Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : AGRIKA

HUBUNGAN MORFOLOGI VEGETATIF DAN GENERATIF SALAK PONDOH (Salacca zalacca ) DI SENTRA SALAK PONDOH KABUPATEN MALANG Nugroho, Yuni Agung; Ningsih, Elik Murni Ningtias
Agrika Vol 14, No 2 (2020)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v14i2.1321

Abstract

ABSTRAKDeskripsi hubungan sifat morfologi organ vegetatif terhadap organ generatif pada salak pondoh dapat digunakan sebagai dasar pemuliaan tanaman salak pondoh.  Tujuan penelitian adalah: mendeskripsikan sifat morfologi dan untuk mengidentifikasi apakah terdapat hubungan sifat morfologi organ vegetatif dengan organ generatif salak pondoh di sentra salak pondoh di Ampelgading Malang. Data hasil survei lapang dianalisa deskriptif untuk mengkomparasikan  sifat morfologi pada varietas salak di sentra salak pondoh di Ampelgading Malang, sedangkan data kuantitatif dianalisa untuk mengetahui hubungan antara karakteristik morfologi vegetatif terhadap generatif, dilakukan dengan analisa   sidik lintas pada structural equation modeling (SEM).  Ada dua varietas yang banyak ditanam  di sentra salak pondoh Ampelgading yaitu: pondoh merah kehitaman dan kuning. Salak pondoh merah kehitaman memiliki karakteristik unggul daripada salak pondoh kuning, yaitu: buah lebih besar, manis dan tidak mudah rontok. Terdapat hubungan nyata antara sifat morfologi organ vegetatif dengan organ generatif (buah) pada salak pondoh di Ampelgading. ABSTRACTThe description of the relationship between the morphological traits of vegetative organs to generative organs in salak pondoh can be used as the basis for breeding pondoh salak plants. The research objectives were: to describe the morphological characteristics and to identify whether there was a relationship between the morphological characteristics of the vegetative organs and the generative organs of salak pondoh at the salak pondoh center in Ampelgading Malang. The field survey data were analyzed descriptively to compare the morphological characteristics of the salak variety in the center of salak pondoh in Ampelgading Malang, while the quantitative data were analyzed to determine the relationship between vegetative and generative morphological characteristics, using cross-fingerprint analysis in structural equation modeling (SEM). There are two varieties that are widely planted in the center of salak pondoh Ampelgading, namely: pondoh red-black and yellow. The red-black salak pondoh has superior characteristics than the yellow salak pondoh, namely: the fruit is bigger, sweet and does not fall off easily. There is a significant relationship between the morphological characteristics of vegetative organs and generative organs (fruit) in salak pondoh in Ampelgading. 
PENGARUH MACAM PUPUK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS HIBRIDA (Zea mays saccharata) DI DATARAN TINGGI KOTA BATU Arin Candra Setiawati; Elik Murni Ningtias Ningsih; Suslam Pratamaningtyas
Agrika Vol 11, No 2 (2017)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.469 KB) | DOI: 10.31328/ja.v11i2.484

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pertumbuhan dan serapan unsur hara N, P, K pada tanaman jagung dengan pemberian pupuk bokasi seresah jagung dan pupuk anorganik. Hipotesa penelitian diduga terdapat interaksi antara pemberian pupuk bokasi seresah jagung dan pemberian pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan serapan unsur hara pada tanaman jagung manis hibrida. Tempat dan waktu pelaksanaan penelitian dilakukan di Desa Binangun Kecamatan Bumiaji Kota Batu, dengan ketinggian tempat 900 dpl, mulai November 2016 hingga selesai. Perlakuan pada penelitian menggunakan faktorial, dengan 2 faktor yaitu: Faktor 1 : Perlakuan pupuk anorganik tunggal yaitu PI: tanpa Pupuk, P2: pupuk N,P,K dosis ½ dari dosis penuh (N: 62,5 kg/ha P: 50 kg/ha K: 37,5 kg/ha) P3: pupuk N,P,K dosis 3/4 kali dari dosis penuh (N: 93,75 kg/ha P: 75 kg/ha K: 56,25kg/ha) , P4: pupuk N,P,K dosis Penuh (N: 125 kg/ha P: 100 kg/ha K: 75 kg/ha) dan Faktor 2: Perlakuan Pupuk Bokashi Seresah Jagung yaitu B1 : Tanpa pupuk, B2 : Pupuk Bokashi (dosis 10 ton/ha), B3 : Pupuk Bokashi (dosis 20 ton/ha), B4 : Pupuk Bokashi (dosis 30 ton/ha). Data pengamatan dianalisa dengan ANOVA dilanjutkan uji beda nata Tukey HSD (BNJ 5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil produksi tertinggi pada perlakuan P4B4 dan perlakuan P2B1.
SISTEM INTENSIFIKASI PADI AEROB TERKENDALI BERBASIS ORGANIK DI KELURAHAN TUNGGULWULUNG, KOTA MALANG Elik Murni Ningtias Ningsih; Toto Suharjanto
Agrika Vol 6, No 1: Mei 2012
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.834 KB) | DOI: 10.31328/ja.v6i1.127

Abstract

Pengelolaan budidaya tanaman padi saat ini sering mengalami kesulitan pada penyediaan sarana produksi berupa pupuk.  Masalah penyediaan pupuk dikarenakan  oleh keterbatasan modal usaha tani dan juga diakibatkan oleh seringnya  terjadi kelangkaan pupuk yang mengakibat harga pupuk menjadi tidak stabil. Budidaya tanaman padi dengan sistem intensifikasi padi aerob terkendali dengan menerapkan sistem produksi yang menyatukan pemanfaatan potensi biologis tanah, managemen tanaman, pemupukan dan tata air secara terpadu yang mendukung pertumbuhan dan perakaran tanaman padi.  Pemanfaatan  limbah jerami padi sebagai pupuk dapat mengurangi biaya usaha tani dan memperbaiki kesuburan tanah yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi. Metode yang digunakan yaitu dengan demoplot.  Hasil penerapan IPAT-BO yaitu memperbaiki kesuburan tanah dan meningkatkan pertumbuhan tanaman padi yaitu pada tinggi tanaman, jumlah anakan dan hasil panen.  Hasil panen pada penerapan budidaya padi IPAT-BO 9,10 ton/ha. Kata Kunci : Padi, Intensifikasi, Aerob, Organik
PERTUMBUHAN STEK NILAM (Pogostemon cablin, Benth) PADA BERBAGAI KOMPOSISI MEDIA TUMBUH DAN DOSIS PENYIRAMAN LIMBAH AIR KELAPA Elik Murni Ningtias Ningsih; Yuni Agung Nugroho; Trianitasari -
Agrika Vol 4, No 1: Mei 2010
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.155 KB) | DOI: 10.31328/ja.v4i1.147

Abstract

Pertumbuhan stek nilam dipengaruhi oleh media tumbuh dan pemberian zat pengatur tumbuh tanaman.  Pemanfaatan limbah air kelapa sebagai zat pengatur tumbuh yang mengandung auksin dan sitokinin mampu memacu pertumbuhan stek nilam.  Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tumbuh dan dosis penyiraman limbah air kelapa terhadap pertumbuhan stek nilam (Pogostemon cablin, Benth). Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi perlakuan media tumbuh dan dosis penyiraman limbah air kelapa terhadap parameter jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun, luas daun stek nilam.  Perlakuan media tumbuh berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas pada umur 21 hst, panjang tunas umur 21 dan 41 hst, jumlah daun umur 21 dan 51 hst.  Perlakuan dosis penyiraman limbah air kelapa berpengaruh nyata terhadap jumlah daun 51 hst. Kata Kunci : Stek nilam, Media tumbuh, Limbah air kelapa
AIR KELAPA TERFERMENTASI SEBAGAI ZAT PENGATUR TUMBUH PADA TANAMAN SAWI (Brasica juncea L.) Elik Murni Ningtias Ningsih; Yuni Agung Nugroho
Agrika Vol 15, No 2 (2021): NOVEMBER 2021
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v15i2.3224

Abstract

ABSTRAKZat/hormon pengatur tumbuh memegang peranan untuk memacu pertumbuhan tanaman.  Zat pengatur tumbuh kelompok auxin mampu memacu pertumbuhan tanaman dengan mempercepat pembesaran sel tanaman.  Pemberian zat pengatur tumbuh auxin dari air kelapa terfermentasi pada pembibitan akan memacu pertumbuhan bibit tanaman yang selanjutnya dapat memacu pertumbuhan tanaman.   Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan tanaman dengan pengaplikasian air kelapa terfermentasi.  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan.  Perlakuan terdiri dari  K0 = tanpa pemberian air kelapa, K1 = pemberian air kelapa terfermentasi dengan air (1 : 1), K2 = pemberian air kelapa terfermentasi dengan air (1 : 2), K3 = pemberian air kelapa terfermentasi dengan air (1 : 3), K4 = pemberian air kelapa terfermentasi dengan air (1 : 4).  Pengamatan pertumbuhan pada parameter panjang tanaman dan jumlah daun, mulai umur 20 hst  sampai umur 60 hst.  Pengamatan hasil pada umur 60 hst, meliputi berat basah tanaman dan berat kering tanaman sawi.  Analisis data menggunakan anova, uji rata-rata perlakuan menggunakan beda nyata jujur (BNJ).  Perlakuan aplikasi air kelapa yang difermentasi mengandung zat pengatur tumbuh auxin mempengaruhi pembentukan panjang tanaman dan jumlah daun tanaman sawi pada umur 20 sampai 60 hst. Perlakuan P2 menghasilkan berat basah 119,14 g/tnm dan bering tanaman 8.85 g/tanaman yang tertinggi saat panen. ABSTRACTGrowth regulators substances/hormone play a role to stimulate plant growth. The growth regulators of the auxin group are able to stimulate plant growth by accelerating the enlargement of plant cells.  Provision of growth regulator auxin from fermented coconut water in nurseries will stimulate the growth of plant seeds which in turn can stimulate plant growth. The aim of the study was to determine plant growth by applying fermented coconut water.  The study used a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 4 replications. The treatments consisted of K0 = without giving coconut water, K1 = giving fermented coconut water with water (1 : 1) ratio, K2 = giving fermented coconut water with water (1 : 2) ratio, K3 = giving fermented coconut water with water (1 : 3 ) ratio, K4 = giving fermented coconut water with water (1 : 4)  ratio.  Observation on the growth of plant length and number of leaves, from the age of 20 day after planting (DAP) to 60 DAP. Observation results at the mustard age of 60 DAP, including the wet weight of the plant and the dry weight of the mustard plant. Analysis of the data using ANOVA, test the average treatment using Tukey Test.  The application treatment of fermented coconut water containing the growth regulator auxin affects the formation of plant length and number of leaves of mustard plants at the age of 20 to 60 days after planting. The P2 treatment resulted in a fresh weight of 119.14 g/plant and a dry weigtht of 8.85 g/plant which was the highest yield at harvest. 
Pengaruh macam dan waktu pemberian air kelapa (Cocos nucifera L.) terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi (Oryza sativa L.) Varietas Ciherang Aida Naswa Aulia; Elik Murni Ningtias Ningsih; Untung Sugiarti
Agrika Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.846 KB) | DOI: 10.31328/ja.v12i1.541

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh macam dan waktu pemberian air kelapa terhadap pertumbuhan padi (Oryza sativa L.). Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi waktu pemberian dan macam air kelapa terhadap parameter jumlah anakan umur 56 hst dan jumlah anakan produktif umur 97 hst, tetapi tidak terjadi pada parameter panjang tanaman, malai terpanjang, jumlah biji per malai, berat seratus butir, berat kering panen, dan berat kering per rumpun. Perlakuan waktu pemberian air kelapa memberikan respon terbaik terhadap panjang tanaman 14 dan 28 hst. Perlakuan macam air kelapa memberikan respon terbaik terhadap panjang tanaman 42 hst. Kata kunci : macam air kelapa, waktu pemberian, air kelapa, tanaman padi
KAJIAN PENGGUNAAN EKSTRAK GULMA BANDOTAN (Ageratum conyzoides L.) DAN SINTRONG (Crassocephalum crepidioides Benth) TERHADAP PERKEMBANGAN BAKTERI Erwinia carotovora PADA UMBI WORTEL (Daucus carota L.) Yuni Agung Nugroho; Elik Murni Ningtias Ningsih; Rina Mei Fatul Jannah
Agrika Vol 16, No 1 (2022): MEI 2022
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v16i1.2652

Abstract

ABSTRAKWortel (Daucus carota L.) adalah tanaman golongan hortikultura yang mudah busuk karena penyakit busuk bakteri, yaitu infeksi oleh bakteri Erwinia carotovora dari dalam tanah yang menempel pada umbi. Kerugian karena bakteri tersebut bisa mencapai 90%. Pengendalian dengan metode hayati sudah banyak diteliti, sedangkan secara nabati masih jarang penelitiannya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-September 2020 di laboratorium Biologi Fakultas Pertanian Universitas Widyagama Malang dan laboratorium Microbiologi di Balitkabi, Malang. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan yaitu perlakuan ekstrak gulma (bandotan dan sintrong) dengan variasi kepekatan (30%, 45%, 60%). Pengamatan dilakukan terhadap gejala awal (timbulnya bercak kecil, kebasahan dan berwarna putih atau krem), gejala tengah (bercak coklat yang berkembang dan mengeluarkan bau busuk) dan gejala lanjut (umbi menjadi lunak, berlendir dan bau belerang) yang merupakan respon perkembangan busuk bakteri akibat pemberian ekstrak gulma. Data hasil pengamatan dianalisa menggunakan Path ways Analysis (Analisa Sidik Lintas) menggunakan aplikasi Smart PLS. Hasil analisa PLS untuk outer model sudah memenuhi uji validitas dan realibilitas. Uji inner model menunjukkan adanya hubungan nyata antara ektrak gulma terhadap gejala awal, ekstrak gulma terhadap gejala tengah, gejala awal terhadap gejala tengah, dan gejala tengah terhadap gejala lanjut, tetapi tidak ada hubungan nyata antara gejala awal dengan gejala lanjut, gejala awal sebagai moderator terhadap gejala tengah dan gejala tengah sebagai moderator terhadap gejala lanjut. ABSTRACTCarrot (Daucus carota L.) is a horticultural plant that rots easily due to bacterial rot disease, namely infection by the bacterium Erwinia carotovora from the soil attached to the tuber. Losses due to these bacteria can reach 90%. Control by biological method has been widely studied, while the research is still rare in botanical pesticide.  The research was carried out on June-September 2020 at Biology laboratory of Agriculture Faculty of Widyagama University Malang and at Microbiology laboratory at Balitkabi, Malang. The research design used a completely randomized design with treatment of weed extracts (bandotan and sintrong) with variations in concentration (30%, 45%, 60%). Observations were made on early symptoms (the appearance of small, wet, white or cream-colored patches), middle symptoms (brown spots that develop and emit a foul odor) and late symptoms (tubers become soft, slimy and smell of sulfur) which were a response to the development of bacterial rot due to the administration of weed extract. Observational data were analyzed using Path Ways Analysis using the Smart PLS application. The results of the PLS analysis for the outer model have met the validity and reliability tests. The inner model test showed that there was a significant relationship between weed extract and early symptoms, weed extract for middle symptoms, early symptoms for middle symptoms, and middle symptoms for advanced symptoms. middle symptoms and middle symptoms as moderators of advanced symptoms. 
PENGARUH MEDIA PENYIMPANAN DAN LAMA PENYIMPANAN ENTRES TERHADAP KEBERHASILAN SAMBUNG PUCUK MANGGA (Mangifera indica, L.) AGRI GARDINA 45 Hadi Cahyono Kurniawan; Ririen Prihandarini; Elik Murni Ningtias Ningsih
Agrika Vol 17, No 2 (2023)
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v17i2.5113

Abstract

Mangga Agri Gardina 45 merupakan varietas mangga hasil persilangan Arumanis 143 x Saigon yang diakui sebagai varietas unggul. Mangga Agri Gardina 45 belum banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia karena ketersediaan bibit unggul sedikit di pasaran. Perbanyakan tanaman buah biasanya dilakukan secara vegetatif. Salah satu metodenya dengan sambung pucuk (grafting). Kendala utama grafting dalam jumlah banyak dan tepat waktu adalah terbatasnya pohon induk sebagai sumber entres. Kebutuhan entres yang tidak tercukupi disiasati oleh penangkar dengan mendatangkan entres dari penangkar lain, yang sering kali lokasinya jauh dari tempat pembibitan. Kondisi ini menyebabkan entres harus mengalami proses penyimpanan pada saat didistribusikan ke tempat pembibitannya sehingga kesegerannya menurun. Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media penyimpanan dan lama penyimpanan entres terhadap keberhasilan sambung pucuk mangga varietas Agri Gardina 45. Penelitian dilaksanakan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial. Faktor pertama adalah lama penyimpanan yang terdiri dari L0: 0 hari (tanpa simpan); LI: 2 hari simpan; L2: 4 hari simpan; L3: 6 hari simpan; dan faktor ke-2 adalah media penyimpanan yang terdiri dari M1: pelepah pisang; M2: kertas koran lembap; dan M3: plastik polyethylene. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bibit jadi tertinggi dihasilkan pada perlakuan L0M1, L0M2, L0M3, L1M1, L1M2, L1M3, L2M1, L2M2, L2M3 dan L3M1 dengan nilai 100.00%. Perlakuan lama penyimpanan entres berpengaruh terhadap kadar air entres, waktu pecah tunas, panjang tunas di umur 25, 32, 39 dan 53 HSS pada sambung pucuk mangga varietas Agri Gardina 45. Perlakuan media penyimpanan entres tidak berpengaruh terhadap semua variabel pengamatan pada sambung pucuk mangga varietas Agri Gardina 45. ABSTRACTMango Agri Gardina 45 is a mango variety resulting from a cross between Arumanis 143 x Saigon which is recognized as a superior variety. The Agri Gardina 45 mango has not been widely cultivated by farmers in Indonesia because there are few superior seeds available on the market. Propagation of fruit plants is usually done vegetatively. One method is grafting. The main obstacle to grafting in large quantities and on time is the limited number of parent trees as a source of scion. The breeder's unmet need for scion is overcome by bringing in scion from other breeders, which are often located far from the nursery. This condition causes the bullfrog to undergo a storage process when distributed to the nursery so that its freshness decreases. This research aims to determine the effect of storage media and storage time of scion on the success of shoot grafting of the Agri Gardina 45 mango variety. The research was carried out using a factorial completely randomized design (CRD). The first factor is storage time which consists of L0: 0 days (without storage); LI: 2 days save; L2: 4 days save; L3: 6 days save; and the 2nd factor is the storage medium consisting of M1: banana stem; M2: damp newsprint; and M3: polyethylene plastic. The results showed that the highest finished seeds were produced in the L0M1, L0M2, L0M3, L1M1, L1M2, L1M3, L2M1, L2M2, L2M3 and L3M1 treatments with a value of 100.00%. The storage time treatment for the scion had an effect on the water content of the scion, shoot break time, shoot length at the age of 25, 32, 39 and 53 DAP on the shoot grafts of the mango Agri Gardina 45.   
PENGARUH BAGIAN ASAL STEK BATANG DAN ZAT PENGATUR TUMBUH KECAMBAH KACANG HIJAU TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT SAMBUNG NYAWA (Gynura procumbens (Lorr.) Merr Ardiansyah, Mohamad Yusuf; Ningsih, Elik Murni Ningtias; Nugroho, Yuni Agung; Wardhani, Tri
Agrika Vol. 19 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i1.7066

Abstract

Tanaman sambung nyawa (Gynura procumbens (Lor.) Merr) dikenal sebagai tanaman obat yang memberi manfaat bagi kesehatan karena daunnya mengandung senyawa bioaktif seperti saponin, flavonoid, dan terpenoid. Penelitian ini berfokus pada pengaruh bagian asal stek batang tanaman sambung nyawa yang paling baik untuk bahan stek dengan zat pengatur tumbuh kecambah kacang hijau dan. Desain percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah bagian asal bahan stek terdiri dari B1: bagian pucuk; B2: bagian tengah; dan B3: bagian bawah. Faktor kedua yaitu dosis ZPT kecambah kacang hijau yang terdiri dari: P0: tanpa perlakuan; P1: konsentrasi ZPT 125 ml/500ml air; P2: konsentrasi ZPT 250 ml/500ml air; P3: konsentrasi ZPT 375 ml/500ml air. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji F, jika terdapat pengaruh perlakuan yang nyata dilakukan uji BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat pengaruh nyata antara bagian asal stek batang dan ZPT alami kecambah kacang hijau terhadap waktu inisiasi tunas dan panjang akar bibit tanaman sambung nyawa. Perlakuan terbaik untuk waktu inisiasi tunas bibit tanaman sambung nyawa yang tercepat adalah bagian asal stek tengah dengan konsentrasi ZPT 375ml/500ml (B2P3), dan perlakuan terbaik akar bibit tanaman sambung nyawa terpanjang adalah perlakuan bagian asal stek atas dengan konsentrasi ZPT 375/ml/500ml air (B1P3) dan perlakuan stek bagian batang bawah dengan konsentrasi ZPT 250 ml/500ml air (B3P2).
PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PERSEMAIAN SOIL BLOCK PADA BAWANG MERAH MENGGUNAKAN BENIH SEBAGAI UPAYA EFISIENSI PENGGUNAAN PUPUK Trijaya, Dewi Sekarsari; Prihandarini, Ririen; Ningsih, Elik Murni Ningtias; Latifah, Evy; Suharjanto, Toto
Agrika Vol. 19 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Badan Penerbitan Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/ja.v19i2.7357

Abstract

Budidaya bawang merah memiliki biaya produksi yang mahal dan beresiko pada saat musim tanam karena seringkali harga umbi menjadi tinggi. Penggunaan bahan tanam berupa benih menjadi solusi keterbatasan bahan tanam umbi. Media semai soil block harus mendukung pertumbuhan tanaman serta saat pertumbuhan di lapang diupayakan efisiensi dosis pemupukan anorganik terjadi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh komposisi soil block terhadap efisiensi penggunaan dosis pupuk anorganik. Penelitian dilaksanakan di Desa Torongrejo Kota Batu Batu (760-770 m dpl) bulan Mei-Desember 2024. Penelitian menggunakan RAK faktorial, faktor pertama lima taraf dan faktor kedua tiga taraf, diulang sebanyak tiga kali. Data pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam pada taraf 5%. Uji perbandingan antar perlakuan menggunakan beda nyata jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan komposisi soil block terhadap efisiensi penggunaan dosis pupuk anorganik tidak berpengaruh nyata pada seluruh parameter pengamatan sebab kondisi lingkungan di lapangan yang beragam serta kondisi media semai (soil block) menyebabkan pengaruh faktor lain menjadi tidak signifikan. Pengaruh kedua faktor tunggal dominan pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, bobot basah umbi/rumpun, bobot kering umbi/rumpun, dan hasil produksi. Efisiensi terjadi akibat pengaruh faktor tunggal dosis pemupukan, dimana dosis pemupukan 75% (P2) berbeda nyata dengan dosis pemupukan 50% (P1) dan sama baiknya dengan dosis pemupukan 100% (P3). Efisiensi dosis pemupukan sebesar 25% dari dosis rekomendasi direkomendasikan untuk menghasilkan produksi bawang merah yang tinggi. Perlakuan S3 merupakan komposisi soil block yang direkomendasikan untuk mengoptimalkan pertumbuhan bawang merah hingga panen.