Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

COMPREHENSIVE MIDWIFE CARE IN MRS. "R" G2P1A0 SWELLING IN THE LEGS WITH HYDROTHERAPY Fatonah, Sofa; Sri Wulan Suci, Chelvi; Mujiwati, Sri; Yuliana, Yuliana
Lux Mensana: Journal of Scientific Health Vol. 1 Issue 4 (2022)
Publisher : jfpublisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/jsh.v1i4.140

Abstract

Introduction. Swelling in the legs is one of discomforts that often occurs in third trimester pregnant women. Swelling of the legs occurs in about 80% of third trimester pregnant women, this condition is caused by uterine compression which inhibits venous return and the pull of gravity causing an increase in fluid retention, so that it requires care to reduce swelling in the feet, namely by doing hydrotherapy that you can do at home. According to the survey results during practice at Clinic "A" from January-February 2022, 128 pregnant women who made antenatal care (ANC) visits, 92 pregnant women in the third trimester, and 10 third trimester pregnant women who experienced swelling in their feet and did not know the cause. how to treat the swollen feet. The purpose of this case study is to be able to provide comprehensive midwifery care to Mrs. “R” G2P1A0 swelling in the feet with hydrotherapy at the clinic “A” Banjaran in 2022. Methods. The research method used a case study approach that was carried out on Mrs. “R” G2P1A0 started from 37 weeks 4 days of gestation until the mother used contraception. Results & Analysis. The results of the case studies carried out were giving the hydrotherapy care for 4 weeks with 5 times a week giving hydrotherapy with a frequency of 10 minutes, the water temperature was 380C, so that the mother felt more comfortable and the swelling in the feet that she experienced was reduced. Discussion. The conclusion of this case study is that after hydrotherapy for 4 weeks with 5 times of hydrotherapy, the frequency of 10 minutes at 380C water temperature reduced the swelling that the mother experienced. It is recommended to clinic "A" to be able to implement this hydrotherapy care as an effort to reduce the discomfort of the third trimester.
COMPREHENSIVE MIDWIFERY CARE TO MRS “S” G1P0A0 FEET SLUMP WITH HYDROTHERAPY AND PAIN AT ONE PERIOD OF LABOR WITH MASSAGE EFFLEURAGE AT “BI” CLINIC CIPATAT WEST BANDUNG DISTRICT Hasanah, Uswatun; Fatonah HS, Sofa; Sarikah , Iik; Karwati , Karwati
Lux Mensana: Journal of Scientific Health Vol. 1 Issue 4 (2022)
Publisher : jfpublisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56943/jsh.v1i4.142

Abstract

Introduction. Leg swelling is an inconvenience that often occurs in the third trimester of pregnancy and can be treated with hydrotherapy to reduce discomfort to the mother. Pain associated with childbirth is one of the most intense forms of pain that a woman in labor experiences. So it requires care to reduce pain and discomfort in the labor process, the method for pain reduction is by massage effleurage. Findings at BI” Clinic from 50 pregnant women as many as 37 pregnant women (75%) experienced leg swelling discomfort. This study aims to determine the effect of the intensity of leg swelling after hydrotherapy on leg swelling in the third trimester, effleurage massage in the first stage of labor. Methods. The study method sed is a case study by conducting an assessment to provide care. The study subject Mrs. "S" who experienced leg swelling in the third trimester of pregnancy and was given hydrotherapy intervention for 4 days was given routinely 2 times a day with a duration of 15 minutes, in the first stage of labor she was given 2 times effleurage massage care for 15 minutes in 30 minutes. Results & Analysis. The results of the case study, namely Hydrotherapy, obtained an effect on reducing the level of swelling in the legs, in the first stage of labor, effleurage massage was given, after being given care there was an effect of decreasing pain levels, the mother felt comfortable and the intensity of pain was reduced. Discussion. The conclusion of the case study is that after hydrotherapy care, the swelling of the mother's legs decreases, then after being given effleurage massage in the first stage of labor the intensity of pain is reduced. It is recommended to remove “BI” clinic to further improve care, especially for pregnant women with swelling discomfort in the legs and care for mothers in labor with labor pains in the first stage.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA DENGAN KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK USIA 5-14 TAHUN MENGGUNAKAN METODE DECAY MISSING FILLING TEETH (DMF-T) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CIGUGUR TENGAH Fatonah, Sofa; Devi Indriyani
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 12 No. 2 (2019): Juli 2019
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v12i2.61

Abstract

Data WHO dan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 menunjukkan bahwa 90% dari jumlah anak di dunia mengalami masalah kerusakan gigi, dengan prevalensi di Indonesia yaitu 23,5%. Hal ini mengindikasikan masih rendahnya tingkat kesadaran dan tingkat utilisasi masyarakat terhadap pelayanan kesehatan gigi. Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan orang tua dengan kebersihan gigi dan mulut pada anak usia 5-14 tahun menggunakan metode Decay Missing Filling Teeth (Dmf-T) di Wilayah Kerja Puskemas Cigugur Tengah. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan rancangan survei cross sectional. Populasi penelitian ini berjumlah 468 orang dan jumlah sampelnya adalah 82 orang dengan teknik Simple Kuota Sampling. Pengumpulan data menggunakan data primer melalui kuisioner dan data sekunder yang diperoleh dari rekam medik pasien di Puskesmas Cigugur Tengah yang melakukan pemeriksaan DMF-T. hasil analisis diperoleh ρ value sebesar 0,666 > α (0,05) maka Ho diterima dan Ha ditolak bermakna bahwa tidak terdapat Hubungan antara tingkat pengetahua orang tua dengan kebersihan gigi dan mulut pada anak usia 5-14 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Cigugur Tengah. Selain itu, hasil penelitian menunjukan nilai korelasi yang negatif (berlawanan) dengan perolehan p value 0,666 > 0,05 yang menandakan bahwa hubungan yang terjadi adalah tidak siginifikan. Kata Kunci : pengetahuan orang tua, kebersihan gigi dan mulut.
HUBUNGAN POLA ASUH IBU DALAM PEMBERIAN MAKAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI PUSKESMAS LEUWIGAJAH CIMAHI SELATAN 2019 Fatonah, Sofa; Nurasiah Jamil; Elsa Risviatunnisa
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 13 No. 2 (2020): Juli 2020
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v13i2.103

Abstract

Stunting (tubuh pendek) adalah hasil jangka panjang dari kekurangan nutrisi dengan tinggi badan menurut umur kurang dari -2 SD (Standar Deviasi) di bawah median panjang. Prevalensi stunting secara global 22,% pada anak dibawah usia 5 tahun, secara nasional 37,2%, di Jawa Barat 29,9%, di Kota Cimahi terdapat 9,75%, dan di Puskesmas Leuwigajah 10,39%. Pola asuh adalah penyebab tidak langsung dari kejadian stunting dan apabila tidak dilaksanakan dengan baik dapat menjadi penyebab langsung dari kejadian stunting, artinya pola asuh adalah faktor dominan sebagai penyebab stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pola asuh ibu dalam pemberian makan dengan kejadianStunting pada anak usia 24-59 bulan di Puskesmas Leuwigajah Cimahi Selatan Tahun 2019. Metode penelitian menggunakan kolerasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu accidental sampling dengan jumlah 95 responden. Intrumen yang digunakan adalah kueisioner tentang pola asuh dalam pemberian makanan. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan uji Chi-Square menunjukkan nilai p=0,003 < α (0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara pola asuh makan dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Leuwigajah Cimahi Selatan. Hasil penelitian memberikan manfaat dalam program pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat tentang pola asuh dalam pemberian makan dengan kejadian stunting. Kata Kunci : Pola asuh ibu, Pemberian makan, Stunting , Anak usia 24-59 bulan
THE INFLUENCE OF SELF-CARE NURSING THEORY DEVELOPMENT IN PRENATAL HOME CARE SERVICES WITH HEALTH EDUCATION AND GIVING OF DATES PALM JUICE TOWARD ANEMIA CASE Ambarsari, Wulan Novika; Holid. S, Sofa Fatonah; Nurmandini, Alifia
Journal of Maternity Care and Reproductive Health Vol 7, No 4 (2024): Journal of Maternity Care Reproductive Health
Publisher : Ikatan Perawat Maternitas Indonesia Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36780/jmcrh.v7i4.12312

Abstract

Indonesia has the fourth-highest anemia rate in Southeast Asia, at 30%. Prenatal home care nurses can manage anemia using a self-care approach that includes giving dates juice and health education. The purpose of this study was to determine the effect of developing self-care nursing theory in prenatal home care services with health education and the provision of date palm juice on anemia at the Batujajar Public Health Center assisted area. This study method is a pre-experiment with a one-group pre and post-test without a control group design. The sample studied was 20 people using a purposive sampling technique using the marginal homogeneity and Wilcoxon statistical tests. The results of the study with the Marginal Homogeneity test obtained p-value = 0.001 < α (0.05), and the Wilcoxon test results obtained the result ρ = 0.000 < α (0.05). This study concludes that the development of self-care nursing theory in antenatal home care services, along with health education and giving date palm juice to anemia cases at Batujajar Health Center assisted area, influences it. This study is expected to be the basis for the method of developing self-care nursing theory in providing health education and interventions to overcome anemia, especially in pregnant women.Keywords: Anemia, dates palm juice, health education, self care nursing theory.
THE EFFECT OF EDUCATIONAL BOOKLETS ON KNOWLEDGE AND ATTITUDE ABOUT COVID-19 VACCINATION Diki; Fatonah, Sofa; Astuti, Reini
Jurnal Kesehatan Budi Luhur : Jurnal Ilmu-Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, dan Kebidanan Vol. 17 No. 2 (2024): July 2024
Publisher : STIKes Budi Luhur Cimahi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62817/jkbl.v17i2.368

Abstract

The global outbreak of the Coronavirus (COVID-19) caused by the SARS-CoV-2 virus has been going on since 2019. Indonesia is one of the countries affected by the spread of the COVID-19 infectious disease. One strategy for the spread of the COVID-19 virus throughout Indonesia is the COVID-19 technique. For the community to remain socially and economically productive, the COVID-19 vaccination aims to develop community group immunity (herd immunity) and become the reason for protecting the community from COVID-19. This study aims to determine the effect of educational media books on knowledge and attitudes about COVID-19 vaccination in Parigi village, Sindangsari village. This study uses a quantitative experimental method. Determination of respondents by using purposive sampling and obtained respondents as many as 17 people. Collecting data by giving a questionnaire technique. The results of this study indicate an increase in public knowledge after being given booklet media education as much (23.6%). For attitudes, there is an increase in the positive attitude of the community as much (5.9%). This means that there is an influence of educational media books on knowledge about COVID-19 vaccination in Parigi village, Sindangsari village. This is to the theory of Notoatmodjo (2005) Knowledge is the result of knowing and occurs after people sense a certain object, the attitude of the mental state of readiness, which is regulated through experience which influences individual respondents on all related objects and situations. with him. Hopefully, with the results of this study, the public can better understand health problems, especially vaccination, besides that the Sindangsari village and related health centers can assist in carrying out health education to the community regarding existing health issues. Keywords: Influence, Education, Booklet Media, Covid-19 Vaccination
Pemberdayaan Kegiatan Kelas Ibu Balita Dalam Peningkatan Pengetahuan Dan Keterampilan Pemantauan Tumbang Anak Dengan Aplikasi Beraksi Di Wilayah Kerja Melong Asih Fatonah HS, Sofa; Dyeri Susanti; Ryka Juaeriah; Yuliana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 5 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i5.1689

Abstract

Proses tumbuh kembang yang merupakan interkasi faktor genetik dan faktor lingkungan. Faktor genetik merupakan faktor yang berhubungan dengan gen yang berasal dari bapak dan ibu, sedangkan faktor lingkungan yang merupakan lingkungan biologis, fisik, psikologis dan sosial. Kelas Ibu Balita adalah kelas dimana para ibu yang  mempunyai anak berusia antara 0 sampai 5 tahun secara bersama-sama berdiskusi, tukar pendapat, tukar pengalaman akan pemenuhan pelayanan kesehatan, gizi dan stimulasi pertumbuhan dan perkembangannya. Program BERAKSI memberikan penawaran untuk deteksi awal stunting menggunakan aplikasi pada Smartphone yang dapat digunakan dengan mudah dan sewaktu-waktu oleh orang tua, kader, dan tenaga kesehatan. Program BERAKSI juga dilengkapi dengan tampilan stimulasi perkembangan, menu nutrisi gizi seimbang, dan parenting untuk meningkatkan pengetahuan orang tua. Program BERAKSI dapat digunakan pada kegiatan POSYANDU sehingga memudahkan para kader untuk melakukan pemeriksaan pertumbuhan dan perkembangan, serta memudahkan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi kepada orang tua. dibimbing oleh fasilitator. setelah intervensi sebagian besar 18 orang (72%) berpengetahuan baik dan setelah diberikan intervensi sebagian besar responden 20 orang (80%) memiliki keterampilan baik dalam pemantauan melalui aplikasi BERAKSI
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. "M" G1P0A0 DENGAN ASUHAN SENAM HAMIL TERHADAP PENGURANGAN NYERI PUNGGUNG BAWAH DI PMB "P" Sania, Eli; Fatonah, Sofa; Purwanti; Karwati
Jurnal Osadhawedyah Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Osadhawedyah | Mei - Juli 2025
Publisher : PT NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan merupakan tujuan lahirnya keturunan secara alami, yang mengakibatkan tumbuhnya janin di dalam rahim ibu. 138 dari 478 ibu hamil melaporkan mengalami ketidaknyamanan nyeri punggung sedang, namun mereka masih mampu melakukan aktivitas sehari-hari. Artinya, 28,9% ibu hamil di seluruh dunia mengalami nyeri punggung bawah. Faktor penyebab nyeri punggung bawah yaitu usia ibu, usia kehamilan, pekerjaan dan pendidikan. Dampak nyeri punggung bawah antara lain insomnia, stress dan gangguan tidur. Diperlukan solusi untuk mencegah maupun mengatasi masalah tersebut, salah satunya adalah asuhan berkelanjutan dengan melakukan senam hamil. Senam hamil dapat meringankan nyeri punggung bawah karena dalam gerakan senam hamil terdapat gerakan yang memperkuat otot abdomen, sehingga mencegah tegangan yang berlebihan pada ligamen pelvis yang dapat mengurangi intensitas nyeri punggung bawah. Tujuan penelitian memberikan asuhan kebidanan pada Ny. “M” dengan senam hamil terhadap pengurangan nyeri punggung bawah. Metode penelitian ini merupakan pendekatan studi kasus. Instrument yang digunakan untuk mengukur nyeri punggung bawah yaitu dengan skala nyeri (pain measurement scale). Hasil menunjukan bahwa Ny. “M” sudah tidak merasakan nyeri punggung bawah setelah melakukan senam hamil secara rutin yang artinya ada pengaruh senam hamil terhadap nyeri punggung bawah pada Ny. “M”. Kesimpulan dalam studi kasus ini adalah senam hamil dapat mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil Trimester III. Diharapkan senam hamil ini dapat diaplikasikan terutama pada ibu hamil yang sering nyeri punggung pada bagian bawah.
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY “D” G4P3A0 DENGAN SENAM HAMIL UNTUK MENGURANGI KETIDAKNYAMANAN NYERI PINGGANG TRIMESTER III Putri Wulan Ndari , Desy; Fatonah , Sofa; Nurhayati; Hendrowati, Lestari
Jurnal Osadhawedyah Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Osadhawedyah | Mei - Juli 2025
Publisher : PT NAFATIMAH GRESIK PUSTAKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan merupakan proses alami dan normal yang terjadi oleh adanya pembuahan, dimana janin akan terus tumbuh dan berkembang di dalam kandungan, yang tentunya dapat membuat ibu merasa tidak nyaman saat melakukan aktivitas sehari-hari karena pertumbuhan janin yang semakin besar. Pada masa periode kehamilan terjadi berbagai perubahan fisik yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan terutama di trimester III diantaranya yaitu nyeri pinggang. Di Indonesia kejadian nyeri pinggang pada kehamilan sekitar 20-90% dan setiap tahunnya mengalami peningkatan sesuai dengan angka pertambahan penduduk. Di provinsi Jawa Barat diperkirakan sekitar 65% dari 100% ibu hamil masih mengalami nyeri pinggang. Senam hamil merupakan salah satu solusi untuk meringankan nyeri pinggang yang dirasakan ibu hamil. Tujuan penelitian ini adalah memberikan asuhan komprehensif pada Ny. ”D” dari masa kehamilan hingga kontrasepsi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus yang dilakukan pada Ny. ”D” G4P3A0 dimulai dari usia kehamilan 33 minggu sampai dengan ibu menggunakan kontrasepsi. Subjek penelitian ini adalah Ny.”D” G4P3A0 dengan ketidaknyamanan nyeri pinggang. Hasil studi kasus ini menunjukan bahwa setelah diberikan asuhan senam hamil menggunakan media video setiap 15-20 menit dengan interval waktu 3 kali dalam seminggu yang dilakukan secara rutin selama 3 minggu, didapatkan penurunan skala nyeri. Sedangkan masa persalinan, nifas, dan bayi baru lahir dalam kedaan normal. Kesimpulan dari studi kasus ini yaitu senam hamil sangat efektif dalam mengurangi nyeri pinggang pada Ny. “D”. Saran dari studi kasus ini seham hamil dapat digunakan untuk ibu hamil dengan keluhan nyeri pinggang menggunakan pemanfaatan teknologi informasi media video.
Comprehensive Midwifery Care For Mrs. “Y” G3P2A0 Through The Use Of Perineal Massage Video To Prevent Perineal Laceration At Melong Asih Community Health Center Nabilah, Naifah; Putriastuti, Widya; Fatonah, Sofa; Maryati, Sri
Indonesian Health Journal Vol. 4 No. 3 (2025): Indonesian Health Journal
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/ihj.v4i3.741

Abstract

Vaginal delivery is often accompanied by anatomical changes in the perineum, one of which is perineal laceration, experienced by approximately 85% of women who give birth spontaneously. This laceration can affect the mother's recovery and quality of life during the postpartum period. Perineal massage can help prevent tears by increasing the elasticity of perineal tissue, preparing it for stretching during childbirth, and reducing the risk of tears. This study aims to provide comprehensive care using perineal massage techniques from pregnancy to prevent perineal lacerations. The method used is descriptive with a case study approach, data collection through interviews and physical examinations. The study subject was Mrs. "Y" G3P2A0, who received perineal massage from 36 weeks of pregnancy until childbirth. The results showed that perineal elasticity improved from the rigid category to the elastic category after regular perineal massage for 4 weeks prior to childbirth, with a frequency of 5 times per week. During childbirth, a contraction timer was used to monitor progress. During the postpartum period, mothers complained of sore nipples and were given breastfeeding techniques. Perineal massage had a significant effect in preventing perineal lacerations with a frequency of 5 times a week for 4 weeks before delivery. Perineal massage increased tissue elasticity, improved blood circulation, and trained relaxation during labor. Success is supported by the mother's compliance and proper massage technique. This care is expected to be applied to pregnant women up to the postpartum period.