Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PELATIHAN PEMBUATAN EKO ENZIM DARI KULIT BAWANG SEBAGAI ANTIBAKTERIA PADA SEDIAAN SABUN PENCUCI PIRING Adelina Maryanti; Fitri Wulandari; Dewi Sartika Siagian; Wahyu Margi Sidoretno
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i2.3318

Abstract

Kulit bawang merupakan hasil sampingan dari penggunaan umbi bawang yang biasanya dibuang tanpa diketahui manfaatnya. Kulit bawang mempunyai banyak manfaat yaitu sebagai antioksidan, antimikrobia, sebagai penyubur tanaman dan sebagai pestisida alami. Hal ini disebabkan kulit bawang mengandung berbagai zat aktif seperti flavonoid, quercetin, saponin, minyak atsiri, aliin, allisin, kalsium, zat besi, magnesium dan lain sebagainya. Manfaat kulit bawang dapat diperoleh dengan cara ekstraksi, pengomposan dan fermentasi. Fermentasi Kulit bawang atau eko enzim dapat dimanfaatkan sebagai anti bakteria pada berbagai bahan yang digunakan sehari-hari seperti pada sabun pencuci piring. Sabun pencuci piring telah diproduksi oleh Komunitas Kerukunan Keluarga Pondok Dahlia Indah (KKPDI) di Perumahan Pondok Dahlia Indah RT 3 RW 12 Kelurahan Pebatuan Kecamatan Kulim, Pekanbaru. Namun produk sabun pencuci piring mengalami hambatan pemasaran karena bersaing dengan berbagai produk komersial sejenis lainnya. Oleh sebab itu diperlukan inovasi untuk meningkatkan kualitas dan daya saing sabun pencuci piring. Tim pengabdian memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut dengan mengadakan pelatihan pembuatan eko enzim dari limbah kulit bawang sebagai antibakteri pada sediaan sabun pencuci piring. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan limbah organik berupa kulit bawang untuk diolah menjadi eko enzim sebagai anti bakteri pada sediaan sabun pencuci piring. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah transfer IPTEK dan pelatihan. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa peserta yang hadir mendapatkan pengetahuan tentang pemanfaatan dan cara mengolah limbah organik berupa kulit bawang menjadi eko enzim yang dapat dijadikan sebagai antibakteri. Peserta yang hadir mempraktekkan pembuatan eko enzim dari limbah kulit bawang dan mengaplikasikannya pada sediaan sabun pencuci piring
The Combination of Turmeric (Curcuma domestica) Rhizome Extract and Collagen in A Serum Formulation as an Antioxidant Denia Pratiwi; Wahyu Margi Sidoretno; Nur Aisah
Borneo Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2021): Borneo Journal of Pharmacy
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjop.v4i1.1578

Abstract

Turmeric (Curcuma domestica) has nutritious compounds called curcuminoids, which can be used as antioxidants. As an antioxidant, C. domestica extract can be used to ward off free radicals that damage collagen and elastin, a protein that keeps skin moist. This study aimed to determine the antioxidant activity of serum combined with collagen's addition using the DPPH method. The DPPH was made at a concentration of 80 μg/mL, and the absorption was read at a wavelength of 520 nm using a microplate rider. The study was conducted by making six formulations: F0, F1, F2, F3, F4, and F5 obtained the results of serum made from C. domestica extract that could inhibit free radicals and meet the physical evaluation test requirements of serum. Furthermore, the formula was made using only one active ingredient and only collagen to determine the extract or collagen's antioxidant activity. The results obtained indicate that collagen had a supporting role in adding antioxidant activity apart from its extract. The highest % inhibition value at F5 with 90.526% could ward off free radicals.
Formulasi Dan Evaluasi Granul Effervescent Kombinasi Ekstrak Kering Rimpang Jahe Merah, Temulawak Dan Kayu Manis Wahyu Margi Sidoretno
JURNAL FARMASI DAN MAKANAN Vol 5 No 2 (2022): Journal Of Pharmacy and Science
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jops.v5i2.2461

Abstract

Effervescent granules are coarse to very coarse powders containing medicinal elements in a dry mixture. It’s consist of sodium bicarbonate, citric acid, and tartaric acid when added to water, the acid and base react to liberate carbon dioxide to produce foam. Effervescent can produce a pleasant taste due to the presence of carbonates which can help improve the taste of certain drugs. This objective of this study is to determine mixture of dry red ginger rhizome extract, curcuma and cinnamon’s effervescent granules and meets the criteria for good effervescent granules. The method on this study used wet granulation with four formula variations, namely F1: ordinary granules, F2: effervescent granules without active substances, F3 and F4 were effervescent granules with variations in acid and base. Evaluation of the physical quality of granules includes water content test, compressibility test, flow time test, angle of repose, liquid absorption test, Scanning Electron Microscope (SEM), dispersion time and pH. Based on the experimental results, the combination of dry red ginger rhizome extract, curcuma and cinnamon can be formulated into effervescent granules. The preparation of effervescent granules combined with dry extract of red ginger rhizome, curcuma and cinnamon did not meet the criteria for a good effervescent granule, namely the water content test of the granules F2, F3, F4 each obtained 6.47±0.07, 6.61±0.03, and 5.82±0.04% where the range of good granule moisture content is 2-5%.
Perbandingan Aktivitas Antijamur Ekstrak dan Fraksi Daun Gelinggang (Cassia alata L.) Terhadap Malassezia globosa dan Microsporum canis Wahyu Margi Sidoretno
JURNAL FARMASI DAN MAKANAN Vol 7 No 1 (2023): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jops.v7i1.4181

Abstract

Gelinggang (Cassia alata L.) leaves are traditionally used by Indonesian people to treat skin diseases such as ringworm, tinea versicolor and scabies. This study aims to determine the comparison of extract and fraction of gelinggang leaves against Malassezia globosa and Microsporum canis. The samples used were ethanol extract, n-hexane fraction, ethyl acetate fraction, ethanol fraction from gelinggang leaf. Based on phytochemical screening tests, flavonoids and alkaloids contained in gelinggang leaf ethyl acetate fraction and ethanol fraction. Terpenoids contained in the leaves gelinggang n-hexane fraction and ethyl acetate fraction. Saponins contained in the leaves gelinggang ethanol fraction. Phenolic contained in gelinggang leaf n-hexane fraction, ethyl acetate fraction and ethanol fraction. Antifungal activity testing using Kirby-Bauer method on Malassezia globosa obtained MIC with ethanol extract gelinggang leaf sample (1%) 10.4 mm; n-hexane fraction (1%) 7.8 mm; ethyl acetate fraction (1%) 16.3 mm; ethanol fraction (5%) 8,8 mm. Against Microsporum canis with gelinggang leaf sample ethanol extract (1%) obtained inhibition zone 15.5 mm; n-hexane fraction (1%) 9.9 mm; ethyl acetate fraction (1%) 18.2 mm; ethanol fraction (1%) 8.3 mm. It can be concluded that the extract and fraction gelinggang leaf able to inhibit are growth Malassezia globosa and Microsporum canis.
Analisis Monitoring Efek Samping Obat Antituberkolosis Pada Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas Payung Sekaki Pekanbaru Wahyu Margi Sidoretno; Linda Febriani; Nadya Putri Aulia Serawaidi
JURNAL FARMASI DAN MAKANAN Vol 9 No 1 (2025): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jops.v9i1.7382

Abstract

World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa tuberkulosis (TB) menempati peringkat kedua penyebab kematian akibat penyakit menular di dunia. Obat Anti Tuberkulosis (OAT) merupakan terapi utama, namun efek sampingnya dapat memengaruhi kepatuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek samping OAT pada pasien TB paru rawat jalan serta hubungannya dengan tingkat kepatuhan minum obat pada fase intensif dan fase lanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan rancangan time series di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Data diperoleh melalui kuesioner efek samping dan lembar evaluasi kepatuhan. Hasil penelitian menunjukkan pada fase intensif, efek samping tersering adalah mual/muntah (rifampisin 64,29%, isoniazid 57,14%, pirazinamid 50%, etambutol 57,14%). Pada fase lanjutan, efek samping dominan adalah urine seperti teh (rifampisin 52,63%). Tingkat kepatuhan pasien fase intensif sebesar 92,86% dan meningkat menjadi 100% pada fase lanjutan. Kesimpulannya, efek samping OAT bervariasi pada setiap fase, dengan tingkat kepatuhan tinggi menjadi faktor penting keberhasilan terapi.
TOXICITY OF ETHANOL EXTRACT FROM CHINESE LEUCAENA LEAF (Leucaena leucocephala) USING THE ARTEMIA SALINA BIOASSAY METHOD Kony Putriani; Wahyu Margi Sidoretno; Ayatu Fahmi
Jurnal Ilmu Kesehatan Abdurrab Vol. 3 No. 4 (2025): Volume 3 Nomor 4 Desember 2025
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chinese petai (Laucaena leucocephala) is a plant from the Fabaceae family. This plant contains several active compounds, including alkaloids, flavonoids, steroids, saponins, and tannins, making it a potential herbal medicine in Indonesia. This research aims to determine the toxicity of petai cina leaf extract using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method. The extraction process of Chinese petai leaves uses 96% ethanol solvent with the maceration method, then a phytochemical screening is carried out, which shows that the Chinese Petai leaf samples contain alkaloids, flavonoids, steroids, saponins, and tannins. Testing the toxicity of the ethanol extract of petai cina leaves on Artemia salina Leach larvae was divided into 5 test groups, namely 4 treatment groups (concentration 250 ppm, 500 ppm, 750 ppm, and 1000 ppm) and 1 control or comparison group (seawater). Each concentration was made in 3 vials containing 10 Artemia salina Leach larvae. Observations were made by looking at the death of Artemia salina Leach larvae after 24 hours of treatment. The research results can be seen through probit analysis by calculating the LC50 value. The LC50 value of the ethanol extract of petai cina leaves was 31.57342 µg/ml. This shows that the ethanol extract of petai cina leaves has a toxic effect on Artemia salina Leach larvae because the LC50 value is <1000 ppm.
Pelatihan dan Pendampingan Pengolahan Ikan dan Pengemasan Untuk Hilirisasi Hasil Tangkap Ikau Laut di Desa Labuhan Tangga Hilir Debi Setiawan; Ramalia Noratama Putri; Amir Syamsuadi; Sara Herlina; Wahyu Margi Sidoretno; Deri Islami; Ahmad Jaelani; Neni Widaningsih; Nurul Lestiyani
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 4 No. 3 (2023): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v4i3.3572

Abstract

Indonesia memiliki potensi kelautan yang sangat besar karena negara ini terdiri dari lebih dari 17.000 pulau dan memiliki garis pantai yang panjang. Indonesia memiliki sumber daya perikanan yang melimpah, termasuk ikan, udang, kerang, dan banyak spesies laut lainnya. Sektor perikanan adalah salah satu sektor ekonomi utama di Indonesia dan menyediakan lapangan kerja bagi jutaan orang. Secara geografis Desa Labuhan Tangga Hilir terletak di bagian paling utara dari Propinsi Riau , yang juga merupakan wilayah pesisir timur Pulau Sumatera. Sehingga Desa Labuhan Tangga Hilir memiliki Potensi Sumberdaya perikanan dan kelautan. Potensi sumberdaya perikanan dan kelautan terdiri dari potensi perikanan tangkap, potensi perikanan budidaya dan pengolahan. Permasalahan yang terdapat pada wilayah Desa Labuhan Tangga Hilir yaitu hilirisasi produk hasil tangkap ikan laut masih belum ada. Mitra sasaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Kelompok Perikanan Nelayan Bintang Mulia dan BUMKep Edelweis. Kelompok Perikanan Nelayan Bintang Mulia dan BUMKep Edelweis belum memiliki belum memiliki pengetahuan terhadap pengelolaan Pengolahan Hasil Laut.  Ikan laut segar dapat diolah menjadi berbagai produk, seperti fillet, steak ikan, ikan asap, ikan kalengan, produk olahan berbasis ikan, dan sebagainya. Solusi permasalahan yang diberikan yaitu memberikan pelatihan dan pendampingan pengolahan produk hilirisasi hasil tangkapan ikan laut. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan Kelompok Perikanan Nelayan Bintang Mulia dan BUMKep Edelweis untuk mengolah produk hasil tangkap ikan laut. Metodologi pada kegiatan ini yaitu menggunakan Teknik pelatihan dan pendampingan. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan mitra kegiatan pelatihan dan pendampingan menjadi perbaikan dalam berbagai sektor bisnis dan nelayan dengan sendirinya dapat memelihara ekosistem laut dengan mengambil ikan ke laut secukupnya, yang dengan sendirinya penangkapan ikan secara berlebihan akan berkurang dan kebijakan tangkap ikan laut akan terlahir dengan sendirinya dari kesadaran masyarakat menjaga ekosistem ikan dilaut.
The Relationship Between Knowledge Level and Medication Adherence Among Pulmonary Tuberculosis Patients at Arifin Achmad Regional General Hospital, Pekanbaru Wahyu Margi Sidoretno; Hera Dameira; Sri Kartini
Jurnal Ilmu Kesehatan Abdurrab Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4 Nomor 2 Juni 2026
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulmonary tuberculosis remains one of the major public health problems in Indonesia, as it requires long-term treatment and optimal patient adherence. Patients’ knowledge regarding the disease, therapeutic regimen, treatment duration, and consequences of non-adherence plays an important role in supporting successful tuberculosis therapy. This study aimed to analyse the association between knowledge level and medication adherence among patients with pulmonary tuberculosis at Arifin Achmad Regional General Hospital, Pekanbaru. This study employed an observational analytic design with a cross-sectional approach. A total of 68 respondents were recruited using a total sampling technique. Data were collected using questionnaires designed to assess patients’ knowledge level and medication adherence. Data analysis was performed using the Spearman Rank correlation test. The results showed a significant positive association between knowledge level and medication adherence among patients with pulmonary tuberculosis, with a p-value of <0.001 and a correlation coefficient of r=0.542. This correlation coefficient indicates a moderate positive relationship, meaning that patients with a higher level of knowledge tend to have better adherence to tuberculosis treatment. This study concludes that knowledge level is significantly associated with medication adherence among patients with pulmonary tuberculosis. Strengthening patient education, medication counseling, and continuous health promotion should be optimized to improve the success of tuberculosis therapy.