Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

Implementing Business Model In Hospital: A Scoping Review Lastri Swastanita; Amal Chalik Sjaaf
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.764 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i10.9585

Abstract

Increased competition between hospitals, population growth, advances in medical technology, increased life expectancy, and digital transformation urges hospitals to adapt. Health care providers are stuck in situations that require cutting health costs while still maintaining the quality of care to patients. Many believe that the business model will be a major contributor to the sustainability of competitive advantage for hospitals. This research aimed to look at the role and application of hospital business models that can maintain quality, effective financing services, and sustainability. Searches for articles were conducted on four databases using PRISMA-ScR protocol. We included studies containing the business models in a hospital setting, using relevant search terms related to the hospital business model. Systematic search yielded five articles that lay out some of the business models. Sixty percent of articles were published in Asian countries. Study designs were descriptive and observational studies. Each business model has its uniqueness that can give an idea of how to run a business model tailored to the characteristics of the hospital itself.
Analisis Pembiayaan Kesehatan Pegawai Pada Masa Pandemi Covid 19 Ulfia Mutiara Supatmanto; Amal Chalik Sjaaf
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.389 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i10.9711

Abstract

Peningkatan anggaran kesehatan pada Anggaran Pengeluaran dan Belanja Negara (APBN) sangat signifikan selama pandemi COVID 19. Alokasi belanja anggaran kesehatan diperoleh dari refocusing dan realokasi anggaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya peningkatan anggaran belanja kesehatan dan penggunaannya selama pandemi COVID 19 pada tahun anggaran 2020-2021 dibanding pada tahun anggaran 2019 dimana pandemi COVID 19 belum dimulai. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan melihat laporan tahunan salah satu klinik kementerian pada tahun 2019 hingga 2021. Penelitian ini juga menggunakan wawancara kepada narasumber terkait penyusun dan pelaksana penggunaan anggaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan anggaran kesehatan hingga 11 kali lipat dibandingkan dengan anggaran sebelum pandemi berlangsung. Peningkatan anggaran ini dialokasikan untuk upaya pencegahan penularan COVID 19 serta tracing pegawai yang tertular COVID 19. Upaya pencegahan meliputi pemberian vitamin, susu, madu, hand sanitizer dan masker kepada pegawai secara berkala; penyediaan masker N95, gloves dan gown kepada petugas kesehatan; serta pemeriksaan swab secara rutin dan berkala bagi pegawai di lingkungan kementerian. Kesimpulan pada penelitian ini adalah ada peningkatan anggaran kesehatan yang sangat signifikan selama tahun 2020 hingga 2021 karena pandemi COVID 19 yang menunjukkan adanya upaya dari kementerian untuk melindungi pegawainya dari penularan COVID 19 secara maksimal.
Evaluasi Tahap Seleksi, Perencanaan Dan Pengadaan Obat Di RSUD Kembangan Roza Falinda; Helen Andriani; Amal Chalik Sjaaf
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.353 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i11.9914

Abstract

Komponen penting dalam menjamin mutu pelayanan pada ketersediaan obat di Instalasi Farmasi adalah pada tahap seleksi, perencanaan dan pengadaan Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan studi kasus yang bertujuan untuk melihat gambaran pada tahapan seleksi, perencanaan dan pengadaan obat di RSUD Kembangan tahun 2021. Evaluasi dilakukan dengan mengukur nilai indikator terhadap standar yang berlaku. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan data-data logistik farmasi pada tahap seleksi, perencanaan dan pengadaan Tahun 2021 yang dikumpulkan secara retrospektif. Daftar obat tersedia yang sesuai dengan DOEN (Daftar Obat Esensial Nasional) 60%. Jumlah item obat tersedia terhadap jumlah item obat pada kenyataan pemakaian 87%. Jumlah obat yang diterima secara riil terhadap jumlah yang direncanakan pada periode yang sama 98%. Ada beberapa nilai indikator dari hasil penelitian ini yang belum sesuai standar.
Marketing Strategy of Teaching Hospital: Challenges For Teaching Hospitals in Indonesia Ardiansyah Ardiansyah; Amal Chalik Sjaaf
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i9.13965

Abstract

The increasing demands of the community for quality and affordable health services make hospitals have to always try to survive amid increasing competition. This article is a systematic review where data is taken from online databases such as ProQuest, Wiley Online, JStore, ScienceDirect, Embase, Scopus, and local journals (Garuda Portal, Jurnal Promkes) using the keywords "Strategy", and "Hospital Marketing", "Marketing". The search engine obtained 6234 international journals and 6 local journals. Then again sorting by year (starting from 2012 and above), duplication, type of article (journal, not systematic review), and full article only, then the final result is 7 titles. The result of this literature review article may provide experiences for directing future investigations regarding the marketing strategy of a teaching hospital. Thus, the findings of this article could help governments, universities, health providers, and academia to concentrate their efforts and policies on the development of the current teaching hospital, especially using marketing tools. Directions for improving the healthcare systems should mainly focus on reducing diseases, disabilities, and mortality among the population; improving the quality and accessibility of healthcare; and developing a competitive market of innovative medical services. The creation of an effective healthcare system could lead to improving the quality of life. Hospital marketing is an important element in introducing the hospital to the wider community. It is necessary to combine and coordinate related elements so that marketing programs can be carried out as effectively as possible.
Dampak dan Implikasi Tarif Indonesian Case Base Group (INA-CBGs) Terhadap Pasien Sectio Caesarea: Tinjauan Sistematis Rova Martika; Amal Chalik Sjaaf
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i9.13976

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak tarif Indonesia Case Base Group (INA-CBG) terhadap pasien yang menjalani operasi caesar, serta mengidentifikasi hambatan dan solusi potensial untuk meningkatkan akses dan ketersediaan perawatan kesehatan di Indonesia. Melalui ulasan sistematis yang mencakup 6 studi terkait yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir, penelitian ini menemukan bahwa tarif INA-CBG mempengaruhi pasien secara signifikan. Tarif ini sering tidak mencerminkan biaya nyata yang dikeluarkan oleh profesional perawatan kesehatan, yang membebani penyedia dan pasien. Selain itu, kompleksitas dan variasi dalam prosedur operasi caesar tidak diperhitungkan dalam tarif tetap, potensial mengurangi tingkat perawatan yang disediakan. Skema pengembalian juga mendorong peningkatan operasi caesar yang tidak perlu, dengan dampak negatif pada kesehatan ibu dan pengeluaran kesehatan secara keseluruhan. Upaya perlu dilakukan untuk meninjau ulang struktur tarif, mempertimbangkan kompleksitas prosedur, dan mempromosikan pengambilan keputusan berdasarkan bukti. Hasilnya adalah peningkatan kesehatan ibu dan alokasi anggaran perawatan kesehatan yang lebih efektif. Studi tambahan diperlukan untuk memahami aspek lain dari implementasi INA-CBG di Indonesia dan konsekuensi jangka panjang dari intervensi ini.
Peningkatan Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien dengan Digitalisasi di Rumah Sakit Pemerintah di Jakarta Pertiwi, Revita Anisa; Sjaaf, Amal Chalik; Andriani, Helen; Oktamianti, Puput
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i9.16455

Abstract

Terkait keselamatan pasien, rumah sakit sangat rentan karena merupakan organisasi yang rumit dengan sumber daya terbatas di berbagai bidang seperti teknologi, layanan, pemasaran, sistem mutu, dan bahaya. Berikut ini adalah beberapa jenis kejadian yang mungkin terjadi di rumah sakit yang dapat dihindari: Sentinel, Potential Injury Conditions (KPC), Near Injury Events (KNC), Non-Injury Events (KTC), Adverse Events (KTD), dan divisi Farmasi memiliki potensi kecelakaan tertinggi. Satu rumah sakit di Jakarta telah melihat peningkatan laporan masalah keselamatan pasien, dan penelitian ini bertujuan untuk meneliti penyebabnya. Penelitian ini dilakukan antara Januari dan Maret 2024 dan menggunakan metodologi deskriptif kualitatif, mengumpulkan data melalui wawancara dan meninjau dokumen sekunder yang berkaitan dengan insiden keselamatan pasien. Informan terdiri dari kepala bidang penunjang medis, Ketua Keselamatan Pasien Rumah Sakit, kepala instalasi farmasi, dan staf farmasi. Hasil penelitian menunjukan terjadi peningkatan laporan insiden keselamatan pasien sebesar 660% setelah di lakukan perubahan sistem saat 2023. Setelah di lakukan penyuluhan kepada seluruh tenaga kesehatan di tahun 2024 terdapat peningkatan laporan ada 101% di bandingkan tahun 2023. Penyuluhan kepada semua tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit menyebabkan peningkatan angka pelaporan insiden yang menandakan mutu kesalamatan pasien di rumah sakit tersebut berjalan baik dan pasien mendapatkan pelayanan prima.