Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENDAPATAN KELAPA DALAM DI DESA DOLAGO KECAMATAN PARIGI SELATAN KABUPATEN PARIGI MOUTONG Haisal Asda; Saharia Kassa; Wildani Pingkan S. Hamzens
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 5 (2020): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan kelapa dalam di Desa Dolago kecamatan Parigi Selatan Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Dolago Kecamatan Parigi selatan Kabupaten Parigi Moutong pada bulan Agustus-oktober 2018. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder dimana data primer diperoleh dengan cara observasi dan wawancara langsung kapada responden yang berjumlah sebanyak 35 orang dengan menggunakan daftar pertanyaan (questioner). Data sekunder diperoleh dari berbagai literatur maupun instansi-intansi terkait yang berhubungan dengan penelitian ini. Tujuan Penelitian ini adalah untuk Mengetagui pendapatan kelapa dalam di Desa Dolago Kecamatan Parigi Selatan Kabupaten Parigi Moutong. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penerimaan petani kelapa dalam di desa Dolago adalah Rp. 3.534.857,14 /1,09ha, rata-rata total biaya usahatani sebesar Rp. 821.858,09/1,09ha dan rata-rata pendapatan sebesar Rp. 2.712.999,06/1,09/ha dalam satu periode panen (3 bulan).
ANALISIS PENENTUAN SEKTOR BASIS PADA SUBSEKTOR PERTANIAN DI PROVINSI SULAWESI TENGAH Anugrah Hidayahtullah; Max Nur Alam; Wildani Pingkan Hamzens
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 9 No 2 (2021): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penentuan Sektor Basis adalah langkah awal menuju pembangunan pertanian yang efektif dan efisien dikarenakan sektor pertanian mempunyai kontribusi yang besar dalam pertumbuhan dan pembentukan PDRB di Provinsi Sulawesi Tengah, hal ini membuktikan bahwa sektor pertanian menjadi sektor yang cukup penting bagi perekonomian masyarakat Sulawesi Tengah khususnya sumbangan terhadap PDRB di Provinsi tersebut, oleh karena itu dengan adanya penelitian ini bertujuan untuk: 1). Menentukan sektor basis dan nonbasis di Provinsi Sulawesi Tengah, 2) Menganalisis Perubahan peranan terhadap subsektor pertanian di masa yang akan datang menggunakan laju pertumbuhan PDRB. Data ini menggunakan metode Location Quotient (LQ) dan Dynamic Location Quotient (DLQ). Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan April 2019 – Bulan Mei 2019. Berdasarkan analisis LQ menunjukan sektor perkebunan, kehutanan dan perikanan adalah sektor basis sedangkan sektor tanaman pangan, hortikultura, jasa pertanian dan peternakan termasuk sektor non basis. Analisis DLQ menunjukkan bahwa sektor hortikultura, peternakan dan jasa pertanian mengalami perubahan peranan dari non basis menjadi basis dimasa yang akan datang. Sebaliknya, pada sektor perikanan juga mengalami perubahan peranan dari basis menjadi non basis dimasa yang akan datang.
ANALISIS SALURAN PEMASARAN KAKAO DARI DESA SAUSU PAKAREME KECAMATAN SAUSU KABUPATEN PARIGI MOUTONG Eko Sarwedi; Wildani Pingkan Hamzens; Marhawati Mappatoba
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 9 No 2 (2021): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sausu Pakareme merupakan salah satu daerah penghasil biji kakao di Kecamatan Sausu Kabupaten Parigi Moutong. Usahatani kakao merupakan salah satu sumber pendapatan petani. Keberlanjutan usaha tersebut harus dijaga untuk meningkatkan produksi dan pendapatan petani dengan cara mempertahankan atau bahkan meningkatkan produksi yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bentuk saluran pemasaran kakao,margin pemasaran kakao,bagian harga yang diperoleh petani, dan tingkat efisiensi pemasaran kakao di Desa Sausu Pakareme. Penelitian ini dilaksanakan dari Bulan April sampai Juni 2019. Responden sebanyak 29 petani dari 86 populasi, ditentukan menggunakan metode Simple Random Sampling. Jenis usahatani yang diteliti adalah usahatani kakao.Penelitian ini menggunakan analisis pemasaran untuk menghitung margin, tingkat efisiensi dan bagian harga yang diperoleh petani.Hasil penelitian menunjukan margin pada saluran pemasaran pertama Rp7.000 , nilai efisiensi 2,82% bagian garga yang diperoleh petani sebesar 78,12%,dan pada saluran kedua margin pemasaran yaitu Rp5.500 dengan tingkat efisiensi 2,37% dan harga yang diperoleh petani sebesar 82,81%.
ANALISIS USAHA TANAMAN HIAS PUCUK MERAH RARA GARDEN DI KOTA PALU Ni Kadek Sri Andani; Wildani Pingkan Hamzens; Sulmi Sulmi
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 9 No 4 (2021): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman hias pucuk merah (syzygium oleana) merupakan tanaman yang banyak diminati oleh masyarakat, hal ini kemudian mendorong berkembangnya usaha tanaman hias Rara garden. Perkembangan tanaman hias ini sangat menarik untuk diteliti terutama perihal penilaian investasi dalam usaha tanaman hias pucuk merah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis usaha tanaman hias pucuk merah pada usaha Rara Garden yang dilihat dari aspek finansial. Penelitan ini dilaksanakan pada bulan Januari 2019, pada usaha tanaman hias Rara Garden Di Kota Palu. pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi langsung terhadap 3 responden. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Payback Periode (PP), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) dan teknik Indeks Laba (B/C). Hasil analisis usaha tanaman hias Rara Garden secara finansial menunjukan hasil analisis PP selama 3 tahun 2 bulan 4 hari, NVP sebesar Rp.7.242.102, IRR sebesar 22,98%, dan B/C 1,36. Berdasarkan perhitungan-perhitungan tersebut menujukan bahwa dalam 5 tahun kedepan tanaman pucuk merah pada usaha Rara garden menunjukan keadaan yang layak untuk terus dijalankan.
ANALISIS PENDAPATAN USAHA KOPRA DI DESA OMBO KECAMATAN SIRENJA KABUPATEN DONGGALA Muh. Ikhtiar; Wildani Pingkan S. Hamzens; Dewi Nur Asih
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 9 No 5 (2021): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelapa (cocos mucifera) merupakan salah satu komoditi perkebunan yang memiliki peranan penting dalam perekonomian di Indonesia. Hasil utama kelapa ditingkat petani sebagian besar dimanfaatkan dalam bentuk produk primer berupa kelapa butiran, kopra dan minyak goreng yang diolah secara tradisional. Di Desa Ombo, biji kelapa yang dihasilkan hampir seluruhnya di olah menjadi kopra. Tingginya produksi kopra yang ada di Desa Ombo belum menjamin tingginya pendapatan yang diterima oleh pengusaha kopra yang ada di Desa tersebut. Hal ini dipengaruhi produksi dan harga kopra yang berlaku di pasaran. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pendapatan usaha kopra di Desa Ombo Kecamatan Sirenja Kabupaten Donggala. Lokasi penelitian ini dipilih secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Desa Ombo merupakan daerah penghasil kopra terbesar di Kecamatan Sirenja Kabupaten Donggala. Penelitian dilaksanakan selama ± 2 bulan yakni dari bulan Maret hingga April 2019. Responden dalam penelitian ini adalah petani pengusaha kopra yakni petani yang mengolah sendiri hasil dari usahatani kelapa dan mengolahnya untuk menjadi kopra. Penetapan responden dilakukan dengan metode acak sederhana (simple random sampling) dari total keseluruhan petani pengusaha kopra di lokasi penelitian yakni sebanyak 104 orang petani pengusaha kopra yang dijadikan sampel adalah 31 orang petani pengusaha kopra. Penelitian ini menggunakan data sekunder dan data primer. Analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah rata-rata produksi kopra yang dihasilkan oleh petani pengusaha kopra di Desa Ombo sebesar 1.321 kg/produksi dengan rata-rata penerimaan sebesar Rp. 5.284.000/produksi, sedangkan rata-rata biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani pengusaha kopra sebesar Rp. 2.638.177/produksi. Rata-rata pendapatan yang diperoleh petani pengusaha kopra sebesar Rp. 2.645.823/produksi.
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI KAKAO DI DESA BOBO KECAMATAN DOLO BARAT KABUPATEN SIGI Irsan Irsan; Wildani Pingkan S Hamzens; Abdul Muis
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 10 No 1 (2022): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini mengetahuipendapatan usahatani kakao di Desa Bobo Kecamatan Dolo Barat Kabupaten Sigi.Lokasi penelitian ini dipilih secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Desa Bobo merupakan daerah penghasil kakao terbesar di Kecamatan Dolo Barat Kabupaten Sigi.Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan yakni dari bulan Mei hingga Juli 2019.Responden dalam penelitian ini adalah petani kakao di Desa Bobo.Penetapan responden dilakukan dengan metode acak sederhanasimple random sampling, Jumlah populasi sebanyak 107 dari jumlah populasi tersebut yang di ambil sebanyak 31 orang.Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder.Analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan.Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah rata-rata produksi kakao yang dihasilkan oleh petani kakao di Desa Bobo sebesar Rp. 1.294kg/1,74Ha/Tahun dengan rata-rata penerimaan sebesar Rp. 37.512.903/1,74Ha/Tahun, sedangkan rata-rata biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani kakao di Desa Bobo sebesar Rp.8.018.683/1,74 Ha/Tahun. Rata-rata pendapatan yang diperoleh petani kakao di Desa Bobo sebesar Rp. 29.494.220/1,74 Ha/Tahun atau Rp.16.931.867/1,74 Ha/Tahun.
PENDAPATAN DAN KELEMBAGAAN PEMASARAN TERNAK KAMBING PADA CV. PRIMA BREED DI KELURAHAN TONDO KECAMATAN MANTIKULORE KOTA PALU Hasriani Hasriani; Sisfahyuni Sisfahyuni; Wildani Pingkan S. Hamzens
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 10 No 4 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (i) pendapatan ternak kambing yang diperoleh CV. Prima BREED. (ii) margin saluran pemasaran ternak kambing pada CV. Prima BREED. (iii) kelembagaan pemasaran ternak kambing CV. Prima BREED. Metode pengumpulan data yang digunakan terdiri dari data sekunder dan perimer. Anlisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Analisis Pendapatan Usaha peternakan kambing pada peternakan CV. Prima BREED diperoleh hasil pendapatan CV. Prima BREED pada tahun 2016 sebesar Rp. 372.358.962. Pendapatan CV. Prima BREED pada tahun 2017 sebesar Rp. 374.813.962. Pendapatan CV. Prima BREED pada tahun 2018 sebesar Rp. 331.2519.202. Margin saluran lembaga pemasaran CV. Prima BREED yang paling tertinggi terdapat pada saluran pemasaran II yaitu pedagang provinsi yakni sebesar Rp. 900.000/ekor sedangkan saluran lembaga pemasaran terendah adalah pasar hewan yakni sebesar Rp. 200.000/ekor. CV. Prima BREED memiliki beberapa sistem aturan kelembagaan dalam melakukan pemasaran ternak yaitu dimulai dari Peternak dan CV. Prima BREED dimana proses pemasaran peternak dan CV. Prima BREED saling berktukar ternak dan proses pemabayaran dilakukan secara langsung. CV. Prima BREED dan Pedagang Luar Kota proses pemasarannya yaitu dengan adanya surat perjanjian antara kedua belah pihak yang berisi tentang fungsi pemasaran berupa jenis ternak, pengangkuatan dan pembiayaan. Transaksi dilakukan secara langsung oleh pihak CV. Prima BREED dan pedagang luar kota. CV. Prima dan Pasar Hewan yaitu dimana pedagang pasar hewan datang langsung ke perusahaan CV. Prima BREED untuk membeli ternak dan kemudian dipasarkan ke pasar hewan, proses pembayaran dilakukan secara tunai.
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA TAHU MULIA DI DESA SAUSU TRANS KECAMATAN SAUSU KABUPATEN PARIGI MOUTONG Risky Gasong; Wildani Pingkan Hamzens; Al Alamsyar
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 11 No 5 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v11i5.1827

Abstract

Usaha Tahu Mulia milik Bapak Nurkholis merupakan salah satu usaha mikro skala kecil yang didirikan oleh Bapak Nurkholis pada tahun 2018. Usaha Tahu Mulia ini terletak di Desa Sausu Trans Kecamatan Sausu Kabupaten Parigi Moutong. Kedelai adalah sumber protein nabati utama bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Kedelai memiliki peran besar kerena merupakan peran sumber bahan baku yang utama bagi industri tahu. Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk serta meningkatkan kesadaran penduduk tentang pentingnya megkonsumsi makanan bergizi. Salah satu industri yang berkembang yaitu tahu di Indonesia saat ini semakin maju, hal ini terbukti dengan banyaknya industri-industri baru yang mengelola berbagai macam produk olahan jadi maupun mentah, dengan demikian kebutuhan akan faktor-faktor produksi di Indonesia menjadi bertambah banyak. Penelitian ini menggunakan anilisis SWOT guna untuk mengetahui analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang digunakan untuk mengevaluasi perusahaan dan mengembangan perencanaan strategis.
Impact of Climate Change on Macro-Economy of Central Sulawesi Province Indonesia: Case of Cocoa Beans Commodity M.R. Yantu; Yulianti Kalaba; Arifuddin Lamusa; Wildani Pingkan S. Hamzens
AGROLAND The Agricultural Sciences Journal (e-Journal) Vol 2 No 1 (2015): June
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agroland.v2i1.338

Abstract

Central Sulawesi is the first rank of cocoa beans supplier in Indonesia. Unfortunately, climate change resulted on emerging of cacao pests and diseases that causes continuously decreasing productivity of cacao farm. Consequently, farmers have been converted their cocoa farm to others farm. This has been impacted on macro-economy of Central Sulawesi. Generally, the aim of this study is to analyze impact of climate change on macro-economy of Central Sulawesi for case cocoa beans commodity. Particularly, the aim of this study is (i) to analyze impact of climate change on productivity of cacao farm; (ii) to estimate effect of the productivity on GDRP of cocoa beans; (iii) to estimate effect of the GDRP of cocoa beans on macro-economy of Central Sulawesi; and (iv) to estimate trends of macro-economy of Central Sulawesi. Analyze method was econometric simultaneous equation of double logarithm model. Data used was secondary data, 2000 – 2014, namely GDRP of Central Sulawesi, areal size of cacao, production volume of cocoa beans, prices of cocoa beans at farm level. The result of analyze showed that climate change has been impacted on productivity of cacao farm. It was indicated by coefficient of year as a proxy insignificant affect to variety of productivity of cacao farm, so it could be interpreted that the productivity to be constant. Consequently, the productivity couldn’t push up GDRP of cocoa beans. However, GDRP of cocoa beans could still push up the macro-economy of Central Sulawesi. The macro-economy of Central Sulawesi was increasing. Thus, although climate change impacted on the productivity, but GDRP of cocoa beans could still push up the macro-economy of Central Sulawesi. It means that management of pest and disease of cacao farm in a prototype to be important performed.
DEVELOPMENT OF AGRIBUSINESS PLACES ON PALU RIVERSIDES Wildani Pingkan Suripurna Hamzens; Meidy Widayanto Moestopo
AGROLAND The Agricultural Sciences Journal (e-Journal) Vol 7 No 2 (2020): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agroland.v7i2.626

Abstract

Agribusiness may potentially develop on Palu Riversides. This research aims to formulate a sustainable agricultural spatial innovation for the Development of Agribusiness Places on Palu Riversides. The methods used for this study were field observation, satellite image map observation, and literature review. The results showed that the implementation of sustainable agriculture through the development of agribusiness places in urban areas could take advantage of the open spaces designated as green open space zone on the Palu Riversides, namely the River Green Area which is outside the riparian zone, the river overflow runoff area. To achieve this objective, it requires ability to innovate in spatial planning so that an urban agricultural area that is neatly arranged into an agribusiness places can also be developed into one of the city landmark.