Claim Missing Document
Check
Articles

Rancang Bangun Proses Penampungan Susu Segar di Pos KOP SAE Pujon Reza Dwi Permana; Nanang Sulistiyanto; n/a Nurussa'adah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh proses penampungan susu segar di Pos KOP SAE Pujon, Kabupaten Malang yang ada saat ini masih menggunakan metode yang kurang efisien dan melewati beberapa langkah untuk menyelesaikan proses pengumpulan. Proses tersebut menggunakan nomor per-anggota pemerah sebagai identitas, penggaris sebagai alat bantu pengukur volume dan tabel perhitungan sebagai penghitung volume yang dicocokan dengan hasil pengukuran penggaris. Oleh karena itu dilakukan sebuah penelitian untuk mengatasi permasalah tersebut.Pada penelitian ini menggunakan sensor TCRT5000 sebagai sensor barcode reader untuk mendapatkan identitas pemerah. Modul HCSR04 sebagai alat pengukur ketinggian susu dalam tabung dan mikrokontroler ATmega16 digunakan sebagai alat pemroses utama. Penelitian ini dapat membatu proses penampungan susu segar agar lebih efisien dalam pengerjaannya. Hasil pengujian menunjukkan sensor ultrasonik dapat mengukur 8-32 cm dengan sesuai, akan tetapi jika pada jarak lebih dari 33 cm terjadi selisih 1 cm. Ketelitian yang diuji dengan resolusi sebesar 0,2 cm menunjukkan ketika dalam pengukuran 8,2 cm jarak sebenarnya, hasil yang terbaca sensor sebesar 8 cm sedangkan ketika pada jarak sebenarnya 8,4-8,8 cm, jarak yang terbaca sensor akan dibulatkan menjadi angka 9. Untuk barcode reader menunjukkan dapat membaca kode batang pada jarak kurang dari 3 mm. Alat ini memiliki kendala dalam pembacaan volume, dikarenakan sensor ultrasonik dalam melakukan pengukuran terdapat selisih 1 cm ketika lebih dari 33 cm.Kata Kunci : penampungan susu, barcode reader, volume.
Rancang Bangun Sistem Pencegahan Bahaya Tersesat dan Hipoksia pada Pendaki gunung berbasis Mikrokontroler ESP 32 Zamrut Hirsa Mohammad; n/a Nurussa'adah; Raden Arief Setyawan
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mendaki gunung adalah salah satu kegiatan outdoor yang populer di masyarakat. Aktivitas mendaki gunung yang dulunya adalah kegiatan ekslusif bagi kalangan tertentu atau pecinta alam dan sejenisnya. Namun meyimpan beberapa potensi bahaya  bagi para pendaki. Potensi bahaya yang sering terjadi adalah kekurangan oksigen (hipoksia) dan tersesat. Sensor oximeter digunakan sebagai sarana memonitoring SpO2 sehingga bisa mengetahui apabila memasuki batas rawan. Modul GPS disini digunakan sebagai pengambilan data koordinat dan ketinggian. ESP32 adalah otak dari seluruh rangkaian digunakan untuk memproses data sensor dan menampilkanya melalui webserver. Data nantinya dapat dilihat oleh smartphone pengguna yang telah terhubung dengan wifi access point ESP 32. Keunggulan dari sistem ini adalah murni tidak butuhnya koneksi internet sehingga cocok untuk daerah terpencil, Hasil pengujian menunjukkan reabilitas yang tinggi pada pembacaan data. Sensor oximeter ini memiliki rentang error 0,77%. Hasil pengujian gps menunjukkan akurasi dalam mendapatkan koordinat dengan rentang error sekitar 8,4 Meter   Kata kunci: Hipoksia, SpO2, Koordinat, ESP 32, offline mode ABSTRACT Mountain climbing is one of the popular outdoor activities in the community. Mountain climbing activities were previously exclusive activities for certain circles or nature lovers and the like. But save some potential dangers for climbers. The potential dangers that often occur are lack of oxygen (hypoxia) and getting lost. The oximeter sensor is used as a means of monitoring SpO2 so that it can find out when it enters the vulnerable limit. The GPS module is used here as a coordinate and altitude data retrieval. ESP32 is the brain of the entire circuit used to process sensor data and display it via a webserver. The data can later be seen by smartphone users who have been connected to a wifi access point ESP 32. The advantage of this system is that it does not need a pure internet connection so it is suitable for remote areas. The test results show high reliability in reading data. This oximeter sensor has an error range of 0.77%. The results of the gps test show high accuracy and speed in getting coordinates with an error range of about 8.4 meters Keywords: Hypoxia, SpO2, Coordinates, ESP 32, offline mode
Implementasi Sistem Voice Recognition pada Robot Pemindah Objek sebagai Sistem Navigasi Jatra Kurnia Adi; n/a Nurussa'adah; Mochammad Rif'an
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.972 KB)

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya di bidang robotika membawa dampak positif dalam kehidupan manusia yang pada saat ini telah sampai pada zaman autonomous robot. Perkembangan di bidang robotika ini juga mampu memberikan dampak positif di bidang industri. Salah satu contohnya adalah proses memindahkan sebuah barang/objek dari suatu tempat ke tempat lainnya. Penggunaan mobile robot yang dapat memindahkan barang/objek dapat menekan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi waktu. Dalam kenyataannya, sering dijumpai robot pemindah barang/objek yang salah satu sistem kerjanya adalah dengan cara memberi perintah pada mobile robot tersebut menggunakan lebih dari satu tombol atau dalam bentuk joystick. Oleh karena itu, dalam skripsi ini akan dirancang Implementasi Sistem Voice Recognition pada Robot Pemindah Objek sebagai Sistem Navigasi. Metode pengambilan sample suara pada modul EasyVR dilakukan sebanyak dua kali pengambilan suara dengan variasi pengucapan yang relatif sama pada setiap kata. Hal ini dilakukan sesuai dengan kemampuan EasyVR yang tidak bisa menerima pengucapan variasi suara kedua jika berbeda dengan variasi pengucapan suara pertama. Selain itu, EasyVR commander memberi batas waktu selama 5 detik untuk setiap pengucapan suara yang akan dijadikan sample. Penerapan sistem voice recognition pada robot pemindah objek dapat digunakan sebagai sistem navigasi robot meskipun belum mampu menggantikan penggunaan perangkat berupa joystick.Kata Kunci: sistem voice recognition, EasyVR, robot pemindah objek.
PERANCANGAN EXOSKELETON MOTION CAPTURE SYSTEM SEBAGAI PANDUAN GERAKAN TARI PADA ROBOT HUMANOID KRSI Tanshuda Alfauzi; n/a Nurussa'adah; Nanang Sulistiyanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1168.82 KB)

Abstract

Kontes Robot Seni Indonesia (KRSI) merupakan suatu ajang kompetisi perancangan dan pembuatan Robot yang disertai dengan unsur-unsur seni dan budaya. Divisi KRSI mengambil tema robot penari untuk menampilkan seni budaya yang diinginkan sesuai dengan tema setiap tahun. Robot KRSI berjenis humanoid, harus mampu menari. Sistem perekam gerakan yang bisa langsung dipasang pada penari profesional atau orang yang mengerti bagaimana gerakan yang artistik dibutuhkan dengan tujuan mendapatkan gerakan Robot yang mendekati aslinya. Jadi, robot humanoid akan bergerak mengikuti gerakan yang kita lakukan, kemudian kita bisa mengetahui posisi sendi dari gerakan kita. Maka dari itu, dirancanglah suatu sistem exoskeleton motion capture, sensor sudut diletakkan di sendi yang ingin dukur untuk mengetahui pergerakan dari sendi tersebut.Berdasarkan pengujian yang dilakukan, sensor potensiometer memiliki sudut efektif sebesar 265o, dengan batas bawah 15o dan batas atas 280o, kesalahan terbesar 0,05 V dan kesalahan rata-rata 0,02 V. ADC microcontroller mengubah data masukan tegangan dengan rentang 0 - 5,08 V menjadi data digital 8-bit dengan rentang nilai antara 0 - 255, memiliki persen error rata-rata 0,71%, dengan persen error tertinggi adalah 4,38%, dan persen error terendah adalah 0%. Sinyal PWM untuk mengontrol motor DC servo mampu dibangkitkan oleh microcontroller dengan lebar TON, sesuai kebutuhan servo, dengan rentang antara 0,6 - 2,5 ms, dengan persen error terbesar 0,71% dan persen error rata-rata 0,13%. Motor DC servo dapat bergerak searah dan berlawanan arah jarum jam, dengan rentang sudut antara 00-1400, sinyal PWM yang dapat diterima oleh servo adalah sinyal dengan rentang TON antara 0,8 ms - 2,2 ms, dengan persen error rata-rata 0,5%, persen error maksimal 1,67% dan persen error minimal 0%. Data dari microcontroller ke PC melalui USB to TTL UART berhasil dikirim dengan tingkat keberhasilan 100%. Sendi exoskeleton berhasil menggerakkan sendi robot humanoid dengan kesalahan rata-rata 0.59o, kesalahan terbesar 1,5o, dan kesalahan terkecil 0o. Sementara sudut yang ditampilkan ke PC memiliki kesalahan rata-rata 1,13o, kesalahan terbesar 4o, dan kesalahan terkecil 00.Kata Kunci—KRSI, Robot Humanoid, Exoskeleton Motion Capture, Potensiometer, Microcontroller.
RANCANG BANGUN ROBOT THREE-OMNI-WHEEL DIRECTIONAL DENGAN SENSOR KOMPAS UNTUK MENJAGA HEADING ROBOT Arfa'i Fahrul Khizam; Adharul Muttaqin; n/a Nurussa'adah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 4 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penggerak diferensial dua roda biasanya digunakan pada robot memiliki keterbatasan arah gerak. Untuk menyelesaikan masalah tersebut dapat digunakan sistem penggerak menggunakan roda Omni. Roda omni merupakan roda yang memiliki roll atau roda kecil lagi di sisi roda, karena itu roda omni dapat bergerak ke segala arah. Sistem penggerak yang memanfaatkan roda omni salah satunya adalah Three Wheel Omni Directional. Sistem ini membutuhkan tiga buah roda omni yang biasanya letak antara roda dipisahkan sebesar 120 drajat setiap rodanya. Akan tetapi sistem penggerak ini masih memiliki kelemahan, yaitu kecepatan putar setiap roda tidak sama, hal ini dapat menyebabkan arah hadap robot bergeser dan membuat robot bergerak ke arah yang tidak diinginkan. Untuk menyelesaikan masalah ini, dapat diguanakan sensor kompas. Sensor kompas dapat mengetahui arah robot yang sebenarnya. Sehingga dengan sensor kompas robot memiliki nilai kembalian berupa arah hadapnya dan robot dapat menyesuaikan kembali arah hadapnya sesaui dengan arah hadap yang diinginkan sehingga dapat memperkecil kemungkinan robot melaju ke arah yang tidak diinginkan. ABSTRACT Traditional two wheels differential drive that usually used on robots have limitation on its maneuver. To fix or rapir that limitation, we can use drive system that use Omni Wheel. Omni wheel itself is a wheel that have roll or small wheel that placed along the outside main wheel, so this wheel can move to any direction. Drive system that use this wheel is three omni wheel drive. This kind of system use three omni wheel that each wheel separated every 120 degrees. But this drive system has it’s own problem, that the speed of each wheel is not same, this problem can make robot’s heading shifted and make robots move to direction that is’nt we wanted for. To fix this problem, compass sensor is one of many solution, compass sensor can detect the actual heading of robot. So now the robot have a feedback that can be use to know the actual heading of robot going to and with a program we can use that feedback to make the robot fix it’s heading to move to the direction desired.
PROTOTYPE PENGISI AIR MINUM OTOMATIS PADA PETERNAKAN AYAM BROILER BERBASIS MIKROKONTROLER AT-MEGA16 n/a Rafiuddin; n/a Nurussa'adah; Akhmad Zainuri
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 5 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak – Air merupakan kebutuhan pokok yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup di peternakan ayam broiler. Ketersediaan air minum yang mencukupi pada peternakan ayam broiler sangat diperlukan. Hal itu untuk menjaga kualitas dan produktifitas dari ayam broiler yang berada di peternakan tersebut. Keterlambatan pemberian air minum pada peternakan ayam broiler akan menyebabkan ayam stress sehingga menyebabkan kualitas dan produksi dari ayam broiler menurun. Oleh karena itu, penulis merancang dan membuat suatu prototype pengisi air minum otomatis pada peternakan ayam broiler berbasis mikrokontroler AT-Mega16. Prototype ini mampu mendeteksi kekosongan air pada tempat minum ayam menggunakan sensor, kemudian mengisinya secara otomatis sampai batas yang sudah ditentukan. Jika terjadi kebocoran pipa pengisian yang berada sebelum pompa air atau terjadi kekosongan sumber air, maka prototype ini akan mendeteksinya dengan mematikan pompa air dan perangkatnya serta menghidupkan buzzer dan led sebagai penanda bahwa telah terjadi kekosongan sumber air ataupun kebocoran pipa pengisian pada pemilik peternakan. Kata kunci : Sensor Float Water Level Switch, Mikrokontroler ATmega16, Driver Relay, Solenoid Valve (keran elektrik), Pompa Air, Led, Buzzer.
PENGARUH DAYA DEPOSISI SPUTTERING PADA COUNTER ELECTRODE TERHADAP PERFORMANSI PEROVSKITE SOLAR CELL Mokhammad Wildan Khakim; n/a Nurussa'adah; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 6 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perovskite Solar Cell (PSC) dapat berfungsi baik jika komponen-komponen penyusunnya berada pada posisi yang benar dan setiap komponen bekerja dengan optimal menurut fungsinya. Counter electrode atau elektroda lawan juga mempengaruhi efesiensi PSC. Counter electrode berfungsi sebagai katalis dalam reaksi reduksi ion triiodida menjadi ion iodide. Kecepatan reaksi reduksi pada counter electrode (katoda) penting untuk keberlangsungan proses konversi energi matahari menjadi energi listrik. Material yang digunakan pada elektroda lawan adalah zat yang tidak mudah bereaksi(inert), seperti platina, emas dan karbon. Material karbon menjadi alternatif karena ketersediannya yang melimpah di alam serta memiliki struktur yang bervariasi, diantaranya karbon nanotube, karbon nanowire, campuran grafit hitam dengan nanokristalin dengan TiO2. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dilakukan penelitian untuk merancang counter electrode berbahan karbon menggunakan metode deposisi sputtering diaplikasikan pada perovskite solar cell berbahan CaTiO3. Pada penelitian ini, dilakukan variasi daya deposisi sputtering pada counter electrode 125W, 150W dan !75W. PSC dirancang dengan menggunakan srtruktur sandwich, dimana lapisan-lapisan yang digunakan yaitu kaca TCO sebagai substrat dengan ukuran 2  2,5 cm, TiO2, CaTiO3, elektrolit, dan karbon sebagai elektroda lawan. Metode deposisi yang digunakan dalam perancangan PSC adalah spin coating dan deposisi sputtering untuk counter electrode. Dalam pengujiannya, lampu LED Cool Daylight 7 Watt digunakan sebagai sumber cahaya. Berdasarkan hasil pengujian, didapatkan tegangan rata-rata terbesar mampu dihasilkan oleh variasi daya counter electrode 175W yaitu sebesar 179,72 mV, sedangkan arus rata-rata terbesar mampu dihasilkan variasi daya counter electrode 175W yaitu sebesar 16,02 μA. Daya maksimal dan efisiensi terbesar dihasilkan oleh variasi daya counter electrode 150W dengan nilai sebesar 4,338  10-5 Watt dan 6,197  10-4%. Kata Kunci : Perovskite Solar Cell (PSC), Kalsium Titanat (CaTiO3), Counter Electrode, Sputtering ABSTRACT Perovskite Solar Cell (PSC) can function well if the constituent components are in the right position and each component works optimally according to its function. Counter electrodes or opponent electrodes also affect PSC efficiency. Counter electrode functions as a catalyst in the reduction reaction of triiodide ion into iodide ion. The speed of the reduction reaction at the counter electrode (cathode) is important for the continuity of the process of converting solar energy into electrical energy. The material used in the opposite electrode is a substance that is not easy to react (inert), such as platinum, gold and carbon. Carbon material is an alternative because its availability is abundant in nature and has a variety of structures, including carbon nanotubes, carbon nanowires, blends of black graphite with nanocrystalline with TiO2. Based on this background, a study was conducted to design a carbon counter electrode using the sputtering deposition method applied to CaTiO3 perovskite solar cell. In this study, variations in the power of sputtering deposition on 125W, 150W and! 75W electrode counters were carried out. The PSC was designed using a sandwich structure, where the layers used were TCO glass as a substrate measuring 2 x 2.5 cm, TiO2, CaTiO3, electrolytes, and carbon as the opposite electrode. The deposition method used in the design of the PSC is spin coating and sputtering deposition for the counter electrode. In testing, the Cool Daylight 7 Watt LED light was used as a light source. Based on the results of the test, the largest average stress can be obtained by variations of 175W counter electrode power which is equal to 179.72 mV, while the largest average current is able to produce a variation of 175W counter electrode power which is equal to 16.02 μA. Maximum power and greatest efficiency are produced by variations of the 150W counter electrode power with a value of 4.338 10-5 Watts and 6.197 10-4 %. Keywords: Perovskite Solar Cell (PSC),Calcium Titanate (CaTiO3), Counter Electrode, Sputtering
PENGARUH LUAS PERMUKAAN TERHADAP PERFORMANSI PEROVSKITE SOLAR CELL Ester Damayanthi; n/a Nurussa'adah; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 5 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perovskite Solar Cell (PSC) merupakan sel surya generasi ketiga setelah sel surya konvensional dan sel surya berbasis film tipis. Biaya yang murah, ramah lingkungan serta fabrikasi yang mudah menjadi poin utama berkembangnya PSC. PSC mampu mengonversi energi surya menjadi energi listrik dengan memanfaatkan material perovskit sebagai penyerap cahaya. Pada tahun 2017, PSC berhasil menghasilkan efisiensi yang tinggi hingga 22,1% menggunakan perovskit berbasis Organologam Halida (CH3NH3PbI3). Pada penelitian ini, bahan perovskit yang digunakan adalah kalsium titanat (CaTiO3) yang tersintesis dari CaCO3 dan TiO2 dengan perbandingan molaritas (1:7) pada suhu 900oC. PSC dirancang dengan menggunakan struktur sandwich, dimana lapisan-lapisan yang digunakan yaitu kaca TCO sebagai substrat, TiO2 sebagai penerima elektron dari CaTiO3, elektrolit sebagai pendonor elektron, serta karbon sebagai katalis. Pada penelitian ini dilakukan variasi luas permukaan pada substrat yaitu, 2,25 cm², 4 cm², 6,25 cm², 9 cm², dan 12,25 cm². Metode deposisi yang dilakukan adalah spin coating dan dalam pengujiannya mengunakan sumber cahaya dari LED Cool Daylight 7 Watt. Berdasarkan hasil pengujian menggunakan LED Cool Daylight 7 Watt didapatkan tegangan terbesar yang mampu dihasilkan oleh variasi luas permukaan 4 cm², dan arus terbesar yang mampu dihasilkan oleh variasi luas permukaan 6,25 cm². Daya maksimal dan efisiensi terbesar dihasilkan oleh variasi luas permukaan 6,25 cm² dengan nilai mencapai 1,085x10-8 Watt dan 5,155 x 10-3%. Kata Kunci : Perovskite Solar Cell (PSC), Kalsium Karbonat (CaCO3), Kalsium Titanat (CaTiO3) ABSTRACT Perovskite Solar Cell (PSC) is a third generation solar cell after conventional solar cells and thin film based solar cells. Low cost, environmentally friendly and easy fabrication are the main points of PSC development. PSC is able to convert solar energy into electrical energy by utilizing perovskite material as an absorber of light. In 2017, the PSC succeeded in producing high efficiencies of up to 22,1% using perovskite based on Organometallic Halide (CH3NH3PbI3). In this study, the perovskite material used was calcium titanate (CaTiO3) which was synthesized from CaCO3 and TiO2 with a molarity ratio (1: 7) at 900oC. PSC is designed using a sandwich structure, where the layers used are glass TCO as a substrate, TiO2 as an electron receiver from CaTiO3, electrolyte as an electron donor, and carbon as a catalyst. In this study the surface area variation on the substrate is, 2,25 cm², 4 cm², 6,25 cm², 9 cm², and 12,25 cm². The deposition method used is spin coating and in testing it uses a light source from the 7 Watt Cool Daylight LEDs. Based on the test results using the 7 Watt Cool Daylight LEDs obtained the greatest voltage that can be generated by a surface area variation of 4 cm², and the largest current that is capable of being generated by a surface area variation of 6.25 cm². Maximum power and greatest efficiency are generated by variations in the surface area of 6,25 cm² with values ​​reaching 1,085x10-8 Watt and 5,155 x 10-3%. Keywords: Perovskite Solar Cell (PSC), Calcium Carbonate (CaCO3), Calcium Titanate (CaTiO3)
DESAIN MONITORING ENERGI PADA PERANGKAT LISTRIK GEDUNG BERBASIS ANDROID n/a Guntoro; n/a Nurussa'adah; Akhmad Zainuri
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hal yang dapat dilakukan untuk efisiensi penggunaan energi listrik pada gedung adalah dengan melakukan monitoring penggunaan energi listrik secara langsung (real time). Pada alat pengukuran energi listrik konvensional, pengukuran dilakukan terhadap penggunaan energi listrik secara keseluruhan di mana kita hanya dapat melihat hasil dari penggunaan energi listrik tersebut, dan perubahan penggunaan energi listrik terhadap waktu. Dengan adanya alat monitoring yang lebih terperinci diharapkan dapat menghemat penggunaan energi listrik pada gedung, dan dengan demikian juga dapat menekan biaya yang dikeluarkan akibat penggunaan energi listrik tersebut serta dapat melakukan efisiensi energi listrik pada gedung. Dalam pengolahannya dibutuhkan nilai tegangan dan arus pada sistem kelistrikan sebagai masukan data arus dan tegangan sesaat yang akan diproses Mikrokontroler untuk mendapatkan nilai pengukuran Irms (A), Vrms (V), dan P(W) dari beban peralatan listrik gedung. Dengan error rata-rata dari pengukuran dengan alat ukur pembanding electronic energy meter sebagai acuan nilai benar untuk pengukuran arus, tegangan, dan daya sebesar 6,154 %, 0,978 %, dan 4,21 %. Jarak maksimal yang dapat antara alat monitoring penggunaan energi listrik pada gedung dengan Wifi Router adalah 18 m dengan arus yang terukur sebesar 0,18 A. Kata Kunci - Monitoring, energi, gedung, Android
Perancangan Sistem Monitoring Menggunakan Komunikasi Nirkabel Achmad Maulana Cholily; Eka Maulana; n/a Nurussa'adah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 5 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Penggunaan sistem komunikasi nirkabel (wireless) sebagai media komunikasi pada sistem jaringan komputer semakin popular sekarang ini. Hal ini membuat proses pertukaran informasi dan komunikasi menjadi cepat dan mudah. Mulai dari perangkat komunikasi yang menyangkut rumah tangga hingga perangkat komunikasi yang berhubungan dengan kemiliteran. Salah satu teknologi wireless yang sedang dikembangkan dengan berbagai macam aplikasi yaitu Wireless Sensor Networks. Wireless Sensor Networks (WSNs) telah menjadi teknologi yang memiliki potensi aplikasi yang luas termasuk dalam monitoring lingkungan, pencarian objek, perkiraan dan pengamatan ilmiah, pengendalian trafik dan lainnya. Dalam sistem monitoring yang nantinya dapat digunakan pada mobil listrik sebagai sarana transportasi yang ramah lingkungan ini, teknologi nirkabel sangat diperlukan untuk memberikan informasi - informasi mengenai perubahan karakteristik melalui display.Kata Kunci : zigbee, mikrokontroler, nirkabel, monitoring
Co-Authors Abdurroqib Romadhoni Sampoerna Abu Ismail Pribadi Achmad Maulana Cholily Ade Vali Sofyan Adharul Muttaqin Adiyatma Ghazian Agripina Noreen Mahardika Ahmad Habyan Haidar Z. Ahmad M. Fariz P. Ahmad Qusyairy Akbar Waisakti Heranda Andy Kurnia Santoso Anugrah Febriari Arfa'i Fahrul Khizam Arief Prakoso Ashar Seppiawan N As’ad Shidqy Aziz Atika Iqlimah C Casmini Cahyo Tribuono Casmini Casmini Chandra Halim Harahap Dara Maisun Dian Sarita Widaringtyas Dony Hendra Lesmana Dwisnita Kusbintarti Edwin Gutama Eka Maulana Ester Damayanthi Fahma Firdausa Ilham Firman Triyanto Gifari Indra Kemal Hendra Dwi Saputra Husniati Husniati Ika Kustanti Ikke Nurjanah Sinaga Irwan Abdullah Ivan Rahadiyan Chandra James Christianto Jatra Kurnia Adi Jayadhi Wenardo Rusli Kharisma Cahaya Aqli Kurnia Widiastuti Lukman Hakim M. Saddam Rizky D. mansyur s Maulana, Eka Mch. Ainun Azhar Mochamad Andhika Prakasa Mochamad Choiril Iman Moh. Yusuf Firmansyah Mokhammad Wildan Khakim Muchammad Rizal Pahlevi Mudito A. Wardhana Mudjirahardjo, Panca Muhammad Izzul Islam An Najmi Muhammad Julius St. n/a Guntoro n/a Rafiuddin n/a Zakaria Nanang Sulistiyanto Naufal Anas Okky Mahmudi Onny Setyawati Panji Pakuan Pahlawan Ponco Siwindarto Priyo Sujatmiko Raden Arief Setyawan Ramadhan Adi Nugroho Ranu Aldi Aldaka Raras Rahcmatul Husna Reza Dwi Permana Rif'al Ulum Zidni Rif'an, Mochammad Rizka Sisna Riyanti Rizki Novan Andiyansyah Rizqurrohman A. A. C. Robith Urwatal Wusko Ruyung Hikayana Suki Septian Ade Himawan Surya Agung Kurnia Tanshuda Alfauzi Taufiq Yudi Sulistiyono Tika Puri Ardianti Tri Diyah Lestari Vita Fitria Wanda Fitri Yoke Dadik Kristanto Yuda Irawan Zainul Abidin Zainuri, Akhmad Zamrut Hirsa Mohammad Zaratul Nisa Saputri