Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Study of Citric Acid-Locust Bean Gum as a Glidant to Fillers of Cellulose Derivatives Hadinugroho, Wuryanto
Science and Technology Indonesia Vol. 9 No. 3 (2024): July
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/sti.2024.9.3.613-620

Abstract

Citric acid-locust bean gum (CA-LBG) was introduced as an excipient in tablet preparations. CA-LBG is a compound derived from the esterification of citric acid (CA) with locust bean gum (LBG). The experiment aimed to determine the potential and effect of CA-LBG as a glidant on microcrystalline cellulose (MCC). The CA-LBG concentrations in the experiments were 0.5%, 1.0%, 2.0%, and 4.0%. Talc and magnesium stearate (MgS) as a comparison. The mixtures were evaluated for flow rate and angle of repose. The mixture was compressed into tablets weighing 700 mg. Tablets were evaluated for weight, hardness, and friability. The flow rate of the mixture containing CA-LBG 0.5%-4.0% was 12.77 g.sec-1-15.96 g.sec-1. The angle of repose of the mixture containing CA-LBG 0.5%-4.0% is 32.62○-35.52○. The weight of tablets containing CA-LBG 0.5%-4.0% is 700.0 mg-701.2 mg. The hardness of tablets containing CA-LBG 0.5%-4.0% is 6.30 kp-6.90 kp. The friability of tablets containing CA-LBG 0.5%-4.0% is 0.17%-0.36%. The CA-LBG has the potential as a glidant in MCC fillers. Increasing CA-LBG concentration causes the flow rate to increase, the angle of repose to decrease, and the hardness to increase. CA-LBG concentrations of 0.5% and 4.0% reduced tablet friability.
Uji Aktivitas Analgesik Tablet Asam 4-(Klorometil)Salisilat pada Mencit Putih dengan Metode Writhing Test dan Hotplate Tiffany, Angela; Ribka Abiati, Meidelin; Foe, Kuncoro; Tjahjono, Yudy; Caroline; Esar, Senny Yesery; Hadinugroho, Wuryanto
JFIOnline | Print ISSN 1412-1107 | e-ISSN 2355-696X Vol. 14 No. 1 (2022): Jurnal Farmasi Indonesia
Publisher : Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.738 KB) | DOI: 10.35617/jfionline.v14i1.78

Abstract

Acetylsalicylic acid is an analgesic drug that still popularly used. However, acetylsalicylic acid may result undesirable side effect of gastrointestinal as it can cause gastric ulcer to bleeding. Previous research has succeeded synthesizing new compound derived from salicylic acid, namely 4-(chloromethyl)salicylic acid which has the potential to reduce its side effects with a better pharmacological effects than acetylsalicylic acid. In its development, the formulation of the compound in tablet dosage form has been carried out. However, until now there has not been a pharmacological test to determine whether it still provides a greater effect than acetylsalicylic acid after being formulated. This study is to test the analgesic activity of 4-(chloromethyl)salicylic acid tablets in albino mice using writhing test and hotplate methods. Analgesic activity test using the hotplate method was carried out on albino mice which given the suspension of the tablet sample and the observations were made in a periodic of time. Analgesic activity test using writhing test method was carried out in 0.6% acetic acid-induced albino mice, where the suspension of the tablet was administered 30 minutes before administration of acetic acid. Analgesic activity was assessed by counting the number of writhings, and the results were statistically compared with one-way ANOVA. Tests were also performed on acetylsalicylic acid as a positive control and suspension as a negative control group.  There were significant differences (P<0.05) of the analgesic activity observed among groups. Both methods show that 4-(chloromethyl)salicylic acid tablets provide stronger analgesic activity than acetylsalicylic acid.
Pembekalan Aspek Kewirausahaan dalam Pembuatan Sediaan Jamu Instan Wedang Pokak Bagi Petugas Kebersihan Hadisoewignyo, Lannie; Prasetyo, Jefri; Darsono, Farida Lanawati; Sinansari, Restry; Hadinugroho, Wuryanto; Soeliono, Ivonne
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/t68w8415

Abstract

Susahnya menumbuhkan jiwa wirausaha pada masyarakat Indonesia pada zaman sekarang termasuk yang dialami oleh peserta pengabdian kami yaitu petugas kebersihan di bawah PT. ISS Indonesia yang bekerja kampus Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Hal itu disebabkan karena sebagian besar petugas kebersihan tersebut masih belum mendapatkan pembekalan dalam hal berwirausaha secara mandiri. Oleh sebab itu, pada kegiatan pengabdian ini, petugas kebersihan akan dibekali dengan ilmu berwirausaha dalam bentuk kegiatan pelatihan pembuatan produk minuman jamu yang dikemas secara modern dalam bentuk granul instan wedang pokak yang siap minum dan mudah diterapkan serta diimplementasikan secara sederhana. Keberhasilan kegiatan pembekalan menggunakan indikator perolehan nilai pre-test dan post-test. Hasil dari pembekalan yaitu para petugas kebersihan mampu meningkatkan pengetahuan dan wawasan tentang komponen bahan alam dalam formula jamu wedang pokak. Berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian yang dilakukan telah berhasil diterima dengan baik oleh para peserta yang dibuktikan melalui peningkatan pengetahuan berdasarkan nilai pre-test dan post-test yaitu sebesar 41%. Selain itu, kegiatan pengabdian ini telah berhasil dalam meningkatkan wawasan dan menambahkan ide bisnis bagi para peserta dalam berwirausaha dengan cara membuat sediaan jamu dalam bentuk granul instan wedang pokak secara mandiri yang memiliki nilai jual.
Pelatihan Pembuatan Water Kefir sebagai Minuman Probiotik Caroline, Caroline; Ervina, Martha; Hadinugroho, Wuryanto; Esar, Senny Yesery; Wijaya, Hendy; Tjahjono, Yudi; Handayani, Yuliastuti Ika; Sutedja, Anita Maya
Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK) Vol. 6 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jak.v6i2.620

Abstract

Christ the King of Surabaya Parish through the Socio-Economic Development Section (PSE) in collaboration with Widya Mandala Catholic University Surabaya, was committed to assisting the Indonesian government's program in terms of improving the post-pandemic family economy through training in making health drinks from herbal ingredients, namely water kefir, which has been used as a probiotic drink. The training participants were underprivileged families in the Parish of Christ the King Surabaya. The training was carried out for 1 day with presentation of material by the team, training implementation and training evaluation by filling out pre-tests, post-tests and questionnaires as well as 30 days of assistance for participants who were interested in developing products to improve their economy. The results of the training show high enthusiasm from the participants, an increase in the knowledge of the participants which was marked by an increase in the value of the posttest compared to the pretest and the desire of the participants to produce and market products to improve the family economy
Upaya Pelestarian Lingkungan: Lilin Aromaterapi dari Recycling Minyak Jelantah Prasetyo, Jefri; Caroline, Caroline; Hadinugroho, Wuryanto; Ervina, Martha
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 3 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/kaycmz23

Abstract

Minyak jelantah merupakan limbah cair hasil dari penggorengan yang umumnya tidak dimanfaatkan lagi, jika dibuang secara langsung dapat menghasilkan pencemaran lingkungan yang serius. Oleh sebab itu, perlu dilakukan sebuah upaya pelestarian lingkungan terhadap limbah minyak jelantah seperti memanfaatkan kembali limbah tersebut menjadi bahan yang lebih bermanfaat dan bernilai lebih tinggi. Pemanfatan kembali limbah minyak jelantah dilakukan dengan masyarakat sekitar kampus bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai bahaya minyak jelantah bagi kesehatan dan kelestarian lingkungan serta potensi minyak jelantah sebagai bahan dasar dalam pembuatan lilin aromaterapi yang bernilai ekonomis. Metode yang digunakan terdiri dari beberapa tahapan mulai dari pemetaan permasalahan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan berupa pemberian materi, diskusi, dan praktik. Pada pelaksanaan kegiatan, peserta dibagi menjadi kelompok kecil berjumlah 4-5 orang. Berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa materi kegiatan penyuluhan dan pelatihan telah berhasil diterima dengan baik oleh para peserta yang dibuktikan melalui peningkatan pengetahuan sebesar 30% (berdasarkan nilai pre-test dan post-test) dan sebanyak 70% peserta memperoleh nilai post-test ≥ 80. Dengan kata lain, kegiatan abdimas ini telah berhasil dalam meningkatkan pengetahuan dan wawasan serta menambah ide usaha bagi para peserta agar mampu dalam membuat secara mandiri lilin aromaterapi yang berbahan dasar limbah minyak jelantah.
Penyuluhan dan Pelatihan Pembuatan Minyak Angin Roll On Aromaterapi Prasetyo, Jefri; Caroline, Caroline; Hadinugroho, Wuryanto; Ervina, Martha
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/6ncskc23

Abstract

Minyak angin aromaterapi menggunakan bahan baku utama yaitu minyak esensial (minyak atsiri) beraroma harum yang di ekstrak dari tanaman menggunakan metode destilasi. Minyak angin aromaterapi digunakan untuk meringankan gejala sakit kepala, masuk angin, menghangatkan dan merilekskan tubuh serta menenangkan pikiran. Kegiatan abdimas ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peserta terkait manfaat dan cara pembuatan minyak angin roll on aromaterapi. Kegiatan abdimas ini dihadiri oleh 21 peserta yang dibagi menjadi 4 kelompok kecil. Terlebih dahulu dilakukan tahap persiapan yang meliputi penyiapan alat dan bahan hingga penyiapan wadah kemasan menggunakan botol roll on. Selanjutnya, pada tahap pelaksanaan dimulai dengan paparan informasi tentang manfaat minyak angin aromaterapi serta pelatihan cara pembuatannya. Minyak angin aromaterapi yang telah dibuat, dikemas dengan menggunakan botol roll on untuk memudahkan penggunaannya karena dapat langsung di hirup melalui hidung atau dioleskan pada kulit tanpa mengotori tangan penggunanya. Berdasarkan hasil evaluasi, dapat disimpulkan bahwa materi kegiatan abdimas ini berhasil diterima dengan baik oleh para peserta yang dibuktikan melalui peningkatan pengetahuan sebesar 40% dan sebanyak 80% peserta memperoleh nilai post-test ≥ 85 Dengan kata lain, dapat dikatakan bahwa kegiatan ini berhasil meningkatkan wawasan serta menambah ide usaha bagi para peserta agar mampu membuat secara mandiri minyak angin roll on aromaterapi.