Rosma ely
Unknown Affiliation

Published : 32 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PERILAKU BULLYING TERHADAP PESERTA DIDIK KELAS V SD NEGERI 50 BANDA ACEH Sofia Ismarilda Hasibuan; Hajidin Hajidin.; Rosma Ely
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 1 (2018): FEBRUARI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.385 KB)

Abstract

Adanya perilaku bullying merupakan salah satu perilaku yang tidak bisa diterima dalam kehidupan sosial. Penelitian ini mengangkat masalah bagaimana kemunculan bentuk-benuk perilaku bullying dan bagaimana tindakan korban bullying terhadap perilaku bullying bagi peserta didik kelas V SD Negeri 50 Banda Aceh.Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Adapun  subjeknya adalah siswa kelas V SD Negeri 50 Banda Aceh sebanyak 28 siswa. Data dikumpulkan melalui wawancara dan angket, yang kemudian Data dianalisis melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, display data, dan kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka ditarik kesimpulan bahwa di kelas V SD Negeri 50 Banda Aceh terdapat adanya perilaku bullying yang muncul, yaitu dalam bentuk verbal dan fisik. Perilaku bullying dalam bentuk verbal, yaitu sering diejek oleh teman sekelas, mengolok-olok, memanggil dengan sebutan bodoh, dan menjuluki dengan nama jelek. Kemudian bullying yang muncul juga dalam bentuk fisik, yaitu berupa pukulan. Data juga menunjukkan adanya tindakan korban bullying terhadap perilaku bullying. Siswa akan mengancam teman yang mengganggu dan membalas ejekan teman dengan ejekan yang setimpal.Dari kesimpulan menunjukkan bentuk-bentuk bullying yang sering muncul di kelas V adalah verbal bullying kemudian bullying fisik. Dari data juga ada tindakan korban bullying terhadap perilaku bullying. Agar siswa terhindar dari perilaku bulyying hendaknya melatih self esteem (harga diri) yang baik dan lebih peduli terhadap sesama dan melaporkan perilaku bullying kepada guru, dan mengajarkan serta menerapkan pendidikan karakter.
HUBUNGAN KEDISIPLINAN TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS V DI SD NEGERI 10 BANDA ACEH Desi Wahyuni; Mona Wati; Rosma Ely
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 1, No 1 (2016): AGUSTUS 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.948 KB)

Abstract

Penelitian yang berjudul “Hubungan Kedisiplinan terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V di SD Negeri 10 Banda Aceh” ini mengangkat masalah bagaimana hubungan kedisiplinan terhadap hasil belajar siswa kelas V di SD Negeri 10 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kedisiplinan terhadap hasil belajar siswa kelas V di SD Negeri 10 Banda Aceh. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V di SD Negeri 10 Banda Aceh yang berjumlah 6 orang. Subjek dipilih dengan tingkat kedisiplinan yang berbeda yaitu 2 siswa yang tingkat kedisiplinannya tinggi, 2 siswa yang tingkat kedisiplinannya sedang, dan 2 siswa yang tingkat kedisiplinannya rendah. Subjek dipilih menggunakan purposive sampling dan berdasarkan observasi serta konsultasi dengan wali kelas V.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui data reduction, data display, dan verification serta menggunakan rumus persentase dan rumus rata-rata.Hasil analisis data menunjukkan bahwa kedisiplinan memiliki hubungan terhadap hasil belajar siswa. Dari 6 siswa, 4 siswa yang tingkat kedisiplinan dan hasil belajarnya sesuai sedangkan 2 siswa lagi tingkat kedisiplinan dan hasil belajarnya kurang sesuai. Ini berarti tingkat kesesuaian antara kedisiplinan dengan hasil belajar siswa berada pada kategori sedang (66,7%).Simpulan penelitian ini adalah bahwa kedisiplinan mempengaruhi hasil belajar tetapi tidak sepenuhnya hasil belajar dipengaruhi oleh kedisiplinan. Hal ini dikarenakan hasil belajar tidak hanya dipengaruhi oleh kedisiplinan saja tetapi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor yang lain seperti keluarga, sekolah, masyarakat, minat, kecerdasan, bakat, motivasi, dan sebagainya. Kata Kunci : Kedisiplinan, hasil belajar siswa    
PERAN KOMITE SEKOLAH SEBAGAI PENGONTROL DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DI GUGUS SD NEGERI LAMBADA KLIENG ACEH BESAR Wirda Emelda; Sulaiman Sulaiman.; Rosma Ely
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2020): FEBRUARI 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.004 KB)

Abstract

Untuk meningkatkan mutu pendidikan dibutuhkannya dukungan lapisan orgasi masyarakat yang disalurkan melalui komite sekolah, namun nyatanya komite sekolah hanyalah lambang suatu organisasi saja. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: bagaimana peran komite sekolah sebagai pengontrol dalam penyelenggaraan pendidikan digugus SD Lambada Klieng Aceh Besar. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran komite sekolah sebagai pengontrol dalam penyelenggaraan pendidikan digugus SD Lambada Klieng Aceh Besar dan faktor penghambat dalam pengontrolan penyelenggaraan pendidikan.Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek yang akan diwawancarai yaitu 12 orang anggota dewan komite sekolah. Pengumpulan data dengan teknik wawancara dan dokumentasi. Pengolahan data dilakukan dengan tahapan analisis data yaitu mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian penelitian menunjukan bahwa komite sekolah dalam melaksanakan perannya sebagai pengontrol belum masksimal baik dalam akuntabilitas maupun tranparansi. Dalam hal transparansi komite sekolah masih belum maksimal terlibat baik dalam (1.).Pelaksanaan program dan kegiatan pendidikan (2.) Penyusunan rencana pengembangan sekolah (RPS). (3.) RencanaAnggaranpendapatandanbelanjasekolah (RAPBS). Begitupun keterlibatan dalam menjalankan perannya sebagai pengontrol akuntabilitas dalam (1.)Kinerjasekolah (2.)Mutusekolah (3.)Sumberdayasekolah (4.)Output Pendidikan.
PENGEMBANGAN KREATIVITAS SISWA MELALUI KARYA MOZAIK DI KELAS III SD NEGERI IBOIH KABUPATEN PIDIE Resa Farina; Rosma Ely; Mislinawati Mislinawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 3 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kreativitas siswa dapat dikembangkan dengan berkreasi, sehingga siswa dapat menyalurkan bakat serta pontensinya dengan membuat karya mozaik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengembangan Kreativitas Siswa Melalui Karya Mozaik di Kelas III SD Negeri Iboih Kabupaten Pidie.            Pendekatan dalam penelitian menggunakan kualitatif deskriptif. Subjek pada penelitian ini adalah 1 guru kelas III dan 21 siswa kelas III. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Seluruh data yang diolah dengan tahap analisis data yaitu reduksii data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.            Hasil penelitiannya adalah pengembangan kreativiitas siswa melalui pembuatan karya atau kerajinan mozaik di SD Iboih Kabupaten Pidie masih kurang dalam pengembangannya. Terlihat dari cara guru menerapkan langkah-langkah pembelajaran, mulai dari persiapan mengajar, penjelasan dan pembaharuan akan materi mozaik, serta media yang digunakan guru masih belum maksimal. Hasil observasi terhadap karya 1 dan karya 2 siswa terdapat pengembangan yang baik. Pada karya pertama terdapat 1 siswa yang mendapat nilai yang baik,16 siswa yang mendapat nilai cukup dan 4 siswa yang hasilnya masih kurang.Pada observasi karya kedua terdapat 15 siswa yang mendapat nilai baik dan 6 siswa mendapat nilai  cukup. Dan dari hasil tanya jawab dengan guru di kelas tersebutdapat disimpulkan bahwa ada kekurangan dan cukup mempengaruhi pengembangan kreativitas siswa melalui karya mozaik, kurangnya materi mozaik yang terdapat dibuku tema serta kurangnya pemahaman siswa akan pentingnya karya seni rupa, serta kurangnya perhatian guru akan pentingnya karya mozaik,Dari hasil penelitian inii kita simpulkan bahwa setiap siswa meliliki kreativitas yang baik dan luar biasa, namun karena masih kurang dalam penerapannya menyebabkan kurangnya kreativitas setiap siswa dalam membuat karya mozaik di kelas III SD N Iboih Kabupaten Pidie masih kurang dan harus ditingkatkan lagi. 
PENGEMBANGAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK MELALUI KERAJINAN MOZAIK DI KELAS IV SD NEGERI GAROT ACEH BESAR Nining Surliani; Rosma Ely; Israwati Israwati.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 4 (2020): NOVEMBER 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.385 KB)

Abstract

Pengembangan kreativitas peserta didik dapat dikembangkan melalui pengalaman berkreasi dan berapresiasi dalam seni kerajinan mozaik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan  Pengembangan Kreativitas Peserta Didik Melalui Kerajinan Mozaik Di Kelas 4 SD Negeri Garot Aceh Besar.Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yaitu deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah 1 orang guru kelas IV dan 32 peserta didik. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Seluruh data yang terkumpul diolah dengan tahap analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan .Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa pengembangan kreativitas peserta didik melalui kerajinan mozaik di kelas IV Sekolah Dasar Negeri Garot, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar masih kurang dalam pengembangannya. Hal ini terlihat dari kurangnya materi mozaik yang diajarkan, kurangnya guru dalam melaksakan persiapan mengajar, proses pembelajaran, keaktifan kegiatan pembelajaran serta tidak adanya ajang kreativitas yang dapat meningkatkan motivasi peserta didik. Hasil observasi terhadap karya pertama dan kedua peserta didik mengalami pengembangan yang signifikan. Pada karya pertama terdapat 15 peserta didik yang mendapatkan hasil cukup dan 17 peserta didik mendapatkan hasil baik. Pada observasi hasil karya kedua terdapat 4 peserta didik menghasilkan karya sangat baik, 20 peserta didik dengan hasil baik dan 8 peserta didik mendapatkan hasil cukup. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peserta didik memiliki bakat serta kreativitas yang cukup baik. Namun jarangnya pelaksanaan kerajinan mozaik di kelas IV SD Negeri Garot Aceh Besar menyebabkan pengembangan kreativitas peserta didik melalui kerajinan mozaik masih kurang. 
EFEKTIVITAS METODE PEMBERIAN TUGAS PADA PEMBELAJARAN IPA DI SD NEGERI GAROT GEUCEU ACEH BESAR Inda Devianti; suid AB; Rosma Ely
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.844 KB)

Abstract

Dalam konteks mengajar di kelas, seorang guru harus mampu menggunakan metode yang bervariasi untuk menarik perhatian siswa, salah satu metode yang sering di gunakan oleh guru kepada siswa adalah metode pemberian tugas. Dalam penelitian ini mendeskripsikan jenis tugas yang diberikan oleh guru pada pembelajaran IPA di SD Negeri Garot Geuceu Aceh Besar dan untuk megetahui efektifitas tugas yang yang diberikan oleh guru pada pembelajaran IPA di  SD Negeri Garot Geuceu Aceh Besar.Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Yang menjadi subjek guru kelas II,III,V dan VI di SD Negeri Garot Geuceu Aceh Besar. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi kemudian dianalisis dengan menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Guru kelasdi SD Negeri Garot Guceu Aceh Besar dalam menerapkan metode pemberian tugas pada pembelajaran IPA dalam bentuk bermacam-macam diantaranya ada tugas secara berkelompok juga tugas secara mandiri. Tugas tersebut diberikan kepada siswa berupa pertanyaan pilihan ganda, essay, uraian, pengamatan/percobaan, dan tabel/grafik. Dengan tujuan untuk melatih siswa dalam memahami dan menguasai materi yang berhubungan dengan pelajaran IPA.Simpulan penelitian ini adalah metode pemberian tugas efektif diterapkan dalam pelajaran IPA, karena siswa dapat lebih memahami materi juga melaksanakan semua kegiatan yang diberikan oleh guru.Dengandemikian,siswa terlatih untuk berpikir dan mengolah informasi secara mandiri. Sehingga, siswa dapat menyimpulkan sendiri makna yangterdapat dalam pembelajaran khususnya pada materi pelajaran IPA. Tugas yang diberikan juga melibatkan keaktifan, percaya diri, tanggungjawab dan disiplin. Pada akhirnya siswa dapat menguasai materi dengan baik. 
PENERAPAN PENDIDIKAN KARAKTER DISIPLIN BELAJAR DI SD NEGERI 20 BANDA ACEH Yurita Sartika; Rosma Ely; Monawati Monawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 3 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter disiplin belajar sangatlah penting dimiliki oleh peserta didik dalam mengikuti pembelajaran.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimana penerapan pendidikan karakter disiplin belajar siswa di SD tersebut.  (2) Apa saja kendala dihadapi guru pada penerapan pendidikan karakter disiplin belajar di SDN. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan (1) penerapan pendidikan tingkah laku belajar di SD (2) kendala yang dihadapi guru dalam penerapan  karakter disiplin belajar di sekolah dasar.              Pendekatan digunakan penelitian ini yakni pendekatan kualitatif jenis penelitian deskriptif.  Sumber data adalah guru kelas I s/d VI yang berjumlah 6 orang di Sekolah.              Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi.               Hasil penelitian penerapan pendidikan karakter disiplin belajar sudah diterapkan oleh guru dengan hasil yang sangat baik. Guru mengalamikendala dalam penerapan pendidikan karakter disiplin belajaryaitu berasal dari peserta didik di lingkungan yang kurang mampu memahami pendidikan karakter serta kurangnya partisipasi orang tua.  
PENGEMBANGAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK PADA MATERI SENI RUPA MELALUI TEKNIK MONTASE KELAS IV DI SD NEGERI 3 SAMADUA ACEH SELATAN Khalida zia Citra Pratiwi; Nurmasyitah Nurmasyitah; Rosma Ely
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 2 (2020): MEI 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada materi seni rupa melalui teknik montase merupakan salah satu cara untuk mengembangkan kreativitas peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan kreativitas peserta didik materi seni rupa teknik montase kelas IV di SD Negeri 3 Samadua Aceh Selatan.                Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yakni pendekatan kualitatif. Adapun sumber data dalam penelitian ini  berdasarkan hasil karya montase  peserta didik yang berada di lokasi penelitian. Kemudian karya montase tersebut dinilai untuk mengetahui pengembangan kreativitas peserta didik.Teknik pengumpulan data  yang digunakan peneliti yaitu teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik observasi dengan cara melihat proses pembelajaran berlangsung di lokasi penelitian, melakukan wawancara dengan guru kelas, kemudian mengambil dokumentasi hasil karya montase yang dibuat oleh peserta didik.Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa perlu adanya pengembangan kreativitas anak yaitu khususnya seni rupa teknik montase supaya peserta didik lebih bebas mengembangkan kemampuan dan  kreativitas yang mereka miliki, bebas mengembangkan ide-ide yang menarik, dan tidak lupa motivasi serta bimbingan dari gurunya agar peserta didik mampu menciptakan suatu karya montase yang lebih baik.Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengembangan kreativitas siswa pada seni rupa melalui teknik montase di sekolah ini sangat berkembang dengan baik. Karena guru menuntun kegiatan pengembangan krativitas sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, minat dan berekspresi menggunakan berbagai media seni rupa. Guru juga memberikan bimbingan dan motivasi agar peserta didik senang melakukan kegiatan berkarya yang berkaitan dengan pengalaman dan kemampuan yang dimilikinya.
PENANAMAN KARAKTER MELALUI METODE PEMBIASAAN PADA SD NEGERI 27 BANDA ACEH Dira Juliana; Rosma Ely; Nurmasyitah Nurmasyitah.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 3 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.411 KB)

Abstract

 Penelitian ini dilakukan dengan dilatar belakangi oleh krisisnya moral yang terjadi pada sekarang ini. Hal ini dapat terlihat dengan munculnya kelakuan-kelakuan negatif yang dilakoni oleh para pelajar. Untuk mengatasi hal-hal ini, perlu adanya penanaman karakter yang dilakukan sejak usia dini. Menanamkan karakter yang baik pada siswa tidak mungkin dengan menggunakan penjelasan saja, akan tetapi perlu membiasakannya untuk melakukan hal-hal yang baik.Tujuan dari penelitian ini, pertama, untuk mengetahui penanaman karakter melalui metode pembiasaan, kedua, untuk mengetahui hambatan-hambatan yang dialami guru dalam menanamkan karakter melalui metode pembiasaan. Penelitian ini deskriptif kualitatif dengan melalui tatacara observasi, bertanya mendalam, pengumpulan berkas-berkas dan menggunakan teknik analisis data model Miles, dan Humberman. Dengan subjek yang menjadi narasumber yaitu guru kelas I sampai dengan Kelas VI yang berjumlah 6 orang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman karakter melalui metode pembiasaan pada SD Negeri 27 Banda Aceh dilakukan dengan berbagai kegiatan, seperti peserta didik sudah dibiasakan bekerja sendiri, bertanya, kerja secara kelompok, bersikap adil, berfikir kritis, mandiri, terbuka dalan saran dan kritikan,  shalat berjamaah, upacara bendera, gotong royong, membaca yasin setiap jumat, memberikan salam saat masuk kelas, membuang sampah pada tempatnya, berpakaian rapi, berbahasa yang baik dan santun, rajin membaca, memuji kebaikan orang lain, dan datang tepa
PERBEDAAN KREATIVITAS SISWA LAKI-LAKI DENGAN SISWA PEREMPUAN DALAM MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DAN PRAKARYA DI KELAS IV SD NEGERI 3 SAMADUA ACEH SELATAN Richa Amalia; Rosma Ely; Monawati Monawati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 3 (2019): AGUSTUS 2019
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam mata pelajaran SBdP kegiatan menggambar  di lakukan di sekolah termasuk kedalam cabang seni rupa. Penelitian ini untuk mendeskripsikan perbedaan kreativitas siswa laki-laki dengan perempuan dalam mata pelajaran SBdP di kelas IV SD Negeri 3 Samadua Aceh Selatan.           Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini murni dari hasil karya menggambar siswa di sekolah tersebut. Perbedaan kreativitas ini akan dilihat dari nilai yang didapat oleh setiap anak laki-laki dan anak perempuan.           Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.Teknik observasi  dilakukan peneliti dengan cara melihat langsung ketika siswa melakukan kegiatan menggambar, peneliti juga melakukan wawancara kepada 3 siswa pria dan 3 siswa wanita yang mendapat nilai tertinggi, peneliti melakukan dokumentasi hasil karya menggambar siswa laki-laki dan siswa perempuan.            Berdasarkan hasil analisis data dikemukakan bahwa nilai  diperoleh siswa perempuan yaitu 78,8 dan laki-laki 78,7 dan termasuk kedalam predikat baik. jika dilihat dari nilai yang tertinggi  95 didapatkan oleh siswa laki dan wanita 90, jadi dalam perbedaan kreativitas siswa laki-laki juga mempunyai kreativitas yang sama dengan siswa perempuan dalam hal menggambar dan mewarnai. Simpulan dari penelitian ini adalah tidak ada perbedaan kreativitas antara siswa laki-laki dan siswa perempuan dalam hal menggambar dan mewarnai, hanya saja laki-laki kurang tekun dan bersungguh-sungguh dalam melakukan suatu kegiatan kreativitas.