Claim Missing Document
Check
Articles

Komparasi Sistem Komunikasi Serial Multipoint pada Robot Management Sampah menggunakan I2C dan SPI Taufiq Yudi Sulistiyono; n/a Nurussa'adah; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.892 KB)

Abstract

Sampah merupakan masalah yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini perlu diatasi karena setiap manusia pasti memproduksi sampah, disisi lain masyarakat tidak ingin berdekatan dengan sampah. Oleh karena itu dalam makalah ini penulis akan membahas bagian dari robot management sampah.Pada robot ini menggunakan 4 buah mikrokontroler sehingga diperlukan protokol komunikasi serial multipoint. Komunikasi ini harus dirancang dengan baik agar tidak terjadi kesalahan dalam pengiriman maupun penerimaan data serta kecepatan transfer data dapat maksimal sehingga informasi dari sensor selalu terbaca oleh robot.Empat buah mikrokontroler tersebut terdiri dari 1 Master dan 3 Slave. Fungsi masing-masing dari 3 mikrokontroler slave tersebut adalah untuk membaca sensor, mengendalikan motor kiri, dan mengendalikan motor kanan. Sedangkan fungsi dari mikrokontroler master adalah sebagai pemroses data dari slave pembaca sensor dan hasilnya di kirim ke slave pengendali motor kanan dan slave pengendali motor kiri. Dengan sistem seperti ini diharapkan waktu pemrosesan lebih cepat dibandingkan hanya menggunakan 1 mikrokontroler.Kata Kunci— Robot, Mikrokontroler, Serial, Multipoint
SISTEM PENDETEKSI POLA IRAMA MUSIK PENGIRING SEBAGAI PANDUAN GERAKAN TARI PADA KONTES ROBOT SENI TARI INDONESIA Yuda Irawan; Ponco Siwindarto; n/a Nurussa'adah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 5, No 6 (2017)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai kompetisi yang diadakan menjadi salah satu wadah pengembangan teknologi robotika, salah satunya Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI). Robot yang dibuat harus memiliki kemampuan gerak mengikuti alunan musik yang dimainkan saat lomba berlangsung, sehingga diperlukan sistem yang mampu menyesuaikan gerakan tari dengan pola irama musik pengiring. Pola dirancang menggunakan instrumen dominan pada musik pengiring, salah satunya gendang tipak. Untuk mendapatkan frekuensi gendang tipak, diperlukan rangkaian bandpass filter yang mampu melewatkan suara gendang saja. Hasil pengujian bandpass filter gendang besar didapatkan frekuensi cutoff atas fh sebesar 135 Hz dan frekuensi cutoff bawah fl sebesar 80 Hz. Sedangkan pengujian filter gendang kecil didapatkan fh sebesar 340 Hz dan fl sebesar 240 Hz. Pengujian stopband gendang besar pada frekuensi 250 Hz dan gendang kecil pada 500 Hz didapat atenuasi masing- masing sebesar 22,37 dB dan 21,97 dB. Hasil pengujian bandpass filter dan pengujian stopband sudah memenuhi spesifikasi yang dirancang, yaitu mampu menyaring gendang tipak saja. Hasil pemrosesan ADC keluaran filter dapat menghasilkan ketukan gendang sesuai dengan simulasi dan dijadikan sebagai penentu ada tidaknya pola musik. Secara umum sistem mampu mendeteksi seluruh pola musik pengiring dari 15 blok hasil perancangan namun pola musik keluaran sistem memiliki delay. Pada deteksi pola musik dari keadaan tidak ada pola musik, delay minimum sebesar nol detik dan maksimum 2,5 detik dengan rerata delay sebesar 0,93 detik. Sedangkan pada deteksi tidak ada pola musik, delay minimum sebesar -1 detik dan maksimum sebesar 2 detik dengan rerata delay 1,20 detik. Kata Kunci : KRSTI, Bandpass Filter, Deteksi Musik, Pola Musik ABSTRACT Many kinds of robotics competitions are held to accommodate the advancement of robotics technologies, one of them is Art Dance Indonesian Robotics Competition (Kontes Robot Seni Tari Indonesia). The robot that is made has to have the ability to move in accordance with the rhythm of the music when the contest proceeds, which is why a system that is able to synchronize the dance movement with rhythm pattern of the music is needed. The pattern can be formulated using the dominant instrument in the music like gendang tipak. To get the frequency of gendang tipak, a bandpass filter circuit that only let through the gendang tipak voice is necessary. Based on the experiment result, gendang besar bandpass filter showed that the high cutoff frequency fh is 135 Hz and low cutoff frequency fl is 80 Hz. For gendang kecil filter, showed that fh is 340 Hz and fl is 240 Hz. Stopband experiment for gendang besar at a frequency of 250 Hz and gendang kecil at 500 Hz obtained attenuation of 22.37 dB and 21.97 dB respectively. Both of the experiment results have fulfilled the predetermined specification that can atenuate other melodies beside gendang tipak. ADC processing result from filter output can show the rhythms of the gendang in accordance with the simulation and can be used as determination factor whether there is rythm pattern or not. Generally, the system can detect all the pattern of the music from 15 blocks of the resulted design but the output of rhythm patterns have delay. On the detection of music pattern from no music state, minimum delay is 0 s, maximum delay is 2.5 s, and the average is 0.93 s. Vice versa, when from with music state, minimum delay is -1 s, maximum delay is 2 s with the average delay is 1.2 s. Keywords: KRSTI, Bandpass Filter, Music Detection, Rhythm Pattern
PENENTUAN SUDUT LENGAN ROBOT HUMANOID BERDASARKAN KOORDINAT YANG DIKIRIM DARI PC MENGGUNAKAN USER INTERFACE YANG DIBUAT DARI Qt Adiyatma Ghazian; n/a Nurussa'adah; Mochammad Rif'an
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (972.161 KB)

Abstract

Pada saat pencarian gerakan tari, biasanya timKRSI Teknik Elektro Universitas Brawijaya melihatcontoh gerakan, memperkirakan sudut di setiap sendi,kemudian diproses oleh Mikrokontroller untukmenggerakkan motor DC servo di setiap sendinya.Kekurangan metode ini adalah proses trial yang tidaksebentar untuk mencari gerakan tari sesuai yangdiinginkan.Pada skripsi ini akan dirancang aplikasi untukmenggerakkan motor DC servo pada lengan robot sesuaikoordinat yang telah ditentukan dengan memasukkannilai koordinatnya dari PC. Metode yang digunakanunutuk mendapatkan perubahan sudut tiap sendi padalengan robot menggunakan Persamaan Invers Kinematik.Pada referensi yang didapat mengenai Invers Kinematikposisi basis berada di tanah sedangkan lengan robotberada di atas. Oleh sebab itu ada beberapa variabel yangdidapat pada referensi tersebut mengalami modifikasipada perancangan ini. Masukan koordinat adalah dari PCyang menggunakan User Interface yang dibuat dari Qt.Hasil yang didapatkan pada pengujian keseluruhansistem adalah kesalahan yang terjadi adalah karena nilaikarakterisasi masing-masing servo yang masih memilikierror sehingga berpengaruh terhadap keseluruhangerakan menuju koordinat tujuan.Kata Kunci—Lengan Robot, Invers Kinematik, Qt.
RANCANG BANGUN MONITORING FAKTOR TUMBUH TANAMAN PERTANIAN MENGGUNAKAN WSN BERBASIS NODEMCU UNTUK DESA BUMIAJI Moh. Yusuf Firmansyah; Raden Arief Setyawan; n/a Nurussa'adah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 7 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak –Desa Bumiaji yang merupakan obyek agrowisata nasional, menemui berbagai masalah dalam pengoperasiannya, baik dari sektor agrikulturnya, maupun dari sektorwisatanya. Salah satu masalah yang ada di sektor agrikulturnya adalah mengenai pengawasan tanaman pertanian pada lahan yang luas. Masalah ini dapat diselesaikan dengan menggunakan teknologi Wireless Sensor Network, dimana node sensor disebarkan pada titik-titik lahan yang ingin di-monitoring. Hal-hal yang dimonitoring adalah beberapa faktor tumbuh tanaman pertanian meliputi kelembaban tanah, suhu dan kelembaban udara, serta intensitas cahaya. Hasil perancangan WSN dibagi menjadi dua bagian, yaitu sink node dan node sensor. Sink node bertugas menerima data hasil pembacaan node sensor yang tersebar dilahan pertanian. Node MCU digunakan sebagai mikrokontroler utama dalam penelitian inikarena petani sudah familiar dengan modul tersebut. Komponen yang digunakan oleh sinknode adalah Node MCU sebagai mikrokontroler, Real Time Clock yang digunakan untuk menambahkan timestamp pada data serta Buzzer sebagai indikator data masuk. Pada nodesensor, selain menggunakan NodeMCU sebagai mikrokontroler utama, terdapat multiplekser74HC4051, sensor kelembaban tanah kapasitif, sensor DHT11, sel surya, baterai lithium-ion,modul TP4056, rangkaian power gating, dan boost converter 5V.Kata Kunci : desa bumiaji, faktor tumbuh tanaman, monitoring, nodemcu, wireless sensornetworkAbstract – Bumiaji Village, which is a national agro-tourism object, encounters various problems in its operation, both from the agricultural sector and from the tourism sector. Oneof the problems in the agricultural sector is the control of agricultural crops on large areas of land. This problem can be solved by using Wireless Sensor Network technology, where sensor nodes are distributed at the points of land that want to be monitored. The things thatare monitored are several agricultural plant growth factors including soil moisture, air temperature and humidity, and light intensity. The results of the WSN design are divided intotwo parts, namely the sink node and the sensor node. The sink node is in charge of receiving data from sensor node readings scattered on agricultural land. Node MCU is used as themain microcontroller in this study because farmers are familiar with the module. The components used by the sink node are NodeMCU as a microcontroller, Real Time Clockwhich is used to add timestamp to the data and Buzzer as an indicator of incoming data. Atthe sensor node, in addition to using the NodeMCU as the main microcontroller, there is a74HC4051 multiplexer, capacitive soil moisture sensor, DHT11 sensor, solar cells, lithium-ion battery, TP4056 module, power gating circuit, and a 5V boost converter.Keyword : Bumiaji village, monitoring, nodemcu, plant growth factor, wireless sensornetwork
ACRYLIC BENDING MACHINE DENGAN SUDUT YANG DAPAT DITENTUKAN Robith Urwatal Wusko; Muhammad Julius St.; n/a Nurussa'adah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.727 KB)

Abstract

Acrylic atau mika merupakan bahan polimer yang banyak dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan perkakas rumah tangga. Dalam pengolahan mika untuk menjadi barang tepat guna, dibutuhkan banyak proses salah satunya penekukan mika.Banyak orang yang menggunakan cara konvensional untuk melakukan penekukan mika. Hal tersebut mungkin akan sangat merepotkan, terutama jika diinginkan mika menekuk dengan sudut lekukan tertentu. Acrylic bending machine merupakan salah satu alat yang dirancang untuk membantu proses penekukan mika akrilik. Alat ini berdimensi 50x50x15 cm. Dilengkapi dengan motor DC sebagai perangkat untuk menggerakkan lengan penekuknya, sehingga sudut tekuk yang diinginkan dapat diproses dengan lebih mudah. Dengan memberikan data input sudut yang diinginkan melalui keypad, kemudian data tersebut akan diolah mikrokontroller ATmega8535 maka motor akan menekuk secara otomatis hingga sudut yang diinginkan Alat ini digunakan untuk menekuk mika akrilik dengan rentang sudut dari 0o-180o. Setelah dilakukan pengujian secara keseluruhan sistem penekuk dapat bekerja dengan cukup baik. Panjang maksimum dari mika yang ditekuk adalah 45cm dengan tebal maksimum 3mm, serta nilai prosentase kesalahan sudut tekukan sebesar 4,14%. Suhu efektif yang digunakan dalam sistem ini adalah 45oC.
SISTEM PENGHITUNG BENIH IKAN BERBASIS SENSOR OPTIK DAN GERBANG LOGIKA NOR Fahma Firdausa Ilham; n/a Nurussa'adah; Zainul Abidin
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 9, No 4 (2021)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKUntuk mengetahui tingkat keberhasilan pembenihan dan penetasan telur ikan perlu dilakukanpenghitungan benih setelah menetas. Pada umumnya penghitungan benih masih dilakukan secara manual maupun takaran sesuai dengan permintaan jumlah benih dari konsumen. Kedua metode ini masing-masing memiliki kekurangan, baik dalam efisiensi, tenaga maupun tingkat akurasi penghitungan. Padapenelitian ini dirancang sistem penghitung benih ikan yang mampu menghitung benih ikan secaraotomatis berbasis sensor optik dan implementasi gerbang logika NOR. Implementasi dari gerbang NOR ini dimaksudkan untuk membedakan benih ikan dengan benda lain atau kotoran yang ikut dialirkanmelalui selang bening, sehingga tingat kesalahan pembacaan dapat diminimalisir. Hasil pengujianmenujukkan bahwa nilai rata-rata %error pada metode perhitungan dengan 1 sensor infrared tanpagerbang logika NOR adalah sebesar 1,9%. Sedangkan Nilai rata-rata %error pada metode perhitungandengan 2 sensor infrared dengan gerbang logika NOR adalah sebesar 0,9%. Dapat disimpulkan bahwadengan penambahan dua sensor dan gerbang logika NOR nilai %error pembacaan sensor menjadi lebihrendah sehingga pembacaan sensor infrared menjadi lebih akurat.Kata kunci: Penghitung benih; sensor infrared; gerbang NOR.ABSTRACTTo determine the success rate of hatchery and hatchery of fish eggs, it is necessary to count the seedsafter hatching. In general, seed counting is still done manually or according to the number of seedsdemanded by consumers. Both of these methods each have shortcomings, both in efficiency, power andlevel of accuracy of calculation. In this study, a fish seed counter system was designed that was able tocalculate fish fry automatically based on optical sensors and the implementation of NOR logic gates. Theimplementation of the NOR gate is intended to distinguish fish seeds from other objects or dirt that is alsoflowing through a clear hose, so that the level of reading errors can be minimized. The test results showthat the average % error in the calculation method with 1 infrared sensor without NOR logic gates is1.9%. While the average value of %error in the calculation method with 2 infrared sensors with NORlogic gates is 0.9%. It can be concluded that with the addition of two sensors and a NOR logic gate, the% error value of the sensor readings becomes lower so that the infrared sensor readings become moreaccurate.Keywords: frycounter; Infrared Sensor; NOR gate.
DESAIN SENSOR OPTIK BERBAHAN PEROVSKIT KALSIUM TITANAT (CaTiO3) Panji Pakuan Pahlawan; n/a Nurussa'adah; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 7, No 5 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang dilakukan oleh Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dalam pengembangan sel surya dengan menggunakan perovskit kalsium titanat (CaTiO3) berbahan dasar kalsium karbonat (CaCO3) dan titanium oksida (TiO2) sebagai penyerap energi foton menunjukkan performansi yang menjanjikan. Hal ini menunjukkan potensi untuk meningkatkan performansi teknologi optoelektronik lain seperti sensor optik. Pada penelitian ini, sensor dirancang berdasarkan perbandingan molaritas CaCO3 dan TiO2 dengan perbandingan 1:7, 2:5 dan 5:2. Fabrikasi sensor optik pada penelitian ini menggunakan metode deposisi spin coating dan disusun dengan struktur sandwich dengan luas area kerja 2,5 cm  x 2 cm. Hasil dari pengujian tegangan dan arus sensor menunjukkan semakin tinggi iluminasi cahaya maka tegangan dan arus juga semakin tinggi. Sensor dengan perbandingan molaritas 1:7 memiliki tingkat linieritas tegangan & arus tertinggi yaitu 99,62% dan 99,56%, respon waktu 33,16 detik dan rugi histerisis terkecil di antara sensor lainnya. Sensitivitas tegangan dan arus  paling baik dimiliki oleh sensor dengan perbandingan molaritas 2:5 yaitu 12,031 mV/lux dan 0,1089 µA/lux. Tegangan dan arus paling besar diperoleh pada sensor dengan perbandingan molaritas 5:2 yaitu sebesar 111,04 mV dan 0,822 µA. Kata kunci : Sensor Optik, Spin Coating, Kalsium Karbonat (CaCO3), Kalsium Titanat (CaTiO3), Perovskit. ABSTRACTA research conducted by the Kalimantan Institute of Technology (ITK) in the development of solar cells using perovskite calcium titanate (CaTiO3) based on calcium carbonate (CaCO3) and titanium oxide (TiO2) as a absorbent photon energy shows promising performance. This shows the potential to improve the performance of other optoelectronic technologies such as optical sensor. In this study, sensor was designed based on the ratio of the molarity of CaCO3 and TiO2 with ratio of 1:7, 2:5 and 5:2. Fabrication of optical sensor in this study used the spin coating deposition method and constructed with sandwich structure with 2.5 cm x 2 cm working area. The result of voltage and current experiment of the sensor indicated the higher the light illumination, the higher the voltage and current. Sensor with 1:7 molarity ratio had the highest voltage & current linearity level of 99,62% dan 99,56%, response time 33.16s and the smallest hysteresis loss among other sensors. The best voltage and current sensitivity are possessed by sensor with ratio of 2: 5 molarity, which are 4.3527 mV/lux and 0.0394 µA/lux respectively. The highest voltage and current are obtained by sensor with 5:2 molarity ratio, which are 111.04 mV and 0.822 µA respectively.Keywords: Optical Sensor, Calcium Carbonate (CaCO3), Calcium Titanate (CaTiO3), Perovskite.   
Perancangan Sistem Monitoring Loading Arm di PT Badak Bontang Berbasis Mikrokontroler ATMega8 Edwin Gutama; n/a Nurussa'adah; Mochammad Rif'an
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.228 KB)

Abstract

PT Badak merupakan penghasil gas alamcair yang ditunjang peralatan elektronik modern. Gasalam diolah melalui tahap tertentu hingga menjadi cairdan disimpan dalam tanki. Hasilnya dikirim ke negaranegaralain dengan kapal tanker. Terdapat Loading Armyang berfungsi sebagai lengan penghubung antaradermaga dengan kapal untuk mengalirkan gas alam cair.Pada awalnya Loading Arm tidak memiliki sistemmonitoring untuk memantau pergerakannya dan hanyamengandalkan limit switch sebagai sensor pengaman. Padaakhirnya digunakanlah Position Monitoring System (PMS)buatan FMC Europe. Namun, karena rusak dan harganyayang mahal maka PT Badak tidak memakai sistemtersebut dan kembali menggunakan limit switch sebagaipengaman. Oleh karena itu, penulis mencoba merancangdan membuat sistem monitoring yang dapat digunakanuntuk memantau pergerakan Loading Arm.Pada perancangan dan pembuatan sistem ini, sensoryang diganakan untuk membaca sudut pergerakanLoading Arm menggunakan modul sensor potensiometerdan dikonversi menjadi sudut yang kemudian dikirimmelalui komunikasi serial untuk ditampilkan di komputer.Terdapat beberapa parameter yang ditampilkan sepertiDEPTH, WIDTH, DISTANCE dan HEIGHT serta alarmperingatan dan gambar pergerakan Loading Arm.Kata Kunci— Loading arm, Monitoring, PMS,Potensiometer, PT BADAK.
SISTEM PENGHITUNG JARAK DAN KECEPATAN KERETA API MENGGUNAKAN SENSOR ACCELEROMETER MMA7361 SEBAGAI SARANA INFORMASI BAGI PENUMPANG Abu Ismail Pribadi; n/a Nurussa'adah; Akhmad Zainuri
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.754 KB)

Abstract

Kereta api merupakan alat transportasi darat yangdigemari masyarakat karena dapat dinikmati berbagai kalangandari ekonomi rendah sampai tinggi. Banyak kasus barangtertinggal karena terburu – buru dan tertidur hingga melewatkanstasiun yang dituju oleh penumpang kereta api. Salah satusolusinya adalah penggunaan teknologi informasi transportasikereta api baik tulisan maupun lisan tentang berapa jarak, dankecepatan untuk menuju ke stasiun berikutnya. Penelitian inimenggunakan sensor accelerometer MMA7361 sebagai sensorutama untuk menghitung kecepatan dan jarak yang telahditempuh kereta api dari stasiun awal. Data keluaran sensorberupa tegangan analog yang akan disambungkan dengan ADC(Analog to Digital Converter) pada mikrokontroller ATMega32.Informasi yang akan diterima penumpang ditampilkan melaluiLCD (Lyquid Crystal Display) dan suara dikeluarkan melaluispeaker. Metode konversi dari nilai percepatan menjadi kecepatandan jarak menggunakan integral dengan metode Runge-Kuttadengan pendekatan trapezoid. Pengujian sensor untuk menghitungkecepatan didapatkan hasil pengujian error rata – rata sebesar1,17% dengan error terbesar pada kecepatan 20 km/h sebesar1,92%. Pengujian sensor untuk menghitung jarak didapatkanerror rata – rata sebesar 3,07% dengan error terbesar pada jarak50 cm sebesar 6,20%. Pengujian keseluruhan sistem didapatkanerror rata – rata sebesar 3,21 % untuk pengujian kecepatan dansistem mampu memberikan informasi tepat 1 km dari jarak yangterukur sebelum mencapai stasiun tujuan.Kata Kunci—sensor accelerometer MMA7361, ATmega32,metode Runge-Kutta, jarak dan kecepatan Kereta Api.
DISPENSER PENGISI GELAS OTOMATIS MENGGUNAKAN SENSOR ULTRASONIK DAN SENSOR POSISI RESISTIF Dwisnita Kusbintarti; n/a Nurussa'adah; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (876.492 KB)

Abstract

Sistem pengisian air otomatis ke dalam gelas telah dimanfaatkan oleh beberapa restoran cepat saji berskala besar. Sistem otomatis ini memiliki kelemahan yaitu gelas yang dapat diisi otomatis hanya gelas dengan volume-volume tertentu sehingga gelas yang digunakan harus disesuaikan dengan volume air yang dipilih. Dalam skripsi ini dibahas perancangan dispenser yang dapat mengisi gelas secara otomatis sesuai volume gelas tersebut. Gelas dideteksi keberadaannya di bawah keran oleh modul sensor ultrasonik HCSR04, kemudian diukur tingginya dengan sensor potensiometer. Setelah itu gelas diisi air panas atau dingin sesuai pilihan pengguna hingga level air 1 cm sebelum tepi gelas. Suhu air panas dikontrol oleh thermostat yang dihubungkan ke pemanas. Pengisian air dikontrol dengan pembukaan solenoid valve dan aktivasi pompa yang disesuaikan dengan hasil pengukuran level air dalam gelas oleh modul HCSR04. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mengisi air ke dalam gelas hingga 1 cm sebelum mulut gelas dengan error terbesar 1,2 cm dan dapat menghentikan pengisian air sewaktu-waktu ketika tombol stop ditekan. Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa suhu air panas dapat dikontrol sebesar 80°C.Kata kunci – dispenser, sensor jarak, potensiometer, solenoid valve
Co-Authors Abdurroqib Romadhoni Sampoerna Abu Ismail Pribadi Achmad Maulana Cholily Ade Vali Sofyan Adharul Muttaqin Adiyatma Ghazian Agripina Noreen Mahardika Ahmad Habyan Haidar Z. Ahmad M. Fariz P. Ahmad Qusyairy Akbar Waisakti Heranda Andy Kurnia Santoso Anugrah Febriari Arfa'i Fahrul Khizam Arief Prakoso Ashar Seppiawan N As’ad Shidqy Aziz Atika Iqlimah C Casmini Cahyo Tribuono Casmini Casmini Chandra Halim Harahap Dara Maisun Dian Sarita Widaringtyas Dony Hendra Lesmana Dwisnita Kusbintarti Edwin Gutama Eka Maulana Ester Damayanthi Fahma Firdausa Ilham Firman Triyanto Gifari Indra Kemal Hendra Dwi Saputra Husniati Husniati Ika Kustanti Ikke Nurjanah Sinaga Irwan Abdullah Ivan Rahadiyan Chandra James Christianto Jatra Kurnia Adi Jayadhi Wenardo Rusli Kharisma Cahaya Aqli Kurnia Widiastuti Lukman Hakim M. Saddam Rizky D. mansyur s Maulana, Eka Mch. Ainun Azhar Mochamad Andhika Prakasa Mochamad Choiril Iman Moh. Yusuf Firmansyah Mokhammad Wildan Khakim Muchammad Rizal Pahlevi Mudito A. Wardhana Mudjirahardjo, Panca Muhammad Izzul Islam An Najmi Muhammad Julius St. n/a Guntoro n/a Rafiuddin n/a Zakaria Nanang Sulistiyanto Naufal Anas Okky Mahmudi Onny Setyawati Panji Pakuan Pahlawan Ponco Siwindarto Priyo Sujatmiko Raden Arief Setyawan Ramadhan Adi Nugroho Ranu Aldi Aldaka Raras Rahcmatul Husna Reza Dwi Permana Rif'al Ulum Zidni Rif'an, Mochammad Rizka Sisna Riyanti Rizki Novan Andiyansyah Rizqurrohman A. A. C. Robith Urwatal Wusko Ruyung Hikayana Suki Septian Ade Himawan Surya Agung Kurnia Tanshuda Alfauzi Taufiq Yudi Sulistiyono Tika Puri Ardianti Tri Diyah Lestari Vita Fitria Wanda Fitri Yoke Dadik Kristanto Yuda Irawan Zainul Abidin Zainuri, Akhmad Zamrut Hirsa Mohammad Zaratul Nisa Saputri