Dwi Fadila Kurniawan
Departemen Teknik Elektro, Universitas Brawijaya

Published : 57 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA ANTENA MIKROSTRIP PATCH LINGKARAN DAN BINTANG 27 PADA FREKUENSI 2.4 GHz Akra, Faqiih; Purnomo, Muhammad Fauzan Edy; Kurniawan, Dwi Fadila
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 12 No. 5 (2024)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study compares the performance of conventional circular patch and modified 27-star patch microstrip antennas, both operating at 2.4 GHz. Microstrip antennas are commonly used for their small size, though they have limitations such as low bandwidth. This research aims to improve antenna performance through geometric modifications and analyze the performance of the two antennas. Simulation results show that the 27-star patch achieves better return loss (-37.05 dB vs -35.31 dB) and superior bandwidth, while the circular patch performs better in real-world bandwidth tests (>4.2 GHz vs >4GHz). The circular patch exhibits a omnidirectional radiation pattern with elliptical polarization, whereas the 27-star patch shows a omnidirectional pattern with linear polarization. This study highlights the significance of geometric modifications and fabrication precision in enhancing microstrip antenna performance. Keywords: Microstrip antenna, Circular patch antenna, 27-star antenna, Antenna performance
ANALISIS PERBANDINGAN PATCH ANTENA MIKROSTRIP BINTANG 24 DIFREKUENSI 2.4 GHZ DAN 5.8 GHZ PADA JARINGAN WIFI Rafif, Muhammad Alif; Purnomo, Muhammad Fauzan Edy; Kurniawan, Dwi Fadila
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 12 No. 6 (2024)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wi-Fi (Wireless Fidelity) merupakan salah satu standar komunikasi nirkabel yang paling populer di pasaran. Teknologi ini banyak digunakan baik di perkantoran, kampus, kafe, dan tempat umum lainnya. Di Indonesia, untuk keperluan Wi-Fi sudah dialokasikan dalam ISM band pada frekuensi 2.4 GHz dan 5.8 GHz.Untuk membantu proses transimisi data biasanya menggunakan antena. Antena memiliki peran sebagai pengirim dan penerima gelombang elektromagnetik yang berisi informasi-informasi oleh pengguna. Perancangan antenna mikrostrip bintang 24 bertujuan untuk menemukan formula antenna microstrip yang dibutuhkan oleh teknologi Wi-Fi. Pada penelitian ini akan merancang antenna microstrip patch bintang 24 untuk Wi-Fi yang bekerja pada frekuensi 2.4 GHz dan 5.8 GHz. Perangkat lunak yang digunakan dalam merancang antenna yaitu CST Studio Suite 2021 dengan menggunakan bahan substrat FR-4. Dari hasil simulasi antenna patch bintang 24 2.4 GHz memiliki nilai return loss-26.78 dB, VSWR 1.09, bandwidth 520 MHz, gain 4.46 dBi, impedansi 55.08 ohm dan pola radiasi ke segala arah. Dari hasil simulasi antenna patch bintang 24 5.8 GHz memiliki nilai return loss -41.05 dB, VSWR 1.01, bandwidth 1820 MHz, gain 4.35 dBi, impedansi 50.89 ohm, dan pola radiasi ke segala arah. Dari hasil pengukuran antenna patch bintang 24 2.4 GHz memiliki nilai return loss -21.74 dB, VSWR 1.17, bandwidth 2960 MHz, gain 4.31 dBi, impedansi 58.92 ohm, dan pola radiasi ke segala arah. Dari hasil pengukuran antenna patch bintang 24 5.8 GHz memiliki nilai return loss-20.22 dB, VSWR 1.21, bandwidth 2640 MHz, gain 4.19 dBi, impedansi 60.79 ohm, dan pola radiasi ke segala arah. Antena patch bintang 24 2.4 GHz menunjukkan performa yang lebih baik untuk aplikasi jaringan Wi-Fi dibandingkan antenna patch bintang 24 5.8 GHz. Kata Kunci: Komunikasi Nirkabel, Wi-Fi, Antena microstrip patch bintang 24, Performansi antena
OPTIMIZATION OF CHANNEL PERFORMANCE AND CAPACITY ON OPENBTS USING USRP N210 Prapanca, Muhammad Eksya; Kusmaryanto, Sigit; Kurniawan, Dwi Fadila
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 12 No. 6 (2024)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia, as the largest archipelagic country in the world, with an area of 2 million square kilometers and consists of 17,500 islands, as well as a population of around 250 million people. Facing challenges in the development of telecommunications infrastructure, especially in remote areas, Indonesia faces difficulties in providing equitable telecommunications access, especially in remote areas. Although most villages and sub-districts have been covered by BTS signals, some still experience weak signal constraints or do not get a signal at all. Alternative solutions such as OpenBTS, an open-source software project, are becoming relevant in this context. OpenBTS can help address infrastructure challenges by providing telecommunications services such as phone calls and SMS at lower implementation costs. However, it should be noted that the use of OpenBTS can also face challenges such as delays in service, especially in Non-Line-of-Sight (NLOS) conditions.The purpose of this study is to design an OpenBTS telecommunication network using an Ubuntu 14.04.6-based USRP N210 device. Then improve the quality of use by optimizing the OpenBTS service and testing its reliability in various operational scenarios, including the use of SMS andphone call services.Keywords: GSM, OpenBTS, USRP, SMS, Telephone, Delay
ANALISIS PERBANDINGAN PARAMETER ANTENA MIKROSTRIP PATCH BINTANG 27 DENGAN ANTENA MIKROSTRIP TRUNCATED PATCH BINTANG 27 SERTA PERBANDINGAN KINERJA PADA MODEM CPE ROUTER LTE Fikri, Muhammad; Kurniawan, Dwi Fadila; Purnomo, Muhammad Fauzan Edy
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis mengenai kinerja antena mikrostrip patch bintang 27 dan antena mikrostriptruncated patch bintang 27 pada frekuensi 2,4 GHz pada modem CPE router LTE. Perancangan antenadilakukan menggunakan CST Studio Suite, dilanjutkan proses fabrikasi dan pengujian menggunakanARINST Vector Network Analyzer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antena mikrostrip truncatedpatch memberikan peningkatan performansi yang signifikan, terutama pada bandwidth, gain, directivity,efisiensi, serta axial ratio. Antena truncated patch menghasilkan bandwidth 178,7 MHz, gain 2,17 dB,directivity 3,56 dB, efisiensi 72,72%, dan axial ratio 2,24, yang lebih baik dibandingkan antena mikrostripbintang 27. Secara keseluruhan, antena mikrostrip truncated patch terbukti meningkatkan performansiantena dibandingkan desain patch Bintang 27. Dengan nilai axial ratio ≤ 3 dB, desain truncated patchdinyatakan lebih sesuai untuk aplikasi yang membutuhkan polarisasi melingkar dan stabilitas radiasi tinggi,serta layak diterapkan pada perangkat komunikasi berbasis LTE dan WiFi 2,4 GHz.Kata Kunci: Antena mikrostrip, Truncated patch, CST Studio Suite, Polarisasi Melingkar, Frekuensi 2.4GHz, Modem CPE router LTE, RSRP, RSRQ, SNR.
Analisis Perbandingan Panel Surya P-Type dan NType terhadap Produksi Energi, Biaya, dan Emisi CO₂ pada PLTS Off-Grid Fauziyah, Almaas Nurul; Wibawa, Unggul; Kurniawan, Dwi Fadila
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 5 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

—Peningkatan kebutuhan energi listrik dan upaya pengurangan emisi karbon mendorong pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi terbarukan yang berkelanjutan. Perbedaan karakteristik panel surya P-Type dan N-Type memengaruhi kinerja sistem PLTS, sehingga diperlukan analisis untuk menentukan teknologi yang lebih optimal pada sistem off-grid. Penelitian ini dilakukan menggunakan perangkat lunak PVsyst dengan membandingkan panel surya P-Type (PERC) dan NType (TOPCon) dari tiga produsen berbeda pada dua lokasi, yaitu Kota Yogyakarta dan Kota Malang. Analisis dilakukan terhadap produksi energi, efisiensi, kelayakan ekonomi, dan potensi reduksi emisi CO₂. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panel surya N-Type menghasilkan produksi energi tahunan lebih tinggi, yaitu 4.046–4.179 kWh/tahun, dibandingkan panel surya P-Type sebesar 3.814–3.944 kWh/tahun. Rata-rata efisiensi sistem panel surya N-Type mencapai 14,31%, sedangkan panel surya P-Type sebesar 13,03%. Hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa panel surya N-Type menunjukkan performa yang lebih baik daripada P-Type dengan nilai CoE yang lebih rendah serta nilai NPV, PI, dan IRR yang lebih tinggi. Dari aspek lingkungan, panel surya N-Type menghasilkan potensi reduksi emisi CO₂ yang lebih tinggi dibandingkan panel surya P-Type seiring dengan produksi energi yang lebih besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panel surya N-Type merupakan pilihan yang lebih optimal untuk sistem PLTS off-grid ditinjau dari aspek teknis, ekonomi, dan lingkungan. Kata Kunci—PLTS off-grid, N-Type, P-Type, Produksi energi, Reduksi emisi CO₂. 
Studi Perbandingan Model LSTM dan GRU untuk Forecasting Output Daya Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya Off-Grid Permana , M. Rizky Tri; Aswin, Muhammad; Kurniawan, Dwi Fadila
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 5 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid sangat bergantung pada cuaca sehingga keluaran dayanya bersifat intermiten dan sulit dijadwalkan. Penelitian ini melakukan studi perbandingan empat arsitektur deep learning—LSTM Vanilla, LSTM Bidirectional, GRU Vanilla, dan GRU Bidirectional—untuk forecasting output daya PLTS off-grid 400 Wp di Pujon, Malang. Data cuaca diperoleh dari Open-Meteo Archive API, dan daya keluaran (P_out) dihitung secara analitis menggunakan persamaan fisika sel surya yang divalidasi dengan pustaka pvlib. Keempat arsitektur diuji pada empat skenario dataset (kombinasi hourly/daily dan univariate/multivariate), menghasilkan 16 konfigurasi yang masing-masing dijalankan lima kali untuk reliabilitas. Hasil menunjukkan forecasting per jam jauh lebih akurat (R² ≈ 0,96) dibandingkan per hari (R² ≈ 0,37); pendekatan multivariate konsisten mengungguli univariate; sedangkan arsitektur bidirectional tidak selalu memberikan peningkatan. Berdasarkan trade-off akurasi dan waktu komputasi, LSTM Vanilla pada dataset hourly_multivariate dipilih (MAE 0,02519; R² 0,9621; pelatihan tercepat) dan diimplementasikan pada sistem dashboard berbasis web tiga lapis (Next.js–Flask–Open-Meteo) yang ter-deploy di cloud. Sistem menggunakan strategi pure LSTM seq-toone autoregresif, dengan post-processing fisik ringan untuk menjaga kewajaran keluaran. Sistem menghasilkan forecast konsisten pada verifikasi kondisi cuaca aktual dengan waktu respons rata-rata 2,7 detik. Kata Kunci—forecasting; PLTS off-grid; LSTM; GRU; deep learning; pure LSTM.
RANCANG BANGUN DAN ANALISIS PERBANDINGAN ANTENA MIKROSTRIP PATCH DENGAN DAN TANPA USLOT FREKUENSI 2.4 GHZ Djatiningrat, R. Ng. Hyang Erlangga; Purnomo, Muhammad Fauzan Edy; Kurniawan, Dwi Fadila
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 14 No. 6 (2026)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang, membangun, dan membandingkan kinerja antena mikrostrip patch segitiga dengan dan tanpa U-slot pada frekuensi 2,4 GHz. Proses perancangan dan simulasi dilakukan menggunakan CST Studio Suite 2024 dengan substrat FR-4 (εr = 4,3; tan δ = 0,02; h = 1,6 mm). Hasil simulasi menunjukkan bahwa antena tanpa U-slot memiliki return loss -14,44 dB dan bandwidth 57 MHz, sedangkan antena dengan U-slot menghasilkan return loss -22,36 dB dan bandwidth 125 MHz. Setelah proses fabrikasi, pengukuran menggunakan NanoVNA menunjukkan antena tanpa U-slot memiliki bandwidth 50 MHz, sementara antena dengan U-slot menghasilkan bandwidth 130 MHz atau meningkat sebesar 160% dibandingkan antena tanpa U-slot. Penambahan U-slot terbukti efektif memperlebar bandwidth melalui mekanisme resonansi ganda (dual resonance). Pergeseran frekuensi resonansi ke 2,41 GHz pada hasil fabrikasi masih berada dalam rentang ISM band 2,4 GHz (2,4–2,4835 GHz). Nilai gain negatif pada kedua antena disebabkan oleh karakteristik loss tangent substrat FR-4 yang tinggi. Kata kunci: Antena Mikrostrip, Frekuensi 2.4 GHz, FR-4, U-Slot, Bandwidth, CST Studio Suite, NonoVNA