Rosma ely
Unknown Affiliation

Published : 32 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENYEBAB RENDAHNYA HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS III DI SD NEGERI 1 LAMBHEU ACEH BESAR Sara Mustika; Hajidin Hajidin.; Rosma Ely
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 3 (2018): JULI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.442 KB)

Abstract

Match ialah suatupelajaran yang sulitdi pahami , beberapaanak  yang memiliki hasil belajar yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor eksternal penyebab rendahnya hasil belajar matematika pada siswa kelas III di SD Negeri 1 Lambheu Aceh Besar,dan untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh guru dalam meningkatkan rendahnya hasil belajar matematika pada siswa kelas III di SD Negeri 1 Lambheu Aceh Besar.            Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif.Subjek penelitian adalah satu orang guru kelas III dan 5 orang siswayang dipilih dengan menggunakan teknik purposive. Teknik pengumpulan data adalah dengan menggunakan observasi dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan Reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.            Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor eksternal yang menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa kelas III di SD Negeri 1 Lambheu Aceh Besar pada pelajaran matematika terdiri atas faktor guru, orang tua dan teman. Guru kurang menggunakan media dalam pembelajaran dan lebih terfokus pada penggunaan buku cetak, sehingga siswa kurang menguasai pelajaran. Orang tua juga kurang memberikan dukungan dan bimbingan bagi siswa dalam belajar matematika di rumah. Selain itu, teman sebangku atau teman lainnya di sekolah juga kurang memberikan bantuan dalam menjelaskan langkah-langkah menyelesaikan tugas atau latihan matematika yang berdampak pada rendahnya hasil belajar matematika siswa. guru melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan hasil belajar matematika pada siswa, diantaranya memberikan tugas agar siswa berlatih, menggunakan media pada materi yang sulit dan juga menggunakan model pembelajaran yang menarik.            Simpulan dalam penelitian ini adalah penyebab eksternal rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas III di SDN 1 Lambheu Aceh Besar dikarenakan kurang tepatnya penggunaan media oleh guru, kurangnya dukungan teman sebaya  dan kurangnya perhatian yang didapatkan siswa dari orang tua. 
IMPLEMENTASI TATA TERTIB SEKOLAH DALAM MEMBENTUK KEDISIPLINAN SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI GUE GAJAH ACEH BESAR Elvi Yati Berutu; Rosma Ely; M. Nasir Yusuf
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 2 (2018): MEI 2018
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.429 KB)

Abstract

Tata tertib merupakan suatu aturan dalam mendisiplinkan siswa di sekolah. Penelitian ini berupaya mengungkapkan bagaimanakah  implementasi  tata tertib dalam membentuk kedisiplinan siswa di Sekolah Dasar Negeri Gue Gajah Aceh Besar. Bertujuan untuk mengetahui implementasi tata tertib sekolah dalam membentuk kedisiplinan siswa Sekolah Dasar  Negeri Gue Gajah Aceh Besar. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan dengan observasi dan wawancara. Observasi dilakukan kepada 28 orang yang dipilih secara random dan wawancara dilakukan kepada enam  orang guru .  Penelitian ini di lakukan di Sekolah Dasar Negeri Gue Gajah Aceh Besar.  Data di olah dan dianalisis dengan cara mereduksi data, model data (data display), penarikan/verifikasi kesimpulan dan persentase. Hasil analisis data menunjukan bahwa sekolah ini sudah menerapkan tata tertib yang harus di patuhi oleh siswa,tetapi baru sebagian siswa yang mematuhi peraturan tata tertib sekolah dengan baik, namun masih kelihatan siswa yang kurang mematuhi tata tertib sekolah. Dari hasil pengolahan data simpulan penelitian ini adalah bahwa implementasi tata tertib sekolah Gue Gajah Aceh Besar menunjukkan 66% termasuk dalam kategori cukup  sedangkan kedisiplinan 37% termasuk kategori kurang. 
PENERAPAN METODE DRILL UNTUK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN MENGGAMBAR HEWAN MENGGUNAKAN KRAYON PADA SISWA KELAS III SDN 5 LEMBAH SABIL KABUPATEN ABDYA Purnama Arbat; Rosma Ely; Nurhaidah Nurhaidah.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 3 (2021): AGUSTUS 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 IABSTRAK  Setiap siswa mempunyai bakat atau keterampilan dalam dirinya contohnya menggambar. Sebagai seorang pendidik guru harus bisa mengembangkan keterampilan pada diri siswa dengani menggunakanl metodel yangl sesuail yaitu dengan penerapan metodel drilln Adapunl yangl menjadilrumusan imasalahldalaml penelitianl inil adalah Bagaimanalpenerapanlmetode drill dalam pengembangan keterampilanl menggambar hewanl menggunakanl krayonl padal siswal kelasl III SDN 5 Lembah Sabil Kabupaten ABDYA?dan tujuannyal adalahl untuk mendeskripsikan penerapanl metodel drill0dalam pengembangan keterampilan menggambarlhewannmenggunakanmkrayonmpadamsiswa kelas0III0SDN 5 Lembah Sabil Kabupaten ABDYA.Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah Guru Kelas III yang berjumlah 1orang dan seluruh siswa kelas III SDN 5 Lembah Sabil yang berjumlah 8 orang Teknik pengumpulan data peneliti menggunakan teknik observasi dan wawancara Teknik analisis data menggunakan reduksi data,penyajian data,dan penarikan simpulan.Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan peneliti di SDN 5 Lembah Sabil, menunjukkan bahwa penerapan metode drill merupakan latihan berulang yang diberikan guru kepada siswa dimulai dari persiapan, pelaksanaan dan penutup sehingga keterampilan siswa menggambar hewan menggunakan krayon sudah berkembang dengan baik. Keterampilan yang ditunjukkan siswa ialah, 5 siswa sangat terampil dan 3 siswa terampil dalam menarik garis, 2 siswa sangat terampil dan 6 siswa terampil dalam  membentuk bidang, 3 siswa sangat terampil dan 5 siswa terampil dalam pewarnaan dan yang terakhir 6 siswa sangat terampil dalam membuat pola dan 2 lainnya terampilnOleh karenanitu, dapatndisimpulkannbahwanketerampilanmsiswandalam menggambar hewan menggunakan krayon dengan penerapan metode drill yang dilakukan dalam 3 tahap yaitu persiapan,pelaksanaan dan penutup di kelas III SDN 5 Lembah Sabil sudah berkembang dengan baik.
KESULITAN GURU DALAM MELAKSANAKAN KEGIATAN MEMBATIK JUMPUTAN UNTUK SISWA KELAS V DI SD NEGERI 71 BANDA ACEH Shafna Nabawi; Rosma Ely; Said Darnius
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 4 (2021): NOVEMBER 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses pembelajaran tidak akan selalu berjalan dengan lancar pasti terdapat kesulitan-kesulitan yang dialami oleh guru, khususnya pada materi batik jumputan di kelas V SD Negeri 71 Banda Aceh. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah kesulitan guru dalam melaksanakan kegiatan membatik jumputan untuk siswa kelas V di SD Negeri 71 Banda Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan guru dalam melaksanakan kegiatan membatik jumputan untuk siswa kelas V di SD Negeri 71 Banda Aceh.Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah satu orang guru kelas V di SD Negeri 71 Banda Aceh. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Seluruh data yang terkumpul diolah melalui tahap analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian yang telah dilakukan tentang kesulitan guru dalam melaksanakan kegiatan membatik jumputan untuk siswa kelas V di SD Negeri 71 Banda Aceh menunjukkan bahwa ada beberapa kesulitan yang dialami oleh guru pada saat melaksanakan kegiatan membatik jumputan, kesulitan-kesulitan tersebut adalah sebagai berikut: (1) Keterbatasan waktu yang terlalu singkat, (2) Guru mengalami kesulitan dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), (3) Guru mengalami kesulitan ketika siswa tidak membawa alat dan bahan untuk kegiatan membatik jumputan di karenakan dapat menyebabkan terhalangnya keberlangsungan kegiatan membatik jumputan, (4) Guru mengalami kesulitan ketika mengkondisikan kelas di karenakan siswa tidak tertib dan kurang disiplin, dan (5) Guru merasa sulit ketika mengajarkan materi batik jumputan di karenakan rendahnya kapasitas intelektual siswa pada proses pembuatan motif dan pencelupan batik jumputan. 
PERSEPSI GURU SD NEGERI 32 BANDA ACEH TENTANG PROGRAM PENDAMPINGAN ORANGTUA TERHADAP BELAJAR SISWA DI RUMAH Sabna Nulanda; Sulaiman Sulaiman; Rosma Ely
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 3 (2021): AGUSTUS 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru berperan sebagai pendidik dalam memperbaiki setiap aspek karakter dan tingkah laku siswa. Namun akibat pandemi Covid-19, maka dibutuhkannya kerjasama antara guru dengan orang tua sebagai pendamping belajar siswa selama di rumah. Penelitian ini berupaya untuk mengumpulkan berbagai persepsi guru terkait pendampingan orang tua selama masa pandemi. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai persepsi guru SD Negeri 32 Banda Aceh tentang program pendampingan orang tua terhadap proses belajar siswa di rumah.            Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah guru kelas SD Negeri 32 Banda Aceh yang berjumlah 12 orang guru. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan sumber data penelitian diperoleh dari wawancara dengan semua guru kelas. Sedangkan analisis data menggunakan teknik reduksi data, pemaparan data display dan penarikan kesimpulan.            Berdasarkan hasil penelitian, guru berpendapat bahwa orang tua aktif mendampingi siswa belajar selama di rumah dengan memberikan fasilitas belajar kepada siswa berupa HP. Guru juga melakukan kerjasama dengan orang tua dalam memotivasi dan mengamati belajar siswa. Guru juga mengatakan orang tua selalu mengatur waktu belajar siswa dan menanyakan kesulitan yang dihadapi siswa. Menurut pendapat guru orang tua selalu membantu siswa yang mengalami kesulitan saat belajar dan bagi orang tua yang kurang aktif mendampingi siswa maka berakibat menurunnya nilai siswa. Untuk melihat perkembangan belajar siswa, guru mengatakan dapat dilihat dari terkumpulnya tugas dan kehadiran siswa.Simpulan penelitian ini adalah persepsi guru kelas tentang pendampingan orang tua selama pembelajaran di rumah cocok untuk terus digunakan selama masa pandemi Covid-19. Hal ini di karenakan orang tua mampu menyediakan fasilitas, mengamati dan memberikan motivasi belajar, mengatur waktu belajar siswa, dan mengetahui kesulitan yang dihadapi siswa serta membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar sehingga proses pembelajaran secara daring berlangsung dengan baik.Kata Kunci : Persepsi guru, pendampingan orang tua, pembelajaran di rumah 
STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK MELALUI PEMANFAATAN BAHAN ALAM DALAM PEMBUATAN KOLASE PADA KELAS IV DI SDN 1 LAMBHEU ACEH BESAR Shella Nadia Mandira; Rosma Ely; Nurhaidah Nurhaidah.
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 3 (2021): AGUSTUS 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran melalui pemanfaatan bahan alam yang terdapat di lingkungan sekitar, peserta didik jadi lebih aktif, kreatif serta termotivasi dalam belajar. Kemudian melalui penggunaan bahan alam sebagai sumber belajar bisa memberikan kesempatan terhadap peserta didik agar lebih mencintai, peduli serta tanggap pada lingkungan.Pendekatan pada penelitian ini kualitatif. Subjek dalam penelitian guru kelas IV di SD Negeri 1 Lambheu Aceh Besar. Teknik yang dilakukan dalam pengumpulan data adalah observasi, wawancara, serta dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan reduksi data penyajian data, kesimpulan. Kesimpulan dari penelitian berikut ialah strategi yang digunakan oleh guru untuk mengembangkan kreativitas peserta didik melalui pembuatan kolase dari bahan kulit jagung adalah menggunakan pendekatan saintifik yaitu melalui langkah mengamati contoh kolase yang sudah jadi, memberikan kesempatan bertanya bagi peserta didik, mangajak peserta didik mencoba membuat kolase, membimbing peserta didik dalam proses pembuatan kolase, dan  meminta peserta didik mempresentasikan hasil karyanya. Melalui penerapan langkah-langkah pendekatan saintifik guru dapat mengembangkan karakteristik peserta didik agar memiliki ciri-ciri kreativitas. 
PENGEMBANGAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK MELALUI KARYA MONTASE DALAM PEMBELAJARAN SENI RUPA KELAS IV SDN UNGGUL LAMPENERUT Tati Erna; Rosma Ely; Adnan Adnan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 3 (2021): AGUSTUS 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan”kreativitas peserta.didik melalui karya.montase dalam.pembelajaran.seni ripa.bisa dikembangkan “dengan berkreasi,  sehingga peserta.didik bisa  mengalirkan bakat”serta potensinya”dengan membuat suatu karya.montase..Pembelajaran seni.rupa dan prakarya.melalui montase  merupakann  salah satucara untuk.mengembangankan” kreativitas peserta.didik. .Montase merupakan kegiatan.menempel atau merekatkan.berbagai potongan.gambar dari berbagai.sumber majalah, koran, komik, foto gambar yang sudah ada atau bahan lainnya menggunakan lem pada media datar,”gambar-gambar itu diatur sedemikian rupa sehingga membuat gambar baru”yang mencapai.makna. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah.bagaimana pengembangann kreativitas.pesertadidik.melalui karya.montase dikelasIV SDN Unggul Lampeuneurut? Penelitianini bertujuan.untuk.mendeskripsikan.pengembangan kreativitass.pesertadidik melalui.karya montase di kelasIV SDN Unggul Lampeneurut.            Pendekatan yangdigunakan.dalam penelitianini yaitu pendekatan.kualitatif dengann jenis penelitian,deskriptif..Adapun subjek.dalam penelitianini yaitu 1 orang.guru kelasIV dan pesertadidik sebanyak 29 orang yang terdiri dari 10 orang peserta.didik laki-laki dan 19 orang pesertadidik perempuan..Pengumpulandata dilakukan dengann teknik.observasi,.wawancara,.dan dokumentasii. Seluruhdata yangterkumpul diolah.dengan tahap analisisdata yaitu reduksidata, penyajiandata, dan penarikankesimpulan..Dengan mengambil.dokumentasi.hasil karyamontase yang dibuat.oleh pesertadidik.            Berasarkan.hasil penelitiann menunjukkan bahwa pengembangan kreativitas pesertadidik melalui karya.montase dalam pembelajaran senirupa kelasIV SDN Unggul Lampeuneurut perlu adanya.pengembangan.kreativitas pada.materi senirupa melalui karyamontase, supaya pesertadidik.lebih bebass mengembangkann kemampuan dan kreativitass yang.peserta.didik miliki,.bebas.mengembangkan.ide-ide yangmenarik. Dalam pengembangan.kreativitas pesertadidik juga perlu aanya motivasi ari guru agar peserta.didik mampu.menciptakan suatu karyamontase yang.lebih  baik..Dari penelitianini bisa disimpulkann bahwa.setiap pesertadidik memilikii bakat, potensi serta kreativitas yang baik. Namun masih kurang dalam penerapannya, menyebabkan kurangnya pengembanganskreativitas peserta.didik melalui karya.montase di kelasIV SDN Unggul Lampeuneurut.
MENGEMBANGKAN KREATIVITAS PESERTA DIDIK MELALUI KARYA KOLASE PADA PEMBELAJARAN SBdP DI KELAS IV SD NEGERI 56 BANDA ACEH ABSTRAK Ira Damayanti; Rosma Ely; Sulaiman Sulaiman
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2021): FEBRUARI 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belajar seni dan kerajinan yang bagus melalui universitas adalah salah satu upaya untuk meningkatkan kreativitas siswa. Kolase merupakan kegiatan menempel atau merekatkan berbagai jenis bahan. Bahan yang digunakan dapat berupa bahan herbal, bahan sintetis, dan bahan bekas pakai masing-masing dalam bentuk, ukuran, dan jenisnya. Adapun komponen-komponen kerumitan dalam penelitian ini, khususnya cara memperluas kreativitas siswa melalui seni lukis dalam penguasaan SBdP di kelas IV SD Negeri 56 Banda Aceh keindahan. Dalam hal ini melihat metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan bentuk penelitian ini bersifat deskriptif. Yang menjadi subjek pada metode ini ialah guru kelas IV B berjumlah 1 orang dan seluruh peserta didik yang berjumlah 26 orang dimana 9 laki-laki dan 17 perempuan. Pendekatan seri catatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi dilakukan dengan cara melihat proses pembelajaran yang berlangsung dilokasi penelitian, wawancara dilakukan dengan guru kelas INegeri 56 Banda Aceh, sedangkan dokumentasi ialah catatan peristiwa yang sudah berlalu.Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mengembangkan kreativitas siswa melalui seni lukis di SBdP yang dipelajari di kelas IV SD Negeri 56 Banda Aceh termasuk dalam kategori cukup. Guru juga menuntun kegiatan mengembangkan kreativitas yang sesuai dengan kemampuan peserta didik, kebutuhannya, minatnya, dan juga berekpresi menggunakan berbagai media tentang seni rupa. Hal ini ditandai dengan nilai rata- rata peserta didik yaitu 77. Maka dapat disimpulkan bahwa mengembangkan kreativitas peserta didik melalui karya kolase pada pembelajaran SBdP di Kelas IV SD Negeri 56 Banda Aceh saat ini belum menunjukkan hasil pengembangan yang maksimal. Kata Kunci: Mengembangkan Kreativitas
KEMAMPUAN PESERTA DIDIK DALAM MENGEMBANGKAN KREATIVITAS MELALUI KARYA MOZAIK DARI BAHAN BEKAS DI KELAS IV SD NEGERI 54 BANDA ACEH Rina Ajirna; Rosma Ely; Alfiati Syafrina
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 2 (2021): MEI 2021
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap peserta didik memiliki pemahaman yang berbeda-beda berdasarkan kemampuannya. Mozaik adalah membuat sebuah seni rupa 2 maupun 3 dimensi dengan memakai komposisi potongan-potongan dengan  dipotong lalu disusun kemudian direkatkan pada sebuah bidang datar dengan menggunakan perekat.Kemudian rumusan, masalah, penelitian berikut yaitu Bagaimanakah kemampuan, peserta, didik, dalam mengembangkan kreativitas melalui karya mozaik dari bahan bekas di Kelas IV SD Negeri 54 Banda Aceh. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana  kemampuan  peserta didik dalam mengembangkan kreativitas melalui karya mozaik dari bahan bekas di kelas IV SD Negeri 54 Banda Aceh.                                                                                                                    Pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif merupakan Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini. Adapun yang menjadi Subjek nya adalah satu orang wali kelas IVA juga seluruh siswa kelas IVA SD Negeri 54 Banda Aceh. Untuk mengumpulkan datau penelitian, peneliti melakukan  observasi dan wawancara juga dokumentasi. Lalu semua datau yang telah dikumpulkan dari hasil observasi dan wawancara juga dokumentasi selanjutnya data tersebut dianalisis melalui tahap, analisis, da,ta berupa reduksi, ,data, penyajian, data, dan penarikan, ksimpulan.             Selanjutnya  dari  pengolahan data di SD Negeri 54 Banda Aceh, maka diperoleh 8 peserta didik memperoleh nilai sangat baik dalam mengembangkan kreativitas melalui karya mozaik, 12  peserta didik mendapatkan nilai baik dalam mengembangkan kreativitas melalui karya mozaik, 5 peserta didik mendapatkan nilai cukup dalam mengembangkan kreativitas melalui karya mozaik dan 5 peserta didik mendapatkan nilai perlu bimbingan dalam mengembangkan kreativitas melalui karya mozaik.Rata- rata semua nilai yang diperoleh peserta didik kelas IVA  dalam mengembangkan kreativitas adalah 80. Oleh sebab itu, peneliti dapat mengambil kesimpulan bahwa kemampuan peserta didik dalam mengembangkan kreativitas melalui karya mozaik dari bahan bekas di kelas IV SD Negeri 54 Banda Aceh sudah berkembang dengan baik.
KENDALA GURU DALAM MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN SBdP MATERI KOLASE DI KELAS IV SD NEGERI KAJHU ACEH BESAR Novi Silvia Dewi; Rosma Ely; suci Fitriani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 3 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kendala Guru adalah hambatan atau rintangan yang dihadapin para pendidik saat kegiatan pelajaran berjalan sehingga pelaksanaan pembelajaran terganggu dan tidak terlaksana. Masalah pada penelitian ini ialah kendala pendidik saat melaksanakan pelajaran SBdP materi  Kolase di kelas Negeri Kajhu Aceh Besar. Penelitiian ini bertujuann menjabarkan kendala pendidik dalam melaksanakan pelajaran SBdP materi Kolase di rombel IV SD Negeri Kajhu Aceh Besar.Penelitian inii menggunakans pendekatan kualitif dalam bentuk penelitian deskriptif. Adapun yang menjadi subyek pada penelitian ini ialah 2 orang pendidik  kelas yaitu pendidik kelas IV A dan pendidik kelas IV B . Teknik pengambilan data diambil melalui pengamatan dan wawancara. Hasilnya diolah dengan teknik analisi data yaitu readuksi data, penyajiang data dan verifikasi/ pengambilan kesimpulan.Hasil pengamatan ini menyatakan ada ditemukannya kendala yang dihadapi oleh guru yaitu: pertama; penggunaan waktu yang tidak cukup untuk membuat kolase dalam satu kali pertemuan. kedua; bahan yang dipilih atau akan digunakan dalam pembuatan kolase. Ketiga; kendala yang disebabkan oleh peserta didik dan sikap kurang respon dari orang tua peserta didik itu sendiri. Jadi, dapat disimpulkan bahwa guru kelas IV di SD Negeri Kajhu Aceh Besar masih menghadapi kendala dalam melaksanakan pembelajaran SBdP pada materi Kolase.Kata Kunci: Kendala Guru, Kolase.