animated videos for health promotion in reducing anxiety among hypertensive patients. The researchers discovered an independent subject. Consequently, researching this topic can contribute innovatively to future investigations.
ASSESSMENT FISIOTERAPI DAN EDUKASI TERHADAP KELAINAN STRUKTUR PADA LUTUT SISWA/I SMA MUHAMMADIYAH 1 PALEMBANG Haryoko, Imam; Herdayanti, Dwi
Khidmah Vol 2 No 2 (2020): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v2i2.313

Abstract

Pendahuluan : Lutut merupakan pusat penumpu berat badan terbesar dalam tubuh manusia sehingga angka kejadian cidera sendi lutut menjadi sangat tinggi. Siswa SMA merupakan masa dimana aktivitas fisik berada pada puncaknya. Siswa SMA juga merupakan usia dimana gangguan muskuloskeletal disorder sudah bisa mulai diidentifikasi untuk mencegah terjadinya gangguan muskuloskeletal disorder dimasa yang akan datang. Dengan demikian pemeriksaan stabilitas lutut dirasa perlu dilakukan untuk mengidentifikasi adanya keluhan yang timbul akibat perubahan postur pada siswa SMA. Tujuan : Program ini bertujuan untuk memberikan assessment fisioterapi dan edukasi terhadap kelainan struktur pada lutut siswa/i sma muhammadiyah 1 palembang. Pemeriksaan fisioterapi yang dilakukan berupa step up and step down test untuk melihat keseimbangan kerja otot lutut pada remaja dalam hal ini siswa SMA Muhammadiyah 1 Palembang berjumlah 24 orang. Metode : Sebelum dilakukan assessment, siswa diberikan edukasi dan pemahaman menggunakan slide presentation berupa anatomilutut, fisiologi, mekanisme patologi, prognosis masalah hingga prosedur dan tujuan assessment yang akan dilakukan. Hasil : 75% dari sampel berada pada klasifikasi moderate movement. 17% diantaranya berada pada klasifikasi good dan 8% sisanya berada pada klasifikasi low moderate. Saran : Pentingnyamelakukan screening muskuloskeletal sejak dini beserta cara melakukan latihan stabilitas lutut bagi yang mengalami gangguan muskuloskeletal pada sendi lutut. Knee is the biggest center of weight support in the human body so that the number of difficulty in injury to the knee joint becomes very high. High school students are a period where physical activity is at its peak. High school students are also a disorder when musculoskeletal disorders can begin to prevent future musculoskeletal disorders. Thus, examine how to deal with problems that occur in high school students. Objective: This program aims to provide physiotherapy and education assessments of structural abnormalities in students of Muhammadiyah 1 High School in Palembang. The physiotherapy examination consisted of up and down tests to see the balance of muscle work in adolescents, in this case Muhammadiyah 1 Palembang high school students had 24 people. Methods:Before an assessment is conducted, students are given education and understanding using presentation slides consisting of knee anatomy, physiology, pathology relationships, problem prognosis to the procedures and assessment objectives to be performed. Results: 75% of the samples were classified as moderate movement. 17% were accepted in the good classification and 8% were accepted in the low-classification. Suggestion: It is important to domusculoskeletal examination early along with how to do knee exercises for those suffering from musculoskeletal disorders in the knee joint.
Edukasi Latihan Calf Stretch Untuk Nyeri Kaki Akibat Fasciitis Plantaris Haryoko, Imam
Khidmah Vol 5 No 1 (2023): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v5i1.447

Abstract

Fascitis plantaris sering terjadi pada usia 40 – 70 tahun, tetapi pada orang yang mempunyai kelainan bentuk kaki (abnormal foot) yaitu telapak kaki datar (flatfoot) bisa terjadi pada usia kurang dari 40 tahun. Bila dibandingkan dengan laki-laki, wanita lebih sering mengalaminya. Sebanyak 43% terjadi pada pekerja yang berdiri lebih dari 6 jam sehari. Sebanyak 70% terjadi pada orang kegemukan atau obesitas, dan lebih dari 50% pada orang berusia diatas 50 tahun. Kondisi ini menyebabkan penderita merasakan nyeri hingga keterbatasan luas gerak sendi yang dapat mengganggu aktivitas fungsional. Oleh karena itu, tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan, perubahan sikap dan perilaku dalam upaya membantu mengurangi nyeri kaki. Metode yang diterapkan adalah memberikan pelatihan Calf Stretch Untuk Mengatasi nyeri kaki akibat Fasciitis Plantaris melalui brosur. Hasil kegiatan didapatkan bahwa pelatihan Calf Stretch dapat dipraktikkan di masyarakat umum.
Penerapan Strengthening Ball Roll Exercise, Kinesiotaping dan Towel Curl Exercise Pada Gangguan Gerak dan Fungsi Sendi Pergelangan Kaki Akibat Flat Foot Haryoko, Imam
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No 1 (2023): PhysioTherapy Comunity
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i1.5021

Abstract

Latar Belakang: Flat foot merupakan suatu kondisi berkurangnya lengkungan Medial Longitudinal Arch (MLA) yang menyebabkan telapak kaki menjadi lebih datar dari biasanya, dampak yang akan terjadi akibat flat foot adalah berkurangnya kecepatan dan kelincahan saat berjalan. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Strengthening Ball Roll Exercise , Kinesiotaping dan Towel Curl Exercise pada gangguan gerak dan fungsi sendi pergelangan kaki akibat flat foot. Metode: Jenis penulisan yang dilakukan adalah studi kasus yang telah dilakukan pada satu orang pasien perempuan usia 19 tahun dengan kondisi flat foot. Subjek dievaluasi dengan menggunakan Foot Print Test, Arch Height Index (AHI) dan Lower Extremity Functional Scale (LEFS).Hasil: Setelah dilakukan terapi sebanyak 6 kali selama 3 minggu didapatkan hasil peningkatan tinggi arkus pada hasil pemeriksaan AHI dari nilai 3 cm menjadi 3,5 cm dan skor LEFS dari nilai 90% menjadi 97,5%. Kesimpulan: Pemberian terapi latihan berupa Strengthening Ball Roll Exercise, Kinesiotaping dan Towel Curl Exercise dapat meningkatkan tinggi arkus dan aktivitas fungsional pasien flat foot.