Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DENGAN PENYESUAIAN DIRI SISWA KELAS X SMA N 1 SEMARANG Shella Novitasari; Suhendri Suhendri; Padmi Dhyah Yulianti
Jurnal Ilmiah Bening : Belajar Bimbingan dan Konseling Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling, FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bening.v6i2.24386

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri dengan penyesuaian diri siswa kelas X MIPA SMA N 1 Semarang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif korelasional. Subjek dalam penelitian ini bejumlah 105 siswa. Pengumpulan data menggunakan skala kepercayaan diri dan skala penyesuian diri. Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa kepercayaan diri dan penyesuaian diri siswa berada pada kategori rendah. Berdasarkan uji korelasi product moment, diperoleh nilai korelasi rhitung 0,793. Sedangkan nilai r tabel untuk jumlah sampel 105 dengan taraf signifikan 5% sebesar 0,195. Oleh karena itu rhitung > rtabel atau 0,793 > 0,195, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kepercayaan diri dengan penyesuaian diri siswa kelas X SMA N 1 Semarang. Hubungan tersebut menunjukan hubungan yang positif, karena nilai rhitung yang didapat bertanda positif. Hubungan positif tersebut memiliki arti semakin tinggi kepercayaan diri, maka semakin tinggi juga penyesuain diri yang dimiliki oleh siswa.
Edukasi tentang pernikahan dini dari perspektif psikososial, budaya dan kesehatan reproduksi Chr. Argo Widiharto; Farikha Wahyu Lestari; Suhendri Suhendri
Altruis: Journal of Community Services Vol. 3 No. 3 (2022): Altruis
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/altruis.v3i3.20988

Abstract

There has been an increase in cases of early marriage nationwide during the Covid-19 pandemic. Based on data from the Central Java DP3AP2KB, there were 11,301 cases of early childhood marriages for girls and 1,671 for boys. This also happened in Semarang Regency, Central Java, which was caused by the decline in the economic level of the community so that marrying underage children was considered as an alternative problem solving. For this reason, it is necessary to have an early marriage prevention program in the form of changing people's mindsets, especially mothers and children, which also provide solutions to the problems of early marriage. The program that is run as an effort to prevent early marriage is the Early Marriage Community Partnership Program (PKM) from Psychosocial, Cultural and Reproductive Health Perspectives. This is considered important because psychosocial, cultural problems and lack of understanding of reproductive health are the drivers of early marriage. Education for PKK mothers, youth and youth organizations has succeeded in increasing perceptions of the negative impact of early marriage. Education participants also made an agreement to jointly reduce the number of early marriages by involving youth in Karang Taruna activities.
HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS XI IPS SMA INSTITUT INDONESIA SEMARANG Aris Nurul Rohmah; Suhendri Suhendri; Mujiono Mujiono
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 6 No. 2 (2022): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g.couns.v6i2.3466

Abstract

Penelitian Hubungan Antara Konsep Diri Dengan Motivasi Belajar Siswa Kelas XI IPS SMA Institut Indonesia Semarang dilatar belakangi oleh rendahnya konsep diri. Hal ini ditandai dengan kurang optimalnya siswa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Beberapa perilaku yang dimunculkan siswa adalah siswa tidak memiliki rasa aman terhadap dirinya, siswa tidak pernah merasa puas atas waktu luang yang didapatkan, dan hanya memperhatikan dirinya sepanjang waktu. Hal ini berdampak pada tugas yang telah diberikan, serta terganggunya proses pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Populasi penelitian ini sejumlah 94 siswa, meliputi XI IPS 2, XI IPS 2, XI IPS 3. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan semua anggota populasi yang dimiliki oleh populasi tersebut yaitu menggunakan teknik sampling jenuh. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI IPS 1 dan XI IPS 2 yang berjumlah 61 siswa. Berdasarkan uji korelasi pearson product moment, diperoleh nilai korelasi r hitung 0,497. Sedangkan nilai r table untuk jumlah sampel 61 dengan taraf signifikasi 5% didapat sebesar 0,254. Oleh karena nilai r hitung 0,497 > r table 0,254, maka disimpulkan bahwa ada hubungan secara signifikan antara konsep diri dengan motivasi belajar siswa kelas XI IPSSMA Institut Indonesia Semarang. 
HUBUNGAN EFIKASI DIRI TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL SISWA KELAS VII SMP NEGERI 01 KETANGGUNGAN KABUPATEN BREBES Muhammad Azrul Azhar; Suhendri Suhendri; Farikha Farikha
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 6 No. 2 (2022): G-Couns Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g.couns.v6i2.3467

Abstract

Penelitian hubungan efikasi diri terhadap kemampuan komunikasi interpersonal siswa kelas VII SMP Negeri 01 Ketanggungan Kabupaten Brebes ini di latar belakangi oleh banyaknya siswa yang mengalami masalah rendahnya efikasi diri dan kemampuan komunikasi interpersonal siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 01 Ketanggungan Kabupaten Brebes dengan jumlah 124 siswa. Kelas VII B adalah kelas yang dipergunakan untuk tryout. Sampel dalam penelitian ini yaitu 92 siswa kelas VII SMP Negeri 01 Ketanggungan Kabupaten Brebes yang diambil dengan teknik sampling jenuh. Alat pengumpulan data yang dipergunakan adalah skala efikasi diri dan komunikasi interpersonal. Hasil analisis korelasi antara minat belajar terhadap hasil belajar memperoleh koefisien korelasi (rxy)  sebesar ) 0,743 apabila dicocokan dengan tabel interprestasi menunjukan memiliki tingkat hubungan yang kuat. Besar sumbangan variabel efikasi diri memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap komunikasi interpersonal sebesar yaitu 55% dan sisanya ditentukan oleh variabel lain. Hasil uji signifikan Berdasarkan perhitungan ɑ = 0,05 dan n = 92. Uji dua pihak: dk = n-2 = 92 – 2 = 90. Sehinggan ttabel = 1,987 Ternyata thitung ≥ ttabel atau 15,754 ≥ 1,987 maka maka artinya terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan komunikasi interpersonal siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini saran bagi guru bk hendaknya dapat meningkatkan dan memanfaatkan kegiatan dengan berbagai layanan dan metode yang ada dalam bimbingan dan konseling untuk membantu siswa dalam efikasi diri dan kemampuan komunikasi interpersonal.
Tingkat Kedisiplinan Belajar Siswa Kelas X SMK Palebon Semarang Dwi Pebrianti; Suhendri -; Padmi Dhyah Yulianti
GUIDING WORLD (BIMBINGAN DAN KONSELING) Vol 5 No 2 (2022): GUIDING WORLD ( JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING )
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33627/gw.v5i2.951

Abstract

Penelitian Tingkat Kedisiplinan Belajar Siswa Kelas X SMK Palebon Semarang di latar belakangi oleh rendahnya kedisplinan belajar siswa, hal ini ditandai dengan siswa yang belum optimal dalam melaksanakan pembelajaran. Adanya bentuk perilaku rendahnya kedisiplinan belajar siswa yang rendah ialah siswa tidak bisa mengatur waktu dengan baik, menyontek pada saat ujian, sering telat datang saat sekolah, dan menunda-nunda dalam mengerjakan tugas. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survey. Populasi penelitian ini sejumlah 128 siswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan semua anggota populasi yang dimiliki oleh populasi tersebut yaitu menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan semua anggota populasi yang dimiliki oleh populasi tersebut yaitu sample dalam penelitian ini kelas X MM 1,X MM 2, dan X OTKP yang berjumlah 98 siswa. Nilai kedisiplinan belajar diperoleh dari nilai penyebaran skala penelitian yang telah dianalisis Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan , maka dapat disimpulkan terdapat tingginya tingkat kedisiplinan siswa kelas X SMK Palebon Semarang. Hasil analisis diketahui bahwa jumlah skor terendah adalah 21% atau 19 siswa. Adapun tabel distribusi frekuensi kedisiplinan belajar siswa kelas X SMK Palebon adalah sebagai berikut : 10 siswa dengan kategori sangat tinggi dengan presentase 3% , 25 siswa pada kategori tinggi dengan presentase 24%, 44 siswa dengan kategori rendah dengan presentase 52%, dan 19 siswa dengan presentase 19%. Maka artinya terdapat tingkat kedisiplinan belajar siswa kelas X SMK Palebon Semarang yang cukup tinggi. Saran yang dapat peneliti sampaikan mengharapkan agar para siswa SMK Palebon Semarang untuk terus meningkatkan kedisiplinan belajarnya
Hubungan Antara Dukungan Keluarga dengan Coping Stress Remaja Pada Masa Pandemi Covid-19 di SMP Negeri 14 Semarang Zahra Alya Nuha; Suhendri Suhendri; MA.Primaningrum Dian
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7459

Abstract

Keterampilan Coping Stress yang belum dimiliki oleh remaja di SMPN 14 Semarang selama masa pandemi covid-19 disebabkan kurangnya dukungan keluarga secara penuh dalam mengoptimalkan siswa untuk memiliki kemampuan strategi Coping Stress yang baik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Populasi penelitian ini adalah siswa SMPN 14 Semarang kelas VIII yamg termasuk kedalam usia praremaja dan remaja awal kisaran usia 13/14-17 tahun. Sampel yang diambil adalah 119 siswa kelas VIII A-G dengan menggunakan teknik Cluster Random Sampling. Hasil analisis data menunjukan bahwa koefisien korelasi Product Moment antara dukungan keluarga dengan Coping Stress yaitu = 0,439, > atau 0,439 > 0,195 dan apabila dicocokan dengan tabel interpretasi maka menunjukan bahwa dukungan keluarga dengan Coping Stress remaja pada masa pandemi Covid-19 di SMP Negeri 14 Semarang memiliki tingkat hubungan yang tinggi. Besar sumbangan variabel sebesar 3,80% dan sisanya ditentukan oleh variabel lain. Sedangkan nilai signifikansinya adalah 2,152 lebih besar dari pada t tabel 0,195 menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan Coping Stress remaja pada masa pandemi Covid-19 di SMP Negeri 14 Semarang.
Hubungan Efikasi Diri dengan Motivasi Belajar Siswa SMP Negeri 2 Kalimanah Mita Afriani; Suhendri Suhendri; Venty Venty
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.8234

Abstract

Penelitian Hubungan antara Efikasi Diri dengan Motivasi Belajar Siswa Kelas IX SMP Negeri 2 Kalimanah dilatar belakangi oleh rendahnya motivasi belajar siswa, hal tersebut dibuktikan rendanya motivasi belajar ditandai dengan daya konsentrasi siswa kurang, enggan mengerjakan tugas, enggan masuk sekolah, semangat belajar yang rendah sehingga nilai siswa kurang maksimal. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu apakah ada hubungan antara efikasi diri dengan motivasi belajar siswa kelas IX SMP Negeri 2 Kalimanah? Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan motivasi belajar siswa kelas IX SMP Negeri 2 Kalimanah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Populasi pada penelitian ini berjumlah 286 siswa, yang terdiri dari kelas IX A-I. Teknik pengambilan sampling pada penelitian ini menggunakan teknik stratified proportional random sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang dilakukan secara acak berdasarkan stratifikasi kelas yang berbeda-beda. Berdasarkan hasil uji korelasi pearson product moment, diperoleh nilai korelasi r hitung 0,789. Sedangkan nilai r tabel untuk jumlah sampel 128 dengan taraf signifikansi 5% diperoleh sebesar 0,176. Oleh karena itu, nilai r hitung > r tabel atau 0,789 > 0,176 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan motivasi belajar siswa kelas IX SMP Negeri 2 Kalimanah.
Hubungan Antara Kontrol Diri Dengan Perilaku Asosial Pada Siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 6 Semarang Egi Rizqi Fitri Ardiani; Suhendri Suhendri; G. Rohastono Ajie
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9290

Abstract

Perilaku asosial sangat rawan sekali terjadi di lingkungan sekolah, bahkan bisa jadi terjadi juga di lingkungan keluarga, bisa karena dia insecure, atau malah dia memang orang yang individualis. Dalam mengantisipasi terjadinya perilaku asosial dalam diri, perlu adanya kontrol diri. Penting sekali untuk bisa menanamkan dan mengembangkan kontrol diri dalam diri setiap individu, karena manfaat dari kontrol diri yaitu untuk mengatur segala sesuatunya yang timbul dalam diri guna untuk merespon rangsangan yang timbul dari luar. Metode yang digunakan peneliti ialah metode korelasi dengan pearson product moment. Hasil dari penelitian ini menggunakan uji korelasi pearson product moment dengan bantuan SPSS.26 memperoleh hasil r = (-) 0,290 dengan sebesar 0,169 maka > atau (-) 0,290 > 0,169. Apabila dicocokkan dengan tabel interpretasi menunjukkan bahwa antara kontrol diri dan perilaku asosial memiliki tingkat hubungan yang terbilang rendah. Besar sumbangan variabel kontrol diri terhadap perilaku asosial sebesar 8,41% saja dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. Sedangkan nilai signifikansinya sebesar 3,166 dengan 1,9784 maka ? atau 3,166 1,9784 artinya adalah hubungannya signifikan.
TINGKAT PENYESUAIAN DIRI SANTRI PUTRI DI PONDOK PESANTREN MADINNATUNAJAH Annisa; Suhendri; Padmi Dhyah Yulianti
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 7 No. 01: Desember 2022, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/gcouns.v7i01.4366

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat penyesuaian diri santri putri dipondok pesantren Madinnatunajah kalimukti. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel teknik Simple Random Sampling sebanyak 104 santri. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu angket penyesuaian diri. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskritif prosentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyesuaian diri dengan kategori penyesuaian diri rendah sebanyak 0% atau tidak ada`. Subjek dengan kategori penyesuaian diri cukup sebanyak 1,923% atau 2 santri. Subjek dengan kategori penyesuaian diri tinggi sebanyak 83,654% atau 87 santri. Dan subjek dengan kategori penyesuaian diri sangat tinggi sebanyak 14,423% atau 15 santri. Tingkat penyesuaian diri yang tinggi ditandai dengan tidak mudah tersinggung dengan perbedaan pendapat atau kesalahan yang diperbuat oleh orang lain, menyesuaikan dirinya harus mampu mengambil keputusan sesuai dengan keadaan dirinya, kesedian tolong menolong, menyesuaikan diri harus mampu bertanggung jawab dalam setiap perbuatan yang dirinya lakukan. Berdasarkan hasil penelitian ini saran yang dapat peneliti sampaikan yaitu: Perlu adanya kerja sama yang baik semua personil pesantren dalam menjalankan tugas sehingga pelaksanaan bimbingan dapat berjalan dengan baik dan dapat tercapai apa yang menjadi tujuan dari kegiatan bimbingan tersebut.
Efektivitas Bimbingan Kelompok Teknik Cinema Therapy Untuk Meningkatkan Efikasi Diri Siswa Kelas VIII SMP Negeri 34 Semarang Fedrina Aysia Dewi Saputri; Suhendri Suhendri; G. Rohastono Ajie
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v5i2.12744

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi beberapa masalah, yaitu: 1) siswa sulit meminta maaf jika melakukan kesalahan, siswa kurang semangat belajar, dan siswa masih menyontek pada waktu ulangan; dan 2) siswa malas mengerjakan pekerjaan rumah, siswa memiliki kepercaya diri yang rendah, siswa belum memiliki tujuan untuk masa depannya, dan siswa mudah menyerah menghadapi permasalahan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental design dengan model nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian adalah seluruh peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 34 Semarang berjumlah 134 siswa. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIII A berjumlah 34 siswa dengan pembagian kelompok eksperimen berjumlah 17 siswa dan kelompok kontrol berjumlah 17 siswa. Teknik sampling menggunakan cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan skala psikologis. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif. Uji hipotesis menggunakan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat efektivitas bimbingan kelompok teknik cinema therapy untuk meningkatkan efikasi diri siswa kelas VIII SMP Negeri 34 Semarang dengan peningkatan sebesar 7%. Hasil efikasi diri kelompok eksperimen, diperoleh nilai rata-rata persentase sebesar 89% dalam kategori sangat baik. Hasil efikasi diri kelompok kontrol, diperoleh nilai rata-rata persentase sebesar 82% dalam kategori sangat baik. Hal ini berarti bahwa siswa memiliki kemampuan menghadapi masalah dengan sangat baik, siswa memiliki percaya diri yang sangat baik, siswa dapat memandang masalah sebagai tantangan dengan sangat baik, siswa dapat bersikap optimis dengan sangat baik, dan siswa suka mencari situasi baru dengan sangat baik.