Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

ANALISIS KINERJA LAYANAN INTERNET PROTOCOL TELEVISION (IPTV) PADA JARINGAN VIRTUAL LOCAL AREA NETWORK (VLAN) WIMAX IEEE 802.16d Arief Priwibowo; Wahyu Adi Priyono; Muhammad Fauzan Edy Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Internet Protocol Television (IPTV) secara umum merupakan sistem transmisi digital yang menggunakan protocol internet (IP). Layanan IPTV membutuhkan jaringan akses dengan kecepatan 2 sampai dengan 8 Mbps. Pada artikel ilmiah ini akan membahas tentang analisis kinerja layanan Internet Protocol Television (IPTV) pada jaringan Virtual Local Area Network (VLAN) WiMAX IEEE 802.16d. Parameter kinerja jaringan yang diamati yaitu delay, packet loss, dan throughput. Agar mencerminkan kondisi jaringan yang sebenarnya maka dilakukan variasi beban trafik dan jenis resolusi yang digunakan adalah resolusi HDTV yaitu format 1280  720 dan resolusi full HDTV yaitu format 1080  1920. Hasil analisis kinerja layanan IPTV pada jaringan VLAN WiMAX menunjukkan bahwa resolusi full HDTV memiliki nilai parameter delay tertinggi yang terjadi selama proses pengamatan adalah sebesar 11,37 ms dengan besar packet loss 0,60% dan nilai throughput sebesar 2,04 Mbps. Sedangkan pada resolusi HDTV besar nilai parameter delay tertinggi yang terjadi selama proses pengamatan adalah sebesar 10,79 ms dengan besar packet loss 0,44% dan nilai throughput sebesar 1,57 Mbps. Berdasarkan rekomendasi standar ITU-T G.1010 dan G.114 untuk layanan IPTV telah memenuhi standar. Kata Kunci: IPTV, WiMAX, VLAN, HDTV, full HDTV, ITU-T.
Perancangan Antena Mikrostrip Circular Patch Dengan Slot Egg Untuk Aplikasi Ultra-Wideband Radio Frequency Identification (UWB RFID) Tag Pada Frekuensi Kerja 2,4 GHz Rr. Wahyu Dwi Ardhya Garini; Rudy Yuwono; Muhammad Fauzan Edy Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1080.636 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perancangan antena mikrostrip circular patch untuk radio frequency identification (RFID) tag sehingga dapat beroperasi pada frekuensi 2,4 GHz. Teknologi RFID ini tidak dapat dipisahkan dari antena sebagai elemen penting dari aplikasi radio frequency (RF). Antena mikrostrip circular patch dirancang dengan slot egg dan penambahan stub pada bidang ground plane untuk mendapatkan antena yang dapat bekerja pada ultra wideband (UWB). Antena mikrostrip ini dirancang dengan menggunakan feed line sebagai metode pencatuannya. Dimensi antena mikrostrip diperoleh melalui perhitungan dan optimasi serta dilakukan simulasi dengan software HFSS AnsoftTM versi 13. Fabrikasi antena mikrostrip ini menggunakan bahan Phenolic White Paper – FR2 dengan konstanta dielektrik (εr)= 4,5. Hasil pengukuran antena mikrostrip circular patch dengan slot egg dan penambahan stub pada ground plane menunjukkan frekuensi kerja antena pada frekuensi 1700 – 2700 MHz dengan bandwidth sebesar 1000 MHz dan bandwidth fraksional sebesar 0,45.. Nilai gain pada frekuensi 2,4 GHz sebesar 2,35 dBi. Memiliki polarisasi elips dengan jenis polaradiasi bidirectional.Kata Kunci: Antena, RFID, Ultra Wideband, Slot Egg
ANALISIS NILAI LEVEL DAYA TERIMA MENGGUNAKAN MODEL WALFISCH-IKEGAMI PADA TEKNOLOGI LONG TERM EVOLUTION (LTE) FREKUENSI 1800 MHz Achmad Reza Irianto; Muhammad Fauzan Edy Purnomo; Endah Budi Purnomowati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 6 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1374.322 KB)

Abstract

Kebutuhan akan teknologi komunikasi yang handal baik dalam penyajian kecepatan laju data maupun kualitas pelayanan semakin meningkat, datangnya teknologi Long Term Evolution (LTE) menjadi solusi untuk para konsumen yang menginginkan kecepatan dalam mengakses data , dimana LTE merupakan teknologi yang dikembangkan oleh 3rd Generation Partnership Project (3GPP).Karakteristik yang paling berpengaruh untuk menentukan performansi sebuah sistem komunikasi adalah nilai level daya terima. Pada penelitian ini penulis menggunakan model propagasi Walfisch-ikegami untuk mengetahui nilai pathloss.Jarak antara BS dan UE mempengaruhi nilai level daya terima, ketinggian gedung disekitar BS, jarak antar titik tengah gedung disekitar BS dan teknik modulasi juga berpengaruh terhadap nilai level daya terima yang dihasilkan dan secara otomatis berhubungan juga dengan nilai SNR dan BER yang dihasilkan, untuk kondisi hb>h dengan teknik modulasi 64 QAM ¾ serta parameter h=40 m, b=30 m radius BS dengan UE yang disarankan adalah < 3,97 km, untuk teknik modulasi 64 QAM 4/5 dengan parameter h=40 m, b=30 m radius BS dengan UE yang disarankan <3,44 km dan untuk teknik modulasi 64 QAM 4/5 dengan parameter h=30 m, b=500 m radius BS dengan UE yang disarankan <4,77 km. sedangkan untuk tidak disarankan untuk merancang suatu BTS mobile LTE dengan kondisi hb<h karena radius yang dapat dijangkau sangat kecil, kecuali menggunakan teknik modulasi QPSK ½ dengan parameter h= 60 m, b=500 m karena pada kondisi tersebut radius yang dijangkau bisa mencapai 5 km.Kata Kunci— Level Daya Terima, Walfisch-Ikegami, model propagsi, LTE
ANALISIS PENGARUH KAPASITAS KANAL TERHADAP QUALITY OF SERVICE (QoS) VARIAN real TIME POLLING SERVICE (rTPS) PADA WiMAX IEEE 802.16d Elina Farihatul Ainin; Endah Budi Purnomowati; Muhammad Fauzan Edy Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.093 KB)

Abstract

Worldwide Interoperability for Microwave Access (WiMAX) IEEE 802.16d merupakan salah satu teknologi yang mampu memberikan layanan data dengan kecepatan tinggi dan efisien. WiMAX menyediakan kapasitas kanal hingga 40 Mbps. Salah satu keunggulan WiMAX adalah menawarkan Quality of Service (QoS) berbeda. Salah satunya adalah QoS varian real Time Polling Service untuk layanan live streaming. Pada penelitian ini difokuskan untuk menganalisis pengaruh QoS pada layanan live streaming dilihat dengan tiga parameter yaitu delay, throughput, dan packet loss. Penelitian ini dilakukan dengan mengubah besar kapasitas kanal pada BS. Kapasitas kanal akan diubah di service flow. Besar kapasitas kanal pada penelitian ini terdapat 10 variasi yaitu 64 Kbps – 6000 Kbps.Hasil penelitian menunjukkan delay dengan data simulai yaitu >150 ms. data hasil simulasi sebesar 287,63 ms pada kapasitas kanal 64 Kbps, nilai tersebut tergolong kategori buruk menurut standar ITU-T G.114. Hasil simulasi untuk throughput relatif stabil dengan semakin besar kapasitas kanal maka throughput juga semakin besar. Packet loss menujukkan hasil fluktuatif dengan semakin besar kapasitas kanal maka packet loss semakin kecil. Hal ini tentunya tergolong kategori baik menurut standar TIPHON.Kata Kunci – WiMAX IEEE 802.16d, QoS, Kapasitas Kanal, Live Streaming.
PERANCANGAN ANTENA MIKROSTRIP BINTANG 6 DENGAN MATERIAL SUBTRAT YANG BERBEDA Arga Sotarduga Yeremia; Rudy Yuwono; Muhammad Fauzan Edy Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Antena mikrostrip merupakan salah satu jenis antena yang memiliki kelebihan yaitu ukurannya cenderung lebih kecil, bentuk tambalan bervariasi, mudah diterapkan, dan pembuatannya harga relatif lebih murah. Namun antena mikrostrip juga memiliki kelemahan. Dua dari Kekurangan dari antena ini adalah bandwidth yang sempit dan gain yang kecil. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi gain yang kecil, diantaranya dengan menggunakan Dielektrik yang lebih kecil Konstanta (Er) substrat. Nilai Konstanta Dielektrik yang berbeda tentu akan menjadi berbeda dalam hal kinerja pada frekuensi operasi 2,4 GHz, yang akan menjadi diukur melalui parameter antena. Penelitian simulasi ini dilakukan dengan menggunakan software CST Studio Suite 2019 dan pengujian menggunakan Vector Network Analyzer Agilent yang bertujuan untuk merancang dan menguji antena mikrostrip dengan bentuk patch bintang 6 dan untuk mengetahui pengaruh bahan yang berbeda od substrat pada kinerja antena pada frekuensi kerja 2,4 GHz yang meliputi : VSWR, pengembalian kerugian, dan Keuntungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin kecil nilai Dielektrik Konstanta akan meningkatkan kinerja antena berdasarkan VSWR dan return loss. Kata kunci: Antena Mikrostrip, Antena, Patch Berbentuk Bintang 6AbstractMicrostrip antenna is one type of antenna that has advantages, namely its size tends to be smaller, the patch form varies, is easy to implement, and the manufacturing price is relatively cheaper. But microstrip antennas also have weaknesses. Two of the disadvantages of this antenna is narrow bandwidth and small gain. There are many methods that can be done to overcome the small gain, including using smaller Dielectric Constant (Er) of the substrat. Different Dielectric Constant value will certainly be different in terms of performance on 2.4 GHz operation frequency, which will be measured through antenna parameters. This research on simulations conducted using CST Studio Suite 2019 software and testing using Vector Network Analyzer Agilent which aims to design and test microstrip antennas with 6 star patch shape and to knowing the effect of diffetent material od the substrat on antenna performance at 2.4 GHz working frequency which includes VSWR, return loss, and Gain. The results showed that the smaller value of Dielectric Constant will increase the performance of the antenna based on VSWR and return loss.Keywords: Microstrip Antenna, Antenna, 6 Star Shaped Patch
Triangular Microstrip Antenna for Circularly-Polarized Synthetic Aperture Radar Sensor Application Muhammad Fauzan Edy Purnomo; Akio Kitagawa
Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science Vol 12, No 1: October 2018
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijeecs.v12.i1.pp310-318

Abstract

In this paper, we obtain the basic construction of triangular microstrip antennas based on the analysis of the single patch and array two patches. This construction use the basic corporate feeding-line with modified lossless T-junction power divider for Circularly Polarized-Synthetic Aperture Radar (CP-SAR) sensor embedded on airspace with compact, small, and simple configuration. The design of Circular Polarization (CP) is realized by truncating the whole three tips and adjusted the parameters of antennas at the resonant frequency, f = 1.25 GHz. The equations for reciprocal, lossless, and matched of the modified lossless T-junction power divider are also described. The result of characteristic performance and S-parameter for the single patch both Left-Hand Circular Polarization (LHCP) and Right-Hand Circular Polarization (RHCP) at the resonant frequency show consecutively 7.15 dBic and 7.16 dBic of gain, 0.12 dB and 0.11 dB of axial ratio, -26.75 dB and -26.72 dB of S-parameter. For array two patches, the result of gain, axial ratio, and S-parameter both of LHCP and RHCP are 7.63 dBic, 7.62 dBic, 2.68 dB, 2.74 dB, -19.43 dB, and -19.40 dB, respectively. The modified lossless T-junction power divider both for LHCP and RHCP are capable of being reciprocal, matched, and lossless at all ports.
Desain Antena Mikrostrip Segitiga Terpancung Tunggal LHCP Patch Stack sebagai Basic Sensor CP-SAR Muhammad Fauzan Edy Purnomo; Vita Kusumasari; Rini Nur Hasanah; Hadi Suyono
ALINIER: Journal of Artificial Intelligence & Applications Vol. 1 No. 2 (2020): ALINIER Journal of Artificial Intelligence & Applications
Publisher : Program Studi Teknik Elektro S1 ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (826.545 KB) | DOI: 10.36040/alinier.v1i2.3163

Abstract

The development of SAR radar technology (Synthetic Aperture Radar) and aircraft as the carrier media is relatively fast and demands the need for communication facilities and infrastructure that have a variety of platforms and high-quality imaging, which can produce processed data with high resolution and good images for all type explored terrain. Based on the demands of the progress of civilization, the antenna placed on the carrier media should have simple, compact, thin, and conformal characteristics. This research will analyze and study the need for a single, low power microstrip antenna in the L-band (1.25 GHz - 1.27 GHz) for CP (Circularly Polarized)-SAR radar applications. The use of Method of Moments (MoM) show that the result of characteristic performance and S-parameter for the single triangular truncated patch stack Left-Handed Circular Polarization (LHCP) antenna, f = 1.25 GHz, are consecutively 7.23 dBic of gain, 0.51 of axial ratio, -16.35 dB of S-parameter. Moreover, the 3-dB axial ratio bandwidth LHCP antenna is around 15 MHz or the percentage around 1.2% Perkembangan teknologi radar SAR (Synthetic Aperture Radar) dan pesawat terbang sebagai media pembawanya relatif cepat dan menuntut kebutuhan sarana dan prasarana komunikasi yang memiliki ragam platform dan pencitraan yang berkualitas tinggi, yang mampu menghasilkan data olahan dengan resolusi tinggi dan gambar yang baik untuk segala jenis medan yang dijelajahi. Berdasarkan tuntutan kemajuan peradaban zaman, maka antena yang diletakan pada media pembawa tersebut, seyogyanya memiliki karakteristik sederhana, compact, tipis, dan conformal. Dalam makalah ini akan dianalisis dan dikaji kebutuhan antena mikrostrip tunggal berdaya rendah pada pita L (1,25 GHz - 1,27 GHz) untuk aplikasi radar CP (Circularly Polarized)-SAR. Penggunaan Method of Moments (MoM) menunjukkan bahwa hasil performansi karakteristik dan S-parameter untuk antena segitiga terpancung tunggal Left-Handed Circular Polarization (LHCP) patch stack, f = 1.25 GHz, berturut-turut yaitu gain sebesar 7.23 dBic, axial ratio sebesar 0.51, dan S-parameter sebesar -16.35 dB. Selain itu, bandwidth axial ratio 3-dB antena LHCP sekitar 15 MHz atau persentasinya sebesar 1,2%.