Claim Missing Document
Check
Articles

Perancangan Alat Pengering Jamur Tiram sebagai Alternatif Penjemuran Matahari Arief Prakoso; n/a Nurussa'adah; Ponco Siwindarto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (980.933 KB)

Abstract

Jamur tiram memiliki kandungan gizi yang sangat baik untuk tubuh kita diantaranya adalah protein, air, kalori, karbohidrat, dan sisanya berupa serat zat besi, kalsium, vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin C. Melihat pentingnya jamur tiram untuk kesehatan tubuh manusia maka banyak olahan jamur yang kini telah tersedia dimana semua olahan tersebut ditujukan untuk mengenalkan jamur tiram kepada masyarakat. Untuk mengkonsumsi jamur tiram ini pun beragam ada yang mengolah jamur tiram ini seusai panen (masih basah) ataupun mengolah setelah jamur tiram dalam kondisi kering. Untuk mengolah jamur pada kondisi kering, jelas jamur harus dikeringkan terlebih dahulu biasanya hal ini dilakukan selain unuk olahan kripik jamur juga bertujuan untuk penyimpanan jamur yang lebih lama. Namun untuk mengeringkan jamur menggunakan matahari memakan waktu yang sangat lama dan menunggu kondisi cuaca yang terik dalam prosesnya. Penelitian ini mengacu permasalahan diatas. Dimana cuaca dan lamanya proses dapat memperlambat proses pengeringan. Penelitian ini menggunakan sensor Load Cell sebagai sensor utama untuk parameter jamur sudah kering dan Sensor suhu LM35 digunakan untuk mengontrol suhu dalam ruang proses pengeringan. Untunk memanaskan jamur digunakan heater sebagai elemen pemanas. Pengujian akhir pada sensor suhu LM35 menunjukkan kerja yang baik dengan prosentase kesalahan 0.48% dan Load Cell setelah dikuatkan sebesar 5.19%   Kata Kunci— pengeringan, jamur tiram, load cell, lm35, sensor berat.
PENGEMBANGAN ELEKTRODA SENSOR ASAM URAT SEBAGAI SENSOR pH DENGAN PENAMBAHAN RUTHENIUM Tika Puri Ardianti; Ponco Siwindarto; n/a Nurussa'adah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

pH merupakan salah satu indikator kualitas air, kualitas air penting untuk diketahui karena banyaknya fungsi air yang berdampak langsung pada kehidupan. Sensor pH konvensional telah banyak diproduksi, sehingga dapat digunakan sebagai acuan pembuatan sensor pH dengan teknologi mikrofabrikasi. Pada penelitian ini digunakan sensor pH yang berasal dari pengembangan elektroda Sensor asam urat dengan penambahan Ruthenium. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan elektroda sensor asam urat menjadi sensor pH kemudian mengkarakterisasi sensor pH tersebut, serta mengkarakterisasi sensor dengan beberapa parameter yakni perubahan nilai pH, waktu respon sensor, pengaruh penyimpanan dan respon sensor terhadap pengubahan suhu serta menampilkan kurva karakteristik sensor pH yang menyatakan hubungan antar pH larutan, tegangan, waktu, serta respon terhadap suhu. Didapatkan hasil bahwa semakin besar nilai pH maka nilai  tegangan keluaran semakin kecil, untuk pH 2 dengan pengukuran menggunakan lima buah sensor didapatkan tegangan keluaran 328 mV-278 mV sedangkan tegangan keluaran kelima sensor untuk pH 9 sebesar -1 mV sampai-56 mV. Waktu respon yang dimiliki setiap sensor untuk setiap larutan berbeda, mulai dari 2 menit sampai 6 menit. Semakin lama sensor disimpan dan semakin sering digunakan maka performa sensor akan menurun,. Suhu mempengaruhi nilai tegangan keluaran sensor, pada suhu 25°C tegangan keluaran kelima sensor secara berurutan 328 mV-278 mV, sedangkan untuk suhu 65°C tegangan keluaran sebesar 106 mV- 212 mV, nilai tegangan semakin menurun dengan bertambahnya suhu. Untuk penelitian selanjutnya disarankan sensor difabrikasi mulai tahapan awal, penyimpanan sensor juga diusahakan dalam tempat yang kedap udara agar didapatkan sensor dengan performa yang lebih bagus. Kata kunci : sensor pH, fabrikasi film tebal, ruthenium
ANALISIS PEMBERIAN TEGANGAN DAN SINYAL PWM PADA MOTOR DC SEBAGAI PENDORONG BOLA PADA ROBOT SEPAKBOLA BERODA Andy Kurnia Santoso; Panca Mudjirahardjo; n/a Nurussa'adah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulse Width Modulation (PWM) merupakan sebuah cara memanipulasi lebar sinyal yang dinyatakan dengan pulsa dalam satu periode untuk mendapatkan tegangan rata-rata yang berbeda. PWM menggunakan sinyal digital untuk mengendalikan aplikasi daya sekaligus cukup mudah untuk dikonversikan kembali ke analog dengan perangkat keras minimum. Salah satu parameter untuk menghasilkan sinyal gelombang persegi adalah duty cycle. Sebagian besar gelombang persegi mendekati simetris yang dihasilkan mempunyai nilai duty cycle sebesar 50%. Waktu ON dapat divariasikan sepenuhnya antara sinyal yang memiliki nilai duty cycle sebesar 0% - 100%. Berdasarkan hasil penelitian, tegangan masukan pada motor mempengaruhi pada kecepatan putar motor. Motor DC yang digunakan memiliki kecepatan putar maksimal sebesar 800 rpm. Kecepatan terendah pengujian ketika tegangan masukan 11 V sebesar 310.9 rpm dan kecepatan tertinggi ketika tegangan 24 V sebesar 733.1 rpm. Sedangkan perubahan duty cycle mempengaruhi tegangan masukan pada driver. Dengan tegangan awal sebesar 24 V, tegangan pada driver saat duty cycle 10% adalah sebesar 2.44 V dan memiliki tegangan maksimum saat duty cycle 100% sebesar 23.52 V. Pada sistem keseluruhan, robot mampu mendorong bola dengan jarak terjauh sebesar 524 cm saat tegangan 24 V dan nilai duty cycle nya 100%. Untuk tegangan masukan yang sama, jarak dorongan berbanding lurus dengan nilai duty cycle pada PWM. Kata kunci – PWM, Tegangan
Aplikasi Pengenalan Suara Sebagai Pengendali Peralatan Listrik Berbasis ArduinoUNO Zaratul Nisa Saputri; Mochammad Rif'an; n/a Nurussa'adah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 5 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.637 KB)

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuandan teknologi membawa dampak positif dalamkehidupan manusia yang pada saat ini telah sampaipada zaman perintah suara. Sistem kontrol rumahpintar memungkinkan manusia mengendalikanperangkat listrik rumah mereka seperti TV, kipasangin dan lampu hanya dengan menggunakanperintah suara tanpa perlu bergerak berpindahtempat untuk menyalakan atau mematikan suatuperalatan listrik. Pengolahan suara digital dikontroldengan aplikasi untuk mengenali adanya perintahsuara yang dideteksi.Oleh karena itu dalam skripsi ini akan dirancangAplikasi Pengenalan Suara Sebagai PengendaliPeralatan Listrik Berbasis ArduinoUNO. Digunakanmodul EasyVR sebagai modul pengenalan suara.Proses pengambilan sample suara pada EasyVRdilakukan sebanyak dua kali dengan variasipengucapan relatif sama pada setiap kata. Hal inidilakukan sesuai dengan kemampuan EasyVR yangtidak bisa menerima pengucapan variasi suarakedua jika berbeda dengan variasi pengucapansuara pertama.Penerapan aplikasi pengenalan suara padaperalatan listrik ini menggunakan Relay yangberfungsi sebagai saklar, digunakan michrophonewireless agar pengucapan dapat dilakukan darijarak jauh.Kata Kunci: Pengenalan Suara, EasyVR,ArduinoUNO.
DISPENSER PENGISI GELAS OTOMATIS MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER ATMEGA16 DAN INTERFACE KEYPAD Muchammad Rizal Pahlevi; Ponco Siwindarto; n/a Nurussa'adah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Air merupakan kebutuhan dasar bagi setiap orang yang paling utama adalah air minum. Kemudahan untuk mendapatkan air minum merupakan salah satu faktor yang berpengaruh dalam proses pemenuhan kebutuhan air minum karena nyatanya masih banyak orang yang mengalami dehidrasi. Dispenser dapandang besar peranannya dalam penyediaan air minum dalam mengurangi hal tersebut. Maka dari hal tersebut dibuatlah dispenser yang mampu pengisi gelas secara otomatis, dan volumenya bisa di setting sesuai keinginan menggunakan interface keypad untuk memudahkan dalam pemenuhan kebutuhan air minum sehingga bisa mengatasi masalah dehidrasi khusunya di indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan mengukur volume yang disetting menggunakan interface keypad dan air yang keluar dari dispenser otomatis sehingga diperoleh data hasil pengujian dari alat tersebut. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, sensor suhu DS18B20 memiliki prosentase rata – rata error sebesar 0,3 % dan rata – rata error suhu terbesar 0,55 oC dan kesalahan terkecil sebesar 0,183 oC pada suhu 25 oC hingga 80 oC. Sistem mampu bekerja dengan baik sesuai dengan perancangan dan hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu bekerja dengan baik sesuai volume yang diinginkan dengan rata - rata error volume pada air dingin sebesar 3,92 ml dengan suhu rata – rata 28,89 oC dan rata – rata error volume pada air panas sebesar 5,78 ml dengan suhu rata – rata suhu 79,07 oC.Kata Kunci—Dispenser, sensor suhu DS18B20, Mikrokontroller ATmega16.
SISTEM PERGERAKAN ROBOT KRSTI DENGAN MENGGUNAKAN REKAM GERAKAN DARI ROBOT CLONING KRSTI Surya Agung Kurnia; Panca Mudjirahardjo; n/a Nurussa'adah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) merupakan kompetisi perancangan dan pembuatan robot yang disertai dengan unsur-unsur seni dan budaya bangsa. Keindahan tarian diukur dari keluwesan, keaktifan, serta sinkronisasi tarian robot dengan irama musik pengiring. Keluwesan pergerakan dipengaruhi oleh banyaknya sudut gerakan yang harus diciptakan sehingga tidak terlihat kaku saat robot sedang menari. Berdasarkan masalah tersebut maka dirancang suatu sistem rekam penggerakan robot KRSTI dengan menggunakan robot cloning KRSTI. Sistem ini dirancang untuk mendapatkan respon yang sangat cepat dan mudah sehingga membantu programmer dalam mencari algoritma gerakan tari dengan cepat. Pada penelitian, dibuat 2 kaki robot (robot cloning dan robot KRSTI) sebagai prototype. Robot kaki KRSTI tersebut mengikuti gerakan robot cloning yang telah dilengkapi dengan pengontrol berupa variabel resistor sebagai sensor sudut. Sensor tersebut diletakan pada sendi-sendi robot dan kemudian informasi sudut akan dikirim ke mikrokontroler. Dari mikrokontroler akan mengirimkan sinyal ke robot KRSTI dan robot KRSTI bergerak sesuai gerakan robot cloning. Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, robot KRSTI dapat bergerak sesuai dengan robot cloning. Hasil pengujian 10 sensor mendapatkan kesalahan 0.02 V, dengan kesalahan terendah 0 V dan terbesar 0.07 V. Sensor memiliki sudut mangkus antara 300 - 2800 dari 00 - 3050. Hasil konversi ADC, linier dengan kesalahan sebesar 0.18 bit (0 bit) dari kisar 0-1023 bit. Pengujian sudut servo mendapatkan error terbesar 50 dan terkecil 10. Hasil pengujian keseluruhan, selisih error terbesar bernilai 23.330 dan terkecil 0.300. Kata Kunci : KRSTI, Sensor, Servo Tower Pro MG 90, Invers Kinematika. ABSTRACK Indonesian Dance Robot Contest (KRSTI) is a competition for designing and making robots which is accompanied by elements of art and culture of the nation. The beauty of the dance is measured by flexibility, liveliness, and sync of robot dance with the rhythm of music. Flexibility of movement is influenced by how many angles of movement that must be created so not to look stiff when the robot is dancing. Based on the problem then designed a system record the movement of robot KRSTI by using robot cloning KRSTI. This system is designed to get a fast and easy response that can helps the programmer in looking for dance movement algorithms quickly. In the study, there are made 2 legs of robot (robot cloning and robot KRSTI) as a prototype. KRSTI foot robot is following the movement of robot cloning that has been equipped with a potentiometer as a controller angle sensor. The sensor is placed on the robotic joints and then the angular information will be sent to the microcontroller. From the microcontroller will send a signal to the robot KRSTI and KRSTI robot moves according to the robot cloning movement. Based on experiments that have been done, KRSTI robot can move according to robot cloning. The test results of 10 sensors get the error 0.02 V, with the lowest error 0 V and largest 0.07 V. The sensor has an effective angle between 300 - 2800 from 00 - 3050. The results of ADC, linear with error of 0.18 bits (0 bits) from 0- 1023 bits. Testing the servo angle get the biggest error 50 and the smallest 10. The overall test result, the biggest error difference is 23.330 and the smallest 0.300. Keywords: KRSTI, Sensor, Servo Tower Pro MG 90, Inverse Kinematic.
Pemasangan Sensor CO2 dan Suhu dalam Sistem Live Cell Chamber Septian Ade Himawan; n/a Nurussa'adah; Muhammad Julius St.
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (565.852 KB)

Abstract

Sel merupakan kumpulan materi paling sederhana dan unit penyusun semua makhluk hidup. Penelitian sel sekarang masih menggunakan metode uji tabung. Metode ini mempunyai kelemahan yaitu penggantian cairan pada cawan petri seringkali terkontaminasi fungi dan cuci ulang ulang inkubator meninggalkan formaldehid yang sulit dihilangkan. Sehingga perlu dirancang sebuah media dimana sel bisa tumbuh dengan parameter-parameter (suhu, pH, kelembaban, CO2) yang dapat terdeteksi langsung dan dikontrol tanpa harus mengganti cairan cawan petri secara manual.Tujuan penelitian ini adalah merancang pengaturan sensor yang mendeteksi perubahan CO2 dan suhu yang terjadi dalam sistem Live Cell Chamber. Penelitian ini memakai modul sensor CO2 CDM 4160 dan sensor suhu memakai DS18B20 serta mikrokontroler ATMega 128 sebagai pengatur utama sistem. Sensor tersebut digunakan untuk mendeteksi perubahan CO2 dan suhu yang terjadi dakam incubator. Keluaran dari kedua sensor sudah berupa digital yang langsung dapat diproses oleh mikrokontroler. Hasil pengujian menunjukan bahwa modul sensor CDM 4160 memiliki error maksimal sebesar 0.2% dan error minimal sebesar 0.03%. Pada modul sensor temperature DS18B20 memiliki error maksimal sebesar 0.4°C dan error minimal sebesar 0.1°C.Kata kunci : sel, CO2, suhu, one wire, ATMega 128.
ALAT MONITORING WIFI BERBASIS KOMUNIKASI LORA Ade Vali Sofyan; Raden Arief Setyawan; n/a Nurussa'adah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 5 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Wireless Fidelity atau Wifi adalah sebuah teknologi jaringan tanpa kabel yang digunakan untuk menghubungkan perangkat computer ke internet. Wifi sendiri merupakan pengembangan dari istilah Hi-Fi yang mengacu pada sistem jaringan berstandart IEEE - 802.11. Prinsip kerja jaringan Wifi bisa dibilang sama dengan prinsip kerja jaringan seluler yaitu menggunakan gelombang radio untuk melakukan komunikasi antar perangkat. Perangkat - perangkat yang dimaksud antara lain komputer pribadi, smartphone, pemutar audio digital, konsol permainan video dan lain sebagainya.untuk skala intansi yang cukup besar, wifi berperan penting dalam semua proses kegiatan yang dilakukan, akses wifi harus merata di setiap wilayah dan dapat diakses oleh seluruh perangkat. Namun ada kalanya Wifi yang tersedia tidak dapat diakses oleh perangkat dan keluhan haruslah diberitahukan kepada pihak IT secara langsung. Pihak IT membutuhkan alat yanga dapat memonitoring Wifi secara otomatis mengirimkan hasil monitoring secara berkala. Sehingga masalah pada Wifi di suatu tempat dapat diketahui secara cepat.Pada penelitian ini dirancang perangkat yang mampu memonitoring WiFi yang dapat memonitoring seluruh wifi yang tersedia di sekitar perangkat, monitoring mencakup nama WiFi (SSID),kuat sinyal (RSSI),dan Chanel. Pada penelitian ini terdapat 2 perangkat yaitu perangkat monitoring Wifi (transmitter) dan perangkat receiver Lora. Untuk perangkat monitoring Wifi menggunakan NODMCU sebagai mikrokontroler dan sebagai alat untuk mengakses Wifi yang tersedia, Lora sebagai alat untuk mengirimkan seluruh data ke receiver, LED sebagai indikator proses program sedang berlangsung. Dalam mode aktif alat akan memindai seluruh wifi yang tersedia di sekitar alat, seluruh wifi akan diurutkan secara acak dan dilengkapi dengan status SSID,RSSI, dan chanel. Wifi yang di scan dibedakan menjadi 2, yaitu wifi yang ter-enkripsi dan wifi yang tidak memiliki enkripsi(open), wifi yang memiliki Enkripsi memiliki tanda ( * ) sebagai penanda bahwa wifi tersebut memiliki enkripsi. Ketika hasil pemindaian terdapat wifi open, alat akan melalukan proses koneksi keseluruh wifi open yang tersedia dan melakukan proses ping pada wifi yang terkoneksi. semua proses dan hasil program akan dikirim langsung melalui koneksi lora ke receiver.Berdasarkan hasil penelitian, alat dapat menampilkan hasil scaning dan hasil dari proses koneksi wifi. Hasil scan berupa daftar wifi yang terpindai berupa SSID,RSSI,Chanel dan status enkripsi wifi. Hasil proses koneksi WiFi berupa SSID,RSSI,Chanel dan status ping pada wifi yang telah terkoneksi. Proses dan data hasil alat diterima dapat seluruhnya oleh Receiver Lora. Kata kunci : Wifi, Monitoring WiFi, komunikasi Lora,Nodmcu ABSTRACT Wireless Fidelity or we can short WiFi  is a wireless communication used to connect device to the internet. WiFi is expansion of Hi-FI is based from IEEE – 802 standard. WiFi is a technology that uses radio waves to provide network connectivity for connect device to the internet or another device. For example of device  is smartphone, audio digital device, video game console , etc.For a large company, WiFi  is the heart of the all activity that used internet for based for their work. wifi access must be evenly distributed in all regions and can be accessed by all devices. But there are times when available Wifi is not accessible by the device and complaints must be notified to the IT directly. IT needs tools that can monitor Wifi automatically sending monitoring results regularly. So the problem with Wifi somewhere can be known quickly.In this study designed a device that can monitor WiFi that can monitor all wifi available around the device, monitoring includes WiFi (SSID), signal strength (RSSI), and Chanel names. In this study, there are 2 devices,Wifi monitoring device (transmitter) and Lora receiver device. For Wifi monitoring devices using NODMCU as a microcontroller and as a device to access available Wifi, Lora as a component for sending all data to the receiver, LED as an indicator of the program that in process. In active mode the device will scan all available wifi around the device, all wifi will be sorted randomly and with Wifi SSID, RSSI, and channel status. The scanned wifi is divided into 2, which is encrypted wifi and wifi that does not have encryption (open), wifi that has encryption has a sign (*) as a sign that the wifi has encryption. If device scaned wifi opnen on the proccess ,device will process the connection to all available open wifi and ping the connected wifi. all processes and results of the program will be sent directly via the Lora connection to the receiver.Based on the results of the study, data from the scanning and connection can be obtained by the device. The result of scaned Wifi :  SSID, RSSI, Chanel, and wifi encryption status. The results of the WiFi connection process : SSID, RSSI, Chanel and ping status on connected wifi. Keyword : Wifi, WiFi monitoring, Lora communication,Nodmcu
Karakteristik Budaya Organisasi: Sebuah Studi Kualitatif terhadap Pengusaha Batik Muslim Laweyan Surakarta Lukman Hakim; Irwan Abdullah; Nurus Sa'adah
Benefit: Jurnal Manajemen dan Bisnis Volume 6 No 2 Desember 2021
Publisher : Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/benefit.v6i2.14019

Abstract

This study aims to identify (1) the cultural characteristics of the Muslim batik entrepreneurs in the Batik Industry in Surakarta. (2) the values that underlie the cultural organization of Muslim batik entrepreneurs in the Laweyan Batik Industry, Surakarta. The research locations were Mahkota Batik, Putra Laweyan Batik, Gres Tenan Batik, Puspa Kencana Batik and Merak Manis Batik. This type of research uses descriptive-qualitative methods. The results of the study conclude the cultural characteristics of Muslim batik entrepreneurs organizations, as follows: (1) culture of struggle (al Mujahadah), (2) culture of togetherness (al Ijtimaiyyah), (3) culture of mutual help (at Tawauniyyah), (4) culture of humanity (al Insanniyyah), (5) professional culture (al Ihtirofiyyah), (6) creative and innovative culture (al kholaq wal mubtakar), (7) thoroughness culture (as shihah), and (8) skill culture (al khibrah).
Poligami dalam Lintas Budaya dan Agama: Meta - Interpretation Approach Nurus Sa'adah; Vita Fitria; Kurnia Widiastuti
Asy-Syir'ah: Jurnal Ilmu Syari'ah dan Hukum Vol 49, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Sharia and Law - Sunan Kalijaga State Islamic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ajish.2015.49.2.479-499

Abstract

Polygamy both discourse and practice has always been a conversation kontroversif and contradictory. Some people regard it as a symbol of patriarchal and marginalization of women. While on the other hand polygamy is considered as part of the expression of faith, in fact is one of the rights that can not be intervened by anyone. Discourse on polygamy still rolling today. This study is not focused on the concept of thought, religious interpretation, certain scientific perspective, as well as studies in general about polygamy. But more to the mapping research on polygamy during the past three decades and the consistency of the results of research conducted along with qualitative explanation. With meta-interpretative approach, researchers are trying to map the writing or research on polygamy as well as finding and distinguishing development, both in terms of religion and culture.
Co-Authors Abdurroqib Romadhoni Sampoerna Abu Ismail Pribadi Achmad Maulana Cholily Ade Vali Sofyan Adharul Muttaqin Adiyatma Ghazian Agripina Noreen Mahardika Ahmad Habyan Haidar Z. Ahmad M. Fariz P. Ahmad Qusyairy Akbar Waisakti Heranda Andy Kurnia Santoso Anugrah Febriari Arfa'i Fahrul Khizam Arief Prakoso Ashar Seppiawan N As’ad Shidqy Aziz Atika Iqlimah C Casmini Cahyo Tribuono Casmini Casmini Chandra Halim Harahap Dara Maisun Dian Sarita Widaringtyas Dony Hendra Lesmana Dwisnita Kusbintarti Edwin Gutama Eka Maulana Ester Damayanthi Fahma Firdausa Ilham Firman Triyanto Gifari Indra Kemal Hendra Dwi Saputra Husniati Husniati Ika Kustanti Ikke Nurjanah Sinaga Irwan Abdullah Ivan Rahadiyan Chandra James Christianto Jatra Kurnia Adi Jayadhi Wenardo Rusli Kharisma Cahaya Aqli Kurnia Widiastuti Lukman Hakim M. Saddam Rizky D. mansyur s Maulana, Eka Mch. Ainun Azhar Mochamad Andhika Prakasa Mochamad Choiril Iman Moh. Yusuf Firmansyah Mokhammad Wildan Khakim Muchammad Rizal Pahlevi Mudito A. Wardhana Mudjirahardjo, Panca Muhammad Izzul Islam An Najmi Muhammad Julius St. n/a Guntoro n/a Rafiuddin n/a Zakaria Nanang Sulistiyanto Naufal Anas Okky Mahmudi Onny Setyawati Panji Pakuan Pahlawan Ponco Siwindarto Priyo Sujatmiko Raden Arief Setyawan Ramadhan Adi Nugroho Ranu Aldi Aldaka Raras Rahcmatul Husna Reza Dwi Permana Rif'al Ulum Zidni Rif'an, Mochammad Rizka Sisna Riyanti Rizki Novan Andiyansyah Rizqurrohman A. A. C. Robith Urwatal Wusko Ruyung Hikayana Suki Septian Ade Himawan Surya Agung Kurnia Tanshuda Alfauzi Taufiq Yudi Sulistiyono Tika Puri Ardianti Tri Diyah Lestari Vita Fitria Wanda Fitri Yoke Dadik Kristanto Yuda Irawan Zainul Abidin Zainuri, Akhmad Zamrut Hirsa Mohammad Zaratul Nisa Saputri