Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Healthy Journal

Hubungan Tingkat Stress Dengan Keluhan Nyeri Lambung Pada Remaja Dedi Kurnia; Tri Nugroho Wismadi; Indri Prafitriani Nursyiamiati
Healthy Journal Vol. 12 No. 1 (2023): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v12i1.1327

Abstract

Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang dihimpun pada tahun 2018, keluhan sakit lambung dilaporkan di Indonesia dengan angka 274.396 kasus per 238.452.952 orang (Gustin, 2011). Keluhan nyeri lambung banyak terjadi di Surabaya (31,2 persen), Denpasar (46%), Jakarta (50%), Bandung (32,5 persen), Palembang (35,5 persen), Aceh (31,7 persen), Pontianak (31,2 persen), dan Medan. (91,6%), menurut Kementerian Kesehatan RI (Sulastri, 2012). Angka kejadian keluhan nyeri lambung di Indonesia salah satunya di provinsi jawa barat prevalensi keluhan nyeri lambung mencapai sekitar 31,2%. Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah adakah hubungan antara tingkat stress dengan keluhan nyeri lambung pada remaja di SMK STMC 4245 Baleendah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat stress dengan keluhan nyeri lambung pada remaja di SMK STMC 4245 Baleendah. Metode penelitian dengan rancangan study kolerasional menggunakan pendekatan cross sectional dengan sampel berjumlah 47 yang diambil secara total sampling. Pengujian hipotesis Rank Spearman dengan tingkat kesalahan 5% dan tingkat kepercayaan 95% Di SMK STMC 4245 Baleendah, penelitian ini menemukan bahwa keluhan sakit perut pada remaja tidak memiliki hubungan positif atau signifikan dengan tingkat stres (p value 0,781).
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN AUDIOVISUAL TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN TBC PARU KEPADA KELUARGA PASIEN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAMEUNGPEUK KABUPATEN BANDUNG Nandar Wirawan; Dedi Kurnia; Yulia Putri Agustin
Healthy Journal Vol. 13 No. 2 (2024): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/ysd3te28

Abstract

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Barat tahun 2022, Jawa Barat penyumbang pertama kasus tuberkulosis terbanyak, pada Januari- Agustus 2022, terdapat 75. 396 kasus yang terlaporkan atau 59% dari target sampai dengan Agustus 60% dan target per tahun 90%. Peningkatan kasus TBC paru meningkatkan risiko penularan langsung, sehingga jumlah penderita TBC semakin bertambah. Kedekatan dan intensitas pajanan merupakan faktor- faktor yang dapat menyebabkan penularan infeksi, dengan individu yang tinggal dekat dengan penderita aktif menjadi paling berisiko, termasuk anggota keluarga pasien (Sisilia Bili, Margaretha Telly, 2019). Pentingnya pencegahan penularan tuberkulosis untuk mengurangi peningkatan kasus tuberkulosis. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk mengetahui adakah pengaruh audio visual terhadap pencegahan penularan pada keluarga dengan pasien TBC Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Pameungpeuk. Jenis dalampenelitian ini adalah kuantitatif dengan  design penelitian ini adalah One –Group Pretest-Postets Design. Sampel yang diambil dalam penelitian ini berjumlah 30 responden dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar kuesioner dengan pengolahan data  Uji Statistic Bivariate Wilcoxon Signed Rank Test. Hasilnya menunjukkan tingkat perilaku pencegahan penularan tuberkulosis sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan kategori positif (51,1%)  tingkat perilaku setelah diberikan pendidikan kesehatan lebih optimal dalamkategori positif (92,4%). Hasil analisis Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan dengan audiovisual terhadap pencegahan penularan tuberkulosis pada keluarga di Wilayah Kerja Puskesmas Paemungpeuk. Hubungan yang positif dengan  nilai 0,000 <  0,05, sehingga dapat disimpulkan pula bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan media audiovisual terhadap perilaku pencegahan penularan tuberkulosis kepada keluarga.
PENGARUH PEMBERIAN SARI LABU SIAM TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA PENDERITA HIPERTENSI Lisnawati; Dedi Kurnia; Nandar Wirawan
Healthy Journal Vol. 14 No. 1 (2025): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/0btsrk34

Abstract

Hipertensi adalah kondisi yang sering dijumpai di masyarakat dan merupakan kondisi berisiko tinggi karena dapat menyebabkan komplikasi bagi penderitanya. Secara medis, hipertensi atau tekanan darah tinggi terjadi ketika tekanan darah melebihi batas normal, yaitu sistolik di atas 140 mmHg dan diastolik di atas 90 mmHg dalam dua pengukuran yang berjarak 2 menit. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi eksperimen dengan rancangan Nonequivalent Control Group Design   . Penelitian ini menggunakan sampel dengan jumlah sebanyak 20 orang lansia penderita hipertensi. Instrument penelitian dengan menggunakan Standar Operasional (SOP) pemberian sari labu siam, spigmomanometer, stetoskop, lembar observasi. Analisa data menggunakan Uji Wilcoxon dan Uji Mann Whitney. Hasil uji statistic Wilcoxon Asymp.Sig pemberian sari labu siam pada kelompok intervensi sistolik p value=0.005 (<0.05) ada pengaruh pemberian sari labu siam terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi. Hasil uji statistic Wilcoxon pada kelompok kontrol (tidak diberikan sari labu siam) Asymp.Sig p value=0.059 (>0.05) tidak ada perbedaan tekanan darah pada kelompok kontrol  (tidak diberikan sari labu siam) pada lansia penderita hipertensi. Hasil uji statistik Mann Whitney p value=0.000 (<0.05) artinya ada perbedaan rata-rata nilai tekanan darah pada kelompok intervensi (diberikan sari labu siam) dan kelompok kontrol (tidak diberikan sari labu siam). Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian sari labu siam terhadap tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di wilayah kerja puskesmas pameungpeuk.
Hubungan Tingkat Stress Dengan Keluhan Nyeri Lambung Pada Remaja Dedi Kurnia; Tri Nugroho Wismadi; Indri Prafitriani Nursyiamiati
Healthy Journal Vol. 12 No. 1 (2023): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v12i1.1327

Abstract

Menurut data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang dihimpun pada tahun 2018, keluhan sakit lambung dilaporkan di Indonesia dengan angka 274.396 kasus per 238.452.952 orang (Gustin, 2011). Keluhan nyeri lambung banyak terjadi di Surabaya (31,2 persen), Denpasar (46%), Jakarta (50%), Bandung (32,5 persen), Palembang (35,5 persen), Aceh (31,7 persen), Pontianak (31,2 persen), dan Medan. (91,6%), menurut Kementerian Kesehatan RI (Sulastri, 2012). Angka kejadian keluhan nyeri lambung di Indonesia salah satunya di provinsi jawa barat prevalensi keluhan nyeri lambung mencapai sekitar 31,2%. Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah adakah hubungan antara tingkat stress dengan keluhan nyeri lambung pada remaja di SMK STMC 4245 Baleendah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat stress dengan keluhan nyeri lambung pada remaja di SMK STMC 4245 Baleendah. Metode penelitian dengan rancangan study kolerasional menggunakan pendekatan cross sectional dengan sampel berjumlah 47 yang diambil secara total sampling. Pengujian hipotesis Rank Spearman dengan tingkat kesalahan 5% dan tingkat kepercayaan 95% Di SMK STMC 4245 Baleendah, penelitian ini menemukan bahwa keluhan sakit perut pada remaja tidak memiliki hubungan positif atau signifikan dengan tingkat stres (p value 0,781).
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Santri Kelas 10 dan 11 MA Mengenai Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) Di Pondok Pesantren Miftahul Hidayah Nandar Wirawan; Dedi Kurnia; Waryantini; Rifaldi Faturahman
Healthy Journal Vol. 12 No. 2 (2023): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v12i2.1422

Abstract

Potensi bahaya yang dihadapi santri akibat kecelakaan dan implikasinya yang serius, adalah area yang mempunyai risiko kecelakaan yang tinggi dengan macam- macam kecelakaan yang terjadi dipesantren adalah terkilir, luka, pingsan, perdarahan dan keracunan. Penting bagi sekolah untuk mengimplementasikan program P3K dan pendidikan keselamatan. Melalui program UKS dan pelatihan P3K, peningkatan pengetahuan dalam memberikan pertolongan pertama telah terbukti efektif. Penelitian ini berfokus pada dampak pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan siswa mengenai P3K di pesantren, dengan tujuan memperkuat program kesehatan dan keselamatan siswa secara komprehensif.Populasi dalam studi ini terdiri dari 46 santri di Pondok Pesantren Miftahul Hidayah Desa Cibeet Kecamatan Ibun Kabupaten Bandung. Sampel yang diambil berjumlah 41 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah Probability Sampling, dengan menggunakan metode proportionate stratified random. Sebelum intervensi pendidikan kesehatan mengenai P3K, 90,2% responden memiliki pengetahuan yang kurang. Setelah intervensi, 78,0% mencapai pengetahuan yang cukup. Hasil analisis menunjukkan nilai p sebesar 0,00 < 0,05, mengindikasikan perbedaan yang signifikan setelah pendidikan kesehatan dan dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan berdampak positif pada pengetahuan santri kelas 10-11 MA mengenai P3K, mendorong praktik yang benar dan efektif, serta melatih keterampilan P3K bagi santri untuk merespons kecelakaan. Penelitian lanjutan dan inovasi dalam pendidikan kesehatan di pesantren, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri dalam P3K.
PENGARUH KOMPRES JAHE (ZINGIBER OFFICINALE) TERHADAP PERUBAHAN INTENSITAS NYERI SENDI (RHEUMATOID ARTRITIS)PADA LANSIA Dedi Kurnia; Lisdianti; Sri Agustina
Healthy Journal Vol. 10 No. 1 (2021): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v10i1.1470

Abstract

Pada lansia sistem muskuloskeletal akan mengalami beberapa perubahan seperti perubahan pada jaringan penghubung (kolagen dan elastin),berkurangnya kemempuan kartilago untuk berdegenerasi,kepadatan tulang berkurang,perubahan struktur otot,dan terjadi penurunan elastisitas sendi.Hal ini menyebabkan sebagian besar dari lansia mengalami gangguan sistem muskuloskeletal,yang menyebabkan nyeri sendi. TRheumatoid artritis merupakan gangguan auto imun.Artinya, penyakit ini muncul ketika system kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan tubuh kita sendiri..Tujuan penelitian ini untuk mengetahui terapi kompres jahe terhadap perubahan intensitas nyeri sendi pada lansia yang menderita rheumatoid artritis di Panti Sosial. Metode penelitian ini adalahquasy-eksperimendengan rancangan one grup pre-test-post test design. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 10 september 2018 sampai 14 september 2018. Sampel sebanyak 33 responden, dengan teknik total sampling. Penelitian ini menggunakan statistik ujit-test. Hasil penelitian menujukan rata-rata intensitas nyeri rheumatoid artritis sebelum (pre-test) dilakukan kompres jahe adalah 4,786 dengan standar deviasi 1,239. Sedangkan rata-rata intensitas nyeri setelah (post-test)kompres jahe adalah 3,357 dengan standar deviasi 1,031.Berdasarkan uji statistik t-testdidapatkan p-value 0,000(<0,05),berarti ada pengaruh yang signifikan kompres jahe terhadap intensitas nyeri rheumatoid artritis.Berdasarkan hasil penelitian tersebut kompres jahe dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi intensitas nyeri rheumatoid artritis. Saran bagi praktek keperawatan kompres jahe dapat digunakan sebagai terapi komplamenter untuk mengurangi intensitas nyeri rheumatoid artritis.Pada lansia sistem muskuloskeletal akan mengalami beberapa perubahan seperti perubahan pada jaringan penghubung (kolagen dan elastin),berkurangnya kemempuan kartilago untuk berdegenerasi,kepadatan tulang berkurang,perubahan struktur otot,dan terjadi penurunan elastisitas sendi.Hal ini menyebabkan sebagian besar dari lansia mengalami gangguan sistem muskuloskeletal,yang menyebabkan nyeri sendi. TRheumatoid artritis merupakan gangguan auto imun.Artinya, penyakit ini muncul ketika system kekebalan tubuh secara keliru menyerang jaringan tubuh kita sendiri..Tujuan penelitian ini untuk mengetahui terapi kompres jahe terhadap perubahan intensitas nyeri sendi pada lansia yang menderita rheumatoid artritis di Panti Sosial. Metode penelitian ini adalahquasy-eksperimendengan rancangan one grup pre-test-post test design. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 10 september 2018 sampai 14 september 2018. Sampel sebanyak 33 responden, dengan teknik total sampling. Penelitian ini menggunakan statistik ujit-test. Hasil penelitian menujukan rata-rata intensitas nyeri rheumatoid artritis sebelum (pre-test) dilakukan kompres jahe adalah 4,786 dengan standar deviasi 1,239. Sedangkan rata-rata intensitas nyeri setelah (post-test)kompres jahe adalah 3,357 dengan standar deviasi 1,031.Berdasarkan uji statistik t-testdidapatkan p-value 0,000(<0,05),berarti ada pengaruh yang signifikan kompres jahe terhadap intensitas nyeri rheumatoid artritis.Berdasarkan hasil penelitian tersebut kompres jahe dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi intensitas nyeri rheumatoid artritis. Saran bagi praktek keperawatan kompres jahe dapat digunakan sebagai terapi komplamenter untuk mengurangi intensitas nyeri rheumatoid artritis.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Kader Kesehatan Dengan Kinerja Kader Kesehatan Dalam Upaya Penanganan penyakit Tb Paru Di Puskesmas Dedi Kurnia; Wildan setiawan; Nur Damayanti
Healthy Journal Vol. 12 No. 1 (2023): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v12i1.1472

Abstract

Tuberculosis paru merupakan suatu penyakit infeksi yang di sebabkan oleh mycrcobacterium tuberculosis yang menyerang paru-paru serta termasuk penyakit menular. Angka kejadian kasus tuberculosis terus meningkat secara drastis di seuruh dunia setiap tahunnya. Indonesia dilaporkan pada tahun 2015 sebagai Negara ke-2 kasus TBC terbanyak. Salah satu upaya dalam memutuskan angka penularan TBC yaitu dengan melakukan pencegahan penularan, khususnya yang di lakukan pasien TBC kepada anggota keluarganya, dengan keluarga berperan aktif dalam memberi dukungan kepada pasien dalam mencegah penularan kepada anggota keluarga. Penelitian ini menggunakan korelasi deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien TBC yang sedang menjalani pengobatan dan tercatat di UPT Yankes Kecamatan Pameungpeuk, dengan jumlah populasi 53 orang. Jumlah kuesioner keseluruhan dalam penelitian ini yaitu 61 item soal yang di bagi kedalam 2 varibel diantaranya, pada variabel dukungan keluarga memiliki jumlah soal sebanyak 33 item soal, pada variabel perilaku memiliki 28 item soal. Dengan tekhnik sampling total sampling dan uji rank spearman, di dapat hasil koefisien sebesar 0.538 dengan nilai p value = 0,001 dimana hasil tersebut menunjukan adanya hubungan yang positif, dengan kategori tingkat hubungan sedang. Semakin meningkatnya dukungan keluarga, maka semakin baik perilaku pasien dalam pencegahan penluran TBC paru.
Kepatuhan Minum Obat Dengan Kejadian Kekambuhan Hipertensi Primer Di Desa Padaulun Kecamatan Majalaya Kabupaten Bandung Dedi Kurnia; Nandar Wirawan; Nur Damayanti
Healthy Journal Vol. 13 No. 1 (2024): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/healthyjournal.v13i1.1489

Abstract

Kekambuhan hipertensi disebabkan oleh perubahan gaya hidup, seperti konsumsi makanan berkolesterol, diet tinggi garam, kurang berolahraga, dan pengobatan yang kurang optimal. Kurangnya kepatuhan penderita hipertensi dalam pengobatan bisa menimbulkan dampak buruk, antara lain seperti stroke, penyakit jantung koroner, dan gagal ginjal. Tujuan riset ini ialah mengetahui hubungan kepatuhan pengobatan dengan kejadian kekambuhan hipertensi primer. Riset ini memanfaatkan desain slot deposit 5000 riset korelasional, dengan jumlah sampel sebanyak 56 responden yang terdiagnosis hipertensi tanpa penyakit penyerta. Riset dilakukan di Desa Padaulun. Metodologi pengumpulan data yang dimanfaatkan dalam riset ini ialah pemberian kuesioner, kemudian dianalisis dengan uji statistik Spearman Rank. Ada harapan bahwa keluarga penderita hipertensi untuk ikut berpartisipasi dalam program pengobatan antihipertensi, dengan tujuan akhir mencapai hasil kesehatan yang lebih baik dan mengurangi kemungkinan kambuhnya hipertensi.