Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Konsentrasi Didecyl Dimethyl Ammonium Chloride Sebagai Antimikroba Terhadap Isolat Bakteri Secara In Vitro atira atira; Iim Sunti; Yuni Rizki Amalia
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol 4, No 2 (2018): The Indonesian Journal of Infectious Diseases
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.624 KB) | DOI: 10.32667/ijid.v4i2.46

Abstract

Latar Belakang: Didecyl Dimethyl Ammonium Chloride merupakan salah satu jenis desinfektan yang mengandung senyawa antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi hambat minimal  antimikroba Didecyl Dimethyl Ammonium Chloride terhadap isolat bakteri dari ruang perawatan RS Al-Ihsan Bandung. Metode: metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Tru Experiment dengan menggunakan desain rancangan acak lengkap. Sampel penelitian terdiri atas 6 kelompok perlakuan yang masing-masing dilakukan 4 kali pengulangan. Data dianalisis secara statistik dengan menggunakan Anova  satu arah dengan uji lanjut menggunakan analisis Duncan (α=0,05). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hayati Institut Teknologi Bandung. Hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa Didecyl Dimethyl Ammonium Chloride pada berbagai konsentrasi 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,12%, dan 0,00 (kontrol) memiliki daya antimikroba terhadap isolat bakteri konsentrasi 106/mL secara in vitro dengan metode sumuran modifikasi Kirby-Bauer pada cawan petri yang berisi medium agar nutrien. Uji statistik menunjukkan pengaruh yang signifikan pada daya hambat dengan penggunaan konsentrasi Didecyl Dimethyl Ammonium Chloride yang berbeda. Hasil uji lanjut analisis Duncan menunjukkan beda rata-rata yang bermakna untuk perlakuan konsentrasi hambat minimal Didecyl Dimethyl Ammonium Chloride 3,12% memberikan daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri rata-rata 0,378 cm (3,78 mm) dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Kesimpulan: konsentrasi  hambat minimal Didecyl Dimethyl Ammonium Chloride sebagai antibakteri yaitu 3,12%. 
Kejadian Infeksi Luka Operasi pada Pasien Post Operasi Apendiktomi Atira Atira; Emy Salmiyah; Dede Puri Purwandi
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 6, No 3 (2021): September 2021
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24.734 KB) | DOI: 10.33846/ghs6301

Abstract

The incidence of appendicitis at the Cimacan Hospital, West Java within a period of six months in 2019 was 43 cases. The incidence of appendicitis generally experiences surgical wound infections (ILO) in every month, but the number of ILO incidences is not known. The purpose of this study was to determine the profile of ILO cases in post-operative appendectomy patients at the Surgical Clinic at Cimacan Hospital in 2020. The research method used was the Descriptive Survey Method with data collection using a Guttman scale questionnaire sheet in appendicectomy patients. The sample used was 30 respondents with a sampling technique using purposive sampling. The results showed that based on the Univariate Analysis Test, the results obtained were from as many as 30 respondents there were 17 (56.7%) who had surgical wound infections (ILO) in appendectomy patients and 13 (43.3%) respondents did not experience ILO. Suggestion: it is necessary to promote health regarding the importance of knowledge about wound care in appendectomy patients to the medical team and family so that the prevention of surgical wound infection (ILO) can be avoided. Keywords: surgical wound infection; appendectomy patient ABSTRAK Angka kejadian apendisitis di RSUD Cimacan, Jawa Barat dalam kurung waktu enam bulan pada tahun 2019 terdapat 43 kasus. Kejadian apendisitas umumnya mengalami infeksi luka operasi (ILO) dalam tiap bulan, namun belum diketahui jumlah angka kejadian ILO. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil kasus ILO pada pasien Post Operasi Apendiktomi di Poli Bedah RSUD Cimacan tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan yaitu Metode Survei Deskriptif dengan pengambilan data menggunakan lembar kuesioner skala guttman pada pasien Apendiktomi. Sampel yang digunakan sebesar 30 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan Uji Analisis Univariat didapatkan hasil yaitu dari sebanyak 30 responden terdapat 17 (56,7%) yang mengalami infeksi luka operasi (ILO) pada pasien apendiktomi dan lainnya sebesar 13 (43,3%) responden tidak mengalami ILO. Saran: perlu dilakukan promosi kesehatan mengenai pentingnya ilmu pengetahuan tentang perawatan luka pada pasien apendiktomi pada tim medis dan keluarga agar pencegahan infeksi luka operasi (ILO) dapat terhindarkan. Kata kunci: infeksi luka operasi; pasien apendiktomi
Konsentrasi Didecyl Dimethyl Ammonium Chloride Sebagai Antimikroba Terhadap Isolat Bakteri Secara In Vitro atira atira; Iim Sunti; Yuni Rizki Amalia
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 4 No. 2 (2018): The Indonesian Journal of Infectious Diseases
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v4i2.46

Abstract

Latar Belakang: Didecyl Dimethyl Ammonium Chloride merupakan salah satu jenis desinfektan yang mengandung senyawa antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi hambat minimal  antimikroba Didecyl Dimethyl Ammonium Chloride terhadap isolat bakteri dari ruang perawatan RS Al-Ihsan Bandung. Metode: metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Tru Experiment dengan menggunakan desain rancangan acak lengkap. Sampel penelitian terdiri atas 6 kelompok perlakuan yang masing-masing dilakukan 4 kali pengulangan. Data dianalisis secara statistik dengan menggunakan Anova  satu arah dengan uji lanjut menggunakan analisis Duncan (α=0,05). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hayati Institut Teknologi Bandung. Hasil: hasil penelitian menunjukkan bahwa Didecyl Dimethyl Ammonium Chloride pada berbagai konsentrasi 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,12%, dan 0,00 (kontrol) memiliki daya antimikroba terhadap isolat bakteri konsentrasi 106/mL secara in vitro dengan metode sumuran modifikasi Kirby-Bauer pada cawan petri yang berisi medium agar nutrien. Uji statistik menunjukkan pengaruh yang signifikan pada daya hambat dengan penggunaan konsentrasi Didecyl Dimethyl Ammonium Chloride yang berbeda. Hasil uji lanjut analisis Duncan menunjukkan beda rata-rata yang bermakna untuk perlakuan konsentrasi hambat minimal Didecyl Dimethyl Ammonium Chloride 3,12% memberikan daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri rata-rata 0,378 cm (3,78 mm) dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Kesimpulan: konsentrasi  hambat minimal Didecyl Dimethyl Ammonium Chloride sebagai antibakteri yaitu 3,12%. 
PERSONAL HYGIENE DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA (1-5 TAHUN) Atira
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 12 No. 2 (2019): Juli 2019
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v12i2.47

Abstract

Kasus diare merupakan salah satu kasus kejadia luar biasa di Jawa Barat yang menyebabkan kematian anak balita sekitar sebesar 2,3%. Faktor yang mempengaruhi tingginya angka kejadian diare pada anak balita (usia 1-5 tahun) diduga antara lain personal hygiene ibu balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara personal hygiene dengan kejadian diare pada anak balita (usia 1-5 tahun) di Rumah SakitDustira Cimahi.Metode penelitian ini menggunakan survey analitik denganPendekatan CrossSectional. Besaranpopulasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki anak balita (usia 1-5 tahun) yang dirawat di Ruang Perawatan Anak Rumah Sakit Dustira Cimahi yaitu sebanyak 90responden. Teknik pengambilan sampel accidental sampling. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis univariat, dari 90 responden, ditemukanresponden yang memiliki perilaku personal hygiene yang baik sebesar 54 (60%) dan sedangkan anak balita yang mengalami diare sebesara 53 (58,9%). Berdasarkan analisis bivariat didapatkan ada hubungan antara perilaku personal hygiene dengan kejadian diare pada anak balita (usia 1-5 tahun) dengan nilai p(0,013) < α (0,05). Kesimpulan ada hubungan personal hygiene ibu balita dengan kejadian diare pada anak balita (usia 1-5 tahun). Saran yaitu perlu dilakukan Pendidikan Kesehatan tentang diare pada ibu balita, sehingga ibu balita dapat menambah pengetahuannya tentang diare, agar kejadian diare pada anak balita dapat tereliminasi. Kata Kunci:personal hygiene, ibu, balita, diare
HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK DAN PERILAKU PENCEGAHAN DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU PADA PASIEN TUBERKULOSIS Atira
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 13 No. 1 (2020): Januari 2020
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v0i0.96

Abstract

Tuberkulosis Paru (TB) adalah penyakit infeksi menular yang masih ditemukan di Indonesia. TB tersebut diduga di sebabkan oleh kebiasaan merokok dan perilaku pencegahan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok dan perilaku pencegahan dengan kejadian tuberkulosis paru. Metode penelitian ini menggunakan Survei Analitik dengan rancangan penelitian “Cross Sectional”. Besaran sampel 84 responden dengan Teknik samplingAccidental sampling. Hasil penelitian dengan uji univariat didapatkan 46 (54,8%) responden tidak mempunyai kebiasaan merokok dan 38 (45,2%) responden mempunyai kebiasaan merokok. Sebagian besar yaitu 44 (52,4%) responden berperilaku baik, dan hampir setengahnya yaitu 40 (47,6%) responden berperilalu buruk. Kejadian tuberculosis paru yaitu 52 (61,9%) responden tidak mengalami tuberkulosis paru dan hampir setengahnya 32 (38,1%) responden mengalami tubekulosis paru. Berdasarkan uji Analisis bivariat menggunakan teknik Chi-Square diperoleh nilai p=0, 748 > α (0.05), maka Ho diterima. Berdasarkan uji statistic dengan uji teknik Chi-Square diperoleh nilai p=0, 748 > α (0.05), maka Ho diterima. Simpulan: tidak terdapat hubungan antara kebiasaan merokok pasien TB dengan kejadian tuberkulosis paru. Tidak terdapat hubungan antara perilaku pencegahan dengan kejadian tuberkulosis paru. Saran: penelitian selanjutnya diperlukan survei terhadap lingkungan pemukiman agar menemukan variabel yang diduga penyebab kejadian Tuber kulosis. Kata Kunci : Tuberkulosis Paru, kebiasaan merokok dan perilaku pencegahan
PROFIL PENYAKIT DIFTERI, PENGETAHUAN, USIA, DAN RIWAYAT IMUNISASI PADA MASYARAKAT Atira
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 13 No. 2 (2020): Juli 2020
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v13i2.98

Abstract

Kasus difteri pada tahun 2018 kembali lagi ditemukan di Kabupaten Cianjur. Kejadian difteritersebut dianggap suatu kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) karena ditemukan sejumlahmasyarakat yang terkena difteri. Namun belum diketahui profil masyakarat yang dinyatakandifetri dan profil demografi yang meliputi pengetahuan, usia serta riwayat imunisasi masyarakat.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui profil penyakit difteri, pengetahuan, usia, dan riwayatimunisasi pada masyarakat di RT 09/02 Kampung Cipatat, Kabupten Cianjur. Metode penelitianyang digunakan adalah survei deskriptif. Besaran populasi sebanyak 40 responden diambildengan total sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 40 responden ditemukan 6(15,0%) responden mengalami kejadian difteri, 28 (70,0%) responden berpengetahuan cukup,35 (87,5%) responden berada dalam kategori usia dewasa tengah, dan 25 (62,5%) respondentidak mendapatkan imunisasi. Simpulan penelitian profil penyakit difteri yaitu sebanyak 6(15,0%) responden mengalami penyakit difteri, 28 (70,0%) responden berpengetahuan cukuptentang difteri, 35 (87,5%) responden berada di kategori usia dewasa tengah, dan 25 (62,5%)responden tidak mendapatkan imunisasi difteri. Saran bagi peneliti lain agar melakukan ujilanjut untuk mendapatkan faktor penyebab terjadinya difteri terutama pada masyarakat di DesaSukamulya sehingga kejadian difteri dapat tereliminasi. Kata Kunci : Difteri, Pengetahuan, Status imunisasi, Usia
INFEKSI SALURAN PERNAPASAN PADA BALITA USIA 1-5 TAHUN Atira; Aryanto, Ari; Sandi, Megalina Sari Mutiara
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 15 No. 1 (2022): Januari 2022
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v15i1.132

Abstract

Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di provinsi Jawa Barat tahun 2017 terdapat 328.150 kasus. Di Puskesmas Majalaya pada tahun 2020 kasusu ISPA terdapat 1.291kasus pada anak usia 1-5 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kejadian ISPA di Puskesmas Majalaya tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan survei analitik korelasional melalui pendekatan Kolmogorof-Smirnov. Sampel pada peneltian ini sebanyak 46 responden. Analisis data yang digunakan analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 46 responden terdapat 25 (54.3%) balita mengalami ISPA dan 21 (45.7%) balita tidak mengalami ISPA. Saran: diperlukan pelayanan Kesehatan pengetahuan mengenai ISPA pada masyarakat wilayah kerja Puskesmas Majalaya agar angka kejadian ISPA pada balita dapat menurun. Kata Kunci : ISPA, Puskesmas Majalaya.
PENGETAHUAN MENGENAI ACQUIRED IMMUNE DEFICIENCY SYNDROME (AIDS) PADA SISWA Atira; Tampubolon, Briefman; Herdiani, Intan Monita
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 15 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v15i2.148

Abstract

Kasus AIDS di Kabupaten Bandung Barat tercatat sebanyak 22 kasus pada usia 15-19 tahun dan 123 kasus pada Usia 20-24 tahun. Pengetahuan siswa belum diketahui mengenai kejadian AIDS. Tujuan Penelitian untuk mengetahui profil pengetahuan siswa mengenai AIDS. Rancangan penelitian menggunakan survei deskrtiptif. Besaran sampel pada penelitian ini sebanyak 60 responden. Berdasarkan analisis univariat didapatkan hasil penelitian yaitu pengetahuan tertinggi kategori pengetahuan kurang didapatkan sebesar 43 (71,7%) responden, disusul pengetahuan kategori cukup yaitu sebesar 11 (18,3%), dan pengetahuan kategori baik yaitu sebesar 6 (10%). Simpulan: profil pengetahuan siswa SMK mengenai AIDS sebagian besar berpengetahuan kurang. Saran: diperlukan adanya peningkatan pengetahuan mengenai AIDS dengan memberikan promosi kesehatan mengenai AIDS sehingga siswa tersebut dapat terhindar dari penyakit AIDS. Kata Kunci: AIDS, Pengetahuan, Siswa
Penyuluhan Tentang Perubahan Perilaku Pencegahan DBD Di Kalangan Remaja SMK Kartini Bhakti Mandiri Afrieani Deasy; Atira; Wulan Novika Ambarsari; Sherly Agustin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i1.1585

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan yang signifikan, terutama di daerah dengan iklim tropis seperti Kota Bandung. Lonjakan kasus DBD di awal tahun 2024 menunjukkan kebutuhan mendesak untuk melakukan pengendalian yang efektif. Data menunjukkan bahwa pada tahun 2024, terjadi peningkatan jumlah kasus dan angka kematian akibat DBD, yang mengharuskan identifikasi program dan strategi pencegahan yang tepat. Oleh karena itu, penelitian dan penanggulangan terkait DBD menjadi penting untuk memantau dan mengendalikan penyebaran penyakit. Seminar Kesehatan ini bertujuan untuk menganalisis kasus DBD di Kota Bandung pada triwulan terakhir tahun 2024. Dengan menganalisis data yang ada, diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai distribusi kasus, faktor risiko yang berkontribusi terhadap penyebaran DBD, serta angka pengetahuan masyarakat mengenai DBD sebagai upaya menaikan derajat kesehatan masyarakat terutama kota Bandung Barat. Penelitian ini akan dilakukan dengan jumlah sample kurang lebih 100 orang siswa menengah kejuruan (SMK) yang bertempat di SMK Kartini Bhakti Mandiri Padalarang, dalam menganalisis tingkat pengetahuan mengenai pencegahan, pengobatan dan pemulihan akibat DBD. Tahapan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu berupa pre-test, dilanjutkan dengan penyampain materi dengan metode ceramah, kemudian sesi tanya jawab dan diakhiri dengan evaluasi post-test. Dampak dari kegiatan ini diharapkan dengan terjadinya peningkatan pengetahuan pada remaja juga mampu meningkatkan sikap kepedulian dalam menjaga kesehatan diri baik lingkungannya.
Lama Demam, Trombosit, Hematokrit dan Derajat Keparahan Demam Berdarah Dengue pada Anak Atira Atira; Siska Nita Andini; Afrieani Deasy
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk116

Abstract

Cases of dengue hemorrhagic fever in Bandung City occupy the second position, which is suspected to have the highest degree of severity with the factors of duration of fever, platelet count, and hematocrit value. The purpose of this study was to determine the factors associated with the degree of dengue fever in children with fever duration, platelet count, and hematocrit value. This study applied a cross-sectional design, involving 69 respondents selected by purposive sampling technique. Data collected from medical records. The results of the research were analyzed using the Kolmogorov-Smirnov test. The results showed that 60 (87.0%) respondents had fever for less than 4 days, 52 (75.4%) respondents had platelet values in the mild category, and 38 (55.1%) respondents had hematocrit values in the high category (>38%), and 54 (78.3%) respondents were at the severity level in degree I. Meanwhile, the Kolmogorov-Smirnov test results showed p-value = 0.000, for the analysis of the relationship between fever duration and severity, p value = 0.001 for the analysis relationship between platelet count and severity, and p = 0.042 for analysis of the relationship between hematocrit levels and severity. Based on the results of the analysis it was concluded that duration of fever, platelets and hematocrit were related to the degree of dengue hemorrhagic fever.Keywords: dengue hemorrhagic fever; long fever; platelets; hematocrit ABSTRAK Kasus demam berdarah dengue di Kota Bandung menempati posisi urutan kedua, yang diduga terjadi derajat keparahan tertinggi dengan faktor lama demam, nilai trombosit, dan nilai hematokrit. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan derajat demam berdarah pada anak dengan lama demam, nilai trombosit, dan nilai hematokrit. Penelitian ini menerapkan rancangan cross-sectional, yang melibatkan 69 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dari rekam medis. Hasil penelitian dianalisis dengan uji Kolmogorov-Smirnov. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 60 (87,0%) responden mengalami demam kurang 4 hari, 52 (75,4%) responden memiliki nilai trombosit dalam kategori ringan, dan 38 (55,1%) responden memiliki nilai hematokrit dalam kategori tinggi (>38%), serta 54 (78,3%) responden berada pada tingkat keparahan dalam derajat I. Sedangkan hasil uji Kolmogorov-Smirnov menunjukkan nilai p = 0,000, untuk analisis hubungan antara lama demam dengan derajat keparahan, nilai p = 0,001 untuk analisis hubungan antara jumlah trombosit dengan derajat keparahan, dan nilai p = 0,042 untuk analisis hubungan antara kadar hematokrit dengan derajat keparhan. Berdasarkan hasil analisis disimpulkan bahwa lama demam, trombosit dan hematokrit berhubungan dengan dengan derajat demam berdarah dengue.Kata kunci: demam berdarah dengue; lama demam; trombosit; hematokrit