Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA INSOMNIA DENGAN MINAT BELAJAR PADA MAHASISWA ASRAMA STIKES MUHAMMADIYAH PALEMBANG Cintami Anggun Pratiwi; Yudi Abdul Majid; Puji Setya Rini
Masker Medika Vol 3 No 1 (2015): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Istirahat dan tidur merupakan kebutuhan dasar setiap orang. Terpenuhinya kebutuhan istirahat dan tidur dapat berpengaruh positif bagi kesehatan tubuh, diantaranya dapat meningkatkan konsentrasi. Salah satu permasalahan gangguan tidur yang paling banyak ditemukan dimasyarakat adalah gangguan tidur yang sering disebut insomnia. Dampak dari gangguan tidur tersebut adalah menurunnya konsentrasi, mudah jengkel, merasa mengantuk pada siang hari, merasa lelah dan mudah emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara insomnia dengan minat belajar pada mahasiswa asrama STIKes Muhammadiyah Palembang. Penelitian ini merupakan penelitiam kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional, sampel penelitian ini adalah mahasiswa asrama STIKes Muhammadiyah, teknik pengambilan sampel dengan cara Simple Random Sampling, yang didapatkan jumlah sampel 79 responden. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square. Dari hasil uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara insomnia dengan minat belajar dengan (p value 0,126)). Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan mahasiswa asrama dapat menggurangi insomnia mereka dengan upaya melakukan olahraga ringan secara teratur pada pagi hari dan menjaga pola makan setiap harinya. Dengan upaya ini akan menggurangi insomnia dan minat belajar mereka akan semakin meningkat dan baik. Sleep and rest are basic of everyone needs. Needs rest and sleep can influence positively For Body health benefits can improve concentration. One of the problems of sleep disorder most commonly found in the community is a sleep disorder that is often called insomnia. The impacts of sleep disorders are reduced concentration, irritability, feeling sleepy during the day, feel tired and emotional easily. This study aims to determine the rapportof insomnia with interest in learning ofcollege student’s dormitory STIKes Muhammadiyah Palembang. This research is quantitative with cross sectional approach; The study sample was a coolage student dormitory STIKes Muhammadiyah, sampling technique by means: Simple Random Sampling, and the total numberof samples of correspondenceis 79 correspondence. From statistical test result shows there is no the relation of significant between insomnias with learning enthusiasm with p value 0,126 (p Value > 005). Based on the results of this study suggested student dormitories could reduce their insomnia with efforts to do light exercise, but regularly in the morning, they could also do with relaxation therapy, and maintain your diet every day, With these efforts will reduce insomnia and interest in learning they will increase and good.
PERBEDAAN KUALITAS TIDUR, KEMANDIRIAN DAN TINGKAT DEPRESI LANSIA YANG TINGGAL BERSAMA KELUARGA DAN DIPANTI Yudi Abdul Majid
Masker Medika Vol 6 No 2 (2018): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 tahun atau lebih. Peningkatan jumlah lansia bertambah dengan pesat. Diperkirakan jumlah lansia tahun 2020 mendatang mencapai 11,44 % atau tercatat 28,8 juta lansia. Permasalahan kesehatan yang dapat terjadi pada lansia seperti penurunan kualitas tidur, kemandiran dan depresi pada lansia. Hal ini dapat berdampak buruk terhadap kesehatan serta kualitas hidup lansia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Perbedaan kualitas tidur, kemandirian dan tingkat depresi lansia yang tinggal bersama keluarga.Rancangan penelitian adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan studi perbandingan (comparative study). Populasi penelitian adalah masyarakat RW. 07 Kelurahan Tangga Takat dan Lansia di PSTW Teratai Palembang. Pemilihan sampel dengan teknik total sampling untuk Di PSTW Teratai dan purposive sampling pada lansia di RW 07 Kelurahan Tangga Takat Palembang, didapatkan 84 responden (42 lansia diPSTW Teratai dan 42 lansia di RW 07). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara kualitas tidur dan tingkat depresi lansia yang tinggal bersama keluarga dan lansia yang tinggal di PSTW Teratai Palembang dengan nilai p value 0,039 dan 0,003 serta tidak terdapat perbedaan pada variabel kemandirian lansia dengan p value 0,731. Perbedaan kualitas tidur dan tingkat depresi tersebut banyak dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan sosial dimana lansia tinggal bersama keluarga lebih merasa nyaman, tenang dan mendapatkan support atau dukungan dari keluarga berbeda dengan lansia yang tingal dipanti mersa tidak ada dukuang dari keluarga. Elderly person is one of 60 years old or older. The number of elderly people is increasing rapidly. It is estimated that the percentage of elderly people in 2020 will be 11.44% of the population, or 28.8 millions. The health problems that may occur to elderly people include decreasing sleep quality, decreasing self-reliance, and depression. These may adversely affect their health and life quality. The objective of the present research was to find out the differences in sleep quality, self-reliance, and depression level between those elderly people who were living with their own family in RW 07 of KelurahanTanggaTakat and who were staying at Palembang Teratai PSTW in 2018. The research design used was a quantitative research with a comparative study design. The research population was the community of RW 07 of KelurahanTanggaTakat and those elderly people who were staying at Palembang Teratai PSTW. The samples were selected by a total sampling technique for Teratai PSTW and by a purposive sampling for those elderly people in RW 07 of KelurahanTanggaTakat, where 84 respondents were selected (42 elderly people at Teratai PSTW and 42 in RW 07 of KelurahanTanggaTakat). The research findings revealed that there were significant differences in both sleep quality and depression level between those elderly people who were living with their own family and who were staying at Palembang Teratai PSTW by pvalue of 0.039 and 0.003, respectively, and there was no difference in the elderly people self-reliance variable, p value=0.731. The differences in both sleep quality and depression level were largely affected by environmental and social factors, where those elderly people who were living with their own family felt it more comfortable, calm, and being supported by their family, unlike those who were staying at nursing-home, where they felt as being unsupported by their family.
PERBANDINGAN EFEKTIFITAS PENYULUHAN DENGAN MEDIA BOOKLET DAN MEDIA AUDIOVISUAL TERHADAAP PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUNUNG KEMALA PRABUMULIH TAHUN 2019 Inggrid Febri Kurnia Sari; Yudi Abdul Majid; Trilia Trilia
Masker Medika Vol 7 No 2 (2019): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Usia balita merupakan fase yang sangat penting dalam menunjang tumbuh kembangnya. Pada usia ini pertumbuhan sangat pesat sehingga memerlukan gizi yang sesuai dengan kebutuhannya agar terhindar dari masalah gizi. Salah satu faktor pengaruh terjadinya masalah gizi adalah kurangnya pengetahuan keluarga, dalam hal ini perawat memiliki peran dalam permasalahan gizi balita yang terjadi salah satunya adalah sebagai pendidik (edukator). Tujuan penelitian: diketahuinya efektifitas penyuluhan dengan media booklet dan media audiovisual terhadap pengetahuan ibu tentang gizi balita di wilayah kerja puskesmas gunung kemala prabumulih. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain quasi exsperimen pretes-posttes without control group. Sampel berjumlah 80 responden. Teknik pengambilan sampel purposive sampling, instrument penelitian menggunakan lembar kuesioner. Hasil: Rata-rata pengetahuan responden setelah di lakukan penyuluhan dengan media audiovisual sebesar 13,68 dan median booklet 11,60. Terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata pengetahuan Responden sebelum dan sesudah di lakukan intervensi. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan tentang gizi balita antara kedua kelompok intervensi. Terdapat perbedaan pengetahuan setelah penyuluhan kesehatan yang signifikan antar kedua kelompok intervensi. Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan setelah dilakukan intervensi antara kedua kelompok responden.Berdasarkan hasil disarankan hasil penelitian ini dapat dijadikan tambahan pengetahuan untuk memberikan pendidikan kesehatan responden. Background: The age of toddlers is a very important phase in supporting growth and development. At this age, growth is so rapid that it requires nutrients that are in accordance with their needs to avoid nutritional problem. One of the factors influencing the occurrence of nutritional problem is the lack of family knowledge, in this case nurses have a role in underfive nutrition problems that occur one of which is as an educator. Purpose: To know the effectiveness of counseling with booklet media and audiovisual media on mothers' knowledge about toddler nutrition in the working area of Puskesmas Gunung Kemala Prabumulih. Method: This study used a pretest-posttest quasi-experimental design without control group. The sample was 80 respondents. Purposive sampling technique was used, research instrument using questionnaire sheets. Result: The average knowledge of respondents after counseling with audiovisual media was 13.68 and median booklets 11.60. There were significant differences between the average knowledge of the respondents before and after intervention. There was no significant difference in knowledge about toddler nutrition between the two intervention groups. There was a difference in knowledge after significant health education between the two intervention groups. Conclusion: There were significant differences after intervention between the two groups of respondents. Based on the results it was suggested that the results of this study could be used as additional knowledge to provide respondents with health education.
PENGARUH TERAPI RELAKSASI GUIDED IMAGERY TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI Yudi Abdul Majid
Masker Medika Vol 9 No 2 (2021): Masker Medika
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/maskermedika.v9i2.468

Abstract

Background: The elderly are individuals aged 60 years and over who experience physical, mental, psychosocial changes. One of the thysical changes in the cardiovaskular system where the heart valves thicken and become stiff so that the aortic wall decreases. The heartꞌs ability to pump blood decreases resulting in loss of elasticity of blood vessels which can cause blood pressure which is at risk for several degenerative disease including hypertension. Hypertension is a condition in which a person experiences an increase in blood pressure above normal. One of the non-farmakological treatments is guided imagery relaxation theraphy, guided imagery relaxation theraphy is a techique that uses a personꞌs imagination by imagining good or happy things, fun and calming. Research Objectives: The aim in this study was to analyze the effect of guided imagery relaxation theraphy on blood pressure in the elderly with hypertension. Research Methods: This study uses a literature review by analyzing articels related to the research. Data were obtained from electronic databases, namely Goggle Scholar, Pubmed, Proques, with the keywords elderly, guided imagery, and hypertension published in 2015-2020. Results: Based on the results of the analysis of 10 research articles reviewed, it was found that area there was a significant effect of guided imagey relaxation theraphy on changes in blood pressure in the elderly with hypertension, because by stimulating the brain through imagination, a response in the nervouse system can arise which makes the body relax. It is felt by the body so that endorphins are released into the blood vessels so that the blood vessels experience vasodilation and the blood supply is fulfilled which can cause a decrease in blood pressure and heart rate. Conclussion: Guided imagery relaxation theraphy can reduce blood pressure in elderly patients with hypertension.
Strategi Coping Perawat di Masa Pandemi dengan Covid-19 : Literature Review Dini Yuliarti Yuliarti; Imardiani Imardiani; Yudi Abdul Majid
JIKP Jurnal Ilmiah Kesehatan PENCERAH Vol 10 No 2 (2021): JIKP
Publisher : LPPM STIKES Muhammadiyah Sidrap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.982 KB) | DOI: 10.12345/jikp.v10i2.263

Abstract

Stress kerja pada profesi keperawatan merupakan salah satu bentuk permasalahan yang terjadi selama pandemi COVID-19.Kasus kejadian di Indonesia terus meningkat dan angka kematian menjadi 6,4 % perharinya. Perawat memerlukan strategi coping sebagai cara untuk pengendalian diri terhadap stressornya. Strategi Coping yang dilakukan dapat membantu perawat dalam mengurangi kecemasanya dan dampak psikologis lainya. Tujuan penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran penggunaan strategi coping dengan cara mengenalisis keefektivan penggunaan strategi coping perawat di rumah sakit selama pandemi covid-19 . Penelitian ini mengunakan literature review dengan menganalisis jurnal yang bersumber dari database elektronik yang digunakan seperti, PubMed, Science Direct , dan Google Scholar tahun 2019-2020. Kata kunci yang digunakan adalah Strategi, Coping Strategies , Covid-19, Nursing. Berdasarkan 11 Jurnal yang telah di review dapat di kategoriakan 7 diantaranya mengunakan strategi coping berfokus pada emosi yaitu menjaga jarak dan bertanggung jawab dalam penanganan kasus covid-19 dan 4 jurnal mengunakan strategi coping berfokus pada masalah dengan cara mencari dukungan baik berupa informasi mampun dukungan dari institusi. Untuk mengatasi stress di masa pandemi covid-19. Penggunaan coping fokus emosi lebih efektif karena perawat memberikan penilai positif serta bertanggung jawab dalam penangan covid-19.
Kartu Bergambar Meningkatkan Pengetahuan, Sikap, dan Prosedur Mencuci Tangan Anak Kelas 5 Sekolah Dasar Di SD Muhammadiyah 14 Balayudha Palembang Tahun 2019 Tri Meilana Hasanah; Yudi Abdul Majid; Sri Tirtayanti
HealthCare Nursing Journal Vol. 2 No. 1 (2019): Healtcare Nursing Journal: Vol.2, No.1 Agustus 2019
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.494 KB) | DOI: 10.35568/healthcare.v2i1.485

Abstract

Rendahnya pengetahuan anak usia sekolah tentang pentingnya cuci tangan berkaitan dengan paparan informasi dan peran serta tenaga kesehatan dalam memberikan pendidikan kesehatan disekolah. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan peran petugas kesehatan atau perawat. Salah satu peran perawat dalam hal ini sebagai edukator. Pendidikan kesehatan pada anak usia sekolah dasar harus disesuaikan dengan perkembangan pada dirinya. Salah satu media yang tepat untuk pendidikan kesehatan pada anak sekolah dasar yaitu media kartu bergambar yang sudah dimodifikasi dengan gambar, tulisan tentang prosedur mencuci tangan dan disertai dengan warna yang menarik. Tujuan Penelitian ini yaitu mengetahui Perbedaan Pengetahuan, Sikap, Dan Perilaku Prosedur Mencuci Tangan Anak Kelas 5 Sekolah Dasar Di SD Muhammadiyah 14 Balayudha Palembang Tahun 2019. Desain penelitian yang digunakan yaitu pre-eksperimental dengan one group pre test dan post test design dengan uji analisa Wilcoxon Rank Test dan jumlah sampel 175 responden. Berdasarkan analisa univariat diketahui nilai median pengetahuan sebelum dilakukan pendidikan kesehatan 9,00 dan setelah pendidikan kesehatan 11,00. Nilai median sikap sebelum pendidikan kesehatan 41,00 dan setelah pendidikan kesehatan 47,00. Nilai median prosedur sebelum pendidikan kesehatan 2,00 dan setelah pendidikan kesehatan 6,00. Hasil uji statistik wilcoxon rank test didapatkan nilai P Value 0,000. Dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan pengetahuan, sikap, dan prosedur cuci tangan sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan dengan media kartu bergambar pada anak kelas 5 sekolah dasar di SD Muhammadiyah 14 Balayudha Palembang.
Hubungan Pola Asuh Dan Dukungan Keluarga Dengan Kemandirian Personal Hygiene Pada Anak Usia Sekolah Di SD Muhammadiyah 14 Balayudha Palembang in 2019 Vionie Reccy Aprilie Dya; Yudi Abdul Majid; Puji Setya Rini
HealthCare Nursing Journal Vol. 2 No. 1 (2019): Healtcare Nursing Journal: Vol.2, No.1 Agustus 2019
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.886 KB) | DOI: 10.35568/healthcare.v2i1.505

Abstract

Kemandirian personal hygiene merupakan suatu tindakan dalam memelihara kebersihan pribadi baik itu kebersihan secara fisik maupun pisikis. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kemandirian personal hygiene anak usia sekolah adalah pola asuh orang tua dan dukungan keluarga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh dan dukungan keluarga dengan kemandirian personal hygiene anak usia sekolah di SD Muhammadiyah 14 Balayuda Palembang. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan berjumlah 176 anak. Pengambilan sampel menggunakan non – probability dengan menggunakan metode total sampling. Pengumpulan data dilakukan pada bulan maret 2019 dengan menggunakan kuesioner. Uji statistik menggunakan Chi Square. Hasil penelitian menyatakan bahwa orang tua yang menerapkan pola asuh permisif sebanyak 27 orang (15,3%), pola asuh demokratis 112 orang (63,6%) dan pola asuh otoriter 37 orang (21,0%). Dukungan keluarga baik 92 orang (52,3%) dan dukungan keluarga buruk 84 orang (47,7%). Sedangkan kemandirian personal hygiene mandiri 92 orang (52,3%) dan kemandirian personal hygiene yang tidak mandiri 84 orang (47,7%). Analisa bivariat dengan uji chi square untuk hubungan pola asuh dengan kemandirian personal hygiene didapat nilai p = 0,100, uji chi square untuk hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian personal hygiene didapat p = 0,000. Tidak ada hubungan antara pola asuh dengan kemandirian personal hygiene anak usia sekolah di SD Muhammadiyah 14 Balayuda Palembang. Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kemandirin personal hygiene anak usia sekolah di SD Muhammadiyah Balayuda Palembang. Orang tua diharapakn dapat menerapkan pola asuh yang sesuai dengan perkembangan usia anak.
Pengaruh Pedidikan Kesehatan Dengan Meda Video Terhadap Kecemasaan Menghadapi Menarche Pada Siswi Kelas V Di Sekolah Dasar Negeri 88 Palembang Tahun 2019 Elvi Eka Wahyuni; Yudi Abdul Majid; Ayu Dekawaty
HealthCare Nursing Journal Vol. 2 No. 1 (2019): Healtcare Nursing Journal: Vol.2, No.1 Agustus 2019
Publisher : Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.414 KB) | DOI: 10.35568/healthcare.v2i1.517

Abstract

Pubertas merupakan masa perubahan antara masa kanak-kanak dan masa remaja. Pada masa pubertas organ-organ reproduksi mulai berfungsi. Pada masa pubertas terjadi perubahan fisik yang ditandai dengan menarche. Kejadian menarche yang cenderung lebih awal ditambah dengan kurangnya pengetahuan menimbulkan kecemasan, bingung, tidak nyaman bahkan menggap bahwa menarche adalah suatu penyakit. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media vidio terhadap kecemasan siswi menghadapi menarche di SD Negeri 88 Palembang. Metode penelitian : Bentuk penelitian ini merupakan penelitian pre eksperimet dengan rancangan one group pre post test without control dengan teknik kuantitatif menggunakan kuesioner HARS, teknik sampling adalah total sampling. Jumlah responden adalah 120. Hasil penelitian : Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata nilai kecemasan sebelum diberikan pendidikan kesehatan adalah 24,00 dan kecemasan setelah diberikan pendidikan kesehatan adalah 14,00 sedangkan Pvalue : 0,000 hal ini menunjukan terdapat penurunan kecemasan secara signifikan antara sebelum dan setelah diberikan pendidikan kesehatan. Kesimpulan : Ada Pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video terhadap kecemasan sisiwi dalam menghadapi menarche.
Pengaruh Terapi Aurasoma Terhadap Kecemasan Keluarga Pasien Di Ruang Intensive Care Unit Imardiani Imardiani; Ade Hikmatuttoyyibah; Yudi Abdul Majid
Jurnal Keperawatan BSI Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (784.794 KB)

Abstract

Pasien kritis merupakan pasien yang dirawat di ruang ICU yang memiliki angka kejadian morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Kondisi pasien yang kritis menjadi salah satu penyebab kecemasan pada keluarga pasien, faktor penyebab kecemasan keluarga pasien adalah terpisah secara fisik dengan keluarga yang dirawat di ICU, takut kematian atau kecacatan tubuh terjadi pada keluarga yang sedang di rawat dan masalah keuangan terutama jika pasien adalah satu-satunya pencari nafkah dalam keluarga.Oleh karena itu untuk mengurangi kecemasan keluarga pasien dibutuhkan sebuah terapi yang mampu mengurangi kecemasan salah satunya terapi Aurasoma. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Terapi Aurasoma terhadap kecemasan keluarga pasien di Ruang ICU Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Tahun 2019. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode pre eksperimental dan desain one group pre test post test dengan memberikan intervensi aurasoma sebagai subjek penelitian, digunakan alat ukur kuesioner baku dari (HRS-A). kuesioner ini terdiri dari 14 kelompok terhadap 28 responden dengan metode non probability sampling. Hasil Penelitian:: Hasil dari penelitian di lakukan analisis data dengan menggunakan uji Wilcoxon. Sebelum diberikan terapi Aurasoma dengan nilai median 28,50 dan sesudah intervensi dengan nilai 42,00. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka terapi Aurasoma dapat menjadi salah satu pilihan intervensi untuk mengurangi kecemasan keluarga pasien di ruang ICU.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG BAHAYA SEKS BEBAS DI SMA X PALEMBANG Putri Ika Alvionita; Dewi Pujiana; Yudi Abdul Majid
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 12 No 01 (2022): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v12i01.340

Abstract

Masa remaja merupakan masa dimana terjadinya perubahan fisik yang sangat cepat dan perubahan mental emosional yang dapat menimbulkan rasa keingintahuan untuk mencoba hal baru seperti sikap penyimpangan bahaya seks bebas, hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan remaja tentang bahaya seks bebas. Pengetahuan remaja terhadap bahaya seks bebas dapat ditingkatkan dengan cara memberikan pendidikan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang bahaya seks bebas di SMA X Palembang. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian Pre-Experimental menggunakan One Group Pretest dan Posttest dengan model penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, dengan jumlah sampel 41 responden. Analisis data menggunakan Uji Paired T-Test. Hasil Penelitian ini Didapatkan nilai pengetahuan sebelum diberikan intervensi sebesar 10,05 dan nilai pengetahuan sesudah diberikan intervensi sebesar 12,49. Sedangkan nilai sikap sebelum diberikan intervensi sebesar 28,76 dan nilai sikap sesudah diberikan intervensi sebesar 34,34 dengan nilai p value 0,000<0,05. Ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video terhadap pengetahuan dan sikap remaja tentang bahaya seks bebas di SMA X Palembang Tahun 2022.