Articles
Upaya pengendalian angka kejadian stunting melalui peningkatan pengetahuan ibu tentang pemberian gizi seimbang: Efforts to control the event of stunting through increasing maternal knowledge about balanced nutrition
Niken Ayu Merna Eka Sari;
I Gusti Ayu Putu Satya Laksmi;
Ni Komang Ayu Resiyanthi;
Putu Ayu Parwati;
Ni Luh Gede Intan Saraswati
Bhakti Community Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Bhakti Community Journal
Publisher : Stikes Wira Medika Bali
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (143.076 KB)
|
DOI: 10.36376/bcj.v1i1.6
Target Sustainable Development Goals (SDGs) yang termasuk pada tujuan pembangunan berkelanjutan ke2 yaitu menghilangkan kelaparan dan segala bentuk malnutrisi pada tahun 2030 serta mencapai ketahanan pangan. Target yang ditetapkan adalah menurunkan angka stunting hingga 40% pada tahun 2025. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada ibu balita tentang pemberian gizi seimbang untuk menekan angka kejadian stunting. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah dengan metode cerama secara individual menggunakan media leaflet. Hasil dari pengabdian masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu yang ditunjukkan dengan nilai (pre test) sebagian besar responden adalah termasuk kategori kurang yaitu 18 responden (72%), untuk hasil tingkat pengetahuan setelah intervensi (posttest) didapatkan hasil sebagian besar tingkat pengetahuan kategori baik sebesar 19 responden (76%). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan nilai pengetahuan pada ibu balita setelah diberikan edukasi tentang pemberian gizi seimbang. Disarankan untuk melakukan pengabdian masyarakat lanjutan yang dapat mengukur tingkat keterampilan ibu dengan memberikan demostrasi langsung tentang pengolahan makanan yang baik sehingga tercapai gizi yang seimbang pada anak.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Balita
Ni Ketut Ayu Mirayanti;
Niken Ayu Merna Eka Sari
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 13 No 4 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32583/pskm.v13i4.1094
Stunting adalah ganguan pertumbuhan linier yang disebabkan oleh kurangnya asupan zat gizi kronis, penyakit infeksi kronis yang berulang. Tujuan penelitian mengetahui faktor yang memperngaruhi kejadian stunting pada balita. Metode penelitian korelasi deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel nonprobability sampling purposive sampling. Jumlah populasi 33 ibu dengan balita . Sampel sejumlah 31 orang menggunakan rumus slovin. Analisis data Uji Spearman Rank . Alat ukur yang digunakan kuesioner pengukuran stunting. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara variabel BBLR dengan Kejadian stunting (p value: 0,002). Tidak ada hubungan antara variabel Pendidikan Ibu dengan Kejadian stunting (p value: 0,06). Tidak ada hubungan antara variabel Pendapatan Keluarga dengan Kejadian stunting (p value: 0,103). Ada hubungan antara variabel Pekerjaan Ibu dengan Kejadian stunting (p value: 0,007). Penyebab stunting pada penelitian ini dapat diakibatkan oleh BBLR dan pekerjaan ibu, hal ini diakibatkan oleh BBLR merupakan predictor dan menunjukkan adanya malnutrisi pada ibu hamil jangka panjang. Ibu yang bekerja terkadang tidak dapat fokus dalam proses perawatan anaknya.
GERAKAN PENCEGAHAN STUNTING MELALUI EDUKASI KADER POSYANDU
Ni Komang Ayu Resiyanthi;
I Gusti Ayu Putu Satya Laksmi;
Ayu Parwati;
Niken Ayu Merna Eka Sari;
Luh Gede Intan Saraswati
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 2 No. 7: Juli 2023
Publisher : Bajang Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Stunting sudah menjadi salah satu permasalahan gizi besar yang dihadapi dunia, khususnya di negara-negara miskin dan berkembang. Stunting sendiri merupakan status gizi yang disebabkan oleh malgizi kronik, sehingga anak balita stunting bisa menjadi indikator kunci dari kesehatan ibu dan anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader Posyandu tentang stunting, sehingga angka kejadian stunting dapat ditekan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan edukasi kepada kader posyandu terkait dengan gerakan pencegahan stunting. Pengukuran yang dilakukan adalah pengukuran pengetahuan kader sebelum diberikan edukasi dan sesudah diberikan edukasi. Keterampilan juga diukur dengan menggunakan metode observasi. Sampel dalam pengabdian masyarakat ini berjumlah 10 orang dengan menggunakan Paired Sample T-Test karena data tidak terdistribusi normal. Hasil pengolahan data dari kegiatan Pengabdian Masyarakat ini, didapatkan kesimpulan bahwa terdapat perbedaan hasil pretest dan posttest kader Posyandu yang menjadi peserta pemberian Edukasi ini dengan nilai p value sebesar 0,001 yang berarti terdapat pengaruh dari pemberian edukasi ini terhadap tingkat pengetahuan kader posyandu tentang gerakan pencegahn stunting. Disarankan bagi kader agar selalu meningkatkan pengetahuan agar selanjutnya dapat diteruskan kepada ibu-ibu balita yang ada di wilayah kerja masing-masing. Dengan demikian angka kejadian stunting menurun.
Pemutusan Rantai Infeksi Covid-19 pada Anak di Sekolah Dasar Islam Terpadu Albanna Denpasar
Niken Ayu Merna Eka Sari;
I Gusti Ayu Putu Satya Laksmi;
Putu Ayu Parwati;
Ni Komang Ayu Resiyanthi;
Ni Luh Gede Intan Saraswati
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat Vol 1 No 1 (2021): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat: Peduli Masyarakat: Oktob
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal Bekerjasama dengan CV Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pemerintah Indonesia menetapkan status darurat bencana nasional terkait dengan kejadian pandemik virus COVID-19. Data WHO tanggal 21 September 2021 di Indonesia telah melaporkan 4,2 juta kasus terkonfirmasi, 141.000 orang diantaranya meninggal dunia. Sementara itu, di Bali 107.233 warga terkonfirmasi. Kasus COVID-19 pada anak per Juni 2021 mencapai 250.000 (12,6%) jiwa, dengan tingkat kematian mencapai angka 676 (1,2%). Berdasarkan angka tersebut 50% kematian anak dibawah usia 5 tahun. Upaya mengatasi penyebaran virus, pemerintah membuat kebijakan patuh protokol kesehatan yaitu menghimbau penerapan 5 M yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilisasi. Anak merupakan kelompok usia yang rentan tertular virus COVID-19, oleh karena itu anak-anak perlu mendapatkan informasi yang memadai dan mudah dipahami agar dapat turut serta melaksanakan beragam upaya pencegahan COVID-19 yang telah dicanangkan oleh pemerintah. Metode pengabdian ini dilakukan dengan kegiatan pendidikan kesehatan audiovisual tentang protocol kesehatan 5 M secara during melalui aplikasi zoom. Metode yang digunakan yaitu ceramah dengan media PPT dan video 5 M. Hasil terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan teng 5 M. Hal itu ditunjukkan bahwa tingkat pengetahuan siswa baik sebelum pendidikan kesehatan sejumlah 111 siswa (72%) meningkat menjadi 135 siswa (88%). Kesimpulan terdapat pengaruh yang signifikan pendidikan kesehatan audiovisual terhadap peningkatan pemahaman dan pengetahuan siswa tentang penerapan 5 M.
Hubungan Peran Guru dengan Sikap Siswa dalam Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Hendro Wahyudi;
Niken Ayu Merna Eka Sari
Journal on Education Vol 7 No 1 (2024): Journal on Education: Volume 7 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Departement of Mathematics Education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/joe.v7i1.7088
School-aged children are a vulnerable period because they are in a very rapid phase of growth and development, therefore it is necessary to instill understanding and maintenance habits early, one of which is through implementing clean and healthy living behavior (PHB). The implementation of PHBS can be carried out in the school environment, this aims to create a conducive learning atmosphere. Apart from supporting facilities, the role of teachers is very necessary to accompany and motivate students in implementing PHBS. This research aims to determine the relationship between the role of teachers and students' attitudes in implementing PHBS in the school environment. This research is a descriptive correlational study with a cross sectional approach. The total population in this study was 33 people, the sampling technique was the Nonprobability Sampling technique with a total sampling of 33 respondents. The data analysis used was the spearmen rank correlation test with a significance of p <0.05. The research results show that the role of teachers towards PHBS is mostly lacking as many as 17 respondents (51.5%), students' attitudes towards PHBS are mostly sufficient as many as 17 respondents (51.5%) and based on the results of data analysis the p value is obtained. p 0.233, which means there is a relationship between the teacher's role and students' attitudes in implementing PHBS at school.
Overview of Teenagers' Knowledge of Type 2 Diabetes Prevention at Semarapura State High School 1
Ni Made Ary Pradnya Sasmita;
Niken Ayu Merna Eka Sari;
Ni Kadek Muliawati
International Journal of Health Engineering and Technology Vol. 4 No. 5 (2026): IJHESS JANUARY 2026
Publisher : CV. AFDIFAL MAJU BERKAH
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55227/ijhet.v4i5.538
Type 2 diabetes mellitus shows a significant upward trend and is increasingly found in younger age groups, including adolescents. The 2023 Indonesian Health Survey (SKI) reported a prevalence of diabetes mellitus of 11.7% in people aged ≥15 years, reflecting the high national burden of this disease. Regionally, Bali is among the 10 provinces with the highest number of diabetes cases in Indonesia, with an increase in cases from 30,856 to 45,710 in 2024. The results of blood sugar screening by the Bali Provincial Health Office for the period January–May 2025 also showed cases of diabetes in adolescents aged 15–17 years, where 23 of 3,727 adolescents were confirmed to have diabetes and 259 had prediabetes, with the highest number of cases found in Klungkung Regency. Lack of knowledge about prevention is one of the factors that can potentially increase the risk of type 2 diabetes mellitus in adolescents. This study aims to describe the characteristics of respondents and the level of knowledge of adolescents about the prevention of type 2 diabetes mellitus at SMA Negeri 1 Semarapura. The study used a descriptive design with adolescent respondents. The results showed that most respondents were 17 years old (40.6%), female (56.7%), had no family history of diabetes (94.5%), and accessed health information through the internet (45.1%). The level of knowledge was dominated by the good category (90.1%). These findings emphasize the importance of strengthening school-based health education as an early prevention measure for type 2 diabetes mellitus in adolescents
GAMBARAN PERILAKU IBU BALITA TENTANG PENCEGAHAN STUNTING
Ni Made Anggy Marlina Prystadewi;
Niken Ayu Merna Eka Sari;
Ni Ketut Ayu Mirayanti
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32660/jpk.v12i2.1019
Stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis akibat kekurangan gizi dan infeksi berulang pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan yang berdampak pada perkembangan fisik dan kognitif anak. Perilaku ibu sebagai pengasuh utama berperan penting dalam upaya pencegahan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku ibu balita dalam pencegahan stunting di Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel terdiri dari 127 ibu balita yang diambil melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur pengetahuan, sikap, dan tindakan ibu, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki pengetahuan baik (92,9%), sikap positif (92,9%), dan tindakan pencegahan yang baik (96,9%). Temuan ini menunjukkan bahwa mayoritas ibu balita telah menerapkan perilaku pencegahan stunting secara optimal, yang didukung oleh akses informasi dan layanan kesehatan yang memadai di wilayah penelitian.
GAMBARAN PERILAKU VULVA HYGIENE REMAJA PUTRI SAAT MENSTRUA-SI DALAM MENCEGAH KEPUTIHAN
Ni Made Novianingsih;
Niken Ayu Merna Eka Sari;
Ni Kadek Muliawati
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32660/jpk.v12i2.1020
Keputihan merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri dan berkaitan erat dengan perilaku vulva hygiene selama menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku vulva hygiene remaja putri saat menstruasi di SMK Kesehatan Bali Dewata Denpasar. Desain penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 147 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang menilai pengetahuan, sikap, dan tindakan. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki pengetahuan baik (87,1%), Sikap baik (80,3%), dan tindakan yang baik (74,8%). Meskipun secara umum dalam kategori baik, masih terdapat kesenjangan antara pengetahuan dan praktik nyata. Disimpulkan bahwa penguatan edukasi kesehatan reproduksi dan peningkatan fasilitas sanitasi sekolah diperlukan untuk meminimalkan risiko keputihan.
GAMBARAN FAKTOR RESIKO DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 SUSUT
Ni Kadek Suriani;
Ni Wayan Suniyadewi;
Niken Ayu Merna Eka Sari
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 12 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32660/jpk.v12i2.1026
Diabetes Melitus Tipe 2 (DM Tipe 2) pada remaja menunjukkan kecenderungan meningkat seiring perubahan gaya hidup, terutama rendahnya aktivitas fisik dan status gizi berlebih. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan faktor risiko DM Tipe 2 pada remaja di SMA Negeri 1 Susut. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi terdiri dari 413 siswa dan 204 responden diperoleh melalui stratified random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak memiliki riwayat keluarga DM Tipe 2 (89,7%) dan memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) normal (78,9%). Sebagian besar responden juga memiliki pola makan yang baik (87,7%) serta tidak merokok atau vaping (92,2%). Namun demikian, hampir seluruh responden memiliki tingkat aktivitas fisik ringan (99,0%) dan masih ditemukan responden dengan IMT di atas normal. Faktor risiko utama yang menonjol terhadap potensi DM Tipe 2 pada remaja adalah rendahnya aktivitas fisik dan IMT berlebih. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik yang rendah merupakan faktor risiko dominan DM Tipe 2 pada remaja. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui peningkatan aktivitas fisik serta penerapan pola hidup sehat sejak usia remaja.
The Relationship Of Menarche Age And Body Mass Index (BMI) In Adolescent Girls At SMP Negeri 6 Denpasar
Ni Luh Ayu Sangging Giri Antari;
Niken Ayu Merna Eka Sari;
I Gusti Ayu Putu Satya Laksmi
Jurnal Medicare Vol. 5 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Rena Cipta Mandiri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v5i2.354
Young women are a group of 10–19 years old who experience a transition period to adulthood, characterized by the occurrence of menarche. The age of menarche needs to be considered because too early menarche can have an impact on the reproductive health and nutritional status of adolescent girls. Changes in adolescent lifestyles that trigger an increase in Body Mass Index (BMI) are suspected to play a role in accelerating the age of menarche. The purpose of this study was to determine the relationship between menarche age and BMI in adolescent girls at SMP Negeri 6 Denpasar. The study used a quantitative method with a cross sectional observational analytical design. The sampling technique used was convenience sampling with 237 respondents who were selected according to the inclusion and exclusion criteria. The results showed that most of the respondents experienced the normal menarche age category (11-13 years) as many as 217 people (91.6%), the majority of respondents had a normal BMI, which was 186 people (78.5%). The Spearman's Rho test showed that there was a significant relationship between the age of menarche and body mass index (BMI) with values of r = -0.178 and p = 0.006 (p < 0.01). This relationship is negative and weak, meaning that the higher the BMI, the menarche age tends to occur faster, and conversely, the lower the body mass index, the later the menarche age tends to occur. These results indicate that nutritional status plays a role in determining the time of menarche. This is in line with the theory that increased body fat can affect the hormone leptin which accelerates puberty. Thus, although the relationship found to be weak, the results of this study confirm that nutritional status, especially BMI, is one of the factors that need to be considered in the reproductive development of adolescent girls.