Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

THE RELATIONSHIP OF THE ROLE OF MOTHER IN MAINTAINING ORAL HYGIENE WITH THE EVENT OF CARIES RAMPANT IN ONE ROOF KINDERGARTEN CHILDREN, ACEH BESAR DISTRICT IN 2019 Cut Ratna Keumala; Sisca Mardelita
Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health) Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/jbkm.v4i2.318

Abstract

Background: Poor dental health for children such as rampant caries which can cause pain and difficulty chewing will cause disruption in food intake which in turn will affect the child's nutritional status so that the child's growth and development is disrupted. The role of a mother in children's dental health as a motivator, educator and facilitator. This study aims to determine the relationship between the role of mothers in maintaining dental and oral hygiene with the incidence of rampant caries in One Roof Kindergarten children, Aceh Besar District. Methods: This study is an analytic study with a cross sectional approach, the sample in this study used a saturated sampling technique, namely 35 mothers and 35 children. by examining the rampant caries in children and interviewing the mother using a questionnaire. The results were tested statistically using the SPSS program with the chi-square test (α = 0.05). Results: There was a significant relationship between the role of mothers in maintaining dental and oral hygiene with the incidence of caries rampant among children in One Roof Kindergarten, Aceh Besar district (p value = 0.027). Conclusion: The role of mothers in maintaining dental and oral hygiene has a significant relationship with the incidence of caries rampant in One Roof Kindergarten children in Aceh Besar district in 2019.
The Relationship between Public Knowledge About Fluorine and Prevention of Dental Caries in Kandang Village, Darul Imarah District, Aceh Besar District Cut Ratna Keumala; Ratna Wilis
Science Midwifery Vol 10 No 3 (2022): August: Science Midwifery
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v10i3.639

Abstract

Dental caries is an infectious and multifactorial disease that affects some people. A simple and economical procedure can prevent caries by brushing the teeth with fluoride toothpaste. Using fluoride toothpaste is thought to reduce the incidence of dental caries. However, knowledge about fluoride in reducing dental caries is still limited among the community, so the status of dental caries is still high. Therefore, a study is needed to determine the relationship between public knowledge about fluoride and the prevention of dental caries in Kandang Village, Darul Imarah District, and Aceh Besar District. This study used a cross-sectional approach located in Kandang Village, Darul Imarah District, and Aceh Besar District. The research will be conducted on March 11-17. The population in the study was the entire community in Kandang Village, Darul Imarah District, and Aceh Besar District. Sampling in this study amounted to 68 people using the Slovin formula. Data analysis used univariate and bivariate analysis. The results showed a relationship between public knowledge about fluoride and the prevention of dental caries in the people of Kandang Village, Darul Imarah District, Aceh Besar District, as evidenced by the results of statistical tests with a P value of 0.002 < 0.05. Public knowledge about fluoride was mainly in the low category. Fifty respondents (73.5%), and the dental caries status of the people of Kandang Village was mainly in the high category, namely 23 respondents (33.8%).
The Effect of Maintenance Behavior of Orthodontic User's Dental And Mouth Cleanliness with Dental Hygiene Status in SMAN 1 Darul Imarah (Darul Imarah Public High School 1) Aceh Besar Regency Cut Ratna Keumala; Sisca Mardelita; Andriani
Science Midwifery Vol 10 No 4 (2022): October: Science Midwifery
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v10i4.724

Abstract

The prevalence of orthodontic users according to age group, is greatest at the age of 15 years by 1%. This study aims to identify the behavior of orthodontic users in maintenance and to see the differences in the behavior of maintaining oral and dental hygiene of adolescent orthodontic users before and after counseling on dental and oral hygiene maintenance. The method used in this research is analytic by using the T test to see differences in behavior before and after counseling. The sample used is the total population, namely the students of SMAN Darul Imarah who use orthodontics totaling 56 students. The study was carried out with pre and post test group design and performed dental and oral hygiene checks using the PHP-M index before and after counseling. The results showed that there was an increase in knowledge after counseling with a p-value of 0.008, there was a change in attitude with a p-value of 0.001, there was a change in action with a p-value of 0.001 and a PHP-M value for the better which indicates the influence of knowledge, attitudes and actions of adolescent orthodontic users. become better after counseling. From the research and discussion, it can be concluded that there is an effect of dental and oral hygiene maintenance behavior on the oral hygiene of orthodontic adolescent users at SMAN 1 Darul Imarah, Aceh Besar. The attitudes and actions of orthodontic users became better after counseling. From the research and discussion, it can be concluded that there is an effect of dental and oral hygiene maintenance behavior on the oral hygiene of orthodontic adolescent users at SMAN 1 Darul Imarah, Aceh Besar. The attitudes and actions of orthodontic users became better after counseling. From the research and discussion, it can be concluded that there is an effect of dental and oral hygiene maintenance behavior on the oral hygiene of orthodontic adolescent users at SMAN 1 Darul Imarah, Aceh Besar.
PEMBERDAYAAN KELUARGA DALAM PENINGKATAN PEMELIHARAAN KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT ANAK BALITA DI DESA BINAAN POLTEKKES KEMENKES ACEH Sisca Mardelita; Cut Ratna Keumala; Intan Liana; Maria Irwani; Arnela Nur; Linda Suryani; Andriani Andriani; Finaul Asyura
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang:  Peran ibu dalam penerapan hidup sehat, termasuk pola hidup tentang kesehatan gigi dan mulut akan berjalan dengan baik bila didasari oleh pengetahuan yang dimiliki tentang pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut. Melalui peran ibu dalam keluarga,  diharapkan mampu mendorong kesadaran anak dengan terus mengingatkan untuk melakukan pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut serta mendampingi anak melakukannya secara rutin, serta dapat memahami kebutuhan keluarga sehingga dapat menyediakan hal-hal yang dibutuhkan oleh setiap anggota keluarga, terutama untuk mengatasi dan mencegah munculnya penyakit gigi dan mulut. Hasil Pemeriksaan Awal pada 25 orang anak balita, ditemukan 72% mengalami  karies gigi, dan hasil wawancara dengan ibu, hampir semua ibu  (92%) tidak mendorong anak untuk melakukan menyikat gigi secara rutin dan tidak mengetahui masalah-masalah terkait penyakit gigi pada balita.Tujuan:. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk Meningkatkan pemberdayaan keluarga dalam pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut anak balita.Metode: Kegiatan ini dilakukan oleh dosen jurusan Kesehatan gigi dan dosen jurusan Jurusan Farmasi lamanya pelaksanaan selama 6 bulan pada tahun 2024. Metode yang akan digunakan diskusi dan simulasi yaitu  merencanakan kegiatan yang akan dilakukan, dan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pemberian modul dan lembar monitoring menyikat gigi dan melakukan edukasi pada ibu yang memiliki balita  di desa Paleuh Pulo oleh tim pengabdian masyarakat, dengan kriteria hasil pengetahuan ibu meningkat sebanyak > 80%.Hasil: Peningkatan pengetahuan keluarga di Desa Paleuh Pulo tentang pemberdayaan di bidang pengetahuan Kesehatan gigi dan mulut setelah diberikan edukasi, dengan nilai pre test pengetahuan 61% dan meningkat  menjadi 83% sebagai nilai post test. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan ibu dalam mengedukasi anak dan terampil dalam membantu anak untuk menyikat gigi yang baik dan benar, kemampuan ibu memotivasi anak untuk menyikat gigi dan kemampuan ibu untuk mengidentifikasi masalah Kesehatan gigi dan mulut pada anggota keluarga.Kesimpulan: Melalui program pemberdayaan keluarga ini, dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam hal pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut anak balita di Desa Paleuh Pulo
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN TEKANAN DARAH SEBELUM TINDAKAN EKSTRAKSI GIGI DI POLI GIGI RSUD KOTA SABANG Destri Khairun Naziya; Cut Ratna Keumala; Andriani Andriani; Nia Kurniawati
Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM) Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)
Publisher : Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkgm.v8i1.3097

Abstract

HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN TEKANAN DARAH SEBELUM TINDAKAN EKSTRAKSI GIGI DI POLI GIGI RSUD KOTA SABANG RELATIONSHIP BETWEEN ANXIETY LEVELS AND BLOOD PRESSURE BEFORE TOOTH EXTRACTION IN DENTAL POLYCLINIC OF RSUD KOTA SABANG Destri Khairun Naziya1, Cut Ratna Keumala2 1,2 Jurusan Kesehatan Gigi, Poltekkes Kemenkes Aceh (email: destrikhairunnaziya@gmail.com ) ABSTRAK Latar belakang: Pencabutan gigi merupakan salah satu tindakan dalam perawatan gigi yang dapat memicu kecemasan tinggi pada pasien. Berdasarkan data awal pada 15 pasien yang akan mencabut gigi, sebanyak 9 orang mengalami penundaan tindakan akibat kecemasan terhadap rasa sakit, baik saat penyuntikan maupun pencabutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan tekanan darah sebelum tindakan ekstraksi gigi di Poli Gigi RSUD Kota Sabang. Metode: Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang akan melakukan pencabutan gigi permanen di poli gigi RSUD Kota Sabang, dengan jumlah sampel sebanyak 52 orang yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 28 April–16 Mei 2025. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasi Penelitian: Dari 52 responden, didapatkan 8 (15,4%) pasien kategori tidak cemas, seluruhnya memiliki tekanan darah normal (100%). Kategori Cemas ringan 9 (17,3%) orang, 7 (77,8%) memiliki tekanan darah normal, dan 2 (22,2%) memiliki tekanan darah rendah. Kategori terbanyak adalah cemas sedang 23 (44,2%) orang, di mana 16 (69,6%) memiliki tekanan darah tinggi dan 7 (30,4%) memiliki tekanan darah normal. Kategori kecemasan panik 1 (100%) orang dengan tekanan darah tinggi. Kesimpulan: Hasil uji chi-square diperoleh nilai p=0,001 (p<0,05) menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dan tekanan darah sebelum tindakan eskstraksi gigi. Saran agar tenaga kesehatan gigi meningkatkan komunikasi yang efektif untuk membantu pasien merasa lebih tenang sebelum menjalani tindakan. Kata Kunci : Kecemasan, Ekstraksi Gigi, Tekanan Darah. Background: Tooth extraction is a dental procedure that can trigger high levels of anxiety in patients. Based on preliminary data from 15 patients undergoing tooth extraction, nine patients postponed the procedure due to anxiety about pain, both during injections and during the extraction itself. This study aims to determine the relationship between anxiety levels and blood pressure before tooth extraction at the Dental Clinic of Sabang City Hospital. Methods: This is an analytical study with a cross-sectional design. The population was all patients undergoing permanent tooth extraction at the Dental Clinic of Sabang City Hospital. A sample of 52 patients was selected using accidental sampling. Data collection was conducted from April 28–May 16, 2025. Data analysis used the chi-square test. Results: Of the 52 respondents, 8 (15.4%) were categorized as not anxious, and all had normal blood pressure (100%). 9 (17.3%) individuals were categorized as mild anxiety 7 (77.8%) had normal blood pressure, and 2 (22.2%) had low blood pressure. The most common category was moderate anxiety, with 23 (44.2%) individuals experiencing anxiety, consisting of 16 (69.6%) patients with high blood pressure and seven (30.4%) patients with normal blood pressure. 1 (100%) patient experienced panic/phobia anxiety with high blood pressure. Conclusion: The chi-square test showed a p-value of 0.001 (p<0.05), indicating a significant relationship between anxiety levels and blood pressure before tooth extraction. Dental health professionals are advised to improve effective communication to help patients feel more comfortable before the procedure. Keywords: Anxiety, Tooth Extraction, Blood Pressure.
HUBUNGAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DALAM PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL DENGAN MENGHILANGKAN RASA SAKIT GIGI DI DESA BAK DILIP KECAMATAN MONTASIK KABUPATEN ACEH BESAR Putri Rahmaika; Cut Ratna Keumala; Finaul Asyura
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.4057

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang cukup tinggi, khususnya di wilayah pedesaan. Sakit gigi merupakan salah satu keluhan yang sering dialami masyarakat dan dapat berdampak pada kualitas hidup, aktivitas sehari-hari, serta produktivitas individu. Keterbatasan akses pelayanan kesehatan dan faktor ekonomi mendorong masyarakat untuk memanfaatkan obat tradisional sebagai alternatif pengobatan. Namun, efektivitas penggunaan obat tradisional sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan masyarakat dalam penggunaan obat tradisional dengan menghilangkan rasa sakit gigi di Desa Bak Dilip Kecamatan Montasik Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 46 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang kurang mengenai penggunaan obat tradisional (65%). Sebanyak 59% responden menyatakan penggunaan obat tradisional tidak mampu menghilangkan rasa sakit gigi. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang menandakan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan masyarakat dalam penggunaan obat tradisional dengan menghilangkan rasa sakit gigi. Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat berhubungan secara signifikan dengan keberhasilan penggunaan obat tradisional dalam menghilangkan rasa sakit gigi. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan edukasi dan promosi kesehatan gigi dan mulut terkait penggunaan obat tradisional yang aman dan efektif.
HUBUNGAN MENGKONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK DENGAN STATUS KARIES GIGI PADA SISWA SMP NEGERI 1 PEUKAN BADA KABUPATEN ACEH BESAR Cut Ratna Keumala; Andriani Andriani; Nia Kurniawati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4798

Abstract

Karies merupakan kerusakan suatu jaringan keras gigi yang disebabkan oleh  aktivitas  jasad  renik  dalam  suatu  karbohidrat  yang  diragikan.  Faktor penyebab terjadinya karies gigi salah satunya adalah makanan kariogenik. Data awal pemeriksaan yang dilakukan pada 15 siswa di SMP Negeri 1 Peukan Bada menunjukkan status karies gigi dengan rata-rata DMF-T sebesar 3,6 pada kategori sedang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara mengkonsumsi makanan kariogenik dengan status karies gigi pada siswa SMP Negeri 1 Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini bersifat analitik dengan  desain  cross  sectional,  dilaksanakan  tanggal  23-25  Februari  2023. Populasi dalam penelitian ini yaitu 600 siswa. Sampel dalam penelitian ini ditentukan menggunakan rumus slovin dengan metode random sampling yaitu 86 siswa.  Pengumpulan  data  dengan  cara  pemeriksaan  karies  gigi  dan  angket. Analisa ini di uji secara statistik menggunakan program SPSS dengan uji Chi- Square,  ?  0,05.  Hasil  penelitian  menunjukkan  siswa  yang  mengkonsumsi makanan kariogenik rata-rata pada kategori sedang yaitu 43 orang (50%). Status karies gigi dengan nilai rata-rata 3,1 (kategori sedang). Hasil analisis data menunjukkan nilai p-value = 0.001 < ? = 0.05 sehingga adanya hubungan antara mengkonsumsi makanan kariogenik dengan status karies gigi pada siswa SMP Negeri 1 Peukan Bada. Disarankan kepada siswa agar lebih memperhatikan makanan yang dikonsumsi dan setelah mengkonsumsi makanan ada baiknya berkumur-kumur dan menyikat gigi teratur dua kali sehari. Dalam hal ini juga dibutuhkan bantuan dari orang tua dan guru.   
HUBUNGAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DALAM PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL DENGAN MENGHILANGKAN RASA SAKIT GIGI DI DESA BAK DILIP KECAMATAN MONTASIK KABUPATEN ACEH BESAR Putri Rahmaika; Cut Ratna Keumala; Finaul Asyura
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.4057

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang cukup tinggi, khususnya di wilayah pedesaan. Sakit gigi merupakan salah satu keluhan yang sering dialami masyarakat dan dapat berdampak pada kualitas hidup, aktivitas sehari-hari, serta produktivitas individu. Keterbatasan akses pelayanan kesehatan dan faktor ekonomi mendorong masyarakat untuk memanfaatkan obat tradisional sebagai alternatif pengobatan. Namun, efektivitas penggunaan obat tradisional sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan masyarakat dalam penggunaan obat tradisional dengan menghilangkan rasa sakit gigi di Desa Bak Dilip Kecamatan Montasik Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 46 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang kurang mengenai penggunaan obat tradisional (65%). Sebanyak 59% responden menyatakan penggunaan obat tradisional tidak mampu menghilangkan rasa sakit gigi. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,001 (p < 0,05), yang menandakan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan masyarakat dalam penggunaan obat tradisional dengan menghilangkan rasa sakit gigi. Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat berhubungan secara signifikan dengan keberhasilan penggunaan obat tradisional dalam menghilangkan rasa sakit gigi. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan edukasi dan promosi kesehatan gigi dan mulut terkait penggunaan obat tradisional yang aman dan efektif.
HUBUNGAN MENGKONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK DENGAN STATUS KARIES GIGI PADA SISWA SMP NEGERI 1 PEUKAN BADA KABUPATEN ACEH BESAR Cut Ratna Keumala; Andriani Andriani; Nia Kurniawati
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4798

Abstract

Karies merupakan kerusakan suatu jaringan keras gigi yang disebabkan oleh  aktivitas  jasad  renik  dalam  suatu  karbohidrat  yang  diragikan.  Faktor penyebab terjadinya karies gigi salah satunya adalah makanan kariogenik. Data awal pemeriksaan yang dilakukan pada 15 siswa di SMP Negeri 1 Peukan Bada menunjukkan status karies gigi dengan rata-rata DMF-T sebesar 3,6 pada kategori sedang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara mengkonsumsi makanan kariogenik dengan status karies gigi pada siswa SMP Negeri 1 Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini bersifat analitik dengan  desain  cross  sectional,  dilaksanakan  tanggal  23-25  Februari  2023. Populasi dalam penelitian ini yaitu 600 siswa. Sampel dalam penelitian ini ditentukan menggunakan rumus slovin dengan metode random sampling yaitu 86 siswa.  Pengumpulan  data  dengan  cara  pemeriksaan  karies  gigi  dan  angket. Analisa ini di uji secara statistik menggunakan program SPSS dengan uji Chi- Square,  ?  0,05.  Hasil  penelitian  menunjukkan  siswa  yang  mengkonsumsi makanan kariogenik rata-rata pada kategori sedang yaitu 43 orang (50%). Status karies gigi dengan nilai rata-rata 3,1 (kategori sedang). Hasil analisis data menunjukkan nilai p-value = 0.001 < ? = 0.05 sehingga adanya hubungan antara mengkonsumsi makanan kariogenik dengan status karies gigi pada siswa SMP Negeri 1 Peukan Bada. Disarankan kepada siswa agar lebih memperhatikan makanan yang dikonsumsi dan setelah mengkonsumsi makanan ada baiknya berkumur-kumur dan menyikat gigi teratur dua kali sehari. Dalam hal ini juga dibutuhkan bantuan dari orang tua dan guru.   
PEMBERDAYAAN KELUARGA DALAM PENINGKATAN PEMELIHARAAN KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT ANAK BALITA DI DESA BINAAN POLTEKKES KEMENKES ACEH Sisca Mardelita; Cut Ratna Keumala; Intan Liana; Maria Irwani; Arnela Nur; Linda Suryani; Andriani Andriani; Finaul Asyura
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang:  Peran ibu dalam penerapan hidup sehat, termasuk pola hidup tentang kesehatan gigi dan mulut akan berjalan dengan baik bila didasari oleh pengetahuan yang dimiliki tentang pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut. Melalui peran ibu dalam keluarga,  diharapkan mampu mendorong kesadaran anak dengan terus mengingatkan untuk melakukan pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut serta mendampingi anak melakukannya secara rutin, serta dapat memahami kebutuhan keluarga sehingga dapat menyediakan hal-hal yang dibutuhkan oleh setiap anggota keluarga, terutama untuk mengatasi dan mencegah munculnya penyakit gigi dan mulut. Hasil Pemeriksaan Awal pada 25 orang anak balita, ditemukan 72% mengalami  karies gigi, dan hasil wawancara dengan ibu, hampir semua ibu  (92%) tidak mendorong anak untuk melakukan menyikat gigi secara rutin dan tidak mengetahui masalah-masalah terkait penyakit gigi pada balita.Tujuan:. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk Meningkatkan pemberdayaan keluarga dalam pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut anak balita.Metode: Kegiatan ini dilakukan oleh dosen jurusan Kesehatan gigi dan dosen jurusan Jurusan Farmasi lamanya pelaksanaan selama 6 bulan pada tahun 2024. Metode yang akan digunakan diskusi dan simulasi yaitu  merencanakan kegiatan yang akan dilakukan, dan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat berupa pemberian modul dan lembar monitoring menyikat gigi dan melakukan edukasi pada ibu yang memiliki balita  di desa Paleuh Pulo oleh tim pengabdian masyarakat, dengan kriteria hasil pengetahuan ibu meningkat sebanyak > 80%.Hasil: Peningkatan pengetahuan keluarga di Desa Paleuh Pulo tentang pemberdayaan di bidang pengetahuan Kesehatan gigi dan mulut setelah diberikan edukasi, dengan nilai pre test pengetahuan 61% dan meningkat  menjadi 83% sebagai nilai post test. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan ibu dalam mengedukasi anak dan terampil dalam membantu anak untuk menyikat gigi yang baik dan benar, kemampuan ibu memotivasi anak untuk menyikat gigi dan kemampuan ibu untuk mengidentifikasi masalah Kesehatan gigi dan mulut pada anggota keluarga.Kesimpulan: Melalui program pemberdayaan keluarga ini, dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam hal pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut anak balita di Desa Paleuh Pulo