Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari Nur Anisa; Hadju, Lodes; Abidin, Muh. Sainal
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Healthy Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v3i2.340

Abstract

Data yang diperoleh dari Puskesmas Poasia pada tahun 2021 sebesar 12.386 kasus hipertensi dan sebesar 7.441 kasus hipertensi pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi diwilayah kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 165 orang, dengan jumlah sampel 75 orang. Teknik pengambilan sampel proporsional random sampling, dengan. Analisis data menggunakan uji chi square dan nilai phi. Hasil penelitian menunjukan bahwa aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi diperoleh nilai X2hitung (7.085) dengan nilai phi (0,342), pola makan dengan kejadian hipertensi diperoleh nilai nilai X2hitung (4,249) dengan nilai phi (0,273), kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi diperoleh nilai X2hitung (3,290) dengan nilai phi (0,257). Sehingga dapat disimpulkan bahwa aktivitas fisik dan pola makan ada hubungannya dengan kejadian hipertensi dan kebiasaan merokok dan kebisingan tidak ada hubungan dengan kejadian hipertensi di wilayah Puskesmas Poasia.
Faktor Determinan Kejadian Hipertensi pada Lanjut Usia di Wilayah Puskesmas Wangi–Wangi Nusrida; Hadju, Lodes; Rafiuddin, Ari Tjahyadi
Jurnal Healthy Mandala Waluya Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Healthy Mandala Waluya
Publisher : Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jhmw.v3i2.362

Abstract

Pergeseran hidup modern yang mengarah pada pola konsumsi yang tidak sehat, yaitu banyak mengandung garam, konsumsi buah dan sayur yang lebih sedikit, kurangnya melakukan aktivitas fisik yang teratur dan juga faktor stres telah menjadi penyebab masalah kesehatan pada kelompok usia (45-54 tahun) yang terbukti memiliki hubungan dengan kejadian hipertensi. Penelitian ini bertujuam mengetahui determinan yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lanjut usia (Umur 45-54 Tahun) di wilayah kerja Puskesmas Wangi-Wangi. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode observasional analitik dengan  rancangan cross sectional study, dengan jumlah populasi 61 respoden yang seluruhnya dijadikan sampel. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara univariat dan bivariat (chi-square). Hasil Penelitian menunjukan bahwa ada  hubungan lemah antara pola makan dengan determinan kejadian hipertensi dengan uji chi square diperoleh nilai  X2hitung > X2 Tabel (5,418 > 3,841) dan ρ=0,020 atau ρ<0,05, ada hubungan sedang antara aktifitas fisik dengan determinan kejadian hipertensi dengan uji chi square diperoleh nilai X2hitung > X2 Tabel (9,957 > 3,841) dan ρ=0,002 atau ρ<0,05 serta ada hubungan kuat antara stress dengan determinan kejadian hipertensi dengan uji chi square diperoleh nilai X2hitung > X2 Tabel (26,099> 3,841) dan ρ=0,000 atau ρ<0,05 pada kelompok lanjut usia (45-54 tahun) di Wilayah Kerja Puskesmas Wangi-Wangi.
Addressing Legal Uncertainty in Delayed Informed Consent: Protecting Health Workers in Indonesian Hospitals Surianto Subu, Toto; Isrul, Muhammad; Syaban, Abdul Rahim; Noviati, Noviati; Hadju, Lodes
Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum dan Konstitusi Vol. 8 Issue 2 (2025) Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum Dan Konstitusi
Publisher : Faculty of Sharia, Universitas Islam Negeri (UIN) Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/volksgeist.v8i2.13089

Abstract

In Indonesia’s emergency settings, family requests to postpone medical procedures present significant legal risks for health workers. Medical records often capture only patient consent or refusal, neglecting documentation of deferred actions. This study analyzes the legal position of deferred informed consent under the Health Law, the Medical Practice Law, and Ministry of Health regulations, while exploring practices observed at a district hospital. Using a descriptive legal approach, normative analysis was combined with semi-structured interviews with nine participants at Aliyah 1 General Hospital, including the chair of the medical committee, a medical records officer, physicians, and ward heads. Findings highlight three recurring issues: role ambiguity (unclear disclosure responsibilities during busy periods), temporal opacity (uncertainty about decision-making time and its effect on care), and undefined clinical thresholds (absence of guidelines for escalation). Additional problems include inconsistent delegation notes, varying comprehension among family members, and inadequate documentation of communication with off-site decision-makers. To address these gaps, this study proposes a Deferral of Medical Action Form and a Deferred-Action Standard Operating Procedure (SOP). These tools would record the initiator and rationale for postponement, urgency or triage level, risk briefing, time-bound reassessment, and clear clinical triggers. They mandate physician-led disclosure, identification of interpreters if needed, maintenance of brief communication logs, and linkage to eventual consent or refusal notes. By transforming informal deferral requests into a structured, time-sensitive process, this model safeguards patient autonomy while ensuring timely and legally defensible medical care.