Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Belanja Daerah Dan Belanja Modal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Pada Pemerintah Kota Bandung Tahun Anggaran 2017-2024 Sindi, Nihayatuz Zain; Berliani, Kartika
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i3.1179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Belanja Daerah, dan Belanja Modal terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kota Bandung pada periode 2017–2024. Kebaruan penelitian terletak pada pemanfaatan data pascapandemi dan analisis simultan terhadap tiga instrumen fiskal utama untuk menilai efektivitas kebijakan keuangan daerah dalam mendorong aktivitas ekonomi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif, berdasarkan data time series yang dikumpulkan melalui dokumentasi dan studi kepustakaan dari BPS dan DJPK. Analisis dilakukan melalui regresi linear berganda yang didahului oleh serangkaian uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAD tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sementara Belanja Daerah berpengaruh positif, dan Belanja Modal justru menunjukkan pengaruh negatif. Secara simultan, ketiga variabel tersebut terbukti berperan dalam menjelaskan dinamika pertumbuhan ekonomi Kota Bandung. Temuan ini menegaskan perlunya optimalisasi PAD, peningkatan efisiensi Belanja Daerah, serta perbaikan kualitas pengelolaan Belanja Modal agar kebijakan fiskal daerah dapat lebih efektif mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.   This study aims to analyze the influence of Regional Original Revenue (PAD), Regional Expenditure, and Capital Expenditure on Economic Growth of the City of Bandung in the 2017–2024 period. The novelty of the research lies in the use of post-pandemic data and simultaneous analysis of three main fiscal instruments to assess the effectiveness of regional financial policies in boosting economic activity. The research uses a quantitative method with a descriptive and verifiable approach, based on time series data collected through documentation and literature studies from BPS and DJPK. The analysis was carried out through multiple linear regression preceded by a series of classical assumption tests. The results of the study show that PAD does not have a significant influence on economic growth, while Regional Expenditure has a positive effect, and Capital Expenditure actually shows a negative influence. Simultaneously, these three variables have been proven to play a role in explaining the dynamics of economic growth in the city of Bandung. These findings emphasize the need to optimize PAD, improve the efficiency of Regional Expenditure, and improve the quality of Capital Expenditure management so that regional fiscal policies can be more effective in encouraging sustainable economic growth  
PENGARUH DEBT TO EQUITY RATIO, RETURN ON ASSET DAN TOTAL ASSET TURNOVER TERHADAP PRICE TO BOOK VALUE PADA PERUSAHAAN SUBSEKTOR TELEKOMUNIKASI Nurita, Gita Dwi; Kartika Berliani
Jurnal Akuntansi, Keuangan dan Teknologi Informasi Akuntansi Vol. 6 No. 2 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jakta.v6i2.9652

Abstract

This study aims to determine the effect DER, ROA, and TATO on PBV among companies in the telecommunication subsector. Applying a quantitative approach using secondary data in the form of financial statements of telecommunication subsector issuers on IDX for the 2019-2024 period. The results indicate that Only DER and ROA have a positive and significant effect on PBV, while TATO does not show a significant influence. This finding provides a theoretical contribution by serving as an academic reference for expanding knowledge on the factors that drive PBV. The result may also be used as a learning resource in relevant fields.In terms of practical contribution, the results provide empirical guidance  for investors, managers, and analysts in the telecommunication subsector in prioritizing the analysis of DER and ROA as key determinants of stock value. Keywords: Return On Asset, Telecommunication Industry, Total Asset Turnover, Price To Book Value, Debt To Equity Ratio
Pengaruh Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Total Asset Turnover terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di BEI (2017-2024) Maharani, Dinda Ayu; Berliani, Kartika; Febriyanti, Diah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.6201

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis dampak dari Current Ratio, Debt to Equity Ratio, serta Total Asset Turnover  terhadap perkembangan profit di perusahaan manufaktur pada subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2017 sampai 2024. Pertumbuhan laba adalah suatu indikator yang signifikan dalam menilai sejauh mana kinerja finansial perusahaan dan keberlanjutan usahanya di tengah komspetisi industri yang semakin ketat. Metodologi yang diterapkan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan yang bersifat deskriptif dan verifikatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diambil dari laporan tahunan keuangan perusahaan yang diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia. Analisis data dilakukan melalui analisis statistik deskriptif serta analisis regresi linear berganda, guna menguji pengaruh variabel independen terhadap variable dependen, baik secara terpisah maupun bersamaan. Penemuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris terkait hubungan antara rasio likuiditas, solvabilitas, dan aktivitas dengan pertumbuhan laba, serta dapat menjadi bahan acuan bagi manajemen perusahaan dan investor dalam membuat keputusan finansial. Hasil uji simultan menunjukkan bahwa ketiga variabel independen tersebut secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. Nilai koefisien determinasi sebesar 5,0% menandakan bahwa kemampuan model dalam menjelaskan variasi pertumbuhan laba masih sangat terbatas, sementara 95,0% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian,. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen dan investor dalam menilai kinerja keuangan perusahaan, serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya dengan penambahan variabel yang lebih komprehensif.
Pengaruh Return on Assets, Cash Ratio, Dan Total Asset Turnover Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Sektor Consumer Cyclicals Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2016-2024 nur, fauzia; Berliani, Kartika; Ridwan, Ridwan
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 1 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Return on Assets (ROA), Cash Ratio, dan Total Asset Turnover (TATO) terhadap harga saham pada perusahaan sektor consumer cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2024. Fenomena yang melatarbelakangi penelitian ini adalah terjadinya ketidakkonsistenan antara peningkatan kinerja keuangan dengan pergerakan harga saham pada beberapa perusahaan sektor consumer cyclicals. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling, menghasilkan 12 perusahaan sampel dengan total 108 observasi. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROA dan Cash Ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham, sementara TATO berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan dengan nilai Adjusted R Square sebesar 32,9%. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bahwa efisiensi operasional merupakan faktor kunci yang lebih diapresiasi investor dalam menilai perusahaan sektor consumer cyclicals.
Pengaruh CAR, FDR dan ROA Terhadap NPF Pada BPRS Di Jawa Barat Tahun 2021-2024 Amelia, Yati; Ridwan, Ridwan; Berliani, Kartika
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6566

Abstract

Stabilitas sektor perbankan syariah, khususnya Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS), sangat bergantung pada kemampuannya dalam mengelola risiko pembiayaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR), Financing to Deposit Ratio (FDR), dan Return On Assets (ROA) terhadap Non-Performing Financing (NPF) pada BPRS di wilayah Jawa Barat. Tingginya tingkat NPF merupakan indikator risiko kredit yang dapat mengganggu profitabilitas dan keberlangsungan operasional bank. Metode penelitian yang diterapkan adalah pendekatan kuantitatif dengan sifat deskriptif dan verifikatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh melalui laporan keuangan tahunan yang dipublikasikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sampel penelitian terdiri dari 10 BPRS di Jawa Barat selama periode 2021-2024 yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan uji asumsi klasik, regresi linear berganda, koefisien korelasi Product Moment Pearson, serta koefisien determinasi. Pengujian hipotesis dilakukan melalui uji T secara parsial dan uji F secara simultan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, Capital Adequacy Ratio (CAR) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Non-Performing Financing (NPF). Sementara itu, Financing to Deposit Ratio (FDR) menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap NPF, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi penyaluran pembiayaan dibanding simpanan, semakin tinggi pula risiko pembiayaan bermasalah. Di sisi lain, Return On Assets (ROA) berpengaruh negatif terhadap NPF. Secara simultan, CAR, FDR, dan ROA berpengaruh secara signifikan terhadap NPF. Hasil ini diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi manajemen BPRS dalam menjaga rasio likuiditas dan profitabilitas guna menekan risiko pembiayaan.
Pengaruh Debt to Equity Ratio, Return on Asset dan Asset Growth terhadap Price to Book Value Melinda, Nur; Febriyanti, Diah; Berliani, Kartika
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6589

Abstract

Persaingan yang semakin ketat pada industri manufaktur subsektor makanan dan minuman menuntut perusahaan untuk meningkatkan nilai perusahaan sebagai upaya menarik perhatian investor di pasar modal. Nilai perusahaan yang tinggi mencerminkan kinerja keuangan dan prospek bisnis yang cerah, yang salah satunya dapat diukur melalui rasio Price to Book Value (PBV). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Debt to Equity Ratio (DER), Return on Asset (ROA), dan Asset Growth terhadap PBV pada perusahaan manufaktur subsektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI),. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DER dan ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap PBV, sedangkan Asset Growth tidak berpengaruh signifikan terhadap PBV. Secara simultan, DER, ROA, dan Asset Growth berpengaruh signifikan terhadap PBV dengan nilai koefisien determinasi sebesar 81,7%. Temuan ini mengindikasikan bahwa Debt to Equity Ratio dan Return On Assetl memiliki peran penting dalam meningkatkan nilai perusahaan, sementara pertumbuhan aset belum tentu direspons positif oleh pasar. Implikasi penelitian ini memberikan masukan bagi manajemen perusahaan untuk mengoptimalkan Debt to Equity Ratio dan Return on Asset guna meningkatkan nilai perusahaan.